NovelToon NovelToon
Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:194.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Calliesta

Zara dan Reydan telah resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka telah berpacaran selama 4 tahun sehingga memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Di hari pernikahan Zara merasa bahagia karena pada akhirnya laki laki yang dicintainya telah resmi menjadi pasangan halal untuknya. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Reydan diam diam telah melakukan hubungan gelap bersama seseorang yang telah melahirkannya. Hati wanita mana yang tidak hancur jika mendapatkan suami yang mengkhianatinya

"Aku tidak mencintaimu ibumu, Zar. Aku hanya merasa nyaman sesaat."

"Oh ya? nyaman sesaat yang berujung di atas ranjang. Gitu maksud kamu mas? "

"Zar, ayolah mengerti. Aku hanya melakukannya sekali kenapa kamu begitu marah."

"Gila kamu Mas!!!! "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Masalah rumah tangga

Asri pulang dari rumah Reydan dan Zara dengan perasaan yang buruk, ia sudah lama menyukai Reydan, bahkan semenjak Zara mengenalkannya sebagai pacar. Asri seolah tidak terima jika saat ini Reydan sudah menjadi suami putrinya.

Jika kalian masih ingat dengan pesan yang diterima Reydan itu dia pengirimnya. Dia menggunakan nomor baru agar Reydan tidak mengenalnya. Selama ini ia sudah cukup bersabar untuk tidak mengejarnya secara terang terangan. Tapi sepertinya ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Apalagi sejak kejadian tadi, ia menyesal hanya memegang sarungnya saja, harusnya ia malah menariknya lebih kuat lagi.

Asri turun dari taksi dan segera membayarnya, wajahnya semakin mengeruh ketika melihat suaminya yang hanya duduk di teras sambil minum teh. Ia sudah tidak berselera lagi melihat suaminya itu. Tanpa menyapanya Asri masuk ke dalam rumah. Tapi suara itu tiba tiba menghentikannya

. “Dari mana saja kamu, tiap hari keluyuran gak ingat umur,” tegur Heri, suaminya dan ayah dari Zara.

Asri berbalik kemudian menatap wajah suaminya dengan ketus. “Mau aku dari mana itu sudah bukan urusanmu lagi! Bukankah aku sudah meminta cerai denganmu kenapa kamu masih belum menanda tanganinya?”

Heri menghela nafasnya lelah, selalu saja istrinya mengungkit masalah perceraian ketika ia menegurnya. “Sekarang aku tanya sama kamu, apa alasan kamu untuk mengajak cerai?” tanya Heri sambil menunggu jawaban dari Asri dengan penasaran.

Selama ini rumah tangga mereka kelihatan baik baik hingga Heri merasa ada yang berubah semenjak Zara menikah. Biasanya Heri selalu mendapat perhatian entah sekecil apapun, tapi sejak itu ia sudah jarang memberinya perhatian atau bahkan sudah tidak pernah lagi.

Asri memutar bola matanya dengan malas kemudian menjawab. “jawabanku sederhana. Karena kamu sudah tua dan bau tanah!”

“ASRI!!!!!” Heri langsung membentaknya. Seumur hidup baru kali ini ia mendengar Asri berkata kasar padanya.

“Apa Mas? Memang benar kan kamu sudah tua. Penampilanmu sudah tidak menarik lagi, aku sudah tidak mencintaimu lagi mas. Aku sudah bosan hidup dengan pria tua yang gak berguna seperti kamu!!!”

Plakkkkk

Heri langsung menamparnya dengan sekuat tenaga, tidak peduli meskipun dia melihat Asri yang kesakitan. Emosinya sudah tidak bisa ia tahan lagi.

Asri memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Heri, ia mengangkat kepalanya dan menatap Heri dengan mata yang sudah berkaca kaca. Pertengkaran mereka menarik banyak perhatian tetangga di sekitar rumah mereka. Ada yang pura pura menyapu untuk menyaksikan pertengkaran itu, bahkan ada juga yang hanya melihat dari kejauhan sambil memegang ponsel dan merekamnya. Tapi Asri dan Heri tidak mempedulikan itu.

“Aku tidak menyesal karena menamparmu, justru aku ingin membalik kata katamu Asri. Selama ini aku sudah cukup sabar menerima hinaan dan cacian darimu. Sekarang aku cuma mau bilang, disini kita itu udah sama sama tua. Sama sama akan bau tanah. Kamu pikir cuma fisikku saja yang tidak menarik, lalu bagaimana denganmu. Wajahmu penuh keriput, bibirmu makin tebal, apalagi dad* kamu yang mengempes. Kamu pikir kamu secantik apa hah sampai berani menghinaku?”

Asri membulatkan matanya dengan lebar, ia melihat ke sekelilingnya yang banyak orang sedang berbisik sambil tertawa. Ia tak menyangka suaminya akan mengatakan hal memalukan seperti itu di depan semua orang. Wajahnya sudah memerah karena menahan malu, berbanding terbalik dengan Heri yang menatapnya sinis.

“Kenapa kamu diam? Kamu malu karena aku mengatakan ini di depan semua orang?” Tanya Heri bertubi tubi. Ia sadar pertengkaran keduanya banyak mendapat perhatian dari tetangga tetangga di samping dan depan rumah mereka. Bukan dia yang menginginkan semua ini, tapi Asri yang memancingnya untuk melakukannya.

“Sudah cukup Mas!!! Aku sudah tidak kuat lagi, lebih baik sekarang kamu ceraikan saja aku.”

“Kamu mau cerai?”

“Iya, keputusanku sudah bulat.”

