Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
009- Nasib Putri
Air matanya tak bisa terbendung lagi, Sedangkan Jam yang menunjukkan pukul 00:00 malam, Jalanan terlihat sangat sepi, langit yang mendung dan menunjukkan jika sebentar lagi mungkin akan turun hujan.
Bahkan tidak ada kendaraan atau pun orang yang melintasi jalanan ini, hingga membuat jalanan terlihat mencekam dan menyeramkan.
Akan tetapi hal ini tidak membuat Putri merasa ketakutan ketika melewati jalanan ini, sesekali dia menangis karena teringat akan kejadian buruk yang baru saja menimpanya.
Berharap jika kejadian buruk yang baru saja dialaminya adalah sebuah mimpi, tapi apa daya semua itu benar nyatanya, kenyataan pahit yang menjadikan awal dari kehancuran hidupnya.
Berjalan sendiri dengan adanya langkah kaki yang berat, ditambah lagi dengan adanya bayang-bayang kejadian tadi membuat Putri tak henti-hentinya berhenti meneteskan air matanya.
Bahkan langkah kakinya yang tak mampu lagi untuk melangkah membuatnya bersimpuh di tanah.
Terduduk bersimpuh diaspal, ditambah lagi awan mendung yang nampak terlihat gelap, tetesan hujan perlahan-lahan mulai bergerombolan menjadi satu yang akhirnya dalam hitungan menit, tetesan hujan itu menjatuhi tubuh Putri hingga membuatnya basah kuyup.
Rasa dingin akibat tersiram nya air hujan tidak membuat langkahnya terhenti. Ia terus berusaha berjalan dan berjalan untuk menemukan tempat yang cocok untuk ia beristirahat
"Aku sudah kotor, aku sudah tidak suci lagi ...apa yang harus aku lakukan sekarang, jika saja tadi aku berhasil melarikan diri lebih cepat mungkin semua ini gak akan terjadi padaku.
Apa yang harus aku lakukan, gimana reaksi orang-orang jika mengetahui jika suatu saat nanti aku hamil tanpa seorang Suami, apa yang akan mereka katakan padaku nanti!"
Tangisan sekaligus ucapan yang bisa diucapkan Putri tanpa memperdulikan dirinya sendiri.
Sedangkan air dingin yang terus mengguyurnya tubuhnya, tapi dinginnya itu sama sekali tidak membuat Putri berhenti dari langkahnya.
"Sekarang kemana aku harus pulang dan melangkahkan kaki-ku ini? Aku tidak punya sahabat atau pun saudara lain, ini sudah malam jadi lebih baik aku cari tempat berteduh dulu."
Bergegas bangkit dari tempat ia bersimpuh, berlalu ia memandang kanan- kiri untuk melihat apa ada tempat buat ia berteduh saat ini.
Hinga akhirnya ia menemukan satu tempat yang membuatnya cocok untuk ia tempati yaitu tepat didepan salah satu toko. Tanpa beralas mau pun berselimut tebal, Putri segera merebahkan tubuhnya diatas lantai dan perlahan-lahan ia pun memejamkan kedua matanya.
...................
Pagi yang cerah menampakkan sinarnya. Putri yang masih terlihat tidur cukup nyenyak ia tidak menyadari jika sinar Matahari sudah menampakkan sinarnya, hinga guyuran air ia dapat dari salah satu seseorang pemilik dari tempat ia berteduh saat ini.
Byur ...
"Hey bangun ... hey bangun, siapa kamu beraninya kamu tidur ditempat dagangan kita seperti ini, cepat pergilah!"
Bentak seorang Wanita yang mendapati Putri yang sedang tertidur pulas didepan halaman dagangannya.
"Astaga, maaf-maaf saya sudah lancang tidur disini, maaf!" ucap Putri dengan beberapa kali menundukkan kepalanya.
"Jangan cuma maaf, cepat kamu pergi atau aku sendiri yang akan menyeret kamu dari sini, cepat pergilah," balas seseorang itu yang langsung mendorong Putri hinga terjatuh.
"Baiklah aku akan pergi," balas Putri yang tanpa berkata lagi, ia bergegas pergi meninggalkan tempat ini.
"Orang itu kenapa jahat sekali, ia sama percis seperti Mamaku kenapa aku harus selalu dihadapkan dengan seseorang yang sifatnya mereka semua," gerutu Putri sembari menarik kopernya.
"Aku sudah kabur dari Rumah Mama jadi sekarang aku sudah tidak punya tempat tingal lagi, sedangkan uang yang aku bawa hanya tersisa 100 ribu Alhamdulillah uang ini masih bisa aku belikan makan setiap harinya, tapi untuk tempat tingal aku tidak bisa jika harus berdiam diri dan hanya menumpang tidur seperti ini?"batin Putri mulai berfikir.
BERSAMBUNG
Perjuangan Ucup mampir
Rencana mau buat Mili cemburu malah Gibran yg cemburu
Perjuangan Ucup mampir
Wow mili keren
Perjuangan Ucup mampir