Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resign
Hari ini Freya berangkat ke kantor lebih awal, ia juga menenteng sebuah paper bag yang berisi jas milik Kenzo.
Freya telah memikirkan semalaman bahwa ia harus mengembalikan jas tersebut dan juga minta maaf soal kemarin, ucapan Alana kemarin ada benar nya juga, Kenzo merupakan pemilik Achazia company, kedudukan nya sangat tinggi, Freya lebih baik menjaga sikap daripada harus kehilangan pekerjaan nya yang sangat berharga, gaji di Achazia sangatlah besar bagi Freya, tidak akan ada perusahaan lain yang bisa memberikan gaji sebesar Achazia, hal itu membuat Freya berpikir dua kali jika ingin keluar.
Freya masuk ke dalam ruangannya, ia mengernyit heran saat melihat mejanya sudah di tempati oleh Laila, setau Freya wanita itu berada di bagian pemasaran bukan keuangan. Bahkan saat ini Laila sedang adu mulut dengan Alana dan Romi berusaha memisahkan pertengkaran kedua gadis itu.
Freya sayup-sayup mendengar teriakan Alana yang sedang mengusir Laila dari tempat duduknya.
"Heh Laila, ngapain lo duduk di tempat temen gue, sama pindah ini tempat Freya." ujar Alana berkacak pinggang membuat Laila berdecih pelan kemudian menatap Freya yang baru saja tiba.
"Heh Alana! Gue disini gara-gara di suruh Mbak Dina, kalau nggak disuruh juga ngapain gue ngembat kerjaan orang." ketus Laila.
"Kedudukan kita itu lebih tinggi dari lo, jangan seenaknya aja ya, pasti lo ini ngada-ngada, lo balik lagi aja deh ke deviasi pemasaran, kalau lo disini bisa-bisa lo malah korupsi."
"Jangan asal fitnah ya mak lampir, ada juga lo yang korupsi, liat aja mana mampu lo beli barang-barang sebagus ini kalau nggak korupsi." ujar Laila menunjuk pakaian Alana dari atas hingga bawah.
"Gue kerja keras ya, enak aja orang secantik gue korupsi, nggak level tau nggak!"
"Udah-udah, jangan rebutin gue gitu, gue pasti adil kok sama kalian berdua, senin sampai kamis gue di rumah Alana, jum'at sampai minggu di rumah Laila." ujar Romi dengan kesal, bagaimana tidak kesal mendengar perdebatan keduanya yang tidak kunjung berhenti padahal Romi sudah berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
"Dasar gila!" maki Laila pada Romi yang sedang tertawa.
"Pede banget lo, mana mau gue punya cowok kaya lo, dasar mesum!" pekik Alana sambil menjambak rambut Romi.
Freya langsung menghampiri mereka, Alana langsung menatap ke arah Freya, sedangkan Freya merasa heran kenapa Laila berada disini, bahkan barang-barang Freya sudah di bereskan.
"Ya, liat dia. Dia seenaknya mengambil tempat kamu." ujar Alana menunjuk Laila yang sedang duduk di meja Freya.
"Gue nggak ngambil tempat dia, Freya gue ada di sini karena perintah Mbak Dina, gue nggak tau apa-apa sampai tiba-tiba di suruh nempatin tempat lo yang sekarang Ya." ujar Laila berusaha menjelaskan agar tidak terjadi salah paham antara dirinya dan juga Freya.
"Pasti lo cuma alasan kan." cetus Alana, Freya merasa ada yang tidak beres karena tiba-tiba Laila menempati tempatnya saat ini.
"Aku akan menemui Mbak Dina sekarang juga." ucap Freya.
Freya melangkah dan berjalan ke arah kiri tepatnya di ruang manajer, Freya sempat melewati ruangan Pak Bagas yang sepi, dan tidak ada pria itu disana lalu Freya melanjutkan langkahnya untuk menemuinya Dina.
Freya masuk ke dalam ruangan Manajer bagian Keuangan, yaitu Mbak Dina, wanita itu terlihat sedang fokus dengan layar komputer nya. Freya langsung berdiri di depan meja wanita itu.
