NovelToon NovelToon
Because I Love You

Because I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka July

"Baiklah saya langsung saja, saya Dean D, umur sembilan belasa tahun saya cerdas dan cantik, saya juga orang yang setia." gadis itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut dan suarah yang mantap, Hermawan mengangguk sembil menahan senyumnya karena gadis itu sangat percaya diri.

'Apa hubungannya denganku?' pikir Hermawan, mencoba bersikap biasa saja, walau sebenarnya dirinya ingin tertawa sekeras-kerasanya, gadis kecil itu sangat mengemaskan.

"Saya datang kesini untuk melamar anda Hermawan untuk menjadi suami saya." gadis itu tersenyum setelah mengatakan hal itu senyum yang sangat lembut.

Hening sesaat.

'Apa aku di lamar gadis ini?' Hermawan melongo sesaat kemudian tertawa lepas. "Hahahah, anda salah orang nona, saya tidak mengenal anda dan saya tidak tertarik pada anda." Jawab Hermawan sambil tertawa bahkan memengangi perutnya, yang mulai terasa sakit, beberapa cairan keristal mulai muncul di sudut mata Hermawan, laki-laki itu tertawa sambil mengelap air matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Permintaan

Hari ini adalah hari minggu Hermawan berencana untuk bangun siang tapi niatnya segera ia batalkan menginggat Dean, ya wanita itu harus sarapan tepat waktu, ia tidak ingin Dean sakit lagi, dengan segera ia melangkahkan kaki ke arah dapur.

Dean terlihat sibuk dengan kain lap dan sapu di tangannya, sebenarnya ini pertama kali ia melakukan bersih-bersih, bahkan dalam hidupnya ia tidak pernah bersih-bersih semua sudah di lakukan asisten rumahnya.

“Apa yang kamu lakukan?” Hermawan segera berjalan menarik sapu di tangan wanita itu,

“Aku berencana membersihkan apartemenmu, perasaan semenjak aku tinggal di sini kamu tidak pernah beres-beres dan di sini tidak ada pembantu.

Benar yang di katakan Dean sudah seminggu Hermawan tidak membersikan apartemennya dan dia tidak pernah menyewa pembantu.

“Aku membersihkannya setiap akhir pekan atau saat aku libur, jadi hari ini adalah jadwal ku membersihkan apartemen ini dan kamu tidak harus melakukannya, kamu sedang sakit.” Hermawan menjelaskan sambil mengembalikan sapu pada tempatnya.

“Tapi aku, tidak apa-apa!” Dean protes sambil mengikuti langkah Hermawan, laki-laki itu membalikan tubuhnya hingga jarak antara Dean dan Hermawan cukup dekap, Dean beruntung ia memberhentikan langkahnya di saat yang tepat jika tidak mungkin Dean akan membentur tubuh laki-laki itu.

“Aku akan melakukanya setelah kita sarapan.”

****

Setelah sarapan Hermawan sibuk dengan sapu dan lap ia membersihkan semua sudut ruangan dengan telaten, sesekali Dean melirik apa yang laki-laki itu lakukan.

“Kamu belum membersikan itu!” Dean menunjuk sebuah meja lampu kecil di dekatnya, gadis itu seperti ratu dari tadi hanya menunjuk apa yang belum laki-laki itu bersihkan.

“Iya, dasar cerewat, sudah nonto saja, jangan mengangguku.” jawab Hermawan yang terlihat kesal, dia sudah cukup lelah untuk berdebat dengan Dean yang tidak berhenti memprotes kinerjanya dalam membersihkan apartemen itu.

“Salah sendiri tidak mau ku bantu.” gumam wanita itu.

***

“Kamu bauh keringat!”

Dean membuka suara hnya melihat Hermawan yang duduk di sampingnya sambil mengipaskan tanganya ke arah leher dan dadanya, baju laki-laki itu terlihat basah karena keringat, Dean tahu laki-laki itu sangat lelah, walau apartemen itu tidak terlalu besar tapi nyatanya Hermawan butuh waktu satu jam lebih untuk membersihkan setiap bagian apartem itu, kecuali kamar Dean, karena tadi Dean membersihkanya sendiri sebisanya.

“Tentu saja berkeringat, apa kamu tidak lihat apa yang baru saja aku lakukan?” Hermawan kemudian menegak segelas air putih di atas meja.

“Hei itu punyaku!” Dean protes.

“Seharusnya kamu menyiapkan minuman untuk suamimu ini, aku sudah lelah membersihkan apartemen ini.” laki-laki itu bersandar di sofa, sambil menyisir rambutnya yang basah karena keringat mengunakan jari tanganya.

“Apa sekarang kamu menganggapku istri?”

Hermawan hanya terdiam saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Dean secara tiba-tiba, sepertinya tadi dia salah bicara sehingga Dean salah pahm sekarang.

Dean tersenyum saat melihat perubahan raut wajah Hermawan yang mendadak kaku, wanita itu merasa hatinya terasa sedikit sakit, laki-laki ini tidak boleh melakukanya. Dean takut akan jatuh cinta pada Hermawan, sedangkan laki-laki itu sudah memiliki wanita yang ia cintai yaitu Aulia.

Hermawan berdehem setelah diam selama lima detik, ia terlihat bisa menguasai dirinya, Dean seharusnya tidak mengatakan hal itu, ia benar merasa berkhianat terhadap Aulia saat ini.

“Apa kamu tidak suka aku berkeringat?” laki-laki itu kembali ke topik awal pembicaraan mereka, mencobah mencairkan kembali suasana yang sempat canggung beberapa saat.

