NovelToon NovelToon
My Secret Bodyguard

My Secret Bodyguard

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Romansa-Teen school / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:158.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SunSofy

Sepupunya menyusupkan jin peliharaan keluarga kepada Andrea. Untuk membuat saudaranya itu ketakutan, dan memuaskan rasa cemburunya.

Tetapi, jin bertampang tampan itu malah menjadikan Andrea bos baru yang harus dia lindungi. Bukannya jahat, jin itu bersahabat dengan Andrea. Menjaga, dan memudahkan semua urusan dalam hari-harinya.

Awal masalah ketika jin pengawal rahasianya itu jatuh cinta, dan sikapnya sedikit tidak terkendali, sehingga membuat kekacauan di sekolahnya, lalu berbagai masalah lainnya muncul, membuat Andrea menyadari, mereka berbeda, tidak seharusnya manfaatkan dia yang tidak nyata.

Andrea ingin penjaganya itu bisa terbebas dari kontrak perjanjian dengan leluhurnya, sampai terpaksa berencana untuk menikah muda dengan Gigit, cowok yang memacarinya saja tidak.

Keromantisan Gigit, hanya sebuah fatamorgana. Andrea jadi merasa cenat-cenut sendiri.

Apakah Gigit akan menyatakan cinta kepadanya?
Apakah penjaganya bisa bebas dari perjanjian?

Ikuti sampai habis, kelucuan cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunSofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9 Tugas Matematika

Paginya, di sekolah Andrea terlihat kurang bersemangat, karena semalaman kurang tidur. Keributan teman-teman sekelasnya tidak membuat dia terganggu, asyik membenamkan wajahnya pada tangan di atas meja. Dia mengantuk sekali, dan baru kalang kabut sendiri setelah Ren mengingatkan dia tentang PR matematika.

"Kenapa tidak mengingatkan dari tadi?" protesnya.

"Memang aku alarm?" Ren tidak mau disalahkan begitu saja.

"Aku belum mengerjakan tugasnya, Ren."

Ren mengangkat bahu, tidak mau ikut menanggungnya.

Zellina mencolek punggung Andrea. "Kamu kenapa, Say?" tanya Zellina. "Masih ada buntutnya?" Zellina membahas obrolan kemarin dalam mobilnya.

"Buntut apa?" tanya Ren.

"Itu kemarin si Andre ada buntutnya, ya kan, Ndre?"

"Bisa diam dulu enggak, Zel. Aku lagi bingung nih, bagaimana ini, belum kerjakan tugas matematika." Andrea kelimpungan.

“What? Kena kamu, Ndre!" tumben kali ini Zellina bicara pas. Pas sekali untuk membuat hati Andrea semakin dag dig dug.

“Sumpah, aku lupa banget."

"Kenapa sih? Ketiduran lagi?" tanya Ren. Ren menatap wajah Andrea yang terlihat pucat, kusut masai, seperti habis keliling dunia.

Andrea menggeleng, dia melihat jam di pergelangan tangannya. Lima menit lagi bel ganti pelajaran berbunyi.

"Kemarin ada sesuatu yang terjadi dan bikin bingung.” Andrea mengeluarkan buku matematika dari dalam tas.

“Ada apa?” Ren bertanya.

“Nanti ceritanya, kasih aku contekan Ren, cepat!” Andrea meraba-raba tas milik Ren.

Ren kasihan juga melihat Andrea kalau sampai dihukum Bu Anis. Dia segera mengambil bukunya dari dalam tas.

"Cepat, Ren, kasihan Andrea!" Zellina ikut-ikutan rusuh, dan itu malah membuat Andrea semakin gugup.

"Iya tunggu atuh, ini lagi diambil."

Sayang sekali, sebagian kejadian tidak bisa begitu saja pakai fast motion, sebagian lagi pakai slow motion, untuk membuat Andrea santai mengerjakan tugasnya.

Belum sempat Andrea menyalin, lonceng sudah berbunyi. Dua detik kemudian Bu Anis sudah mengucapkan salam dari pintu kelas.

Andrea mendadak lemas, seluruh persendiannya tidak bertenaga.

Semua murid di sekolah itu tahu bagaimana cara Bu Anis memberi hukuman untuk mereka yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, berjemur di lapangan dengan tulisan sebesar tampah bertuliskan “pemalas".

Bukan hanya itu, perpustakaan dingin pun menantinya menjadi petugas piket selama dua hari berturut-turut.

Andrea paling alergi masuk ruang perpustakaan yang letaknya di pojok sekolah. Selain lembap karena jarang masuk sinar matahari, ruangan itu juga kabarnya telah menjadi sarang makhluk halus yang ingin pintar.

Hanya Fany yang betah di sana membaca berjam-jam, siswa yang lain kerap gerak cepat jika terpaksa meminjam buku. Memilih membaca di luar, atau taman sekolah.

Andrea dan Ren berpandangan. Mereka tarik-tarikan buku yang tengah dipegang bersama. Tentu saja Ren yang menang, karena itu bukunya.

Tanpa berbasa-basi, Bu Anis mulai mengabsen. Sudah seperti kutukan untuk nama yang diawali huruf A, Andrea disebut paling awal.

Dengan sedikit grogi, Andrea mengacungkan jarinya. "Hadir, Bu."

Bu Anis menatapnya, lalu bicara, “sekalian bawa PR kamu dan kerjakan di depan, nanti kita koreksi bersama-sama.” Dia bicara dengan santai, tetapi terasa sangat menghakimi ketika sampai di kuping Andrea.

Andrea jadi berpikir kalau Bu Anis punya indera ke enam, karena mengetahui kalau dia tidak mengerjakan tugas.

"Baik, Bu." Andrea kelimpungan juga, bukunya sampai terjatuh. Bu Anis kembali melanjutkan mengabsen yang lain.

“Sialan, apes apeess!” rutuk Andrea.

"Sabar, Ndre." Zellina berbisik dari belakang. "Nanti aku temani deh piket di perpustakaan," lanjutnya.

“Ayo, Andrea. Cepat kerjakan di depan!” Bu Anis sepertinya mendengar gerutu Andrea.

“Oh, iya. Baik, Bu.”

“Kerjakan saja langsung, soalnya kan ada.” Ren juga berbisik, memberikan Andrea masukan. "Sebisanya saja."

Andrea mendelik, bagaimana bisa langsung mengerjakan, soalnya saja dia belum tulis. Kemarin dia tidak sempat menulis soal, rencananya mau minta dikirim foto soal PR itu ke Ren, tapi semalam lupa gara-gara memikirkan si Dulale alias Dale, cowok terlihat tetapi tidak terlihat.

Ingat cowok misterius itu Andrea jadi kesal. Rahangnya mengatup kuat. Giginya sampai gemeletuk.

“Gara-gara dia, aku jadi begini,” desis Andrea.

“Andrea, ada apa denganmu? Jangan bilang belum mengerjakan PR!” Bu Anis mulai akan memperlihatkan taringnya. Matanya membulat di balik kaca mata.

Tring! Tusuk kondenya bersinar terkena matahari pagi yang menerobos lewat kaca jendela kelas, menyilaukan.

Entah kenapa, di jaman jilbab berkibar seperti sekarang ini, Bu Anis tidak tergerak sedikit pun memakainya agar terlihat lebih Muslimah. Bu Anis masih mempertahankan dandanan seperti itu yang walaupun dibikin elegan, tetap saja agak kontras dengan guru-guru perempuan yang lain. Walaupun dalam acara tertentu dia berkerudung, hanya kerudung yang dilampirkan begitu saja seperti none Jakarta yang sedang kontes.

Kalau soal dandanan saja Bu Anis konsisten, ketegasan dalam mengajar juga sudah pasti sangat konsisten.

Andrea tidak bisa apa-apa lagi untuk mengelak. Dia berdiri, membawa buku matematikanya ke depan. Dia sudah pasrah, bermaksud mau menyerahkan diri saja ke Bu Anis. Sadar dia yang memang salah, tidak membuka satu pun buku pelajarannya semalam.

“Maaf, Bu ... PRnya ....” Andrea membuka bukunya untuk diperlihatkan kepada Bu Anis.

“Kenapa?” Bu Anis yang masih memegang buku absen melihat dulu buku Andrea, memeriksanya sebentar. Kacamatanya diangkat.

“Kamu takut salah? Makanya ayo tulis di papan tulis, kita koreksi bersama-sama,” lanjut Bu Anis, membuat Andrea terbengong. Tugas matematikanya ternyata sudah dikerjakan, tapi kapan? Tugasnya selesai dengan misterius.

Andrea melirik ke arah Ren, Ren melihat heran pada perubahan wajah Andrea.

Sekilas Andrea melirik Zellina yang sedang asyik gigiti ujung pensil. Seketika jantungnya melonjak cepat, karena dia melihat Dale duduk di kursi kosong sebelah Zellina.

Dale melambaikan tangannya. Zellina dan semua penghuni kelas cuek saja, karena memang tidak ada yang melihatnya.

