NovelToon NovelToon
The Boss Dirty Affair

The Boss Dirty Affair

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Playboy / Tamat
Popularitas:204k
Nilai: 5
Nama Author: cahyaaaa

Berawal dijebak oleh teman sekelasnya, Anindira— gadis cantik idola kampus melakukan one night stand dengan orang asing. Menerima cacian begitu banyak orang. Image baik yang selama ini ia bangun seketika runtuh. Merasa hidupnya sangat berantakan. 5 tahun kemudian—akhirnya Anin diterima di perusahaan besar. Namun karena satu kesalahan lagi—bosnya meminta dirinya menjadi selingkuhan.

Kelvin Stewart adalah seorang CEO dari perusahaan REXTON. Selama 2 tahun telah menjalani pernikahan dengan wanita. Sampai datanglah seorang wanita yang membuatnya tertarik. Anindira—karyawan baru yang membuatnya terobsesi.

“Apa kau ingin bercinta denganku malam ini?”

Gila sangat gila—bosnya mengatakan hal itu disaat perayaan pernikahannya yang ke dua tahun. Anin terdiam tidak mengiyakan atau menolak ajakan gila bosnya.

Lebih parah lagi, semenjak kejadian itu Kelvin memaksa Anin menjadi selingkuhannya. Bagaimana kelanjutkan kisah mereka, yuk langsung baca!

❗update setiap hari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahyaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

Semua orang yang bersisihan dengan Kelvin pasti tahu—bosnya itu sedang tidak dalam ranah berbaik hati. Sekalipun tidak menjawab sapaan beberapa pegawai. Kelvin hanya menunjukkan raut datarnya sembari terus berjalan masuk ke dalam lift. Aura dingin yang terpancar darinya—sekarang semakin parah. Biasanya meski dingin—Kelvin kerap kali mengangguk setiap ada pegawai yang menyapanya.

Kini untuk sekedar melirik orang saja rasanya sangat malas. “Tunggu,” ucapnya pada Orland, Sekretarisnya.

“Kenapa, Sir?” tanya Orland bingung. Ia hendak menekan lantai pimpinan tapi Kelvin menghentikannya.

“Lantai dua.”

“Apa anda ada urusan mendadak?”

Kelvin menatapnya tajam. Orland hari ini terlalu banyak bicara. “Cepat.” Akhirnya Orland menekan tombol bertuliskan angka dua.

TING

Kelvin keluar lift diikuti oleh Orlan di belakangnya. Saat baru pertama kali menginjakkan kaki di lantai Devisi Administrasi—matanya langsung menyisir ke penjuru ruangan. Dirasa tidak menemukan seorang wanita yang ia cari. Kelvin langsung masuk ke dalam ruangan kepala Devisi Administrasi.

“Ada pegawai yang tidak masuk?” tanya Kelvin yang langsung masuk ke dalam ruangan Riana.

Awalnya Riana kaget karena ruangannya langsung terbuka tanpa diketuk. Tapi dirinya tidak bisa marah karena bosnya sendiri yang melakukan hal tersebut. “Ada dua—Sir.”

“Siapa?”

“Anindira dan Leonard.”

“Kenapa?” Intrograsi pada Riana terus berlanjut. Kelvin terus mencecar pertanyaan pada bawahannya itu.

“Leonard dan Anindira sama-sama ijin karena sakit,” jelas Riana.

“Sakit apa?” pertanyaan sangat detail yang sangat jarang dilontarkan oleh bos. Sangat perhatian sekali sampai sampai bertanya penyakit apa yang sedang melanda pegawainya.

“Saya tidak tanya pada mereka—Sir.”

Kelvin uring-uringan. Membanting pintu Riana dengan keras membuat seluruh pegawai di sana menyaksikan perbuatannya yang marah-marah tidak jelas. Akhirnya Kelvin kembali—memasuki lift kembali. Sampai diruangannya—ia langsung menyugar rambutnya kasar.

Membuka ponselnya—mengirim beberapa pesan pada Anidira. Tidak sampai di situ—Kelvin juga menelepon berpuluh-puluh kali tapi tetap saja panggilannya tidak terangkat. Berdecak kesal—Anindira pasti dengan sengaja mematikan ponselnya agar tidak bisa dihubungi siapapun.

