NovelToon NovelToon
Istriku, Ga!Rah Cintaku

Istriku, Ga!Rah Cintaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:329.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

-Squel Istri Kedua CEO Lumpuh-

Tentang lika-liku kisah rumah tangga Nathan dan Vivian. Yang sering diwarnai pertengkaran kecil karena hal sepele. Belum lagi Nathan yang harus menghadapi sikap manja istrinya yang semakin hari semakin menggila. Dan para fans gila Vivian yang semakin hari semakin meresahkan.

Mampukah Nathan membuat mereka menjauhi Vivian tanpa ada keributan?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Yang Menarik

"NATHAN, VIVIAN, KAMI DATANG!!"

Pagi yang tenang dikediaman Nathan seketika menjadi riuh karena kedatangan Arya, Dio dan seorang gadis cantik berambut hitam panjang bergaun merah. Namun sosok Sean tidak terlihat berada diantara mereka bertiga.

Ketiganya memasuki bangunan besar yang memiliki dua lantai tersebut. Seperti biasa, Arya dengan wajah tengilnya, Dio yang selalu memasang muka polos tapi menipu dan si gadis asing yang sedari tadi menekuk mukanya.

Mata kiri Nathan memicing melihat sosok asing yang datang bersama kedua sahabatnya. "Heh, siapa dia? Kenapa wajahnya terlihat tidak asing, lalu dimana Sean?" Tanya Nathan penasaran.

"Kau tidak mengenalnya?" Arya menatap Nathan tidak percaya, Nathan menggelengkan kepala. "Sungguh, kau benar-benar tidak mengenalnya?!" Arya masih tidak percaya. Apa begitu sempurna sampai-sampai Nathan tidak mengenali siapa sosok cantik tersebut.

"Perhatikan baik-baik, Hyung." Pinta Dio menyela ucapan Arya.

"Tunggu, aku mengenalnya!!" Sahut Vivian dari arah belakang. Keempatnya sontak menoleh pada perempuan itu. "Sean!!" Dan Vivian memekik keras.

"Bagaimana bisa dia berubah bentuk jadi mengerikan seperti ini?! Pantas saja aku tidak mengenalnya," ucap Nathan.

Akhirnya Arya dan Dio menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan bagaimana Sean bisa berubah bentuk jadi mengerikan seperti itu. Semalam mereka bermain kartu dan yang kalah harus menjadi betina selama 3 hari penuh. Dan hukuman akan dilipatgandakan jika dia sampai melanggarnya.

"Begitu ceritanya," ucap Arya mengakhiri ceritanya.

"Tapi boleh juga. Sean, kau terlihat sangat cantik dan bagaimana kalau namamu kita rubah sampai 3 hari ke depan?" Usul Vivian. Dan wanita itu kemudian berpikir. "Sean, bagaimana kalau mulai hari ini kau ganti nama jadi Shilla?"

"Cocok!!" Seru Arya.

"Kalian semua menyebalkan!! Awas saja kau tiang gila, maniak panci, jangan harap kalian bisa merasakan nikmatnya dolarku lagi. Vi, aku numpang ke toilet. Perutku mual gara-gara kalian!!"

Tawa mereka pun meledak kecuali Nathan. Pemuda itu hanya mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah dan kelakuan teman-temannya yang sangat ajaib itu. Ada saja tingkahnya yang selalu bikin orang lain geleng-geleng kepala.

"Ngomong-ngomong ada apa dengan matamu? Apa bermasalah lagi?" Tanya Arya penasaran melihat mata kanan Nathan yang tertutup oleh perban.

"Sedikit," jawab Nathan sedikit datar.

"Lalu apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini disini? Jangan bilang kalau kalian mau numpang sarapan lagi disini?" Tebak Vivian 100% benar. Arya menggaruk tengkuknya.

