Diculik dan dipaksa menikah membuat Mesly tidak ada jalan lain dan hanya bisa menikah dengan pria yang telah mengambil malam pertamanya saat penculikan terjadi. menikah dengan pria yang paling dia benci dan juga pria yang paling ditakuti oleh siapa pun.
Ricardo Alejandro asal meksiko yang dikenal dengan suka memaksa. selalu saja ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk wanita incarannya.
Bagaimana dengan kisah pernikahan mereka? apakah Ricardo hanya sekadar terobsesi atau mencintai gadis yang dia renggut kesuciannya?
IG author pikachu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu
"Baik, Nyonya," jawab Stone dengan sopan.
Ricardo mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi karena merasa emosi dengan sikap ibunya yang selama ini selalu saja mengatur hidupnya.
Saat sedang menyetir ia mengingat masa lalu di saat ia masih kecil.
Flash back On.
25 tahun yang lalu.
Sebuah kejadian yang terjadi di kediaman mewah milik Alejandro.
Saat itu Ricardo baru berusia delapan tahun. ia sedang berlarian di halaman belakang. karena ia mendengar suara pertengkaran ia pun mencari suara itu berada. ia berjalan dengan perlahan dan menghampiri ke salah satu ruangan yang di mana terdapat sepasang suami istri sedang bertengkar hebat.
"Kenapa papa dan mama bertengkar lagi?" batin Ricardo yang sedang berdiri di luar dan mengintip dari jendela.
"Apa yang harus ku lakukan?" tanya pria itu yang adalah ayah dari Ricardo yang berpenampilan kusut dan berantakan.
"Apa yang harus kau lakukan? kau masih berani bertanya padaku setelah apa yang telah kau lakukan selama ini," bentak Caria dengan nada tinggi.
"Caria, untuk apa kau melakukan itu?"
"Hahahaha...untuk apa? Camero, jangan kau mengira karena kau adalah pria kaya jadi kau bisa seenaknya, kau harus tahu batas dengan apa yang kau lakukan. aku bisa menghancurkan seseorang yang ku benci," ketus Caria dengan tegas.
"Lalu, apa yang kau ingin dariku?"
"Kau ingin tinggal atau pergi?"
"Aku ingin pergi, ini adalah keputusanku," jawab Camero dengan tegas.
"Kalau ini adalah keputusanmu maka kau pergi saja! dan jangan berharap kau bisa terlepas dari kesalahanmu. aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang," kata Caria dengan mengancam.
"Caria, semua ini adalah salahku, jangan melibatkan siapa pun lagi."
"Jangan melibatkan siapa pun lagi? berani sekali kau menawar denganku. ingat Camero, mulai saat ini Ricardo akan ikut dengan nama keluargaku. karena aku akan menghapus nama mu dikeluarga ini,"kata Caria dengan tegas.
"Apa dengan semua ini bisa membuatmu puas dan kau akan berhenti menyakiti orang?"
"Benar, aku menyakiti siapa saja yang telah menyakitiku, bahkan kau juga tidak akan bisa hidup tenang setelah keluar dari rumah ini," jawab Caria dengan tegas.
"Caria, apa kau tidak sadar bahwa kau sangat menakutkan," ucap Camero yang penuh tekanan.
"Aku adalah seorang wanita yang harus bisa melindungi diriku sendiri, karena suamiku tidak berguna oleh karena itu aku harus bersikap kejam. walau kau merasa aku ini menakutkan. tapi kau jangan lupa, aku bisa begini karena kau yang membuat aku berubah," ketus Caria.
"Caria Alejandro, setelah aku pergi jaga putra kita dengan baik! jangan sakiti dia karena dendammu padaku!"
"Kau tidak perlu mengingatkanku! dia adalah anak yang ku lahirkan dari rahimku, tentu saja aku akan merawatnya dengan baik agar tidak mirip sepertimu," jawab Caria.
"Aku akan pergi dan jangan sakiti siapa pun!" ujar Camero yang ingin melangkah pergi.
"Pergi dan jangan pulang lagi! di keluarga ini tidak butuh kehadiran mu," bentak Caria yang mengusir suaminya itu.
