Dalam hati Dewi sudah tidak lagi mengenal nama Arjuna setelah Arjuna tega meninggalkan dirinya untuk di jodohkan dengan wanita lain dan ia sudah menghapus nama itu jauh-jauh dari dasar hatinya yang paling dalam, hingga pada suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali dalam suatu meeting perusahaan.
Dewi bekerja di suatu perusahaan di mana salah satu pemegang saham terbesarnya adalah Arjuna mantan suaminya.
Sayangnya Arjuna harus bersaing dengan Satya pimpinan Dewi saat ini dan Satya adalah teman Arjuna.
Bagaimanakah usaha Arjuna untuk kembali merebut hati Dewi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarah emosi
Sesampainya di depan pintu ruangan kantor Dewi, Sarah langsung saja masuk kedalam.
"Permisi," kata Sarah sambil berjalan mendekati Dewi tanpa menunggu perintah dari Dewi untuk masuk ke dalam ruangan.
Dewi sedikit tercengang melihat sikap Sarah yang tidak sopan main masuk-masuk ke ruangannya.
Tapi Dewi mencoba bersabar dengan menahan emosinya, ia takut kalau-kalau yang datang ini adalah partner kerja dari Satya.
Lalu dengan ramah Dewi mempersilahkan Sarah untuk duduk.
"Iya mbak, silahkan duduk," ucap Dewi sambil tersenyum pada Sarah.
"Alah....gak usah basa-basi deh kamu," ucap Sarah dengan sengit pada Dewi.
Dewi mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Sarah.
" Aku kesini cuma mau ngingetin kamu, jangan sekali-kali kamu deketin mas Arjuna lagi," Sarah mendekatkan wajahnya pada Dewi.
Lagi-lagi Dewi mengernyitkan keningnya sambil menatap wanita yang sekarang ini ada di hadapannya.
"Sebentar mbak, aku gak ngerti dengan apa yang mbak bicarakan," kata Dewi pada Sarah.
"Jangan pura-pura gak tahu deh kamu, jelas-jelas mas Arjuna tiap pagi jemputin kamu dan nganterin kamu ke kantor kan?" ucap Sarah dengan sewot.
Dewi baru paham dengan apa yang di bicarakan wanita itu, ternyata dia istrinya Arjuna, pantas saja kalau dia marah-marah seperti itu.
"Mbak istrinya mas Arjuna?" tanya Dewi.
"Ya, sekarang kamu sudah tahu kan kalau mas Arjuna itu sudah punya istri, jadi jangan coba-coba bermain api dengan mas Arjuna!!!"
Dewi tersenyum melihat Sarah yang terbakar cemburu, sebagai wanita ia juga merasakan apa yang tengah di rasakan Sarah saat ini, lalu ia berkata pada Sarah.
"Mbak.....saya dan mas Arjuna itu gak ada apa-apa dan saya tahu kalau mas Arjuna itu sudah punya istri."
"Nah itu kamu tahu, tapi kenapa kamu mau aja di jemput-jemput sama mas Arjuna!!"
"Iya maaf mbak."
"Dasar, ingat ya dan camkan baik-baik mulai detik ini jangan lagi dekati mas Arjuna, paham!"
"Ya," ucap Dewi.
Lalu Sarah pergi meninggalkan Dewi dan berjalan menuju ke luar kantor Dewi.
Dewi menatap kepergian Sarah dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gara-gara mas Arjuna ini," gumam Dewi.
Jam makan siang ini Arjuna ingin mengajak Dewi untuk makan siang bareng dirinya, dan dengan bergegas Arjuna mengemudikan mobilnya ke arah perkantoran Dewi.
Ketika ia tiba di depan kantor, ia melihat Sarah yang baru keluar dari pintu masuk perkantoran tersebut.
"Ngapain itu Sarah ke kantor ini juga,"gumam Arjuna sambil memperhatikan Sarah yang berjalan menuju ke mobilnya.
Arjuna baru tersadar setelah Sarah berlalu meninggalkan tempat itu.
"Jangan-jangan Sarah ke sini menemui Dewi, aduh gawat ini," kata Arjuna yang lalu bergegas turun dari mobilnya dan setengah berlari menuju ke ruang kantor Dewi.
"Hai Jun, kamu kenapa buru-buru gitu?" tanya Satya ketika berpapasan dengan Arjuna.
"Mmmmm...Dewi ada Sat?" tanya Arjuna dengan muka khawatir.
"Ada," jawab Satya menatap Arjuna dengan heran.
"Oke, kalau begitu aku ke sana dulu," Arjuna langsung ngeloyor pergi meninggalkan Satya yang masih terheran-heran melihat tingkahnya.
"Ada apa sih dengan Arjuna? kenapa juga dia mencari Dewi seperti?"
"Wi, kamu gak kenapa-kenapa kan? maafkan kalau tadi Sarah kesini dan marah padamu," kata Satya masuk ke ruang kantornya Dewi.