18+ 18+ 18+
bijaklah dalam membaca dan BEBAS PROMOSI !!
Berawal dari ide gila Kakek Suryo yang ingin menikahkan kedua cucunya yang bernama Nayura (cucu kandungnya) dan Gema (cucu angkatnya), sehingga Suryo membuat sebuah rencana jebakan untuk mereka yang tidak saling kenal sebelumnya.
Hal itu dia lakukan karena keluarganya tidak pernah diberikan kesempatan untuk kenal ataupun bertemu dengan Nayura yang berprofesi sebagai model akibat kesalahpahaman puluhan tahun lalu. Ditambah lagi, sifat Nayura dan Gema sama-sama keras kepala jadi tidak mungkin mereka mau menikah kecuali dengan sebuah siasat yang mampu memaksa mereka.
Gema sudah memiliki seorang kekasih, kekasih yang tak pernah mendapat restu dari keluarganya. Dia juga sangat membenci profesi model dan merasa jijik dengan seorang model karena sebuah pengalaman buruk.
Sedangkan Nayura, dia juga sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai. kekasihnya itu merupakan cinta pertamanya.
Gema, lelaki tampan dan kaya disukai banyak wanita, Nayura model cantik dan sexy dikagumi banyak lelaki.
Setelah rencana penjebakan Kakek Suryo berhasil menikahkan kedua cucunya, akankah mereka mampu mempertahankan rumah tangganya atau justru saling melepaskan?
Ini adalah karya pertama, mohon dukungannya untuk like dan kasih masukan melalui komentar ya reader 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa dia ?
Pagi ini Mami Rani menatap putrinya yang masih terlelap dengan tatapan sendu. Dia tidak bisa membayangkan bila semalam terjadi hal buruk pada putrinya.
Air matanya pun menetes.
Putri kecilnya itu kini sudah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik dengan tubuh yang membuat para kaum adam ingin segera menerkamnya. Mami Rani berpikir, setelah ini dia harus lebih exstra menjaga anak gadisnya itu.
Sisil memasuki kamar Naya dengan membawa nampan berisikan bubur dan susu untuk adiknya.
"Mih,, Naya belum bangun?" Tanya Sisil, Mami Rani hanya menggeleng.
"Sisil bangunin Naya ya mih."
"Jangan Nak, biar adekmu istirahat dulu. Taruh sarapannya di atas nakas. Kita sarapan dulu yuk."
"Baik mih."
Kini Papi Bayu, Mami Rani dan Sisil sudah duduk dimeja makan, sup ayam buatan bik Lia adalah makanan favorit Sisil dari kecil. Disela-sela makan, Papi menanyakan keadaan putri kecilnya,
"Mi.. gimana keadaan Naya? Tanya Papi.
"Dia shock banget Pi. Mami gak tega lihat dia semalam.. benar-benar menyedihkan." Jawab Mami.
"Memang apa yang sebenarnya terjadi sama Naya semalam sih mih?" Tanya Sisil.
Mami menceritakan bahwa Naya semalam pulang dianter oleh seorang lelaki. Dengan kondisi yang masih menangis dan sangat kacau. Lelaki itu bernama Nauval, dia pemilik club malam yang sudah menyelamatkan Naya dari seorang pengusaha yang menjebaknya dengan memberikan obat perangsang pada minuman Naya.
Mendengar semua itu, Papi Bayu mengepalkan tangannya. Matanya penuh dengan amarah. Ayah mana yang terima jika anaknya dilecehkan? Dia akan mencari tahu siapa manager putrinya dan siapa yang berniat melecehkan putrinya.
Mami Rani bercerita sambil menangis. Sisil, gadis itu juga shock mendengar cerita maminya. Dia merasa sangat kasihan pada adiknya karena telah mengalami kejadian yang mengerikan.
Mami Rani semalam sangat berterima kasih kepada Nauval yang sudah menyelamatkan putrinya.
"Maafkan Papi ya mi.. semalam Papi tidak ada dirumah saat Naya sedang kacau." Papi merasa sangat bersalah karena merasa gagal melindungi putrinya.
"Gak apa-apa pi. lagipula papi kan semalam ada operasi dadakan." Jawab Mami.
"Mih.. kalau misal Naya tidak usah jadi model lagi gimana?" Tanya Sisil, gadis itu juga sangat mengkhawatirkan adiknya.
"Kamu tahu kan sayang, kalau adikmu itu sangat keras kepala. Dan menjadi model adalah impiannya ketika masih kecil. Dan Papimu baru mengizinkan dia menjadi model setelah dia menyelesaikan pendidikannya. Mami gak tega untuk melarangnya Sil."
