"Bercerita tentang kisah Adel seorang mafia yang mengalami sebuah kecelakaan dan menyebabkan dia lupa akan segalanya."
Adelia yang kehilangan ingatannya membuatnya melupakan kehidupan dunia gelap yang ia miliki.
Kehidupan Adelia dimulai saat ia menikah dengan CEO bernama Adrian, pernikahan yang bermula dengan sebuah perjodohan sangat sulit menimbulkan rasa cinta.
Akankah Adelia akan meninggalkan Adrian?
Semua kisah masalalu akan muncul menghantui Adelia bagaikan mimpi buruk. Akankah Adelia bisa mengingat kembali masalalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09
Adelia kini tersadar dari lamunan panjangnya.
Ia sangat merindukan sosok Ayah yang selalu menemaninya setiap hari. Ia merindukan Ayahnya yang setiap saat menyayanginya, dan selalu memberikan kebahagiaan untuknya. Adelia rindu dengan itu semua.
Kini Adelia duduk sendirian di halaman depan rumahnya yang sederhana. Rumah yang sangat banyak kenangan indah bersama sang Ayah. Ya, kini Adelia masih tinggal di rumahnya, bukan ikut Nyonya Wina ke rumah besarnya. Karena sebuah alasan yang masuk akal. Mengingat Adelia dan Adrian belum resmi menikah, dan Adelia tidak mau tinggal satu rumah dengan Adrian. Karena Nyonya Wina selalu berpergian ikut suaminya kemampuan dia pergi.
*****
Adelia bosan dengan kesepian ini, lalu memutuskan untuk berjalan keluar rumah.
Sekedar untuk jalan-jalan santai menikmati udara segar di pagi hari. Dengan segera melangkahkan kakinya menuju kamar, untuk berganti pakaian. Setelah itu baru berangkat.
Tak lupa mengunci pintu rumah. Agar aman, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, di sebuah perusahaan.seorang pria sedang menatap serius ke layar laptopnya. Menandakan bahwa dia adalah orang yang sibuk akan pekerjaannya. Ditemani kedua orang kepercayaannya yang juga berada di satu tempat yang sama. Hanya berbeda mejanya saja.
Adrian bekerja dengan tidak fokus, ia masih memikirkan seorang gadis yang bernama Adelia. Sedang apakah dia disana, apa dia baik-baik saja seorang diri. Sok-sokan menolak tawaran Mama. Padahal Mama sudah berbaik hati dengannya menawarkan tempat tinggal dengan gratis.
Adrian kini segera tersadar, ngapain dia memikirkan gadis itu. Gadis yang sangat keras kepala menurutnya. Seketika mood Adrian kini berubah buruk. Ia jadi tidak fokus terhadap apa yang harus dikerjakan hari ini.
"Huft ..."ucap Adrian dengan pelan.
Mendengar tuannya seperti itu membuat jimy dan Alex segera bertanya kepada Tuannya.
"Tuan, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Jimy.
"Menurut kalian, apa yang akan kalian lakukan jika dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak di cintai secara cepat?" tanya Adrian mengabaikan pertanyaan dari Jimy.
"Kami tentu saja akan melakukan segala cara untuk menolaknya Tuan." jawab Alex cepat.
"Apa alasannya." tanya Adrian penasaran.
"Yang pertama hubungan yang dilakukan dengan terpaksa itu tidak akan baik untuk kedua belah pihak. Apalagi tidak saling mencintai satu sama lain." jelas Jimy.
"Tapi cinta bisa datang dengan seiring berjalannya waktu. Entah dalam waktu dekat ataupun lama. Tergantung dari diri kita masing-masing mampu membuka hati apa tidak." sambung Alex.
"Benar juga yang kalian katakan. Apa menurut kalian keputusan ku menikahi gadis itu adalah pilihan yang tepat?" tanya Adrian lagi.
"Menurut saya, anda sudah benar Tuan, mengingat Nona Adelia adalah gadis pilihan dari Nyonya Wina. Saya bisa melihat bahwa Nona Adelia adalah gadis baik." jawab Jimy dan Alex serentak.
Sontak Adrian tertawa terbahak-bahak.
Membuat Jimy dan Alex bingung, ada apa dengan Tuan nya.
"Kalian sangat kompak dan lucu.