“Tidak, aku tidak keberatan, kenapa kamu tidak main basket atau lari di taman? Bukankah disini ada taman kecil.”

Dean ingat ia pernah pergi ke taman itu sebelum pingsan karena kelaparan, dan setelah itu ia berakhir di rumah sakit dan entah siapa yang membawanya ke sana ia sudah melihat Paman dan bibinya saat sadar.

“Tidak, hari ini aku sangat repot, aku harus menyiapakan sarapan untukmu kemudian membersihkan rumah, lalu ke supertmarket untuk membeli persediaan makan.” Hermawan menjelaskan jadwal yang sudah dia atur tadi malam.

“Apa aku boleh ikut? aku ingin membeli biskuit, untuk menganjal perutku dan aku akan mengabulkan apapun permintaanmu jika kamu mengajakku.” Dean tersenyum.

“Apapun?” Hermawan berpikir sambil menatap Dean, wanita itu mengangguk cepat.“Apa kamu bisa membawah cinta pertamaku? setelah itu kita bercerai?” Hermawan tersenyum jahil sebenarnya ia hanya ingin mengerjain Dean.

“Aku akan mengabulkannya, jika kamu benar-benar menginginkannya.”

***

Dean benar-benar seperti anak kecil, ia menatap tumpukan biskuit yang ada di rak dengan mata berbinar-binar, tangan mungil Dean memasukan banyak biskut kesukaannya ke dalam teroli yang di dorong Hermawan, bahkan Dean terlihat seakan ingin memborong semua biskuit yang ada di sana.

“Apa kamu hanya akan memakan biskuit sepanjang hidupmu? Apa tidak ada yang lain yang bisa kamu masukan kedalam teroli ini?” Hermawan mengejek sudah lebih sepuluh bungkus biskuit di sana dengan berbagai macam rasa.

“Ada, ini!“

Dean memasukan buah pisang kedalam teroli, laki-laki itu hanya menarik napas dalam, ia mendorong teroli itu pergi kebagian bumbuh-bumbuh dan sayuran, ia memilih beberapa bahan di sana “Setelah ini kita akan pergi kebagian daging.” Hermawan memberitahu tujuan mereka, Dean hanya mengangguk.

“Awas!” Hermawan menarik Dean saat seorang anak kecil mendorong teroli dengan kencang sambil menaikinya seperti sketbort.

“Kamu tidak apa-apa?” laki-laki itu menatap Dean yang tampak membeku, dengan cepat ia melepas tanganya dari lengan gadis itu.

“Maafkan aku.”

“Aku, tidak apa-apa, terimakasih.” Dean berucap sambil melangkahkan diri menujuh bagian daging meninggalkan laki-laki itu.

***

“Aku yakin hari ini kamu akan senang di kantor.” Dean tersenyum sambil menimati buburnya.

“Kenapa kamu yakin sekali?” tanya Hermawan bingung, sambil menyantap sarapanya.

“Tentu saja aku yakin, aku akan melakukan apapun yang membuatmu senang, karena kamu sudah baik padaku, dan aku sudah berjanji bukan?” Dean menjawab dengan yakin.

“Sudah cepat minum obatnya, aku berangkat dulu, saat makan siang aku akan pulang.” Hermawan beranjak meninggalkan meja makannya.

Dean mencuci piringnya dengan semangat selama seminggu hal pertama yang ia bisa lakukan adalah mencuci piring.

***

“Dad, apa aku melakukan hal yang benar? Aku hanya ingin dia bahagia, ia terlalu baik, aku takut aku jatuh cinta padanya dan ia akan benci padaku,”

Dean menatap poto ayahnya, ia kemudian membuka buku tulisnya, ia kembali mengoreskan semua kejadian yang terjadi hari ini, ia juga mengambar sebuah wajah kartun seorang wanita yang terlihat tersenyum, sambil memeluk seorang laki-laki yang ia rindukan “Semoga kalian bahagia.”

1
Katherina Ajawaila
waaaauuu, kejadian yg aneh aja 🙂
Wahyuni Yuni
Luar biasa
ICA
Menurut aku si hermawan nya ngg SEkejam itu sma si DEANNYA karna dean pun apa apa ngg bisa terkecuali si hermawan ada maki2 si deannya baru itu kejam flasback sma kejadian sebelum nya aja cara mereka ketemu smpai menikah kurasa masij normal aja nma jga orang yg ngg kita kenal tiba ajak nikah gimana perasaan klian ngg mingkin dong langsung akrab gitu aja
Hanifah Henny
paragrafnya buat sakit mata gk ada spasinya
Agle
Luar biasa
PANJUL MAN
suka skali ceritanya walaupun bacanya sambil kesal liat tulisannya tapi bikin penasaran
Nancy Bondan
Luar biasa
Fafaaa
👍🏻👍🏻👍🏻
Gita Risnawati
ko sakit yaa
Gita Risnawati
harus banget kya gitu ya dean??
Gita Risnawati
haduuhhh si wawan
Gita Risnawati
ko mau ya wawan masakin, nikahnya kan d jebak
Gita Risnawati
apa wawan gx penasaran sma dean sebenernya siapa yaa??
Gita Risnawati
gemes banget ama dean
Gita Risnawati
dean dean,...
Gita Risnawati
dean²,....
Gita Risnawati
haduh ada² aja dean
Gita Risnawati
baru baca 1 bab, kayaknya seru, jdi penasaran
FUZEIN
Dah tahu yg dtolong masa lalu...masih juga lupa dengan masa depan...wawannn ni..ishhh
Dewi Kurniawati
bagus walau akhirnya membosankan...🙇‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!