Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Imah Gadis Yang Penuh Gairah Dan Semangat
Melihat Zack saat ini, Imah mendadak kehilangan kata-kata, sesuatu yang hampir jarang Imah alami.
Dimata Imah, Zack masih seperti elang yang bebas terbang mengitari bumi.
Dengan sayap-sayapnya yang gagah terbentang membawanya terbang, mengarungi angkasa yang luas.
Suatu saat ia akan menukik, ia akan kembali turun ke bumi dan menetap di sangkar indahnya.
Kini Zack nampak lebih santai dan nyaman akan kebersamaan mereka.
Sepertinya pria ini juga sering memikirkan Imah dan suasana saat ini sangat menyenangkan baginya.
Saat berbincang, tanpa sadar Zack masih memegang jagung bakar milik nya, sementara jagung Imah telah ia buang karena gosong.
" Kau sudah makan? " tanya Zack mulai menguasai keadaan canggung yang tercipta diantara mereka.
" Tadi sudah makan sosis bakar. " kata Imah sambil tersenyum malu.
Zack yang berdiri didekat Imah, tanpa sengaja tangannya menyentuh tangan Imah.
Imah menunduk, merasakan aliran darahnya seakan mengalir begitu cepat.
Ia merasakan sedikit rasa panas di pipinya.
" Kau belum makan malam? " tanya Zack
Imah hanya menggeleng.
" Keterlaluan sekali! Bagaimana kalau makan daging panggang? " tanya Zack lagi.
Lagi-lagi Imah hanya mengangguk.
Zack meraih daging dari baki yang disediakan, lalu memasangnya pada tusukan.
Zack memanggang daging itu diatas api.
" Jadi, apa kegiatan mu selama ini? " tanya Zack penuh perhatian.
" Aku lulus penerimaan mahasiswa, lalu mulai disibukkan dengan kegiatan kuliah.
Yah.. Begitulah..! " jawab Imah.
Imah tahu semua kegiatan yang Zack lakukan. Ia membaca berita tentang Zack di koran-koran dan ayahnya sering membicarakan Zack.
" Bagus sekali, aku bangga pada mu.
Aku yakin kau akan diterima di Universitas favorit.
Kau seorang gadis yang sangat cerdas, mudah bagi mu untuk memilih universitas yang kau inginkan.! " kata Zack yang mulai bisa bicara panjang lebar.
Ia tidak lagi jadi lak-laki pemalu yang irit bicara.
Ia mulai bisa mengungkapkan isi fikiran nya.
Mendengar pujian dari Zack, sesaat wajah Imah kembali memerah.
Untung suasana malam itu bisa membantu menyembunyikan rona itu dari pandangan mata Zack.
Imah merasa jika saat ini, Zack lebih percaya diri dari beberapa waktu yang lalu, saat pertama mereka bertemu.
Atau mungkin juga karena mereka sudah pernah bertemu sebelumnya, jadi Zack tidak merasa kaku dan canggung lagi.
Imah tidak pernah tahu, jika sebenarnya Zack juga selalu memikirkan nya, sampai Zack merasa begitu akrab dengan sosok Imah dalam fikiran nya.
Ia sering mengingat-ingat Imah dalam benaknya, sampai ia merasa begitu dekat dan bayangan Imah selalu hadir dalam angan-angan nya.
" Apakah kau sering membawa mobil sendiri.? " tanya Zack sambil tetap tersenyum menatap Imah.
" Ayah ku mengatakan jika aku seorang pengemudi yang amatiran, walau sebenarnya aku merasa cukup baik.
Aku lebih baik dari ibuku yang tidak bisa menyetir mobil.
Ibu selalu menghancurkan mobil saat belajar menyetir karena sering menabrakkan mobil yang dikendarai nya."
Ujar Imah panjang lebar sambil membalas senyuman Zack.
" Kalau begitu, kau sudah siap untuk pelajaran terbang.
Aku akan pindah ke Jakarta akhir tahun depan setelah menyelesaikan kontrak kerja ku.
Aku akan menjadi konsultan pada suatu proyek bersama Denis. "
Imah merasa senang mendengar apa yang Zack sampaikan, ia senang Zack akan pindah ke Jakarta.