"Freya? Ada perlu apa." tanya Dina menghentikan aktifitasnya.
"Maaf Mbak Dina, kenapa meja saya di tempati oleh Laila sedangkan saya masih bekerja disini?" tanya Freya dengan sopan.
Dina menatap Freya sambil menopang dagu merasa heran karena Freya bertanya hal yang sudah seharusnya Freya ketahui.
"Apa kamu nggak tau kalau kamu sudah di keluarkan dari devisi keuangan?" tanya Dina menatap Freya yang terkejut.
"A-apa dikeluarkan?"
Freya merasa shock atas pernyataan Mbak Dina, ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun selama ini bahkan ia cukup tekun dengan pekerjaan nya, kenapa ia di keluarkan seperti ini.
"Maaf Mbak Dina, kenapa tiba-tiba saya dikeluarkan padahal saya tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun bahkan saya tidak pernah telat berangkat ke kantor, ini sungguh tidak masuk akal." ujar Freya dengan tidak percaya.
Dina membuka laci mejanya dan memperlihatkan surat pernyataan bahwa Freya Alessandra resmi resign dari Achazia company. Hal itu cukup membuat Freya terkejut.
"Saya melakukan ini atas perintah Pak Kenzo, Freya apa kamu melakukan sesuatu yang membuat Pak Kenzo tidak senang sampai dia menyuruh saya untuk mengeluarkan kamu dari devisi keuangan?" tanya Dina, biasanya Kenzo tidak akan ikut campur dan akan menyerahkan semuanya kepada Yuda, tapi sekarang malah Kenzo yang mengambil alih semuanya.
Freya merasa resah ia menunduk dan menggeleng dengan keras, apakah Kenzo marah kepadanya soal kemarin karena Freya tiba-tiba keluar dari ruang rapat tanpa perintah Kenzo.
"Mbak Dina, apa Mbak dina tidak bisa membantu saya? Saya mohon Mbak, saya tidak ingin di keluarkan, Mbak dian bisa bicara dengan Pak Kenzo, aku butuh pekerjaan ini, aku mohon".
Freya sudah menarik tangan Dina, ia memohon kepada wanita itu agar dirinya tak kehilangan pekerjaan yang dia impikan ini.
"Saya sangat tau gimana kamu Freya, kamu adalah salah satu karyawan terbaik di bagian Keuangan, tapi maaf saya tidak bisa melakukan apapun karena ini perintah mutlak, mungkin kamu bisa menghadap Pak Kenzo secara langsung." saran Dina.
Freya merasa tubuh nya lemas seketika, kenapa Kenzo melakukan ini padanya, apakah pria itu terlalu membencinya soal kemarin, sungguh sangat keterlaluan.
Saat ini Freya sudah berada di depan ruangan Kenzo, Dina mengantarkan Freya sampai di depan pintu, Freya menarik nafas dan menghembuskannya, bagaimanapun ia harus berani menanyakan langsung kepada Kenzo kenapa ia di keluarkan? Dan apa salah nya sampai di keluarkan?
Setelah mengumpulkan semua keberaniannya Freya lalu mengetuk pintu ruangan tersebut sebanyak tiga kali, saat ketukan yang keempat Freya merasa terkejut karena pintu itu langsung terbuka dan Pak Bagas keluar dari sana, mereka saling berpapasan, Pak Bagas menatap Freya dengan pandangan datar.
"Pak Bagas?"
Bagas menghela nafasnya kasar. "Freya saya sudah coba bicara dengan Pak Kenzo mengenai dirimu, dan tidak membuahkan hasil, sebaiknya kamu coba sendiri, jujur saya tidak mau kau pindah." ujar Bagas dengan berat hati.
Freya hanya menunduk, Bagas tidak bisa membiarkan Freya pindah, secara Freya adalah gadis incaran nya di antara semua gadis yang bekerja di Achazia company, jika bekerja tanpa ada wanita ini pasti rasanya sangat hambar dan tidak semangat.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor