NovelToon NovelToon
Adrian Haidar

Adrian Haidar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: susi sartika

IG : Srt_tika92


Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.

Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.

Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?

Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan

Pagi menjelang, sinar mentari masuk melalui celah jendela yang tidak tertutupi kain. Sepasang suami istri masih tertidur dengan pulas setelah melewati malam yang panas.

Elsa perlahan mengerjapkan kelopak matanya merasa terganggu dengan sinar yang menyilaukan.

Elsa menyadari di samping dirinya ada pria yang masih terlelap. Di pandangi dengan lekat wajah tampan itu, yang belum lama resmi menjadi suaminya.

" Tampan.. " satu kata terucap di bibir mungil Elsa yang mengagumi ketampanan Adrian.

Puas memandangi wajah suaminya, Elsa segera melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos menuju kamar mandi.

Elsa menghentikan langkahnya di depan cermin yang mampu memperlihatkan pantulan dirinya. Sekelebat bayangan kegiatan semalam membuatnya merona malu.

Betapa bodohnya dirinya dengan mudah terbuai oleh Adrian, pria yang selama ini dia hindari. tapi tubuhnya berkata lain, seakan menerima sentuhan sentuhan yang Adrian berikan.

Dilihatnya dengan teliti, betapa banyaknya stempel kepemilikan tercetak di leher jenjangnya.

" Ck. banyak banget. Gimana cara menutupinya. " lirihnya.

Elsa sedikit mengintip ke arah tubuhnya melalui selimut yang sedikit di kendurkan.

" Kamu liat apa? " ucap Adrian yang sudah berada di depannya dan ikut mengintip seperti Elsa lakukan.

" Aaaaaaaaa... " teriak Elsa yang terkejut mendapati Adrian ikut melihat tubuhnya di dalam selimut.

" Kamu kenapa? " tanyanya dengan wajah polos.

" Ikhss... ngapain ikut ngliatin aku! "

" Ck, ngapain malu sih sama aku. Semalem aku juga udah liat semuanya. "

" Iya, tapi aku malu. " gerutu Elsa sambil melanjutkan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

" Mandi bareng ya Sa. "

" Nggak mau!! " teriak Elsa dari dalam kamar mandi.

Adrian terkekeh mendengarnya, karena cukup lama menunggu Elsa menyelesaikan mandinya, Adrian tertidur kembali mengingat dirinya semalam kurang tidur.

Seusai mandi, Elsa menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, sambil menunggu Adrian bangun.

Waktu menunjukan pukul 8.30 sedangkan Adrian belum bangun juga. Elsa segera membangunkannya karena hari ini jam 10 Elsa harus bekerja di cafe milik Jonathan.

" Adrian... " Elsa mengguncangkan bahu Adrian.

" Hem.. "

" Ayo cepetan bangun udah siang nih, aku harus bekerja. "

Adrian membuka matanya yang terasa berat seakan enggan untuk menyudahi tidurnya.

Adrian mendudukan diri dan menyandarkannya. " Morning kiss Sa. " pintanya.

" Ikh.. apaan sih. nggak mau, kamu bau belum mandi. "

" Iya.. iya.. aku mandi dulu. Sa, ambilin baju ku di mobil ya. " Adrian beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.

" Iya.. aku ambilin. "

" Jangan lupa celana dalemnya ya, ada di tas kecil. "

" Iya.. "

~

" Sa, kamu nggak usah kerja lagi di cafe.. " ucap Adrian sambil mengemudi mobilnya. Kini mereka menuju cafe dimana Elsa bekerja.

" Nggak bisa Adrian, aku butuh uang untuk bayar kuliah aku dan sewa apartemen. Aku butuh uang. " jelas Elsa.

" Ck, kamu pake uang aku aja di ATM, yang kemaren aku kasih. " Adrian.

" Aku nggak bisa Adrian, aku ngrasa nggak pantes. " Elsa masih ragu untuk menggunakan uang Adrian untuk memenuhi kebutuhannya.

" Kamu kan istri aku, jadi udah tanggung jawab ku menafkahi mu. kamu nggak usah terlalu kerja keras, kamu hanya perlu kuliah yang benar sampai lulus. " Adrian sangat yakin dengan apa yang di ucapkan nya.

Elsa memilih diam, tidak tau harus menjawab apa, karena Elsa masih ragu dengan hubungan nya dengan Adrian. Meski sudah menikah, tapi Elsa tidak yakin bahwa Adrian akan menjadi imam yang baik untuknya, mengingat Adrian adalah pria yang memiliki begitu banyak wanita.

Apakah Elsa sanggup jika dirinya memantapkan bersanding dengan Adrian dan ada wanita lain selain dirinya di masa depan. Sungguh, Elsa tak mau itu semua terjadi.

" Sa, apa kamu masih kerja menjadi guru privat? " tanya Adrian lagi.

" Aduh jawab apa aku, kalau aku jawab kerja jadi pembantu di rumah orang pasti dia melarang ku bekerja sedangkan aku sudah tanda tangan kontrak. " batin Elsa.

" Iya.. sepulang kuliah aku mengajar. " jawab Elsa yang berbohong.

" Ck, kapan kamu ada waktu untuk ku. semua hari untuk bekerja. " Adrian berdecak kesal. " Aku nggak mau tau, kamu harus berhenti bekerja. "

" Adrian... aku nggak bisa, aku sudah tanda tangan kontrak, nggak bisa keluar begitu aja. "

" Itu urusan gampang, nanti aku bilang ke Jo." Adrian.

" Adrian... " lirih Elsa.

" Kamu keberatan karena ada pacar kamu itu! " sarkas Adrian.