Jika aku bertanya selalu saja menjawab secara bersamaan. Apa kalian ini memiliki pemikiran yang sama?" Tanya Adrian
Jimy dan Alex saling pandang kemudian teringat bahwa tidak hanya sekali dua kali atas kekompakan mereka. Sudah sering sekali mereka sangat kompak dalam hal apapun. Akankah mereka ini sudah bersama setiap harinya membuat hal itu terjadi.
"kami tidak tahu, Tuan." jawab jimy pelan
"Yasudah lanjutkan pekerjaan kalian, biar segera selesai dengan cepat." titah Adrian.
"Segera kami kerjakan Tuan," jawab Jimy dan Alex kemudian segera kembali ke meja masing-masing.
*****
Adelia kini masih menikmati udara segar di pagi hari. Ia berjalan melangkahkan kakinya ke sebuah taman bunga yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Adelia duduk di sebuah kursi panjang sambil menikmati pemandangan indah di depan matanya. Sangat indah dipandang mata. Taman ini sangatlah ramai. Ada juga remaja sebaya dengannya hanya untuk sekedar berfoto dengan bunga-bunga cantik tersebut.
Bunga seringkali disimbolkan sebagai sesuatu yang indah. Karena keindahannya, bunga jadi hal yang sangat dikagumi dan disenangi oleh banyak orang. Bunga juga sering digunakan dalam berbagai momen manis dan berharga, seperti pernikahan. Tidak sekedar indah dan wangi, bunga ternyata juga menyimpan makna. Makna di balik kata-kata bunga dapat memperindah suasana. Bunga tak pernah gagal dalam menunjukkan keindahan. Dalam kata-kata bijak bunga yang indah juga memberikan banyak makna. Bahkan jika diresapi, makna di balik kata-kata tentang bunga juga bisa jadi pelajaran hidup yang berharga. Tidak salah jika bunga, jadi hal indah yang begitu disukai.
Ah malah jadi bahas bunga author ini heheh yuk lanjut ke cerita.wkwkwkw
Setengah jam berlalu, Adelia beranjak dari tempat duduknya. dan segera melangkahkan kakinya untuk segera pulang. Seperti biasa diperjalanan pulang tidak ada satu orang pun yang mengenalnya disana. Membuat Adelia kembali bersedih hidup seorang diri ternyata tidak enak. Sejenak ia penasaran akan kehidupan masa lalunya. Andaikan ia memiliki satu teman saja di kota ini pasti ia akan sangat bahagia. Bisa mempunyai teman bercerita dan ada juga yang menemaninya dalam keadaan suka maupun duka. Tapi itu hanya sebuah khayalan semata, nyatanya ia tidak memiliki teman. Sungguh miris sekali kehidupannya. Tapi harapan kedepannya semoga ada yang mau berteman dengannya.
Adelia berjalan sambil melamun, tidak menyadari bahwa ada jalan berlubang di depannya. Sehingga tidak dapat dihindari lagi ia menginjakkan kakinya disana. Hingga ia kehilangan keseimbangan kemudian terjatuh.
"Arrgh..." Adelia meringis pelan.
Kakinya kini sedikit lecet, akibat kecerobohan dirinya sendiri. Harusnya ia memperhatikan jalan di depannya tadi, bukan malah melamun. Adelia berdiri dengan pelan kemudian melanjutkan langkahnya dengan begitu kesal.
Tidak butuh waktu lama Adelia sudah sampai. Dibukanya pintu dan segera melangkah masuk. Tidak lupa menutupnya kembali. Setelah itu Adelia pergi ke dapur untuk sekedar minum. Lalu ia merasakan bahwa ia sangat lapar karena tadi pagi ia belum sarapan. Ia segera memasak dengan sederhana untuk sekedar mengisi perutnya yang keroncongan minta diisi. beruntung masih ada persediaan telur di dalam kulkas.
Adelia segera memasak telur dadar yang sudah menjadi makanan sehari-hari untuknya selama ini. Bakat memasaknya juga hanya bisa untuk memasak telur. Itupun Tuan Wijaya yang mengajari Adelia masalah masakan. Tuan Wijaya begitu sabar mengajari Adelia memasak. Sungguh kenangan yang begitu indah.
Tidak membutuhkan waktu lama, masakan Adelia sudah selesai. Dengan segera meletakkan telur itu di atas piring dan segera mengambil nasi dan segera makan.
Terimakasih yang sudah mampir di awal cerita ****receh**** ini. Mohon kritik dan sarannya ya kakak supaya saya bisa memperbaiki penulisan selanjutnya.🙏
lanjut up nya thor