NovelToon NovelToon
Misteri Kerajaan Ghaib

Misteri Kerajaan Ghaib

Status: tamat
Genre:Iblis / Perperangan / Kumpulan Cerita Horror / Penyeberangan Dunia Lain / Horor / Tamat
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

“Ajudan , cepat penggal kepala wanita itu. Ahahah” perintah Singkasa sambil memutar gelas yang berisi darah segar.

Suara tebasan leher yang dia sukai, darah mengalir deras di dalam kolam raksasa. Ratu Singkasa membenamkan diri menikmatinya. Kecantikan abadi berasal dari darah perawan yang telah dia tumbalkan. Setiap bulan purnama merah, dia tidak pernah berhenti mencari korban. Berita kehilangan para gadis yang di laporkan warga diabaikan oleh para petugas. Hingga pada suatu hari, seorang pendekar wanita berani melawan sampai meruntuhkan kerajaannya.
Siapakah wanita misterius itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengganggu

Buku Catatan empuni

Hari kelabu, sayap yang patah, gelas kaca retak dan pertengkaran menjadi bumbu racun di dalam dahaga menanti kata sabar. Matahari hanya bisa di rasakan hangat jika bersama orang terkasih.

Di suatu hari ada yang mengatakan bahwa ini adalah salah jodoh. Kesalahan memilih imam yang tidak bisa menjadi pengayom istri untuk lebih mendekatkan diri pada sang Khalik. Tapi hal tidak bisa di bilang takdir, sebut saja ini adalah sebuah nasib buruk manusia. Nasib memang bisa di ubah tapi kalau sudah memilih bagaimana menghidarinya lagi?

Takdir ketentuan dari Allah, manusia tidak bisa memilih takdirnya sendiri. Rahasia di langit dan di bumi hanya yang Maha Kuasa yang mengetahui segalanya.

......................

...💀...

“Ini sudah satu minggu tapi Empuni dan Kirei tidak memberi kabar. Aku sangat khawatir pak!” ucap Laida.

Laida berjalan mondar-mandir menggenggam ponsel, berharap keduanya anaknya itu menghubungi. Dia sudah tidak sabar lagi hinga memutuskan menghubungi bu Erin. Wanita yang bertanggung jawab membaw anak gadisnya itu pergi untuk melakukan penelitian. Semula dia melarang hingga adu otot sampai bu Erin memberi perjanjia akan selalu menjaga keselamatan Kirei dalam hal ataupun atau dia akan menerima segala konsekuensinya.

“Wanita tua itu selalu saja mencari keuntungan dan sekarang dia memanfaatkan anak ku untuk jadi sapi perah nya!"

“Astagfirullah istighfar bu. Nyebut bu, nggak boleh ibu berbicara seperti itu!”

“Bapak pikir menjaga anak perempuan itu tidak berat. Terlebih lagi kejadian si menantu mu yang tidak bisa membahagiakan anak ku malah main tangan!”

“Sudah bu, kemarin bapak yang ibu suruh sabar kan?”

Dering ponsel Erin berbunyi di tenda, dia buru-buru meninggalkannya ketika akan membawa Kirei. Di sepanjang perjalanan menuju kota, Erin mengusap dadanya melihat dari kaca mobil bahwa penampakan makhluk tadi telah menghilang. Mereka melanjutkan perjalanan, menuju ke Rumah Sakit di dekat perbatasan.

......................

Tragedi di kota Gestar yang di alami oleh pak Deno dan bu Lili.

Sepanjang perjalanan melewati kabut, mereka mulai tidak tenang kembali. Gangguan tetap datang silih berganti hingga burung-burung berjatuhan di atas mobilnya. Bangkai hewan yang sudah terpotong-potong tubuhnya. Hati Lili berkecamuk, firasat nyata melihat sosok pria bertubuh besar berdiri di depan mobil mereka. Lili menahan pak Deno yang bersiap menghajar pria itu, dia tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan sampai mereka menunggu pria tadi menghilang.

Tin_ Tinn

Tin_

Suara klakson mobil di belakang mereka, Deno meradang melihat si pengemudi tidak mau mendahului mereka meski dia sudah menepikan kendaraan.

“Hei, cepat jalan!”

“Kau dengar nggak!”

Teriakan Deni mengeluarkan kepalanya dari jendela. Lili memperhatikan mobil yang di belakang mereka seperti tidak ada supir di dalamnya. Dia memastikan lagi karena jalan tertutup kabut. Rem mendadak Deno, dia keluar dengan tangan kosong membanting pintu mobilnya.

“Sial!” Pak Deno berlari kembali masuk ke dalam melihat tidak ada siapapun di dalam mobil yang berhenti itu.

Laju kencang di dalam kabut putih pekat. Lili menjerit setengah mati ketakutan membayangkan mereka akan mengalami tabrakan karena menghindari moil berhantu di belakang yang mengejar mereka. Deni tidak bisa menyeimbangkan posisi setir, mobil hantu itu terus mendekat sampai membenturkan mobilnya.

“Argghh!”

Kecelakaan pun tidak bisa di hindari. Deno dan Lili meninggal di tempat dengan keadaan yang sangat berantakan. Di bagian wajah tertusuk serpihan kaca mobil mengalir deras mata melotot dan rahang terbuka sedangkan Deno, tubuhnya terlempar keluar hancur berkeping terbanting tebing jurang bebatuan.