Tidak ada yang berani mengungkap kejadian saat itu, setelah Camero pergi meninggalkan rumah, ia memilih bunuh diri di salah satu penginapan tempat yang dia tinggal, banyak pekerja rumah tangga yang di saat itu mengetahui masalah ini telah dipecat oleh Caria. dan hingga saat ini tidak ada yang berani mengungkit tentang pertengkaran di antara Caria dan Camero, serta penyebab ayah kandung Ricardo yang memilih jalan kematian.
Flash Back off.
"Mamaku yang hebat, setelah papaku meninggal aku juga menjadi sasarannya. apakah dia menaruh dendam padaku sehingga harus berbuat begini terhadapku. aku tidak mau seperti papa yang harus mengalah dan kemudian memilih jalan kematian. aku memiliki kehidupan ku sendiri," gumam Ricardo.
Villa keluarga Alejandro.
"Nyonya, lapor. selama beberapa hari ini tuan muda tidak berada di bar, dan tidak tahu dia tinggal di mana," ujar Stone.
"Apakah dia tidak memiliki villa pribadi yang lainnya?" tanya Caria yang sedang duduk diruangan sambil membaca file.
"Tidak ada, Nyonya. tuan muda juga tidak tinggal di villa yang baru dia beli tahun lalu. saya sudah bertanya pada temannya, mereka menjawab tidak bersama dengan tuan muda selama beberapa hari ini," jawab Stone.
"Apa yang dia lakukan di luar? bagaimana dengan Ric? apakah dia juga tidak tahu?"
"Tuan muda Ric juga tidak tahu, mungkin saja tuan muda memiliki villa baru."
"Bagaimana dengan perkembangan bisnisnya?"
"Bisnisnya selama ini tidak ada hambatan sama sekali. mengenai hal ini Anda tidak perlu khawatir. tuan muda sangat pintar mengelola bisnisnya."
"Dia pintar mengelola bisnisnya, tapi sangat disayangkan dia tidak bisa di atur, sehingga sering melawanku," ujar Caria yang merasa kesal.
"Nyonya, tuan muda hanya butuh waktu saja, selama ini tuan muda belum menemukan wanita yang sesuai dihatinya, mungkin setelah jodohnya tiba maka dia pasti akan jatuh cinta."
"Aku hanya berharap dia tidak mirip dengan pria tidak berguna itu," ketus Caria yang merasa emosi karena mengingat masa lalunya.
Tempat Mesly bekerja.
Di malam itu Mesly yang sudah lepas kerja ia pun meninggalkan tokonya. dan di saat yang sama Ricardo menghentikan mobilnya di depan gadis itu
"Mesly, temani aku ke suatu tempat!" ajak Ricardo yang turun dari mobilnya.
"Kenapa kau datang ke sini?" tanya Mesly yang melihat kesekitaran karena ia tidak ingin ada yang tahu hubungannya dengan pria itu.
"Tidak usah cemas! tidak ada yang melihat kita di sini," ujar Ricardo yang menarik lengan Mesly dan masuk ke dalam mobil.
Perjalanan.
"Kita mau ke mana?" tanya Mesly yang duduk di samping Ricardo.
"Ke tempat yang tenang," jawab Ricardo yang sambil menyetir.
Setelah lima belas menit kemudian mereka berhenti ditepi pantai. Ricardo memandang ke arah laut dengan raut wajah yang tidak gembira.
"Kenapa sepertinya dia ada masalah saja?" batin Mesly.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Mesly.
"Air laut yang tenang, berapa dalam lautan itu?"
"Tidak tahu, bagaimana kalau kau masuk saja ke dalam sana," jawab Mesly.
"Mungkin ikan-ikan di laut itu sangat bebas berenang di lautan besar itu."
"Tidak juga, dalam laut ada juga ikan paus dan ikan hiu. jadi bagi ikan yang kecil pasti akan menjadi santapan mereka. untuk apa kamu membahas ini? apa kamu ingin seperti ikan kecil atau ikan paus?"
"Andaikan bisa hidup tanpa tekanan ini sangat baik," ucap Ricardo dengan wajah datar.
"Hidupmu memiliki semuanya, pakaian mahal, mobil mewah, dan banyak uang. apa lagi yang membuatmu merasa tertekan? kau bisa melakukan apa saja terhadap orang lain tanpa merasa bersalah," kata Mesly dengan sengaja.
sngat menghibur👍👍👍👍