menceritakan kisah cinta anak bram sanjaya
putra Bram sanjaya dan putri Bram sanjaya adalah anak kembar dari pasangan Wina wijaya dan Bram sanjaya, mereka terlahir kembar namun mempunyai karakter yang berbeda, putra yang dingin dan spontan, tidak memikirkan perasaan lawan bicara nya ketika mengutarakan sesuatu. tegas dalam sikap, dan bertanggung jawab sedangkan putri adalah gadis periang, suka memasak seperti mamanya, Abimanyu sang adik juga tak kalah keren, manja dengan sang mama jika tidak ada kakak dan adik nya, suka bercanda, dan spontan. dan Bianca, adalah gadis yang ceria, spontan, keras kepala, cerdas, dewasa walau usia nya masih sangat muda, dan tegas,. serta tidak mau di bantah.
siapakah yang bisa mendapatkan cinta anak anak Bram sanjaya
yuk ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
satu bulan berlalu, putra dan lisa serta putri dan Damian pun sibuk mempersiapkan pernikahan nya sedangkan abi terus mengejar Utari. namun Utari masih saja bersikap tak acuh cenderung kesal bila bertemu abi,dan itu semakin membuat abi semakin mengejarnya. hingga akhirnya rasa itu sedikit tubuh di hati Utari namun rasa kesal nya lebih mendominasi hatinya. dan hari ini adalah hari Terakhir Utari magang di hotel abi. hingga satu hal yang membuat hati Utari mulai luluh.
"ada apa ini,kenapa ramai sekali " tanya abi saat menghampiri kerumunan di tepi kolam renang
"pegawai hotel ada yang pingsan tuan " ucap salah satu pengunjung, lalu abi pun mendekati kerumunan tersebut
" Utari.. astaga.. " ucap abi terkejut saat melihat Utari tergeletak dan di kelilingi teman nya, yang menunggu tenaga medis datang
abi langsung mendekati Utari dan membopong nya dan di bawa ke ruangan kesehatan yang ada di hotel nya, yah semenjak abi yang Mengelola hotel milik opanya, abi menyediakan tenaga medis, dokter dan ruang kesehatan untuk pertolongan pertama jika terjadi sesuatu kepada pengunjung maupun karyawan nya.
" dokter ilyas tolong periksa Utari dia pingsan di dekat kolam renang " ucap abi panik saat sampai di ruang kesehatan dan langsung membaringkan Utari di brankar.
" pingsan kenapa " tanya dokter pada abi
" tidak tau " jawab abi yang masih panik dan berdiri di sisi Utari
" maaf tuan..Utari jika sedang datang bulan memang sering pingsan dan pagi sebelum berangkat kemari Utari belum sarapan karena tidak sempat " ucap teman utari
" apa..? astaga..! " ucap abi sembari mengusap kasar wajah nya.
" ya sudah kamu ambil makanan untuk Utari dan bawa kemari, " ucap abi pada teman Utari.
" baik tuan " jawab teman Utari, lalu bergegas mengambil makanan di dapur restoran hotel
" tidak apa apa tuan abi, ada sebagian perempuan jika sedang datang bulan memang ada yang sakit nya luar biasa, nanti saya berikan obat pereda nyeri datang bulan, tapi sebelum itu ia harus makan terlebih dahulu jika sudah sadar. " jelas dokter
" iya dok " jawab abi yang ekpresi wajah sudah tidak begitu panik
" kamu membuat ku panik Utari " gumam abi dan memandang wajah Utari yang belum sadarkan diri
" baru kali ini aku melihat tuan abi Seperhatian kepada seorang gadis, sampai sepanik ini " ucap dokter dalam hati dan melihat abi yang duduk di kursi sebelah brankar tempat Utari berbaring
" permisi, maaf tuan ini makanan untuk Utari" ucap teman Utari
" letakkan di meja, dan kamu kembalilah bekerja " ucap abi dan hanya sekilas melihat teman Utari
lalu teman Utari pun keluar begitu juga dokter ilyas, tinggal Utari dan abi yang berada di ruang kesehatan, tak lama setelah teman Utari dan dokter ilyas keluar, Utari mulai sadar, dan mulai membuka matanya, abi yang melihat pun langsung tersenyum
" Utari kamu tidak apa apa " ucap abi khawatir
" tuan saya ada dimana " tanya Utari pada abi yang duduk di sisinya, Utari pun perlahan duduk di brankar
" di ruang kesehatan, kamu pingsan, " ucap abi lalu mengambil air minum untuk Utari yang ada di nampan yang di bawa teman Utari
" minum lah dulu, " ucap abi lemur dan menyodorkan gelas ke bibir Utari, Utari pun meminum nya dengan sedikit ragu dan menatap abi
" sudah tuan, Terima kasih " ucap Utari lalu mengambil alih gelas yang di pegang abi
" sekarang makan lah " ucap abi yang sudah menyodorkan sendok yang berisi nasi ke bibir Utari, Utari pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari abi.