Dan kediaman mereka Vivian anggap sebagai jawaban. Kebetulan dia memasak lumayan banyak pagi ini, jadi cukup untuk sarapan 5 orang. Vivian tidak merasa keberatan sama sekali, karena dengan begitu ada yang membantunya menghabiskan makanan jadi tidak terbuang sia-sia sisa makanannya.

-

Reno memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Sania. Dia berencana untuk menjemput kekasihnya itu, tapi keberadaan sebuah motor sport hitam yang juga terparkir dihalaman rumah gadis itu membuat Reno meradang.

Pemuda itu mengepalkan tangannya. Dia segera turun dari mobilnya dan melenggang masuk ke dalam. Pintu rumah dalam keadaan terbuka jadi membuat Reno lebih leluasa.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Reno pada sosok pemuda yang sedang duduk disofa ruang keluarga.

Pemuda itu mengangkat wajahnya dan membalas tatapan tajam Reno. "Tentu saja untuk menjemput, Sania. Memangnya untuk apa lagi." Jawabnya datar.

"Brengsek, berani sekali kau!! Sania itu kekasihku, jadi jangan coba-coba untuk menggodanya!!" Geram Reno sambil mencengkram pakaian pemuda itu yang pastinya adalah Gio.

Reno mengangkat kepalan tangannya ke udara dan bersiap untuk memukul wajah Gio yang tampak menyebalkan itu. Tapi Sania muncul dan menghentikannya. "Reno, hentikan!!" Seru gadis itu dan menghampiri keduanya.

"Sania, kenapa kau mengijinkan pria lain masuk ke rumah ini?"

"Kenapa tidak boleh? Memangnya siapa kau bisa mengaturku? Dan asal kau tau saja ya, aku sudah muak dengan orang sepertimu yang selalu ingin menang sendiri. Menerimamu kembali adalah sebuah kesalahan besar yang pernah aku lakukan. Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini sampai disini!!"

"Apa?!" Reno menatap Sania tak percaya. "Tapi kenapa? Apa karena bocah ini?!" Ucapnya sambil menunjuk Gio.

"Karena kita tidak pernah sejalan, pergilah dan jangan ganggu hidupku lagi." Pinta Sania dengan tatapan dinginnya.

"Awas kalian berdua," Dengan emosi Reno meninggalkan kediaman Sania. Dia bersumpah akan membalas sakit hatinya ini. Dan dia tidak akan membiarkan mereka berdua bahagia.

-

Seorang perempuan muda terlihat memasuki area pemakaman sambil membawa bunga Lilly di pelukannya. Langkahnya terhenti di depan sebuah makam yang bertuliskan nama 'Aiden' perempuan itu yang pastinya adalah Vivian meletakkan bunga tersebut di pusara sang asik.

Vivian mengusap batu nisan itu dan menatap foto yang terpampang itu dengan sendu. Air matanya tak bisa dicegah dan turun membasahi wajah cantiknya.

"Andaikan saja waktu bisa diputar kembali. Aku ingin kembali ke masa lalu agar bisa bertemu denganmu," ucap Vivian dengan parau seperti menahan tangis.

Vivian sangat menyesali kepergian Aiden yang begitu cepat, andaikan saja dia masih memiliki kesempatan,Vivian ingin memutar waktu dan kembali ke masa lalu agar bisa bertemu dengan saudara kembarnya itu.

Terdengar suara derap langkah seseorang yang datang dan menyita perhatiannya. Vivian menoleh, seorang pemuda yang setengah wajahnya tertutup oleh masker berdiri dibelakangnya.

"Siapa kau, dan sedang apa disini?" Tanya pemuda itu tanpa basa-basi.

"Dan kau sendiri siapa, ini adalah makan saudaraku dan apa salahnya jika aku datang kemari," jawab Vivian sedikit ketus.

Pemuda itu memicingkan matanya. "Kau bilang saudaramu? Setahuku dia tidak punya saudara apalagi keluarga. Bagaimana bisa tiba-tiba kau menjadi saudaranya?"

