Apa tujuan dari kehidupan?
Kekayaan?
Kekuasaan?
Kejayaan?
Tidak, tujuan dari kehidupan hanyalah kesenangan.
Ketika mereka mendapatkan kekayaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kekuasaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kejayaan, mereka senang.
Tujuan hidup sesimpel itu, pada akhirnya ketika mereka meraih tujuan, mereka akan senang.
Dan aku bereinkarnasi kedua kalinya untuk kesenangan.
Menggunakan segudang harta kekayaan dan pengetahuan, aku akan mencari kesenangan di kehidupanku yang ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hermit of Imagination, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
009. Stella
Hari sudah mau sore. Aku sudah mempersiapkan semuanya, mulai air sungai untuk relik baruku hingga daging asap.
Aku kembali ke gua untuk makan dan melakukan meditasi. Kali ini aku tidak membentuk lingkaran baru, karena roh harus menyesuaikan terlebih dahulu dengan lingkaran yang baru dibuat. Ini biasanya membutuhkan waktu satu sampai tujuh hari.
Yang aku lakukan saat ini adalah memperkuat lingkaran yang sudah ada hingga tidak bisa diperkuat lagi. Tindakan seperti dinamakan memperkuat fondasi. Ini sangat penting untuk tidak terjebak dalam stagnasi di masa depan.
Setelah itu aku tidur untuk perjalananku besok.
...****************...
Pagi-pagi setelah fajar tiba aku sudah bagun. Sebelum memulai perjalananku aku menyempatkan diri untuk mengubur tubuh yang aku gunakan kemarin sebelum berganti tubuh chaotic imitation.
Setelah itu aku memulai perjalananku.
Menggunakan white branch, aku rebahan dengan malas diatasnya. Aku yakin kecepatan ku sekarang sekitar seratus kilometer perjam.
Tujuan dari perjalananku adalah menemukan kota. Aku bergerak ke Utara. Karena ketika aku melakukan penguburan, di dalam pakaian mayat, aku menemukan ada peta di dalam kantong saku pakaian. Dari sana aku mengetahui di arah Utara ada sebuah kota.
Jarak antara gua dengan kota itu adalah dua puluh kilometer dengan kecepatan sekarang aku mungkin akan tiba sekitar dua belas menit. Kalau peta itu akurat.
Lima belas menit kemudian
"Sial, peta itu tidak akurat. Ataukah perkiraan kecepatan ku yang tidak akurat, lagipula tidak ada speedometer di white branch. Tapi biarlah, aku sudah melihat kota, meskipun itu masih terlihat jauh. Hmm, apa it yang ada dibawah. "
Daripada melaju ke arah kota, aku mengendalikan white branche ke arah bawah karena ada sesuatu yang menarik perhatianku.
"Uwah… ini mengerikan!"
Dibawah, aku bisa melihat lima mayat yang digantung di cabang pohon dengan mengikatkan tali ke leher mereka. Wajah mereka jelas menunjukkan keputusasaan dan juga penderitaan.
Tapi yang lebih menarik perhatianku adalah ke lima mayat itu sama-sama memiliki perut yang sudah dibedah dan dikosongkan jeroannya.
Meskipun ini adalah pemandangan yang sangat menjijikkan bagi manusia biasa, bagiku ini adalah yang sudah biasa. Lagipula aku sudah pernah melakukan yang lebih mengerikan daripada ini.
Aku turun dari white branche. Menginjakkan kakiku di tanah yang sudah berubah warna karena darah. Aroma darah yang kental langsung menusuk hidungku ketika bernafas. Aku hanya bisa menggunakan black thread untuk membuat masker.
Melihat sekeliling, aku menyadari tidak ada keberadaan apapun di sekitarku, dan mulai melakukan investigasi.
