Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Rumah Sakit
**Happy readiang readers...♡♡
Selamat membaca, semoga suka dengan cerita ku.
Salam hangat dari penulis
#alsya suci maesya putri
fb: alsya ashar
e-mail: alsyaashar27@gmail.com
wa: 083180281928**
Mohon dukungannya ya, dukungan dari kalian merupakan semangat ku♡♡
Lio bingung dengan apa yang ia alami.
Melihat Vivian yang menangis di pelukannya, ia pun merasa sedih.
"Vivian, ayo kita pulang!" Lio berdiri membantu Vivian berdiri.
"Hmm." Vivian mengangguk sambil menangis.
"Udah jangan menangis lagi! Kenapa kamu menangis? Apa yang membuatmu sedih? Tenanglah di sini ada kakak." Lio mengapus air mata dan menggendong Vivian menuju mobil.
"....." Vivian diam air matanya terus mengalir sembari memeluk Lio yang menggendongnya.
Saat Lio menggendong Vivian menuju mobil, nenek tua yang membantu Vivian melihat mereka dari samping gedung restoran.
Vivian di letakan lembut di kursi mobil oleh Lio. Vivian yang tadi nya menangis kini tertidur karena kelelahan.
Lio sedih melihat istri kesayangannya tertidur kelelahan selesai menangis, Lio mengusap-usap lembut mata Vivian yang bengkak karena menangis.
Mengapa Vivian hari ini sangat cengeng? Lihat wanita kecilku yang bodoh ini tertidur kelelahan ulah menangis, ntah apa yang Vivian tangisi.
!!!!! Lio terkejut melihat ada luka goresan di tangan dan kaki Vivian.
Gadis bodoh ini selalu membuat ku khawatir saja! Aku harus segera membawa Vivian ke rumah sakit.
Luka ini sepertinya karena goresan kaca, mengapa Vivian bisa terluka seperti ini?
Aku ingin sekali menanyai tentang luka ini kepada Vivian, tapi aku tak tega membangunkan Vivian.
Akhirnya Lio dan Vivian sampai di rumah sakit. Lio memanggil dokter untuk segera mengobati istrinya yang terluka.
Dokter datang dan mengobati luka-luka Vivian. Sedangkan Lio khawatir menanti Vivian yang sedang di obati oleh dokter.
Sebenarnya apa yang terjadi? Seingat ku setelah aku keluar dari toilet, aku menemui Vivian yang sedang berdiri di depan salah satu ruangan di restoran.
Saat aku menghampiri Vivian, lalu Vivian pergi ke toilet, setelah itu ada wanita berjalan masuk ke ruangan itu.
Lalu aku tidak mengingat apa pun setelahnya dan aku seperti tertidur dan mimpi aneh.
Di mimpi ini aku melihat wanita yang menundukan kepala dengan rambut yang panjang menjuntai memegang pisau berjalan menghampiri aku.
Anehnya aku hanya duduk tak berbuat apa-apa dan wanita itu menampakan wajahnya, wajahnya sangat seram nyaris hancur semua dan matanya hanya tinggal satu.
Wanita itu berjalan menghampiri aku dan mengangkat tangannya yang memegang pisau ingin menyerangku.
Namun mimpi itu berakhir dan aku saat terbangun sudah di tarik oleh Vivian pergi keluar restoran.
Dan yang paling tidak masuk akalnya restoran itu berubah menjadi gedung yang kumal dan terbengkalai bertahun-tahun.
Kok mimpiku ini bisa sangat mirip dengan mimpi yang Vivian ceritakan? Apa mimpi aku dan Vivian terhubung? Tapi mana mungkin! Aku jadi penasaran dengan ini semua.
Apa karena kita punya ikatan yang kuat hingga mimpi pun bisa saling terhubung? Tapi itu apakah mungkin?
Aiihhhh, aku jadi sangat lelah hari ini, baik badan dan pikiranku. Bagaimana dengan Vivian apa lukanya sudah selesai di obati dokter?
Lio berdiri dan berjalan menuju pintu ruangan di mana Vivian di obati oleh dokter.