"Untuk apa aku memberikan penjelasan pada orang tidak yang jelas sepertimu, lagipula hal ini juga tidak ada urusannya denganmu!!" Ujar

Vivian.

"Pemilik makam ini adalah temanku, dan tentu saja aku berhak tau. Sebaiknya kau cerita dan katakan yang sebenarnya bagaimana kau bisa mengatakan jika kalian bersaudara?"

"Kalau aku tidak mau bagaimana?"

"Maka jangan salahkan aku, jika harus memaksamu!!" Balas pemuda itu.

"Ck, dasar pemuda menyebalkan. Aku sedang malas berdebat, sebaiknya pergi dan jangan menggangguku!! Kau benar-benar membuatku tidak nyaman berada disini!!" Vivian bangkit dari posisinya dan pergi begitu saja.

Kemudian pemuda itu melepas maskernya dan menatap kepergian Vivian dengan seringai tipis di bibirnya. "Benar-benar gadis yang menarik!!"

-

Nathan mengerutkan dahinya melihat keadaan rumah yang kosong. Tak terlihat batang hidung Vivian dimana pun, padahal dia cuma pergi sebentar dan istrinya itu malah menghilang.

Sebuah kertas yang ada diatas meja menarik perhatiannya. Rupanya Vivian meninggalkan pesan singkat di kertas tersebut dan mengatakan jika dirinya keluar sebentar.

Dan baru saja Nathan hendak pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua, terdengar suara decitan pada pintu, dan sosok Vivian masuk sambil memeluk bungkusan yang di dalamnya berisi makanan. "Eo, kau sudah pulang."

"Kau darimana saja?"

"Makam Aiden sekalian membeli makanan untuk makan malam." Jawabnya.

"Lain kali kalau mau pergi kemana-mana bilang, jangan tiba-tiba menghilang dan bikin panik saja. Aku mandi dulu," Nathan menepuk kepala Vivian dan pergi begitu saja.

Nathan pergi untuk menemui sang ayah, dan Luis sudah tau tentang Nathan yang kena skors. Dan selama dia diskors, Nathan akan bergabung dengan perusahaan milik ayahnya untuk menggantikan Luis sementara waktu. Luis merencanakan untuk pergi ke luar negeri bersama Jesslyn dan Lovely selama tiga Minggu.

-

Bersambung.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
NATHAN VIVIAN🤭
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Aurell And Friends
Alur cerita menyenangkan Thor..tidak berbelit² alur masalahnya..semangat trs ya thor💪💪💪
Ellnara: Makasih kakak
total 1 replies
Vierana
bgusss banget
Margaretha Sukmawati
vivian tuhan maha pemaaf. kmu terlalu.
Tiaga Raz aghastya
koq aku ngerasa ngidam silvia Vivian kebangetan ya..tp lg hamil ntah lha
Cynthia Lie
👍👍
Rahmini
ngidam kok gitu amat sih
kasian Rio
semangat dan sabar yaa
aii
cus kesini...🚶🚶
Adinda Yuni Pratiwi
g ada kak..
Sindy Sintia: bner ga ada, aku baru nyari sampe cek salah ketik atau gak
total 1 replies
Adinda Yuni Pratiwi
g ada kak
Elis Dama Nuryanti
Yee Vivian hamil... mudah2an lancar sampai persalinannya yaa...
Elis Dama Nuryanti
Aseek Nathan junior otw 🤭🤭
Elis Dama Nuryanti
Aiden kenapa juga kamu harus iri sama Nathan padahal selama ini dia menganggapmu seperti saudaranya
Uswatun Hasanah
😢
Elis Dama Nuryanti
Mudah2an matanya Nathan ga kenapa 2 ya
Elis Dama Nuryanti
Rifki emang enak cari gara gara sama Nathan...
Elis Dama Nuryanti
Si Raffi cari perkara sama Nathan...
Elis Dama Nuryanti
semangat Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!