Seorang Guru ahli Matematika berusia 32 tahun tiba-tiba menjadi remaja 17 tahun pada saat dia sedang tertidur di malam hari, pria yang bernama lengkap Ahmad Ibrahim begitu terkejut ketika ia terbangun di pagi hari.
Ahmad Ibrahim menggunakan nama baru yaitu Orion. Mau tidak mau dia harus menjalani kehidupanya sebagai seorang siswa menengah atas, setiap satu minggu kemampuan analisanya semakin meningkat pesat disebabkan kejadian yang menimpa dirinya.
Dia bertemu dengan seorang gadis di sekolah barunya bernama Akira yang ternyata adalah seorang detektif. Orion mengunakan identitas Shadow untuk mengungkap kasus yang begitu rumit baik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
Tak di sangka, beberapa kelompok mafia dan pengusaha besar terlibat dalam kasus yang ia hadapi bersama dengan Akira.
Dari situlah perjalanan besar Orion di mulai sehingga mengubah seluruh hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Accy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9 : Great Surprise
Orion melangkahkan kakinya keluar dari airport, dia melihat-lihat area sekitarnya.
"Aku rasa sepedaku aman-aman saja di tempat penitipan, sebaiknya aku mencari taxi dulu,!" gumamnya.
Beberapa waktu kemudian, sebuah taxi berwarna kuning berhenti di sampingnya, Pemuda yang terlihat berusia 17 tahun itu lalu masuk ke dalam taxi.
"Antar aku ke ke jalan pasir putih, Pak.! Nomor 07 kelurahan batu kerikil.!"
"Baik, Tuan.!"
Tidak butuh waktu yang lama, taxi itu kemudian melaju dengan tujuan yang sudah di tentukan. Orion tiba-tiba teringat pesan Kenzo.
"Aku hubungi dia dulu,!" gumamnya.
Dia kemudian mengambil Hp miliknya di dalam saku celananya lalu mencari nomor kontak temannya itu, selanjutnya ia menempelkan Hp di telinganya.
"Aku sudah berada di provinsi tengah, aku menuju ke alamat yang kamu kirimkan.!"
"Baiklah, kita akan bertemu di kediamanku, sebentar lagi aku pulang,!" jawab Kenzo.
"Okey.!" panggilan telephone kemudian berakhir, Orion kemudian mengantongi Hpnya kedalam saku celananya.
Setelah menempuh waktu selama 20 menit, Orion pun tiba di depan gerbang kediaman temannya.
"Rumah Kenzo besar amat,!" gumamnya.
Orion kemudian membayar supir taxi. Setelah itu, dia bergegas keluar dari Taxi selanjutnya ia berjalan menuju ke gerbang besar yang berada di depannya.
Pemuda berwajah tampan itu lalu kembali mengambil Hp miliknya dengan niat mengirim sms.
"Aku berada di pagar besi rumahmu,!" begitulah kata-kata yang ia ketik kemudian mengirimnya.
Tidak butuh waktu yang lama, seorang pemuda sedang berjalan cepat di balik pagar besi itu, Orion yang melihat pemuda itu lalu tersenyum kecil.
"Siapa anak ini, sepertinya dia salah alamat,!" gumamnya, dia kemudian membuka pagar besi lalu memalingkan wajahnya ke arah kanan dan kekiri seperti sedang mencari sesuatu.
"Di mana Ahmad, katanya sudah ada di depan pagar, kok nggak ada sih,!" gumamnya, dia kemudian memandan pemuda yang berada di dekatnya lalu berkata."Kamu melihat seorang pria berusia 32 tahun di tempat ini,!? ngomong-ngomong kamu mencari siapa, dek,!?" ucapnya.
"Aku Orion, aku bukan lagi Ahmad Ibrahim yang kamu kenal, Ahmad sudah nggak ada untuk saat ini,!" ucapnya.
Sontak kenzo terkejut hebat mendengarkan perkataan pemuda 17 tahun itu.
"Bagaimana bisa kamu mengenal sahabat aku, dek,!? dan kemana dia,!? apa kamu kerabatnya,!? perasaan Ahmad Ibrahim nggak punya kerabat lagi di dunia ini,!" ucapnya, dia menatap dengan serius pemuda berusia 17 tahun itu.
"Bukankah sudah aku katakan sebelumnya jika aku bukan lagi Ahmad Ibrahim. Tapi. Orion.!"
"Apa kamu serius dengan perkataan kamu,!?"
"Tentu saja aku serius, Kenzo.!"
"Bahkan kamu mengetahui namaku, kamu sebenarnya siapa sih, dek,!? berhenti bermain-main dengan kata-kata, katakan yang sebenarnya.!?" dia semakin mempertajam tatapanya dengan maksud mengamati pemuda itu dengan sangat jelas"Atau, jangan-jangan Ahmad mempermainkan aku lalu mengutus anak remaja ini untuk menemui aku,!" ucapnya dalam hati. Kenzo kemudian berkata.
"Jika kamu memang benar Ahmad Ibrahim,!! sebutkan salah satu yang nggak di ketahui orang lain selain aku dan dirimu,!" ucapnya sambil menunjuk Orion.
"Baiklah jika itu maumu. Pertama, kamu sangat menyukai Misaki walaupun dia nggak menyadarinya dan yang kedua, kamu suka menggunakan cermin kecil di sepatumu untuk mengintip ****** ***** gadis-gadis di dalam kelas. Puaaaas,!!!?"
"Ya ampun.... !!! Ini sangat sulit untuk di percaya, jadi kamu benar-benar Ahmad.!! Astaga.... !! Lalu, apa yang terjadi denganmu.!? Mengapa bisa kamu menjadi seperti ini,!?" ucapnya dengan penuh keterkejutan dan penuh tanda tanya besar.
"Aku juga nggak tau, apa kamu nggak mempersilahkan aku masuk ke rumahmu dulu, Kenzo,!?" kata Orion.
"Baiklah, kita masuk,! lagian aku ingin berbicara banyak kepada kamu tentang hal yang menimpamu."
Mereka berdua lalu melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah besar milik Kenzo.