“Apa jadwalku padat hari ini?” tanyanya pada Orland.

“Pagi sampai siang anda tidak ada pertemuan sama sekali. Setelah makan siang—ada pertemuan dengan klien dari Jepang. Pembahasan proyek yang sedang berjalan akan dilakukan nanti sore.  Kunjungan ke perusahaan cabang dijadwalkan besok.”

“Majukan semua jadwalku. Kosongkan jadwalku siang sampai sore.”

“Tapi—Sir, anda sudah berjanji bertemu klien dari Jepang nanti siang.”

“Aku tidak peduli—itu tugasmu.” Kelvin acuh duduk dikursinya.

Orland memang harus melakukan tugasnya. Melakukan negosiasi pertemuan dengan klien tidak mudah. Memerlukan energi dan kesabaran ekstra. Meski sebagai pimpinan Kelvin sangat menyebalkan tapi tidak dengan menggaji pegawainya. Semua pegawai Rexton sejahtera dengan gaji jauh di atas rata-rata UMR.

Pukul 13.00 pekerjaan selesai. Namun ada sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Pesan dari orang tuanya. “Temui Mommy malam ini di Restoran.” Jarang sekali orang tuanya menghubunginya—apalagi sampai meminta bertemu.

Tidak ada yang bisa mencegahnya pergi. Kelvin mengendarai mobilnya sendiri. Hapal betul alamat yang ingin segera ia datangi. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Beberapa mobil telah berhasil diselipnya. Pasti banyak pengemudi lain yang menyumpah serapahi dirinya.

Sampai di sebuah gedung Apartemen. Kelvin memarkirkannya tepat di depan. Lalu turun segera. Menghampiri post penjagaan. Ada dua petugas keamanan yang bertugas di sana—salah satunya menghisap rokok santai sembari bermain ponsel.

“Nomor berapa Apartemen Anindira?” tanya Kelvin pada bapak itu.

Bapak itu menatap Kelvin dari atas hingga bawah. “Maaf—pak. Saya tidak bisa memberitahu informasi pribadi orang yang tinggal di gedung Apartemen ini.”

Kelvin mengeluarkan dompetnya. Memberikan lima lembar uang berwarna merah. “Beritahu saja. Saya tidak bermaksud jahat.”

“Tap—“

Kelvin mengeluarkan uangnya lagi. Kali ini sepuluh lembar uang berwarna merah. Tidak cukup sampai di situ, ia mengambil sisa uang yang berada di dompetnya. Lima lembar uang berwarna biru—Kelvin memberikan seluruh uangnya yang berada di dompet.

“Katakan—di mana Anindira.”

Kedua penjaga Apartemen itu saling menatap kemudian mengangguk pelan. Mengambil peluit di lehernya lalu meniupnya dengan kencang. Sekitar tiga penjaga mulai berdatangan. Kelvin yang melihat itu hanya terdiam kebingungan. Tak pernah disangkanya—lima penjaga itu langsung menangkap dirinya. Memegang kedua lengan kanan dan kirinya.

“Pasti kamu yang selama ini meneror wanita-wanita penghuni Apartemen. Kamu mau mencoba mengecoh kami. Kamu tidak akan lepas,” ucap salah satu penjaga yang mempunyai kumis lebat itu nampak puas telah menangkap Kelvin.

Kelvin yang tidak terima berusaha memberontak. “Apa-apaan! Saya bukan penjahat. Saya hanya mencari Anin. Saya mau bertemu dengan wanita saya.”

“Halah wanita saya. Pasti kamu juga ‘kan orang yang mencuri pakaian dalam di Apartemen sini. Mengaku saja sebelum saya serahkan ke kantor polisi,” tuduh penjaga itu.

“Kalian tidak mengenal saya—saya bisa menuntut balik kalian sekarang juga.”

Ancaman Kelvin tidak berarti apa-apa. Penjaga itu memegang kedua bahunya. “Penjahat gak akan mengaku. Kasihan mana masih muda lagi. Seharusnya kamu itu bekerja keras supaya kaya. Supaya bisa menikah dengan wanita cantik. Jangan malah meneror wanita cantik di sini. Mereka malah gak suka sama kamu.”

