NovelToon NovelToon
WANITA SIMPANAN SUAMIKU

WANITA SIMPANAN SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:123.6k
Nilai: 5
Nama Author: RANU RINJANI

Mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga seorang wanita yang bersama Sari Lestari, ia akhirnya harus menerima kenyataan pahit setelah mengetahui kebenaran jika suaminya telah menghianati bahtera rumah tangga yang sudah lima tahun mereka jalani. Suaminya berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri hingga hamil, yang membuat Ridwan suami Sari harus menikahi sahabat istrinya di belakang sang istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RANU RINJANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

"Oh iya Sar, mas mau bilang.. Semalam karena kamu tidur, mas gak jadi ngomong ini ke kamu." ucap mas Rodwan di sela sarapan.

Aku langsung menoleh menatap mas Ridwan, ku letakan sendok dan garpu di kedua tangan ku ke piring yang ada di depanku.

"Iya mas, kamu mau ngomong apa?" tanya ku kembali pada mas Ridwan.

Ku lihat, pandangan mata ibu juga tertuju ke depan mentap putra semata wayangnya ini.

Tapi untuk ayah mas Ridwan, beliau begitu santai tetap menikmati oseng daging yang mrupul itu menjadi makanan favoritnya.

"Ini.. Mas ada acara kantor kunjungan ke luar kota selama dua hari, mumpung ibu sama ayah juga di sini kan kamu juga gak kesepian." ucap mas Ridwan.

"Kapan mas?" tanyaku masih tetap menatap suamiku yang ada di sisi kanan ku.

"Berangkatnya hari ini, mungkin akan pulang lusa jika sudah selesai." sahutnya sembari menyendok nasi yang ada di tangan kanannya.

"Hari ini?" gumanku pelan, aku mengerutkan dahi ku. Merasa aneh dengan sikap mas Ridwan, karena semalam pulang jam berapa pastinya juga aku tidak tau karena memang aku sudah tidur.

Sedangkan sekarang, pagi pagi sudah ijin untuk berangkat ke luar kota selama dua hari. Dengan dalih ada ayah dan ibunya datang ke sini jadi aku tidak kesepian di rumah sendirian, kenapa bisa pas dengan datangnya ayah dan ibu mas Ridwan? Benar benar aneh!

"Iya Sar, boleh kan?" tanya mas Ridwan lagi.

"Kamu gak usah ikut lah Wan, ibu dan ayah jauh jauh ke sini buat nengokin kamu sama Sari kok malah mau pergi ke luar kota." sahut ibu terdengar protes.

"Ya gimana lagi bu? Ini kan urusan pekerjaan, ya Ridwan mana bisa nolak perintah atasan kalo nugasin Ridwan ke luar kota." jawab mas Ridwan santai.

"Padahal kemaren kamu udah bilang ke aku mau nemenin aku ke acara nikahan Santi lo mas, terus aku ke sana sama siapa?" ucapku dengan nada sedikit kecewa.

Aku benar benar kecewa dengan mas Ridwan, bagaimana mungkin setiap hari tidak pernah ada waktu untuk ku. Aku hanya bisa melihat wajah suamiku itu saat bangun tidur saja, itupun dia masih terlelap tidur lalu aku langsung memasak.

Toh sekarang mas Ridwan juga jarang mau sarapan di rumah, tentu aku sebagai seorang istri juga butuh perhatian perhatian kecil yang di berikan suamiku.

"Ya kamu sama temen kamu lah Sar, atau berangkat sendiri." sahut mas Ridwan santai menyantap nasi tanpa menoleh ke arah ku.

"Ya udah Sar, nanti berangkat sama ibu aja ya nak." ucap ibu menatapku tulus.

Aku hanya bisa mengangguk pasrah.

Bukan aku tidak suka datang bersama ibu, tapi aku masih kecewa pada mas Ridwan karena kemarin saat ku antar bekal dia berkata akan menemani ku datang.

Ah, sudah lah!

Ku raih sendok dan garpuku kembali, aku tak ingin banyak berbicara yang akhirnya membuat ku semakin kecewa.

"Udah ya bu, Ridwan berangkat dulu." ucap mas Ridwan mencium punggung telapak tangan ibunya, lalu meraih tangan ayahnya.

"Udah dong Sar, jangan cemberut gitu. Toh aku kerja juga buat kamu loh!" ucap mas Ridwan mengelus pipi ku lembut.

Ku ulurkan tanganku untuk mencium punggung telapak tangan mas Ridwan.

"Hati hati di jalan mas!" ucapku dengan nada rendah.

"Iya sayang." jawab mas Ridwan tersenyum lalu berjalan ke arah garasi rumah kami.

Aku berjalan mengikuti mas Ridwan dari belakang dengan raut wajah yang tidak bisa di bohongi jika aku memang benar benar kecewa.

Tin!

Mas Ridwan mengklakson mobilnya sebelum keluar dari gerbang, tangannya juga melambai melalui jendela kaca mobilnya.

Aku yang biasanya dengan semangat melambaikan tanganpun kini hanya diam.

Setelah mobil mas Ridwan menjauh, aku berjalan menuju gerbang untuk menutupnya. Kemudian kembali masuk ke dalam rumah dan bergabung kembali di meja makan bersama ayah dan ibu, untuk melanjutkan makanan ku di meja yang belum habis.

Di meja makan, tak ada lagi obrolan di antara aku, ibu, maupun ayah mertuaku. Kita hanya diam menikmati makan yang lezat tapi terasa hambar setelah mendengar ucapan mas Ridwan, di meja makan hanya terdengar suara sendok dan garpu yang sedang menari di atas piring.