Dia benar-benar jin, batin Andrea sambil menelan ludah.

"Ekhem ...." Bu Anis terbatuk.

Andrea cepat-cepat mengambil spidol, dan menuliskan PRnya di papan tulis dengan pikiran gugup dan cemas mendapati Dale ada di kelas itu.

Bu Anis dan teman-temannya membedahnya, diteliti satu persatu soal dan jawaban yang ditulis Andrea. Dan, ternyata salah semua.

Bu Anis mencoba bijaksana, Andrea mendapat pujian atas usahanya mengerjakan tugas. "Salah atau benar itu tergantung pemahaman kita ketika menangkap pelajaran, tidak apa-apa kurang paham, yang jangan kalian tinggalkan adalah tanggung jawab ketika mendapat tugas. Sudah, kamu duduk, terima kasih sudah mengerjakan tugasnya."

Andrea terselamatkan dari kasus PR matematika pagi itu, meskipun harus dianggap kurang cerdas di depan teman-temannya.

Persoalan tugas rumah selesai, namun hatinya gelisah, di belakangnya, sebelah Zellina, duduk sesosok makhluk astral yang hanya dia sendiri yang melihatnya.

Sampai pelajaran matematika usai, Dale mengikuti pelajaran dengan tertib. Andrea tidak berani menengoknya langsung, dia mencoba memerhatikan Dale dari kaca lemari kelas di depannya, tetapi Dale tidak terlihat di kaca.

Anak-anak menjawab, Dale ikut menjawab, anak-anak menulis Dale ikut menulis. Tidak ada yang menyeramkan dari sosoknya, seperti cowok lain kebanyakan. Hanya dandanannya saja yang beda, masa sekolah pakai baju jawara, sendal terompah, dan ikat kepala.

Tetapi Andrea tetap ketakutan, tengkuk dan punggungnya semakin mendingin.

Andrea terlihat banyak diam, bahkan sebenarnya dia tidak mengikuti pelajaran dengan benar. Hatinya ketar-ketir, dan sekarang sudah mulai merasakan kepalanya sedikit pusing dan perutnya mendadak mual.

Bu Anis sudah memberi salam untuk keluar kelas, ketika Andrea merasa sekelilingnya berputar dan kepalanya tidak bisa ditahan untuk ambruk di atas meja.

"Ndre!" Ren memanggilnya. Beberapa temannya mendekat.

"Kalian bawa ke UKS!" perintah Bu Anis.

Andrea seperti melayang, dia merasa Dale seperti ikut membopongnya.

Selamat membaca, tunggu episode selanjutnya yaa, doain lebih seru 😁

1
Antok Nugroho
muuuaaanteeeb
Handaru Rayyi
rumah sakit jiwa masih buka ngga thor ? mau priksa berasa gila ketawa sendiri
aurel
hai kak aku mau promosikan karya aku ni
" kekasih untuk sahabat ku " yuk mampir dan jangan lupa tinggal kan jejak salam kenal dari liana
Handaru Rayyi
suka thor...
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat Thor, mari saling dukung🙂
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
Kmrudin
lanjut lag thor
Winda Rahayu
Lanjutt kak... aku mampir lagi
Heera Ya
uda aku boomlike sampe sini ya kak

sukses selalu utk karyanya dan semangat bikin karya barunya kak
Susi Ana
jempol hadir,mampir ya
Marcelea ࿐༵
Aku ketinggalan banyak 😱
W.Willyandarin
bagus ceritanya dan seru 👍👍👍
W.Willyandarin
semangat authir
W.Willyandarin
di tunggu karya selanjutnya thor 👍👍👍
Hana Me: Wahh, terima kasih suportnya 😊😊
total 1 replies
Ryn.
season 2 thor
Hana Me: semangat sih, aku baca2 dulu deh, hehe
total 1 replies
IG : Chocollacious
like semua eps yg tertinggal, wah ternyata sdh end ya..
Hana Me: mksihh, iya nihh, bingung lanjutinnya hehe
total 1 replies
Akira ✨
wahh langsung END. S2 dong kakak
Hana Me: iya nihh, bingung hihii ...
total 1 replies
Asni J Kasim
Crazy up kak 💪💪
HeniNurr (IG_heninurr88)
Crazy up lngsung tamat...kereen...dtgu kry debaek slnjutnya akak😉😉
Hana Me: mksiihh, semoga masih bisa, sekarang baca saja dulu dehh
total 1 replies
Wichan606
Mampir ya ke karya terbaru wil

Sky blue lovd🤣
Hana Me: uwoww terbaru, meluncur deh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!