Sial! Kelvin tidak diberi kesempatan bergerak sedikitpun. Tiga orang penjaga itu terlalu keras menahannya. “Lepaskan saya—saya bukan penjahat. Kalau tidak percaya panggil Anin saja.”

“Neng Anin keluar dari tadi siang. Jika kamu memang mengenalnya—kamu sudah tahu keberadaannya.”

Tubuh Kelvin didudukkan Kelvin di post keamanan. Hari ini memang benar-benar menyebalkan. Kelvin menerima tatapan kasihan dari orang-orang. “Biarkan saya menelepon orang yang bisa membuktikan saya bukan penjahat.”

“Hei jangan terlalu kejamlah—dia masih terduga. Bisa jadi bukan dia.”

“Tapi kemarin kata Tirto orang yang pura-pura tanya pakaiannya rapi kayak orang bener. Tapi apa? Pas ke dalem malah bobol Apartemen cewek. Malah maling daleman lagi.”

“Tapi bisa jadi bukan dia,” penjaga yang membela Kelvin itu masih kekeh dengan pemikirannya. “Biarin dia membuktikan diri tidak bersalah. Sekalian nunggu Tirto ke sini. Di sini cuma Tirto yang tahu dia pelakunya atau bukan.”

“Yasudah.” Akhirnya para penjaga melepaskan ikatan tali pada Kelvin. Mereka membiarkan Kelvin menggunakan ponselnya.

Menghubungi Sekretarisnya—Kelvin berusaha menjelaskan apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Tak lama Orland langsung datang ke gedung Apartemen Kelvin berada. Namun bagi para penjaga itu tidak cukup dengan keberadaan Orland. Mereka masih mencurigai Kelvin sebagai penipu yang handal.

“Ini kartu nama tuan Kelvin Stewart dan kartu nama saya, Orlando.” Memberikan kartu nama yang bertuliskan jika Kelvin seorang CEO dari Rexton dan dirinya yang merupakan Sekretaris. Mereka semakin tidak percaya. Rexton adalah perusahaan besar yang pemimpinnya tidak pernah tampil dipublik sehingga sering kali dijadikan tameng seorang penipu.

1
Farika Willesden
seru certnya
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
L2h
Kecewa
sandi Gelau
Kevin ttp setia..Anin sudah bnyk menderita..
joyji
Anin, menjijikan,,,sdh tungn,,,TPI masih berjuang bdn tanpa status
Mawar berduri
trima kasih ats karyanya. bkn sesuatu yg mdh unt membuatnya. terus berkarya & semangatttt
rifeelya
ga ush kerja anin🤣🤣
rifeelya
semangat thor
Suci Bobihu
cerita yg sangat menarik
zahra adzra
aku seneng banget critanya
Ranze_Shuun😊☺️
kasihan Kevin jngn" kebalik itu Jayden yg anak kandung kevin anak haram😭😭😭
Dimas Ainun
bagus
Dimas Ainun
bagys banget ceritanya tapi sedikit kecewa sih emang gak ada kelanjutannnya
Thia Alyfia
entah knp d part ini aq jd ilfeel sm skp anin yg plinplan san sini d layani hummpt😡
Thia Alyfia
ktax cinta sm anin&mau berubah,,eh c calvin mlh tmbh parah bercinta ddepan anin&gtau tempat lgie hadeeeh🙈
AjmiL
iya .. apakah Jayden tau dia masih virgin gak .. takutnya yaaahhh tidak bisa diprediksi ini belum saatnya 😂
Nur Keisha
aku kesal sma anin
Happiness_: wkwk yg sabar kak😅
total 1 replies
Happiness_
sama kak, gapapa sih menurutku sama yang penting ceritanya beda
Chindy Miracle
Sampul The Boss dirty affair dg Kamu milikku mirip ato sama yak??
Sarry Okto
ga suka dgan sikap s Anin perempuan sok suci tu, ga tau d untung... padahal s Kevin dah banyak bantu dya, dasar perempuan tidak tau bls Budi.
sudah cukup Thor cari wanita yg lebih baik dari tu s anin. memang d kiranya perempuan Dy doank yg bagus..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!