Kringg…

(Panggilan dari petugas kepolisian)

Dering ponsel Toton tidak terdengar olehnya maupun empuni. Seolah telinga mereka di tutupi dengan setan mengabaikan panggilan tersebut. Di ruang kerja, Toton masih sibuk mengurus segala berkas pekerjaan pentingnya. Dia mengabaikan Empuni yang sudah tertidur di sofa menunggunya.

Hampir saja dia menjatuhkan gelas yang berada di pinggir mejanya. Dia sangat terkejut melihat sosok aneh merangkak mendekati istrinya.

“Empuni!” teriak Toton.

Sosok itu menghilang, Empuni membuka mata mendapati suaminya sudah menggendongnya menuju ke kamar. Dia tersenyum menutup mata tertidur kembali. Setelah pertengkaran besar kemarin di pikiran hati wanita yang terlalu mencintainya itu merasa Toton sudah berubah lebih baik lagi.

“Terimakasih” Empuni membatin.

Suara bunyi bel tengah malam membuat Toton yang bersiap untuk tidur kini beranjak membuka pintu. Singkasa nama wanita yang baru dia kenal bersama Empuni tadi sore. Dia berdiri mengenakan gaun tidur berwarna hitam tipis. Gincu di bibirnya merah merona, pangdangan mata menggoda mendekati Toton yang pandangan matanya masih belum terlepas mengamati kecantikan wanita itu.

“Tuan muda yang tampan, maaf aku mengganggu mu tengah malam begini. Aku melihat ada sesuatu di balik kasur ku. Apakah tuan bisa membantu ku mengusir benda itu?”

Ucapan wanita itu bagai sebuah perintah yang harus di jalankan. Dia meninggalkan kamarnya menuju kamar Singkasa. Tarikan lembut tangan wanita itu, kini mereka berdua berdiri tepat di depan pintu.

“Nona tunggu disini ya biar saya periksa kamarnya.”

“Hati-hati tuan” jawabnya tersenyum melengos tajam.

Toton hanya menemukan boneka di atas kasur itu. Salah satu boneka yang terpajang di dalam tangga dekat anak tangga. Gerakan berpura-pura ketakutan, Singkasa memeluk tubuh Toton dari arah belakang. Jantung pria itu berdegup kencang, ingin rasanya dia membalas sentuhan wanita itu hingga akhirnya dia mendengar suara panggilan Empuni dari luar.

“Mas Toton kamu dimana?” panggil Empuni sangat keras.

Empuni menempelkan telinga pada setiap pintu kamar hotel hingga sampai pada pintu kamar Singkasa. Dia berpikir dengan suara teriakannya yang sangat keras itu pasti akan membangunkan orang-orang di dalamnya atau mereka akan keluar melihat kejadian apa yang sedang terjadi. DI lorong yang gelap angin hanya berhembus di kakinya.

Sementara di dalam kamar Singkasa, raut wajah Toton berubah ketakutan. Dia tidak mau Empuni mengetahui suaminya itu bersama wanita lain di dalam kamar.

Perlahan dia membuka pintu mencari celah agar bisa keluar. Melihat Empuni sudah berjalan menuruni anak tangga maka dia bergegas keluar namun di tarik kembali dengan wanita itu. Singgasa membenamkan wajahnya di pundak Toton lalu melingkarkan tangan di pinggangnya.

“Nyonya maaf, aku harus pergi.”

“Terimakasih Tuan” bisiknya menggoda.

Sampai disini siapa yang bisa di salahkan? Si wanita atau si pria yang sudah berani masuk ke dalam kamar wanita lain meskipun hanya berniat memberi pertolongan. Merasa ada yang tidak beres mendengar suara dari atas loteng, Empuni menaiki anak tangga. Toton menunggu di ujung tangga dengan menyorot senternya.

“Kamu dari mana saja mas?”

“Aku mencari udah segar karena tidak bisa tidur. Ayo masuk.”

1
Ranti Lestari
semangat kaka, jangan lupa mampir di karya baruku "Cinta Pandangan Pertama" dijamin seru
Yurnita Yurnita
mampir thor
Rain
semua kejadian ini buat bulu kuduk q di rebonding
POV.sulsel
lanjut
Cici
gimana nasib kirei selanjutnya?
Mihrab
kentang ceritanya
Kapsul🐴Grup D
angker
Hanum Anindya
sedikit banget kak, paling 500kata ya kak, 🤦🤦
Hanum Anindya
wow nggak harus jauh jauh ke cafe kalau makan atau restoran mewah ya, apalagi ada musiknya pasti indah ditemani orang tersayang.
Hanum Anindya
bagus tuh, punya kekuatan tapi nggak harus minta Korba maupun darah bisa habis nanti manusia di muka bumi ini kalau sampai itu terjadi.
Anisha Andriyana Bahri
serem amat ya thor.. 😱
william
hadir miss✋
Hanum Anindya
jadi di alam gaib itu seperti di dunia nyata gitu kak, ada hotel, ada Alfa ya kak, wah seru juga ya. 😊
Hanum Anindya
pak Sesen nggak tahu kalau empuni telah mengalami berbagai hal jadi ia merasa melihat empuni seperti orang gila. empuni bukan orang gila tapi memang ia masih trauma saja
Hanum Anindya
empuni masih trauma kalau mengingat alam gaib, kerena ia salah satu korbannya. jadi wajar kalau ia ketakutan seperti itu.
Hanum Anindya
penyihir menyembuhkan sakit itu hanya pelantara saja, kerena Allahlah.yang menyembuhkan segala yang ada di dunia.
Hanum Anindya
biarpun penyihir hebat percuma kalau menyekutukan Allah.
mia uch
setuju seratus persen si Satan mati👍
Kak wirid
up sis
Tanila
up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!