Selesai makan, aku membawa piring piring kotor ke dapur dan langsung meletakannya di wastafel. Ku betulkan kembali jeday yang kendor di rambutku, agar bisa bergerak bebas tanpa gerah.

"Sar, ibu bantu kamu nyapu ya nak?" ucap ibu mengambil sapu yang ku letakan di pojok dapur.

"Eh, nggak usah bu. Biar Sari aja, toh habis ini Sari udah selesai kok." ucapku menatap ibu, tapi ke dua tangan ku sudah terkena sabun s*nlight.

"Nggak apa apa Sar, ibu ini udah terbiasa gerak di rumah. Ibu malah bosen kalo cuman duduk aja gak ada aktifitas yang di kerjain." ucap ibu meraih sapu dan pengki berwarna pink.

"Ya udah kalo gitu bu, makasih ya bu udah selalu bantuin Sari." ucap ku merasa tak enak hati.

"Ngomong apa to kamu iki Sar Sar." ucap ibu berlalu ke luar dapur.

Setelah mencuci semua piring piring, gelas, dan beberapa mangkuk yang kotor. Aku segera meraih lap untuk membersihkan kompor tanam milikku dan area di sekitarnya agar tetap bersih keset dan rapi, entah lah melihat kompor yang sedikit berminyak saja membuatku tak nyaman untuk memandangnya.

Aku selalu menerapkan kebersihan itu penting, karena rumah adalah tempat kita menghabiskan waktu jadi harus di buat senyaman dan sebersih mumgkin. Tapi bukan berati aku adalah orang yang sok higenis, aku hanya tidak suka tempat yang terlihat kotor terlebih itu rumah ku sendiri.

"Akhirnya beres!" gumanku setelah selesai mengelap semua area kompor.

Langkah kaki ku kemudian berjalan menuju laundry room, di rumah ini terdapat tempat cuci ala ala yang ku buat seperti laundry agar terlihat lebih simpel dan cantik di pandang mata.

Ku ambil baju kotor mas Ridwan yang semalam ia pakai untuk kerja tapi saat ku rogoh saku kemeja berwarna kuning untuk memastikan ada nota atau catatan penting yang tertinggal di dalam saku atau tidak, tiba tiba aku melihat di area kerah baju mas Ridwan terdapat seperti sebuah warna lipstik berbentuk bibir yang menempel di sana.

Berkali kali aku menutup mataku kemudian menguceknya untuk memastikan apakah aku salah lihat atau tidak, tapi ternyata aku memang tidak salah lihat.

Deg!!

Jantungku berdetak sangat kencang, hati ku seakan runtuh. Aku terduduk di lantai samping mesin cuci, sembari tanganku berkali kali berusaha menghilangkan warna lipstik yang menempel pada kerah mas Ridwan.

Entah, perasaan semacam apa yang sedang aku rasakan sekarang ini. Aku benar benar tidak bisa menjelaskan lagi, tapi aku lebih kerkejut jika suamiku yang selalu ku anggap sempurna justru diam diam berani bermain api di belakang ku.

1
Dewi 1234
di tandain aja...jangan di baca novel karangan orang ini...bagaimana nih...noveltoon..cerita yg gk.jelas hegini bisa lolos...
Amilawati
👎👎👎👎👎👎
y_res
percuma Sar KLO ngelawanx cman dlm hati
Aquarius97 🕊️
insting wanita itu selalu tepat sih, ada yg beda dikit pasti terasa...
Lisda Nuryanti
dah pasti lq nya selingkuh sama sahabatnya
meris dawati Sihombing
mobil mah masuk ke Garasi thorrr blum prnh masuk ke Bagasi🤪
meris dawati Sihombing
bukan bagasi, garasi..
Alur cerita gk perlu hrs detail kali, tutup bekal ambil wadah, 🤗
yuyunn 2706
?????????
Yaty Suciati
koq gak jelas ceritanya tiba2 selesai, gak lucu ach
Ahsin
Sari2 bertele2 jd orang terll lm balas dendamnya
Ahsin
balas biar tu laki bangke dan sahabat laknat kapok
Sukliang
lho kok tamat thor
Sukliang
Luar biasa
Damaris Menden
lanjut Thor...knp crtx nggak jelas selesaix
Yuliana Sondey: lanjut
total 1 replies
Zarin Mayresa
ehh mana kata tamat kok gantung Thor,,,,
Zarin Mayresa
Andra ?
Nora♡~
Semangat terus thor... Sari... doa dan banyak bersabar yaa... InsyaAllah pasti kamu menang... sebagai Isteri Sah Ridwan... kuatkan kesabaran... dan kuatkan hati kamu..... semoga saja ada rahsia yang disembunyikan Sinta bahawa kehamilannya itu kepunyaan laki2 lain... Dan buatkan agar Sari di terima kembali dan rupa2nya Ayah Sari berasal dari keluarga orang kaya-raya dan Sang kakeknya mencari Cucu dari Anak kandungnya dan mewariskan hartanya pada satu2nya cucunya.... buatkan Ridwan menyesali perlakuannya bawa Kedua mertuanya pergi ke tempat kakeknya dan tinggal kat sana... semoga dipertimbangkan yaa... thor jika sesuai... untuk karya thor... lanjuut..
Hasrie Bakrie
Ckckck Sari jgn terlalu fokus ma gaji Ridwan, mending cerai aj daripada menyiksa batin
Hasrie Bakrie
Khilaf tu cuma ngelakuin sekali, tpi ini berulang" sampe Shinta hamil itu mah khilaf tpi keenakan dasar Ridwan
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya, pasti ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!