NovelToon NovelToon
Secret With Bad Boy

Secret With Bad Boy

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:923.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naya_handa

Kinanti Amelia, remaja pintar yang terpaksa harus pindah sekolah karena mengikuti ayahnya.

Ia masuk ke sekolah terbaik dengan tingkat kenakalan remaja yang cukup tinggi.

Di sekolah barunya ia berusaha menghindari segala macam urusan dengan anak-anak nakal agar bisa lulus dan mendapatkan beasiswa. Namun takdir mempertemukan Kinanti dengan Bad Boy sekolah bernama Kalantara Aksa Yudhstira.

Berbekal rahasia Kinanti, Kalantara memaksa Kinanti untuk membantunya belajar agar tidak dipindahkan keluar negeri oleh orang tuanya.

Akankah Kala berhasil memaksa Kinan untuk membantunya?

Rahasia apa yang digunakan Kala agar Kinan mengikuti keinginanya?

ig: Naya_handa , fb: naya handa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya_handa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang berjalan

“Gimana hari ini?” tanya Lukman saat berada di meja makan.

Saat ini, dua orang itu tengah menikmati makan malam mereka yang sederhana. Setelah seharian beraktifitas, ini saatnya mereka bertukar cerita.

“Lancar ayah, aku dapet beberapa temen baru. Ayah gimana di kantor? Baik-baik gak orang kantor pusat?” Kinanti balik bertanya. Penasaran dengan ekspresi sang ayah yang terlihat bahagia sejak ia pulang bekerja.

Saat ini, Kinanti pun lebih suka mendengar cerita Lukman seharian di banding cerita miliknya.

“Ya, sama, ayah juga ketemu rekan kerja baru. Ada satu orang yang satu divisi sama ayah, dia juga asalnya dari Bandung. Namanya Om Seno. Usianya lebih muda sedikit dari ayah.” Lukman memberikan sepotong paha ayam untuk Kinanti.

“Kata om Seno, di sekolah Kinan itu sering ada banyak tawaran beasiswa. Keponakan om Seno ada yang sampai kuliah di inggris dan setelah lulus dia di minta langsung sama salah satu perusahaan asing. Dia mendapatkan posisi yang nyaman di perusahaan itu padahal dia dari keluarga sederhana. Wah, dia sangat beruntung.” Ungkap Lukman dengan penuh kebanggan.

“Kerreennn. Ngomong-ngomong ayah, Kinan juga di kasih tau sama temen kalau nilai Kinan semester ini bagus, Kinan bisa apply beasiswa. Terus katanya bulan depan ada olimpiade, Kinar di saranin ikut, siapa tau masuk tiga besar nanti bisa jadi perwakilan sekolah. Tapi, Kinan lagi coba mempelajari silabus pembelajaran tahun ini, takutnya Kinan gak bisa ngejar.”

“Wah, ayah dukung itu. Itu langkah yang bagus untuk Kinan mendapatkan pengalaman yang lebih di banding di sekolah Kinar sebelumnya. Kira-kira, apa yang bisa ayah bantu buat Kinan?” Lukman terlihat begitu bersemangat.

Melihat antusiasme Lukman, Kinanti tersenyum kecil. “Saat ini dukungan semangat dari ayah yang paling Kinan butuhkan. Kasih Kinan kepercayaan untuk belajar menata masa depan Kinan ya ayah.” Kinanti menyentuh tangan kiri Lukman.

“Tentu sayang, ayah pasti mendukung semua keputusan Kinan. Kinan anak kebanggan ayah, apapun yang terbaik buat Kinan, pasti ayah berikan. Semangat ya, semangat!!” Lukman mengeratkan genggaman tangannya pada Kinanti.

“Makasih ayah.”

Kinanti tersenyum haru mendengar dukungan penuh dari sang ayah. Ia mencium tanga Lukman dan Lukman mengusap lembut pipi sang putri yang ia tangkup dengan sebelah tangan.

Makan malam terasa begitu hangat seperti biasanya. Tiba waktunya Lukman menikmati secangkir teh di belakang rumah sambil bersantai dengan ikan-ikannya. Mereka memiliki kolam kecil yang ditanami ikan mas. Lukman sangat suka mengistirahatkan pikirannya di sana.

“Ayah, kita belum punya gula. Kinan beli dulu yaa ke mini market.” Ucap Kinan, mengusik ketenangan sang ayah yang sedang memberi makan ikan-ikannya.

“Oh iyaa, kita belum belajna. Ya udah biar ayah yang beli.” Lukman segera menaruh pakan ikan di tempatnya.

“Gak usah, biar Kinan aja yang beli, ayah tunggu aja di rumah. Anginnya cukup dingin, nanti alergi ayah malah kambuh dan bersin-bersin. Lagi pula, Kinan liat ada mini market terdekat yang jaraknya cuma sekitar lima ratus meter dari sini. Sekalian Kinan juga pengen nghafalin area sini, biar gak nyasar-nyasar.”

“Tapi ini udah malem nak.” Lukman terlihat khawatir.

“Baru jam setengah delapan ayah. Ayah tenang aja, Kinan akan bawa semprotan merica. Kalau ada yang macam-macam, Kinan semprot pake semprotan itu.”

“Beneran?” Lukman tidak kuasa menahan senyumnya.

“Iya lah. Kinan kan udah bisa melindungi diri sendiri. Jadi ayah tenang aja. Temenin aja ikan-ikannya, kasian mereka masih lapar.”

“Baiklah. Pake jaket ya nak, anginnya cukup kenceng.”

“Siap ayah.”