" Bukan itu, dia bukan pacar ku. Jangan salah paham. "

" Lalu kenapa nggak mau? "

" Iya.. iya aku berenti kerja di cafe tapi ngga untuk guru privat. " Elsa pasrah.

" Ck, keras kepala. " gerutu Adrian.

" Ya udah nggak jadi sekalian kalo ngajar juga nggak boleh. "

" Oke. oke. " Adrian.

Mereka pun sampai di depan cafe tempat Elsa bekerja.

" Terimakasih.. " Elsa.

" Tunggu, " cegah Adrian ketika Elsa akan keluar dari mobilnya.

" Ada apa lagi? " tanya Elsa kesal.

" Sa, minta vitamin dulu donk. "

Elsa mengernyitkan alisnya. " Vitamin apa? beli aja di Apotik! "

" Vitamin nya nggak ada di apotik, adanya di kamu. " Adrian tersenyum bakal sambil menaik turunkan kedua alisnya.

" Apaan sih nggak ngerti aku. "

" Vitamin ini.. " Adrian menjulurkan tangannya ke dada Elsa.

Dengan cepat Elsa menangkis tangan Adrian. " Apa apaan kamu! mesum banget! "

Elsa hendak membuka pintu mobil, tapi kalah cepat dengan Adrian yang sudah menguncinya.

" Adrian!! buka nggak! aku nanti telat! "

" Masih ada 20 menit. Aku lemes nih... harus di kasih Vitamin dulu biar seger. "

" Ikh kamu aneh aneh aja deh, buka cepetan nanti aku telat. " Elsa semakin dibuat kesal oleh Adrian.

" Sebentar aja Sa, kalau nggak mau nggak bakal aku bukain pintunya. "

Elsa menghembuskan nafasnya dengan kasar, " Janji ya, cuma sebentar. "

Adrian segera menarik Elsa untuk duduk di pangkuannya dan menyingkap kaos Elsa hingga memperlihatkan benda favorit nya.

~

Elsa sudah masuk kedalam cafe dan bergabung bersama teman kerjanya. Karena weekend membuat cafe ramai dengan pengunjung. Elsa bisa bersantai di jam istirahat nya.

" Sa, kamu kenapa? cemberut mulu dari tadi. " Umar menghampiri Elsa yang tengah beristirahat di ruang para karyawan.

" Hah, mm nggak kok, cuma lagi bete aja. " jawab Elsa.

" Bete kenapa? " umar kini telah duduk di samping Elsa.

" Emmm... bukan hal serius, lagi nggak mood aja hari ini. " Bohong Elsa, bagaimana mau jujur pada Umar, dirinya bete karena ulah Adrian tadi pagi.

Elsa sungguh khawatir jika harus berdekatan terus menerus dengan Adrian yang mesum. " Habislah aku kalau deket deket sama Adrian. " batin Elsa.

" Elsa,kamu kok bengong? ada yang menggangu pikiran kamu? " tanya Umar membuyarkan lamunan Elsa.

" Eh.. nggak kok.. aku ke toilet dulu ya. "

Umar hanya mengangguki nya, menatap punggung Elsa yang semakin menjauhinya.

" Dia kenapa? seperti menghindariku akhir akhir ini. " batin Umar.

1
Ke ke
orang seperti Aisya ini sungguh mbencekno mau mencela tapi kok kelihatan Soleha mau dibilang Soleha tp kok kayak wanita g tau diri definisi pelakor syar'i ya kayak gini LBH sulit ngadepinya
Indah Rohmiatun
aisah modus ,+ pembohong
Farika Willesden
Luar biasa
Alif
gk adek gk kaka sama2 suka nyosor
TRIDIAH SETIOWATI
bagus ceritanya
Siti Juariah
cerita nya bagus
Bundanya Anaia
Aisah mah modus... menyelam sambil minum air.. manfaatin rasa sayang ke abinya ngga mau abinya ngga papa sbg alasan untuk minta tolong.. berharapnya mah pura2nya bs terus lanjut sampe akhirny maksa si umar nikahin beneran alias rezeki nomplok.. kl pun harus jujur akhirny ke abi yg penting dah usaha.. dan abi jg ngga kenapa2.... kl ngga gitu knp ngga minta tlg ke si yadi aja...yg msh single... malah maksa yg udah punya calon..wkwkwk.. yakin kl si aisha ngga bilang ke abiny kl si umar dah punya calon istri mkny abinya msh ngarep terus..padahal tau kl abinya suka bgt sm si umar.. ish.. ish.. untung aj author lbh bijak ngga termkn kemodusan yg hakiki dan tetap milih karin untuk umar.. hihihi
Meilinda Marlina Purba
ceritanya mantul thor
Herna Hidayat
Luar biasa
Masalalumu
ya elah thor singkat amat , kurang sebenernya . tp thanks thor , ceritanya seru , ringan ga bikin puyeng
Tatik Wae
tetangga q namanya umar orangnya gendut.. hitam dn brewok... tp kaya... ☺
Hisna Arsad
Biasa
Cunani Anu Mmh
masih ada gitu cowo ky umar..kiis az susah banget
Cunani Anu Mmh
kalau cowo ky umar semua uuuh damai dunia ini😆😆
Cunani Anu Mmh
☺️☺️☺️karin karin kasian tuh umar ciuman pertama ny direnggut🤭🤭
Cunani Anu Mmh
aq suka klau orang kaya tpi baik
Cunani Anu Mmh
mertua idaman
Cunani Anu Mmh
aq masih polos thor harus ngebayangin apa di dlm kamar😝😝
Cunani Anu Mmh
makin seru cerita ny
Cunani Anu Mmh
aku mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!