Heri mengangguk mengerti, sebenarnya ia tidak menginginkan hal ini terjadi. Dalam lubuk hatinya yang terdalam ia masih mencintai istrinya itu. Ia juga khawatir dengan reaksi Zara nanti jika tau keduanya memilih bercerai. Apalagi Zara taunya mereka berdua tidak ada masalah.

Memikirkannya saja sudah membuatnya pusing.

“Baiklah, kalau mau kamu seperti itu. Sekarang juga aku talak kamu. Mulai detik ini kamu sudah bukan tanggung jawabku. Nafkahku sudah kuputuskan sampai di sini. Sekarang lebih baik kamu bawa semua barang barangmu dan tinggalkan rumah ini sekarang juga.” ucap Heri.

Asri melengos kemudian masuk ke rumah untuk membereskan semua pakaiannya, seteleah selesai ia keluar kembali. Asri kembali menatap wajah suami, ah tidak, lebih tepatnya mantan suaminya dengan penuh kebencian.

“Sekarang aku sudah bebas, aku harap kita berdua tidak pernah bertemu selamanya,” tegasnya.

“Terserah,” Heri langsung masuk dan menutup pintunya dengan keras hingga Asri terlonjak kaget. Ia menggeram menahan rasa marahnya, daripada ia berlama lama di sini dengan dilihatin tetangganya lebih baik ia pergi saja. Entah kemana tujuannya yang penting sekarang ia sudah bebas dari ikatan pernikahan itu.

.

.

.

Zara menutup toko kuenya dengan lebih cepat, ia mendadak tidak enak badan. Sebelum pulang Zara ingin mampir di bengkel suaminya suaminya terlebih dahulu. Ia yakin saat ini Reydan sudah ada disana, sebelum itu dia membelikan makanan untuk Reydan disana. Dengan naik ojek, Zara pergi menuju ke bengkelnya Reydan.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya ia tiba disana. Zara pun turun kemudian membayar ojeknya.

“Makasih ya pak,” ujarnya.

“Iya mbak sama sama.”

Zara masuk ke dalam bengkel sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Reydan. Setelah menemukannya ia tersenyum, Reydan sedang sibuk mengotak atik motor dengan wajahnya belepotan oli. Zara terkekeh melihat wajah lucu suaminya yang sedang serius memperbaiki motor dengan wajah cemong itu.

Daripada berlama lama berdiri di situ ia memilih untuk menghampiri Reydan.

“Mas, mau serive motor dong.” Ucapnya sambil menahan tawa. Posisi Reydan sedang membelakanginya jadi Reydan tidak melihatnya.

“Bilang sama teman saya yang di situ mbak,” tunjuknya pada Fian yang juga sama sama sibuk.

Zara terkikik geli. “Gak mau mas, saya maunya diservice mas aja.” Lanjutnya.

“Aduh mbak, saya lagi kerepotan nih. Sama teman saya aja dulu gpp.”

“Yakin nih Mas Reydan bolehin istrinya diservice sama yang lain?”

Mendengar kata istri, Reydan langsung menoleh ke belakang dan terkejut ketika melihat siapa yang datang. Wajahnya belepotannya langsung berbinar cerah, Reydan meletakkan peralatannya begitu saja kemudian berdiri dan menghadap Zara . “Kamu kok gak bilang dulu mau datang?” tanyanya dengan tidak menghilangkan senyum manisnya.

“Sengaja gak bilang, biar kamu kaget.” Jawab Zara.

Jangan lupa di like ya

Like kalian penyemangat buat update

Terima kasih

Tunggu bab selanjutnya ya.

1
Yati Syahira
jijik bacanya
Nikma: Permisi kak Author ..

Halo kak reader, kalau berkenan mampir juga karya aku 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
Yati Syahira
ibu bejat
yessa mardiana
apa langsung tamat thor ,ngak ada kelanjutan nya
Eni Gerhana Patty
knp nggak ada kelanjutannya lagi thooor?
Arsy
lho kok g lanjut sih thor
Titin Itin
thooor kok gk up lg nungguin nih
Titin Itin
mana nih gk up lama ini nunggu up nya
yessa mardiana
ngak up2 thor apa udah tamat
yessa mardiana
kok blom up2 thor
Titin Itin
ini kenapa gk up up nih udah lama
Fatma Kodja
dasar tante asri udah tua tapi tidak sadar diri malah ngatain om Heri kena karma karena menghalangi niatmu mendekati mas Zidan yang lebih pantas menjadi anakmu, dengan teganya menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri, ntar kalau kamu kena karma pasti akan lebih sakit dari yang Heri alami
kenapa bukan si asri aja yg mati ya
Hanipah Fitri
aku mampir Thor..
Titin Itin
lnjuuut thooor
Cintari Ridodo
kok di biar kan perzonahan begitu gak ada karma dan lingkung di grebek gitu semua keluarga juga cuma diam membiar kan perzinahan
Novita Nathan
asri.... bner2 perempuan ular... perempuan laknat .... tunggu saja saat km nnti makin tuwir ... jgn cari Zara untuk merawatmu...
Novita Nathan
seorang ibu kek asri ini g pantes di sebut ibu.... dan Zara jga g msalah klo dia mmbenci ato tak berbakti trhadap asri....
Cintari Ridodo
pemeran yg bego coba lapor ke polisi kasus perzinahan tapi susah karna zahra itu o,on maka nya di tikung ibu nya cuma bosa plonga plongo
Cintari Ridodo
lemah bego malah pingsan mana ada pisik selemah itu kenapa gak di poto atau vidio o,on
Novita Nathan
dasar ibu & suami laknat... bejat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!