"Iya sih Mih.. terus kita harus bagaimana mih?"
"Mami belum tahu sayang.."
"Mami.. menurut Papi apa ini ada hubungannya dengan_____"
"Gak mungkin dia mau menyakiti Nayura Pi.. gak mungkin. Dia sangat ingin menemui dan dekat dengan Nayura." Mami Rani segera memotong ucapan suaminya karena disana ada sosok Sisil. Dia tidak mau Sisil mengetahui semuanya saat ini.
"Siapa maksud Papi dan Mami?" Tanya Sisil penasaran. Namun tak mendapat jawaban apa-apa.
"Mih Pih.. aku akan carikan manager yang tepat untuk Naya ya... Kita mending bayar pinalti pada si manager sialan Clara itu daripada dia mengancam keselamatan Naya."
"Iya Sil. Mami juga sudah menghubungi teman lama mami untuk membantu mencarikan manager yang tepat buat Naya."
Mereka sarapan dengan banyak pembahasan, sementara Naya dikamarnya sudah bangun. Dia mencari ponselnya untuk menghubungi kekasihnya. Dia hingga kelupaan dari kemarin belum komunikasi dengan Ardi.
Naya mendapati ponselnya mati karena lowbad. Dia segera mengisi ponselnya dan menghidupkannya. Ternyata ada banyak pesan dari Ardi yang menanyakan kegiatan Naya, dia ingin telfon karena ada yang ingin dia bicarakan penting.
Naya berkali-kali menelfon Ardi tapi nomor Ardi tidak bisa dihubungi hingga dia menangis dan menangis apalagi mengingat kejadian semalam.
Sementara setelah selesai sarapan Sisil kembali ke kamarnya yang terletak disamping kamar Naya. Dia samar-samar mendengar adiknya menangis.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk" Jawab Naya dari dalam kamar.
"Kamu kenapa nangis Nay?" Tanya Sisil.
"Aku takut kak sama kejadian semalam dan satu lagi.. Ardi gak bisa dihubungi dari tadi." Tangis Naya pecah kembali, Sisil memeluk adiknya dan mencoba menenangkan.
"Nanti kakak bantuin cari info mengenai Aldi ya... kamu tenangin diri kamu dulu.. kamu aman dan baik-baik saja Nay." Ucap Sisil.
Tiba-tiba ponsel Sisil berdering,
"Nay bentar ya.. kakak angkat telfon dulu." Naya hanya mengangguk. Sisil keluar dari kamar Naya menuju kamarnya untuk menerima telfon.
📞 *Hallo Sisil
📞* Iya tante
📞 Sisil bisa temenin tante ke Mall gak? tante butuh teman jalan dan belanja nih.
📞 Kapan tante?
*📞 Sekarang ya... tante tunggu di Mega Mall.
📞* Baik tante. Sisil siap-siap dulu ya..
Mendapatkan telfon tersebut, Sisil sangat kegirangan. Bagaimana tidak, dia ditelfon oleh Nyonya dari keluarga Bramantya. Ibu dari Gema Bramantya, presdir Bramantya Corp.
⛔ FLASBACK ON !
Siang ini Sisil dan Anisa menyusuri jalanan ibukota. Anisa adalah salah satu pegawai Sisil di butik. Sebelumnya Sisil tidak memiliki kenalan seorangpun di negara ini, sehingga bertemu dengan Anisa dan merasa ada kecocokan antara mereka membuat Sisil sangat bahagia memiliki sahabat baru.
Anisa mengajak Sisil jalan-jalan mengelilingi Ibukota, supaya Sisil hafal jalan disini dan beberapa tempat yang favorit warga sini. Hingga akhirnya mereka merasa lapar, Anisa mengajak Sisil untuk makan disebuah restoran seafood favoritnya. Wanita itu hanya mengikuti kemauan sahabatnya.
Baru masuk di restoran tersebut, tidak sengaja seorang lelaki yang sedang mengobrol asik dengan temannya sambil berjalan menabrak Sisil dan menumpahkan minumannya ke baju Sisil.
"Mohon maaf mba saya tidak sengaja." Ucap lelaki tersebut dengan sopan.
"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat mas!" Jawab Sisil ketus.
"Bagaimana kalau saya antarkan anda ke butik depan untuk mengganti baju anda yang basah ini."
"Tidak perlu!"
"Lalu bagaimana saya bisa menebus kesalahan saya mba?"
"Sudah lupakan saja! Oh ya.. saya bukan mbakmu ya! Jangan panggil saya mba!" Sisil semakin kesal karena dipanggil "mba" oleh lelaki tersebut.