Kreekkkk.... Suara pintu di buka.
Dokter membuka pintu terkejut melihat Lio berdiri di depan pintu ruangan Vivian.
"Pufff, maafkan saya mengejutkan anda Dok, saya sangat khawatir dengan istri saya, bagaimana dengan keadaan istri saya Dok?" Lio menahan tawa dan bertanya ke Dokter.
"Untuk luka-lukanya sudah saya obati, namun istri Tuan mengalami demam tinggi, untuk beberapa hari ini istri Tuan harus di rawat di rumah sakit, istri Tuan sudah saya beri penurun demam dan sekarang istri Tuan sedang istirahat." Jelas Dokter kepada Lio.
"Baik, terima kasih Dok, tapi apa kah saya boleh masuk untuk menemani istri saya Dok?" Tanya Lio berharap.
"Tentu boleh Tuan, tapi usahakan untuk menjaga ketenangan agar tidak mengganggu istri Tuan yang sedang beristirahat" Jelas dokter ke Lio.
"Tentu dokter." Jawab Lio ke dokter.
"O iya Tuan, ini daftar obat yang harus tuan tebus di apotik rumah sakit." Dokter memberikan daftar obat untuk Vivian kepada Lio.
"Terima kasih Dok." Lio menerima daftar obat yang di berikan dokter.
"Sama-sama Tuan, ini merupakan kewajiban saya sebagai Dokter, kalo begitu saya pamit dulu Tuan." Dokter pamitan kepada Lio.
"Iya Dok." Jawab Lio kepada dokter.
Vivian maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu, hingga membuatmu terluka dan sakit seperti ini!
Maafkan aku yang tak becus sebagai suamimu, aku tak becus menjagamu, tapi aku berjanji akan selalu menjaga mu dan ini akan jadi yang terakhir.
Tak akan aku biarkan lagi kamu terluka lagi, jadi cepat lah sembuh.
Lio sedih mengelus kepala Vivian yang tertidur di kasur pasien. Tak terasa air matanya mengalir di pipi.
Cepatlah sembuh Vi dan berjanji lah jangan sakit lagi ya. Aku mau pergi menebus obat dulu di apotik rumah sakit.
Bisik Lio mencium kening Vivian yang sedang tidur di kasur pasien. Lio berjalan perlahan meninggalkan Vivian yang sedang tidur di kasur pasien.
Beberapa langkah Lio menoleh ke belakang melihat Vivian yang masih tidur.
Sekilas ada sesuatu yang lewat saat Lio menoleh ke belakang.
Apa itu? Seperti ada yang lewat, tapi kok gak ada apa-apa?
Lio melihat sekeliling ruangan namun tidak melihat apa pun.
Aiihhh, mungkin hanya perasaan ku saja, bukti nya gak ada apa-apa kok.
Lio berjalan ke apotik rumah sakit ingin menebus obat untuk Vivian.
Saat Lio meninggalkan ruangan Vivian, ada sosok bayangan hitam berdiri di pintu ruangan Vivian dan tak lama kemudian sosok bayangan hitam itu menghilang.
Vivian sendirian sedang tidur di ruangan terbangun.
Argh..
Sakitnya kepala ku, kepalaku rada pusing, di mana aku sekarang ini? Kak Lio di mana? Kok kak Lio tidak ada bersamaku.
Vivian melihat sekeliling ruangan.
Seperti nya ini di rumah sakit, mengapa aku bisa di rumah sakit? Bukannya aku tadi tertidur di mobil kak Lio?
Aku harus mencari kak Lio! Aku harus memastikan kak Lio baik-baik saja!
Vivian turun dari kasur pasien.
Aduh.. Vivian terjatuh saat turun dari kasur pasien.
Kakiku sakit sekali! O iya aku lupa kaki ku terluka kena kaca pecah saat berlari menyelamatkan kak Lio.
Aaa, apa ini yang aku pegang? Sepertinya terasa lembab.
Vivian melihat tangannya yang menyentuh sesuatu.
Aaaaa.....
Bersambung...
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