"Hanya jeroan saja yang diambil. Ada tiga kemungkinan paling besar kenapa pelaku melakukan ini. Satu, adalah untuk melakukan semacam ritual. Dua, karena harus memberi makan sebuah relik, ketiga karena pelaku adalah seorang sadistis atau sinting. Apapun itu nggak penting, yang penting adalah mengejarnya atau tidak. Karena mungkin saja pelakunya memiliki relik dan aku bisa mengambilnya."
"Tidak tidak tidak tidak. "
Aku sudah memutuskan untuk hidup tanpa membuat musuh. Selain itu aku masih belum memasukkan sigil kedalam inti roh milikku.
"Lebih baik pergi saja dari sini."
"Memangnya mau pergi kemana?"
"Eh!?"
Tanpa aku sadari, ada orang di belakangku, dan orang itu sudah menempatkan pedangnya di samping leherku.
"Sebagai wakil komandan Pasukan polisi khusus, Ordo Stella, aku menangkapmu karena dugaan menjadi tersangka pembunuhan berantai dan pengguna sihir tabu."
"Hoi, tunggu dulu. Memang kau punya bukti bahwa aku menangkap aku?"
"Berada ditempat kejadian sudah merupakan bukti."
"Lihat dulu itu mayat, warnanya sudah berubah menjadi keunguan, itu adalah tanda-tanda dari livor mortis, artinya pembunuhan sudah terjadi beberapa jam yang lalu, dan aku baru saja sampai, tidak mungkin aku yang melakukannya. "
"Kenapa kau memiliki pengetahuan tentang kedokteran?"
"Karena aku memang dokter."
"Kalau begitu bukti bukti bahwa kau adalah pelakunya semakin kuat, karena menurut informasi yang aku dapat pelaku adalah seorang mantan dokter. "
"Dia kan cuma mantan, aku dokter beneran."
"Pokoknya kau ditangkap sebagai tersangka"
Sialan bahkan jika aku tidak membuat musuh, masih ada yang membuatku jadi musuh.
Dari belakang dia menangkap tanagan kananku dan sudah memborgolnya. Tentu saja aku memberontak, tapi apa daya orang ini sangat kuat, kemungkinan dia adalah penyihir peringkat 4. Bahkan jika aku memiliki tubuh dan roh khusus ditambah hukum kultivasi tingkat tinggi, aku baru memulai kemarin. Bahkan jika aku membawa harta dari kehidupanku yang sebelumnya, aku tidak bisa menggunakannya untuk sembarangan.
Salah satu cara agar aku mungkin bisa keluar dari sini adalah menggertak.
"Sialan, apa kau tau siapa aku sebenarnya?"
"Tersangka utama."
"Bukan bodoh, aku adalah inspektur khusus yang dikirim Ordo Stella untuk melakukan investigasi rahasia, dan juga aku adalah Putri bangsawan, sialan. Apa kau tidak takut." Terpaksa mengatakan putri karena aku terlihat seperti perempuan.
"Hahh? Inspektur khusus? Putri bangsawan? Aku tidak pernah tau ada orang sepertimu di Ordo Stella meskipun aku aku adalah seorang wakil komandan."
"Tentu saja, karena kau adalah pelaku sebenarnya. Kau pasti membunuh salah satu anggota Ordo Stella dan mencuri pakaiannya untuk menyamar sebagai bagian dari kami."
"Omong kosong."
"Kaulah yang omong kosong, cepat lepaskan aku dan pergi dari sini sebelum rekan-rekanku datang."
"Itu benar, lebih baik cepat pergi dari sini." Suara perempuan terdengar di telingaku.
Perempuan itu sangat cantik, dia adalah Elf yang memiliki kulit putih yang halus. Tinggi sekitar sekitar seratus tujuh puluh sentimeter dengan tubuh yang sangat langsing. Memiliki rambut berwarna lavender yang disanggul. Matanya yang tenang seperti sebuah danau berwarna selaras dengan rambutnya. Suasana di sekitarnya memancarkan ketenangan.
"Lepaskan inspektur kami, Ferdinand Valdez. " Wanita itu mengacungkan pedangnya. Tapi bukan ke arahku, melainkan pria di belakangku.
