Biasakan tekan Like setelah membaca.
Menceritakan kisah cinta si kembar yang tak lain adalah Rio dengan Tio.
Kalau ada yang baca novel ku yang Benih Tuan Muda Kejam pasti tahu Rio dan Tio yang tak lain adalah adik kembar dari Arin istri sang tuan Abraham.
Saat Tio sedang berjalan menyongsong masa depannya, justru Rio mendapati kenyataan yang membuatnya terpukul.
Sang kekasih tega mendua dan membuat Rio marah dan memutuskan jalinan cintanya.
Yuk kepoin lanjutannya....
Disini cerita tentang Rio, Tio dan keluarga kecil tuan Abraham juga ya.
Tetapi lebih banyak Rio ya gaes🙏.
Kisah ini hanya khayalan author saja, apabila ada salah kata atau typo mohon di maklumi, author juga manusia biasa🤣🤭.
Gak suka skip saja🙏.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Mobil yang di kendarai Tio akhirnya sampai juga di kediaman Amanda.
"Eh den Tio," sapa satpam saat membuka pintu gerbang.
"Iya pak," jawab Tio dengan sopan.
"Mari masuk den, pasti sedang menjemput nona Amanda ya," goda pak satpam.
"Ha ha ha ha ha ha, tuh tahu," jawab Tio terkekeh.
Tio pun turun dari mobil dan berjalan menuju teras rumah Amanda.
Tok tok tok tok tok tok...
"Pakeeeet..."
Tio menutup mulutnya cekikikan saat melihat wajah Amanda nanti.
Tio tadi sempat memberitahu kalau dia tak jadi datang ke rumah Amanda karena ada rapat penting pagi ini, jadi dia mengatakan akan mengirim sesuatu sebagai tanda permintaan maaf dari nya.
Namun di tengah perjalanan ternyata rapat di tunda Senin yang akan datang karena kakak iparnya yang tak lain adalah Abraham sedang sibuk melakukan perjalanan ke luar kota beberapa hari. Entahlah Tio pun baru mengetahuinya tadi karena kakak iparnya itu tadi saat di rumah tak berbicara apa-apa.
Jadi dengan senyum lebar Tio pun memutar arah mobil nya ke rumah Amanda, namun di tengah jalan tadi dia sempat kesal karena perempuan tadi yang menyebrang jalan tidak berhati-hati. Karena itu dia melupakan membeli sesuatu untuk sang kekasih.
Ceklek....
Amanda membuka pintu, dia menatap ke pria yang sedang memunggunginya saat ini.
"Ya paket untuk siapa ya mas?" Tanya Amanda dengan ramah.
"Paket cinta untuk wanita cantik di depan ku saat ini," kata Tio membalikkan badannya.
"Ishhh kamu," kesal Amanda memukul pelan dada Tio.
"Au auh sakit sayang," bohong Tio.
"Rasain, siapa suruh bohongin aku," kata Amanda mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Tuh mulut minta di gigit ya," goda Tio.
"Ishh kamu mesum," kata Tiara menatap Tio kesal.
"Ha ha ha ha ha ha, kalau marah begini makin cantik deh kekasih ku," goda Tio mencubit gemas pipi sang kekasih.
"Ish jangan di cubit, sakit tahu," bibir itu semakin manyun.
"He he he he he, maaf habisnya aku gemas," Tio semakin terkekeh melihat tingkah sang kekasih.
"Ayo duduk, biar ku suruh bibik buat minuman sebentar," ajak Amanda menarik tangan sang kekasih.
"Tidak perlu repot-repot, " tolak Tio.
"Oh ya tadi bilang nya ada rapat jadi tidak bisa bertemu," tanya Amanda mengetuk jari nya di atas meja.
"Batal, kak Abraham sedang ke luar kota," jelas Tio dengan padat singkat dan jelas.
"Terus mana hadiah ku," Amanda mengadahkan tangannya ke depan Tio meminta hadiah.
"Maaf ya sayang," kata Tio tak enak hati.
"Hmm... Ya sudah deh," kata Amanda dengan lesu.
Melihat wajah sang kekasih yang sendu membuat Tio merasa tak enak.
"Jangan cemberut begitu, kata nya mau ngajak aku jalan-jalan," bujuk Tio membuat wajah sang kekasih berbinar.
"Iya ya, lupa. Tunggu sebentar ya mau ganti baju," pinta Amanda.
Belum Tio menjawab, Amanda susah melesat menuju ke dalam rumah.
"Hmm... Kebiasaan."
...----------------...
Sedangkan di tempat berbeda....
Lilis melirik ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang. Temannya sedang ijin untuk makan siang bergantian dengan dia.
"Aku harus cepat-cepat cari data tuh pria, 2 Minggu lagi kan genap sebulan lumayan aku sudah gajian jadi aku bisa mencari pria itu," guman nya membayangkan sebentar lagi dia akan hidup enak.
Tik tik tik tik....
Jari-jari nya dengan lincah menari-nari di keyboard.
Tatapan nya langsung berbinar saat melihat data pria itu.
"Hmmm.... Tio, nama yang bagus," ucap nya menyeringai jahat.
"Eh ini alamatnya di mana? Aku harus tanya Dimas siapa tahu dia tahu alamat ini, kan dia bekerja di kota itu," kata Lilis seketika teringat teman nya yang bekerja di sana.
"Ha ha ha ha ha, tidak sia-sia aku berteman dengan Nisa yang polos itu. Sekarang aku bisa menikmati indahnya hidup bergelimang harta nanti kalau aku bisa menjerat pria ini," guman nya dengan licik.
Dengan cepat dia pun mengambil ponselnya dan memfoto, dia tak ingin kehilangan kesempatan besar ini.
"Eh sekarang giliran kamu,"
Tiba-tiba muncullah temannya dari depan membuat Lilis tersentak kaget.
"Eh...."
Dengan lincah tangannya menaruh ponselnya dan mengotak-atik keyboard untuk mengembalikan ke tampilan semula.
"Kamu kenapa tegang banget sih, terus kenapa kamu buka komputer itu padahal gak ada tamu," kata temannya dengan tatapan penuh selidik.
"He he he he he, aku bosan jadi iseng-iseng lihat game di sini ternyata tidak ada game nya," elak Lilis.
"Ya namanya juga buat kerja pastinya gak ada, ayo cepat kamu gantian makan siang takutnya nanti keburu ada tamu," kata temannya itu.
"Ya sudah, aku tinggal ya," dengan cepat Lilis pergi tak lupa membawa ponselnya agar dia tak ketahuan temannya itu.
Saat berada di pantry.
"Fyuuh untung dia tak curiga," kata Lilis bernafas lega.
Lilis menatap ponselnya dengan tersenyum manis.
"Ternyata dia tampan juga ya," guman Lilis dengan tatapan berbinar menatap wajah tampan Tio saat ini.
"Sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku,"
Kring
Kring
Kring
"Halo sayang," kata Lilis kepada pria di sebrang sana.
"Nanti malam jangan lupa ya, mampir ke tempat kost ku, aku kangen banget sama kamu," kata pria di sebrang sana.
"Ok sayang, jangan lupa ya uang jajan aku," kata Lilis dengan nada manja.
"Beres," jawab pria di sebrang sana.
"Bay sayang, emuahh," kata Lilis setelah itu mematikan sambungan telepon itu sepihak.
"Ha ha ha ha ha sebentar lagi kamu akan ku buang, ck aku sudah mendapatkan mangsa yang lebih kaya, tentunya lebih tampan dan gagah," kata Lilis percaya diri.
****
Di tempat Tio.
"Ayo," ajak Amanda yang sudah berada di dekat Tio saat ini.
"Ck jadi malas keluar," kata Tio dengan nada yang tidak rela.
"Kenapa?" Tanya Amanda mengerutkan keningnya.
"Aku tidak rela, wajah cantik kekasih ku di nikmati pria lain," kesal Tio.
"Ish jangan aneh-aneh, ayo berangkat," kata Amanda menarik tangan Tio.
Tiba-tiba Amanda berhenti di tempat.
Deg...
"Kenapa sayang?" Tanya Tio dengan nada khawatir.
"Entahlah tiba-tiba perasaan ku tak enak, sepertinya akan ada sesuatu yang akan terjadi, entahlah aku merasa takut," kata Amanda mengungkapkan yang dia rasakan saat ini.
"Sudah jangan di pikirkan, aku akan selalu melindungi mu, percayalah tidak akan terjadi apa-apa," kata Tio mengibur sang kekasih.
"Ayo kata nya mau jalan, bagaimana kalau kita nonton," usul Tio.
"Boleh tetapi aku yang pilih film nya ya," jawab Amanda.
"Terserah, apapun untuk nyonya Tio," kata Tio dengan rayuan membuat wajah sang kekasih merona.
"Sudah jangan gombal terus,"
Amanda mencubit gemas perut Tio meskipun sulit karena bentuk perut Tio yang berotot.
Bersambung....
begitu ardimas mengabari Renata sakitkras lNgsungkabur melihat ny
istri sendiri lg sakit di yinggal
hatoooo.mau ngeles gimana lgbukti udah nyata terjadi
apalagi swtelah taukenyataan ny
bersiaplah Rio
menerima akibat ny
Oh aku baru bergabung jadi penulis, bagi yang ingin membantu aku,, like, coment, karya ku.. dengan judul Quotes islamic.. /Rose/
ingin menjebakslah terjebak.
blom cukup ilmu gsk osah banyak tinfkah
lilis...oh lilis maut lo datangi.
nyahok sendiri lo kan...😀😀😀
mimpi y mo jd nyonya 😀😀😀
dengan orang yg melaku kan one nigh dengan ny...