"Maafin keponakan saya ya yang tidak sengaja menabrak kamu. Mohon maaf banget." Ucap Ibu-ibu paruh baya dengan penampilan sosialita dari ujung rambut hingga kaki.
"Ehm.. i iya tante.." Jawab Sisil sambil menatap wanita itu.
"Yaudah.. bagaimana kalau kita makan bersama saja. Saya traktir kalian dua gadis cantik." Ajak tante itu.
"Tante.. tapikan.." Lelaki muda yang menabrak Sisil itupun melarang tante tante cantik tersebut.
"Arsa.. kamu diam saja ya.." Ucap Tante cantik yang langsung memotong ucapan lelaki tersebut.
"Maaf tante.. saya tidak bisa menerima ajakan anda." Tolak Sisil halus.
"Arsa.. seperti nama..... apa mungkin? gak mungkin deh! tapi gak ada salahnya aku cari tahu." Batin Sisil.
" Ayolah.. jangan membuat keponakan saya merasa bersalah." Ucap tante cantik tersebut.
"Oke baiklah." Sisil menerima tawaran tante cantik dan keponakannya tersebut. Mereka mengajak Sisil dan Anisa ke ruangan VIP restoran tersebut. Mereka mulai memesan makanan.
"Hemm.. gadis cantik siapa namamu? kita belum berkenalan loh...
Kenalkan Nama tante, Intan Bramantya " Ucap Tante cantik itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Sisil.
Deg!
Bramantya?
Jantung Sisil berdegup kencang.
"Kenalkan nama saya Pricillia Anasevanya, biasa dipanggil Sisil tante." Sisil membalas uluran tangan tante Intan.
Pricillia Anasevanya?
Sisil?
Apa dia anaknya Rani?
Tante Intan sedikit terkejut mendengar nama itu, namun dia segera menutupi keterkejutannya dengan mengajak kenalan Anisa.
"Oh iya... Sisil kenalin ini keponakan tante, Namanya Arsa Wijaya." Ucap Tante Intan namun Arsa masih sangat datar.
Mendengar nama itu, Sisil sangat terkejut. Nama yang sangat tidak asing baginya. Nama yang sudah memiliki 80% saham perusahaan keluarganya. Tapi apakah benar lelaki ini atau hanya nama yang sama. Pikiran Sisil berkecamuk. Sisil bertekad harus mencari tahu siapa lelaki di hadapannya ini.
"siapa sebenarnya lelaki ini?" Batin Sisil.
"Tante, Gema sudah mengirim pesan saya meminta saya segera kembali ke kantor karena akan ada meeting penting." Ucapan Arsa memecah lamunan Sisil.
"Bilang aja selesai makan kamu balik. Kalau marah nanti dia akan tante pecat jadi anak tante." Jawab Tante Intan yang santuy karena Intan juga sangat penasaran dengan Sisil.
Jika benar Sisil adalah anaknya Rani maka dia berniat menjodohkan Sisil dengan Gema. Gak jadi sama Aurel. Karena Sisil lebih cantik dan anggun.
"Gema? apa Gema Bramantya?" Banyak pertanyaan dibenak Sisil.
⛔ FLASBACK OFF!
tp kasian jg k naya kek cinta dia d permainkan kakeknya
gabisa sedewasa naya
mana sukanya diem klo marah
mending ceplas ceplos kek naya
dikira tuhan bisa tau isi hatimu
sumpah yg ga aku suka sm cowo kek gema tu gitu
emang dia bucin care meratukan pasangan tp klo udah jealous tiba² diem pen nampol komuknya sumpah
Masa iya gabisa cinta ke rachel si kn udah bobol gawangnya
sisil itu bener² gatau malu ya
masih aja disitu abis merong² gajelas
muka tembok😌
btw mama intan adalah mertua idaman semua umat
posisi rachel abis d perkaos dan trauma berat
mana ortunya di jerman
pasti lah naya dilema
dilain sisi dia juga berat gabisa ikut gema
ya pasti lah naya berat di rachel dg kondisi dia yg kek gitu
jd ga kebanyakan mendem👍🏿
pas udah berpawang bawaannya pen maen mulu dah
nyambungnya ke situ mulu🤣🤣🤣
btw suka bgt sm naya
ni dewasa dan bijak
maksudnya dia tu ga gampang tantrum
paling banter tiba² netes air mata doang
ga yg uring²an gajelas klo lg ada masalah
mending cerai aja dah
balik ma ardi nayanya
naya kemakan omongannya sendiri kekekkekekke
keluarga trllu goblok