"" Eh"" aku dan pria itu sama-sama terkejut.
Sejak kapan aku beneran menjadi inspektur. Dan juga nama pria ini ternyata Ferdinand Valdez, akan lebih bagus namanya Ferdinand judez.
"Benar, judez, cepat lepaskan aku!"
"Siapa yang judes? Dan juga apa yang kau lakukan Vienna? Orang ini tersangka utamanya."
Jadi nama Kakak polisi cantik ini Vienna.
"Jangan banyak omong kosong, Judes."
"Sudah kubilang siapa yang judes." Judez berteriak marah lagi. "Sudah cukup, pokoknya aku akan menangkapnya karena dia adalah tersangka."
"Oyy, kau masih ingin menangkap aku? Bukankah kakak cantik itu sudah mengatakan bahwa aku adalah inspektur." Tapi seberapa banyak aku berteriak dia tidak tidak mau melepasku, bahkan berbicara saja tidak. Karena itulah aku mengubah suaraku, berusaha mengeluarkan suara wanita. Tidak dari awal suaraku sudah wanita, sih. "Tidak! Jangan lakukan itu, aku masih perawan, jangan perkosa aku! akan aku lakukan semua yang kau mau,tapi tolong jangan jangan lakukan itu!"
Ini benar-benar berhasil membuat suasana jadi canggung.
"Apa yang kau teriakan, bangsat!"
"Hoii… semuanya… ke marilah… wakil komandan judes mau melakukan pemerkosaan." Kakak polisi cantik itu berteriak memanggil rekan-rekannya.
"Apa yang kau katakan sialan, jangan membuat reputasiku jadi buruk."
Gawat ternyata ada rekannya di dekat sini. Tapi aku juga bukan orang bodoh, bahkan jika aku tidak bisa melawan mereka secara langsung, aku masih memiliki kesempatan untuk kabur.
Meskipun aku tidak mengendarai white branch, aku masih bisa mengendalikannya. Sedari tadi, aku sebenarnya sudah membuat white branch menjauh dariku.
Dengan jarak antara aku dan white branch yang sudah lumayan jauh sekitar setengah kilometer, aku bisa menabrakkan white branch ke judez ini. Dengan jarak seperti ini, itu pasti akan memberikan momentum yang bagus.
Sekarang.
white branch melaju dengan kencang, itu langsung menuju ke kepala Ferdinand. Tentu saja sebagai penyihir peringkat empat orang ini menyadari ada sesuatu yang mendekat, dia menoleh untuk melihat kesamping hanya untuk melihat sapu terbang melaju ke arah kepalanya.
Tapi, sebelum ada kesempatan untuk bertahan atau menghindar, sapu itu sudah menabrak kepalanya duluan. Lalu melemparnya dua meter kebelakang menjauhkan dia dariku, meskipun begitu kepalanya tidak pecah bahkan kesadarannya masih ada.
"Cih, bahkan dengan momentum seperti itu, masih belum kehilangan kesadaran."
Itu bukan hal yang mengherankan, lagipula white branch bukan artefak senjata.
Terserahlah, yang penting aku bisa kabur.
Dengan cepat aku naik ke atas white branch dan mengendarainya dengan memasukkan mana milikku secara besar-besaran, agar kecepatan white branch terus bertambah cepat.
"Vienna, cepat kejar dia."
"Dasar wakil komandan judes nggak berguna. "
"Ini semua karena kau terlalu banyak main-main.'
Tiga ratus kilometer perjam, dengan kecepatan seperti ini, seperti ini kebanyakan penyihir peringkat empat tidak ada yang bisa mengejarku. Ditambah medannya adalah, ini sangat cocok untuk white branch.
Itulah yang aku pikirkan.
pakai nama aja Thor
saudaraku mohon ini yg sering baca novel saya gk enak baca pakai pihak pertama
Salam Permata Elemen.
🔥SEMANGAT TERUS THOR NGETIKNYA👏👏👏🔥
'setelah meminumnya' yang bener thor