Bella bertemu dengan pacar pertamanya Ilham, saat sama sama satu organisasi kerohanian di kampusnya. Sosok Ilham yang baik , lembut, dan religius membuat Bella jatuh cinta kepadanya. Hubungan mereka berjalan lancar, sampai suatu hari Ilham mengeluarkan sifat aslinya yang tempramen, pencemburu dan jahat.
Di awal hubungannya yang manis, Bella rela memberikan apa saja termasuk keperawanannya kepada Ilham. Bella tidak mengetahui jika selama mereka melakukan hubungan tersebut, Ilham selalu merekamnya.
Dan ketika Bella sudah lelah dengan hubungannya yang toxic dan meminta putus, Ilham mengancam akan menyebarkan video panas mereka berdua. Bukan hanya itu, tindakan Ilham semakin keterlaluan takala Ia sampai hati menjual Bella di aplikasi dating online.
Bella tidak tau bagaimana harus keluar dari hubungan yang sangat menyiksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mbak Ningrum bunuh diri
Bella terbangun karena mendengar suara air di dalam kamar mandinya.
Jam sudah menunjukan pukul empat lewat empat puluh lima. Rupanya Kak Ilham sudah bangun dan sekarang sedang mandi.
Bella mengecek handphonenya dan belum ada balasan dari Mbak Ningrum.
Ia mengerutkan dahinya " aneh sekali" gumamnya dalam hati.
Mbak Ningrum belum juga membalas pesannya. Biasanya Mbak Ningrum selalu membalas pesan pesannya dengan cepat. Bella menjadi khawatir di buatnya.
Sambil menunggu Kak Ilham selesai mandi, Bella mengambil baju untuk di pakai pagi ini.
Setelah shalat subuh bersama, Bella dan Kak Ilham akan langsung pergi ketempat Mbak Ningrum.
Ketika sedang mengambil baju pintu kamar mandi terbuka. Keluar Kak Ilham yang sudah memakai pakaian lengkap dan wajahnya basah dengan air wudhu.
" Kamu mangi gih, habis itu kita shalat subuh bareng "
" Iya Kak " Bella sudah menenteng baju yang akan Ia pakai, dan menuju ke dalam kamar mandi.
Ketika Bella keluar dari kamar mandi, Kak Ilham sedang melakukan shalat sunnah.
Melihat pemandangannya subuh ini membuat Bella merasakan ketenangan. Alhamdulillah sekali Ia memiliki pacar yang sangat taat beribadah, Insya Allah calon Imam yang baik untuknya.
" Udah wudhu Bel? " Tanya Kak Ilham yang batu selesai shalat sunah.
" Sudah Kak "
" Subuh dulu yuk "
Bella mengambil mukenanya dari dalam lemari dan menghampiri Kak Ilham.
Setelah shalat subuh mereka berdua langsung mengunjungi kosan Mba Ningrum.
" Temanmu masih belum juga membalas pesan darimu? "
" Iya Kak, udah dari semalam aku kirim tapi Mbak Ningrum belum membalas. Padahal biasanya Ia selalu cepat dalam membalas chat "
" Kita berdoa saja semoga Mbak Ningrum hanya sedang larut dalam kesedihannya dan belum sempat membalas chat
kamu"
" Iya Kak " Jawab Bella pendek.
Bella juga mencoba meyakini itu dari semalam, walaupun setengah dari dirinya sangat gelisah karena Mbak Ningrum tidak juga membalas chat.
Dari kejauhan Bella sudah bisa melihat kosan Mbak Ningrum.
Ia mempercepat langkah kakinya seolah-olah sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mbak Ningrum.
Bella mengetuk pintu kamar Mbak Ningrum
" Mbak" Tidak ada jawaban dari Mbak Ningrum.
Tapi di depan kamar Mbak Ningrum ada sendal yang iya gunakan semalam. Artinya Mbak Ningrum ada di dalam.
Bella terus mengetuk pintunya sambil mencoba menelepon. Terdengar bunyi dering telepon dari dalam kamar Mbak Ningrum, tapi tidak juga ada jawaban.
Bella dibuat semakin khawatir dengan keadaan itu, ia mencoba membuka kaca nako yang berada di samping pintu.
Dengan susah payah Bella dibantu oleh kak Ilham mencongkel kaca dengan kunci kosannya dan setelah mencoba beberapa lama mereka berhasil membuka kaca nako itu.
Dibuka tirai yang menutupi jendela, mata Bella langsung mencari cari Mbak Ningrum, tapi karena lampu di kamarnya belum dinyalakan Bella tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Bella menjadi semakin panik dan dengan bantuan kak Ilham mereka berhasil membuka pintu dengan cara memasukkan tangan dan memutar kunci dari dalam.
Ketika mereka berdua masuk alangkah terkejutnya mereka karena Mbak Ningrum tergeletak di atas kasurnya dengan banyak darah di tangan kirinya.