Kinanti segera berlari ke kamarnya untuk mengambil jaket dan dompetnya. Hanya beberapa saat saja sebelum ia benar-benar pergi.

“Ayah, Kinan pergi dulu.” Teriak Kinanti di pintu.

“Iyak hati-hati.” Sahut Lukman.

Lukman melanjutkan memberi makan ikan. Udara memang cukup dingin malam ini.

“Hatchu!” Lukman sudah mulai bersin.

“Hatchu!” tidak hanya sekali melainkan beberapa kali. Sama seperti saat di kantor, dahinya sampai berdenyut nyeri karena bersin berulang yang cukup keras.

Lukman masuk ke dalam rumah untuk mengambil tisue. Ia menekan hidungnya yang selalu meler setelah bersin beberapa kali.

“Aduh, kok sampe meler begini.” Gumam Lukman sambil menekan cuping hidungnya.

Selembar tisue ia ambil dan ia usapkan pada hidungnya. Tapi baru beberapa saat di usapkan, tisuenya sudah terasa basah.

Lukman berniat membuangnya. Tapi ia begitu terkejut saat ternyata yang basah itu bukan lendir hidung melainkan darah.

“Astaga!” seru Lukman.

Ia segera mengambil tisue lainnya dan memasukkannya ke dalam lubang hidung. Tapi sudah beberapa kali mengganti tisuenya, darahnya tidak juga berhenti.

“Ini kenapa lagi? Padahal aku nggak lagi flu.” Lukman panik sendiri.

Ia pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Beberapa kali juga ia membasuh wajah dan hidungnya tapi darah di tangannya cukup banyak hingga tercium bau amis yang sangat menyengat.

Lukman semakin panik, ia kembali ke rumah dan mengambil tisue lebih banyak. Ia mencoba menenangkan dirinya dengan duduk di sofa sambil menengadahkan kepalanya. ia juga memasukkan tisue ke lubang hidungnya dan menggunakan mulut untuk bernafas.

“Aku kok kayak ikan, megap-megap gini.” Masih bisa-bisanya ia mencandai dirinya sendiri yang sedang ketar ketir. Ia sangat takut kalau Kinanti pulang dan melihat apa yang terjadi padanya. Putrinya pasti langsung menyuruh ia pergi ke rumah sakit, sama seperti yang dikatakan Seno siang tadi.

Tapi, melihat darah sebanyak ini, apa mungkin ia memang harus pergi memeriksakan dirinya ke dokter? Apa mungkin sinusnya kambuh?

“Ada-ada saja.” Ucap Lukman saat membayangkan hal buruk mungkin terjadi pada dirinya.

Lantas ia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada seseorang,

“Sen, besok aku izin ke klinik sebentar ya, mau periksa dulu.” Tulis Lukman.

“Kenapa kang Lukman, bersin-bersinnya kambuh lagi ya?” cepat juga Seno membalas.

“Iya, sampe berdarah ini. “

“Ya udah, segera periksakan, jangan di tunda-tunda. Mau aku temenin?”

“Gak usah, aku bisa pergi sendiri setelah mengantar anakku ke sekolah. Tolong titip kalau bos nanya.”

“Santai kang, kerjaan kita besok gak terlalu banyak. Aku masih bisa handle. Yang penting, kang Lukman sembuh dulu.”

“Iya, makasih Sen. Kamu juga jaga kesehatan.”

Acara berkirim pesan itu pun selesai dan Lukman kembali menenangkan dirinya. Ia membuang satu persatu tisue yang sudah ia gunakan, banyak sekali darahnya. Ia tidak tidak boleh meninggalkan jejak, atau Kinanti akan panik.

*****

1
Siti Nina
kurang suka peran kinanti nya cewe lemah 😒
neni onet
lopyu riko 😍
neni onet
ringkas dan tepat sasaran 😁
Ran Tea
Luar biasa
neni onet
jangan bilang klo perselingkuhan emaknya juga gegara campur tangan neeh bocah, berarti pas kalanterpuruk juga sebenernya dia tau emaknya yang jadi biang keladi 🤨
neni onet
untung kinan dah lapor polisi, ga sabar nungguin reaksi papa Kala tau anak sambung kesayangannya ternyata bobrok /Grin/
Risma Eandless
Lumayan
neni onet
Allah tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan umatNya, tapi tolong yang Thor jangan tambah beban buat anak gadisnya pak Lukman. . .
As Hen
sudah mulai usil..
Rini Anggraini
Luar biasa
Tia rabbani
wah, tamat, 😢
DFD Mom
penjaga gerbang ajapun belagu nya minta ampun...
ira rodi
omong2 demian sama yudistira gak ada yah...
ira rodi
jangan sampe demian anak dari ibu sambung kala...alias saudara tirinya....
@sulha faqih aysha💞
senjata makan tuan Lo Demian niat hati ingin menunjukan rasa peduli Lo dan ingin menjadi pahlawan kesiangan eh ga tahunya Lo sendiri yang banyak belur tapi baguslah nanti suatu saat nanti kedokmu akan terbongkar
@sulha faqih aysha💞
seribet ini mengungkap rasa cintamu kepada kinan
@sulha faqih aysha💞
semangat kala tunjukan pada papamu buktikan omongan papamu Sebangau batu loncatan di mana ada kemauan disitu pasti ada jalan 💪
@sulha faqih aysha💞
apakah itu kala atau Demian yang menguping 🤔
@sulha faqih aysha💞
jangan kembek Kinan jangan mentang mentang dia orang kaya bisa nindas kamu seenaknya Kamu harus bisa lawan
@sulha faqih aysha💞
gengsi aja padahal lapar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!