" kenapa kamu melupakan sarapan mu? " tanya abi
" Em.. aku tidak sempat karena sudah terlambat " ucap Utari sembari mengunyah makanan nya
" jangan seperti itu lagi, kamu membuat ku panik " ucap abi tanpa melihat wajah Utari
" saya tidak menyuruh tuan panik melihat kondisi saya " ucap Utari
" kamu..? " sudahlah lupakan, habiskan makanan mu, dan minum obat nyeri perut mu yang di berikan dokter " ucap abi, sembari menyuapi Utari lagi
" saya bisa makan sendiri tuan.. " ucap Utari lalu mengambil alih piring yang di pegang abi, lalu ia pun makan dengan tangannya sendiri , abi pun hanya duduk memperhatikan nya. belum ada dua suap Utari makan, perutnya mulai kembali sakit,
" aw... sstttt. sakit.. Em.. " erangan Utari sembari meletakan piring di meja di dekat brankar, dan memegang perut bagian bawah.
" astaga Utari, kenapa.. " ucap abi yang kembali panik
" sakit.. perut ku.. " ucap Utari, meringis dan sedikit membungkukkan badan nya
" ini minum obat nya, minum lah " ucap abi sembari memberikan obat Utari, Utari pun meminum nya. , lalu Utari pun bersandar di sandaran brankar.
" Terima kasih tuan, saya sudah merepotkan tuan " ucap nya sungkan
" sudah, Terima kasih nya nanti saja makan lah lagi, biar perut mu tidak kosong " ucap abi, lalu menyuapi Utari kembali dengan sangat terpaksa Utari pun menerima suapan dari abi. tak lama Utari pun selesai makan dan ia pun berbaring kembali, agar perut nya yang sakit sedikit mereda.
" kamu bisa berjalan, " tanya abi
" akan saya coba "
" baik lah, ikut dengan ku " ucap abi yang sudah berdiri
" hah.. kemana tuan? " ucap Utari penasaran
" ikut saja, jangan membantah " ucap abi tegas
" ck.. bos selalu berbuat semaunya " Gumam Utari lirih dan langsung turun dari brankar dan mengikuti langkah abi yang sudah berjalan di depan nya yang menuju lift .
" ayo masuk.. " ucap abi ketika pintu lift terbuka, lalu abi dan Utari pun masuk kedalam lift
tak lama pintu lift terbuka abi pun langsung ke luar di ikuti Utari menuju kamar abi, karena abi mempunyai kamar sendiri di hotel nya.
" masuk lah, " ucap abi saat membuka pintu nya, Utari pun masuk kedalam kamar
" tidur lah di sana " perintah abi
" apa.. ? tuan, saya bukan wanita seperti itu" ucap Utari takut
" ceh.. siapa yang mau berbuat macam macam dengan mu, aku menyuruh mu untuk istirahat di kamar ku, agar perut mu sedikit membaik, mana mungkin aku berbuat macam macam dengan wanita yang sedang datang bulan " ucap abi spontan di kalimat terakhir nya
" Em.. Maaf.. " ucap Utari malu dan sekilas tersenyum
" tunggu apa lagi, kenapa masih berdiri " ucap abi sedikit kesal karena perintah nya tidak di patuhi
" Em.. tapi.. " ucap Utari ragu
" astaga apa lagi Utari.. " geram abi
" saya butuh pembalut tuan " jawab Utari cepat dan takut sembari memejamkan matanya
" astaga.. huh.. ? " ucap abi kesal lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi rita asisten nya
" hallo rita, bawakan pembalut dan antar ke kamar ku "
" apa tuan.. pembalut? " tanya rita heran
" jangan banyak bertanya, bawakan saja, dan turuti saja perintah ku, satu lagi jangan sampai semua pegawai di sini tau, paham,
" I.. iya.. tuan paham " jawab rita gugup
" pembalut? ah tuan ini ada ada saja, eh.. jangan jangan, astaga.. ya Tuhan jauh kan pikiran kotor ku ini " Gumam rita setelah sambungan telepon nya terputus.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
gak lanjut lagi nich thor?