Imah merasa bodoh, tak ada alasan untuk memikirkan bahwa Zack akan menemuinya kembali.
Zack pria dewasa yang sudah berusia hampir tiga puluh tahun, yang sukses luar biasa dalam bidangnya.
Sementara Imah hanya seorang gadis belia yang baru mulai masuk kuliah.
Ia belum memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan.
Pertemuan kali ini, ia telah mengetahui siapa Zack, ia makin terkesan dari pada saat pertama kali mereka bertemu.
Tapi kali ini justru Imah yang merasa malu.
Zack bersikap lebih santai daripada di acara amal malam itu waktu pertama kali mereka bertemu.
" Kapan kau mulai masuk kuliah, Imah? "
Tanya Zack, seolah Imah adalah adik perempuan Zack.
Sama seperti Imah, Zack memiliki saudara yang tinggal bersama orang tuanya. Itu salah satu persamaan Zack dan Imah.
Zack menceritakan pada Imah, bahwa sesungguhnya mereka bukan orang tua kandung Zack.
Kedua orang tua Zack meninggal saat Zack masih bayi dan ia dibesarkan oleh sepupu ibunya.
Dengan jujur, ia tidak menyukai mereka karena mereka hanya ingin harta peninggalan orang tua Zack, mereka pun tidak menyukai Zack karena takut Zack akan menuntut harta orang tuanya.
Adik yang dimaksud Zack adalah anak dari paman dan bibinya.
" Minggu depan aku sudah masuk kuliah kembali. " jawab Imah.
" Tentu sangat mendebarkan dan juga menyenangkan saat pertama kali masuk kuliah. " kata Zack sambil menyerahkan daging yang tadi dipanggang nya.
" Tidak begitu mendebarkan, seperti saat dirimu melakukan penyelamatan pada sebuah pesawat.
Aku melihat berita mu di koran-koran.! "
Zack tersenyum saat Imah mengatakan itu, ia merasa sedikit tersanjung ketika Zack tahu jika Imah mengingatnya.
Rupanya mereka saling mengingat dan saling memikirkan, tapi mereka merasa malu untuk saling mengakui semua itu.
" Ayahku sangat mengagumimu.! "
Zack ingat, betapa tertariknya ayah Imah ketika mereka bertemu, dan mengetahui siapa Zack sebenarnya.
Tidak seperti Imah yang hanya menganggapnya sekedar teman yang menyenangkan, dan Imah tidak pernah menyangka jika Zack seorang pilot yang terkenal.
Mereka menghabiskan daging panggang bersama, duduk di sebuah kayu tak jauh dari api unggun.
Mereka mengambil kopi dan juga es krim sebagai teman mereka ngobrol.
Teman-teman Imah juga sudah berkumpul dengan membuat kelompok masing-masing, begitupun dengan kakak Imah yang terlihat sedang bergurau dengan teman-teman nya.
Entah apa yang mereka ceritakan, mereka tampak tertawa bahagia sambil makan jagung bakar yang ada ditangan mereka.
Sesekali terlihat jika kakak Imah memandang kearah mereka, mungkin merasa heran karena Imah terlihat akrab dengan seseorang yang tidak dikenalnya.
Ya..! Kakak Imah memang mengenal hampir semua teman Imah, karena Imah tidak terlalu suka bergaul dengan pergi keluyuran seperti teman-teman nya.
Imah lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah setelah menyelesaikan kegiatan disekolah.
Kedua kakak Imah sangat memperhatikan adiknya itu, mereka selalu menjaganya walaupun secara tidak langsung.
Imah adik perempuan satu-satunya bagi mereka, yang harus mereka sayangi dan mereka lindungi.
Zack meneguk kopinya sambil memperhatikan Imah yang sedang memakan es krim nya.
Imah makan es krim yang disajikan dengan menggunakan cone, hingga es krim nya meleleh dan banyak yang menetes.
Zack sangat senang memandang wajah Imah, Imah begitu muda dan cantik, terlihat penuh gairah dan semangat.
Ia seperti seekor kuda poni muda yang lincah, melompat-lompat, berjingkrak-jingkrak dan menggoyangkan surai yang ada di tengkuknya.
Belum pernah Zack membayangkan bisa mengenal gadis muda seperti Imah.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