Dengan sigap Kak Ilham mendekati tubuh Mbak Ningrum, Ia mengecek nadi di lehernya dan mengecek nafas Mbak Ningrum.
Tapi kak Ilham tidak mendapati tanda-tanda kehidupan. Ia menoleh kepada Bella yang terdiam mematung tidak jauh dari kasur.
Melihat tatapan kak Ilham yang melihatnya dengan pandangan lemas cukup membuat Bella yakin bahwa Mbak Ningrum sudah meninggal dunia.
Lemas, Bella tidak bisa lagi menopang tubuhnya sendiri. Ia menjatuhkan dirinya ke lantai.
Bella menangis meraung-raung tidak menyangka jika Mbak Ningrum nekat melakukan hal ini.
Ilham membetulkan posisi Mbak Ningrum, menutup mata Mbak Ningrum yang masih terbelak dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Ilham tau setelah ini pasti akan banyak orang yang berdatangan. Setidaknya tubuh Mbak Ningrum harus terlihat baik.
Setelah melihat tangis Bella yang mereda, Kak Ilham memberikan handphone Mbak Ningrum kepada nya.
" Coba kamu hubungi dulu keluarga Mbak Ningrum untuk memberitahukan kondisinya , aku pergi ke rumah ketua RT dulu untuk mengabarkan hal ini "
Bella mengangguk mendengar perkataan Kak Ilham, walaupun sedih tapi Bella harus mengabari keluarga Mbak Ningrum di kampung.
Tidak jauh dari tubuh Mbak Ningrum ada secarik kertas.
Bella mengambil kertas tersebut dan ternyata adalah pesan kematian dari Mbak Ningrum.
Di dalam pesannya itu, Mbak Ningrum meminta maaf kepada kedua orang tuanya karena tidak bisa menyelesaikan kuliahnya.
Iya juga meminta maaf karena sudah mengecewakan kedua orang tuanya. Dan Mbak Ningrum meminta kedua orang tuanya untuk mengikhlaskan kepergiannya, dan melanjutkan kembali hidupnya dengan baik.
Di dalam suratnya Mbak Ningrum tidak menyebut tentang pacar yang tidak bertanggung jawab itu.
Setelah membaca surat dari Mbak Ningrum, Bella mencari nomor telepon kedua orang tua Mbak Ningrum di phone book.
Iya membuat panggilan di nomor yang Mbak Ningrum Simpan dengan nama Bapak.
Telepon berdering beberapa kali Sampai akhirnya diangkat oleh seorang laki-laki.
" Assalamualaikum Pak, Ini Bella teman kuliahnya Mbak Ningrum " Ujar Bella memperkenalkan diri.
" Ya Siapa ya?" Tanya Bapaknya Kak Ningrum dengan suara yang agak kencang.
" Bella Pak, ini nomor telepon Bapaknya Mbak Ningrum kan ya? "
"Iya iya betul Kenapa Nduk? "
Bella tidak bisa menahan air matanya, dengan menangis Ia sekuat tenaga mencoba memberitahukan Bapak Mbak Ningrum bahwa anak perempuannya itu sudah meninggal dunia.
Di seberang telepon, Bapak Mbak Ningrum menangis histeris. Bella bisa mendengar kedatangan beberapa orang karena mendengar tangisan suara Bapaknya Mbak Ningrum.
Telepon Bella diangkat oleh orang lain yang berada di sana.
" Balo halo kamu nggak bercanda kan ya? "
Bella la juga berharap bahwa kejadian ini hanyalah sebuah prank saja, bahwa Mbak Ningrum tidak benar-benar mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangannya.
Tapi kenyataannya apa yang Bella lihat sekarang adalah sebuah sesuatu yang nyata, Mbak Ningrum sudah meninggal dunia dengan luka di pergelangan tangannya.
Dengan keluarga Mbak Ningrum Bella tidak menceritakan bahwa anaknya meninggal karena bunuh diri.
Bella hanya mengabarkan bahwa Mbak Ningrum meninggal dunia tiba-tiba, dan Bella baru mengetahui ketika main ke kosan Mbak Ningrum.
Bella tidak mau menambah beban pikiran keluarganya, biarlah keluarganya mengetahui kondisi Mbak Ningrum ketika tiba di sini.
Tidak beberapa lama Kak Ilham datang dengan beberapa warga, yang salah satu diantaranya adalah ketua RT setempat.
Bella sudah mendapatkan izin dari keluarga Mbak Ningrum, walaupun Mbak Ningrum akan dimakamkan di kampung halamannya, tapi sambil menunggu keluarganya datang Mbak Ningrum akan dimandikan dan dikafani dulu di sini.
Dan beberapa orang mengangkat Mbak Ningrum untuk dipindahkan ke rumah salah satu warga yang nantinya akan dijadikan tempat untuk memandikan Mbak Ningrum.