NovelToon NovelToon
CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Ketika cinta hadir pada dua hati yang berbeda keyakinan, mereka terpasung oleh kata Amin yang sama namun dalam tujuan iman yang berbeda.

Seperti apa lika-likunya? novel ini sarat dg pesan moral dan cerita manis anak SMA antara Aluna dan Rae🙏



(Disarankan mampir ke novel sebelumnya, Menikahi Tunangan Adikku, untuk lebih mengenal tokoh-tokoh di dalam novel ini)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. Mendidik Remaja

“Sayang…” Raka mempererat pelukannya, wajahnya mendekat kepada wajah Sarah, hampir tak berjarak.

“Mata anakmu itu, sama seperti matamu, aku sangat mengenalnya, seperti apapun dia menutupinya, tapi matanya tak pernah bisa berbohong.” Bisik Raka dengan suara serak, matanya bersinar sayu seolah menyerah pada tatapan sang istri. Dan bibirnya mendekat perlahan, untuk sesaat Sarah tak berkedip seperti menunggu.

Ciuman itu berlangsung singkat bahkan belum sempat Sarah menikmatinya.

 “Ih…!” Sarah menggeliat dari pelukan suaminya itu, dia tak sabar dengan tingkah konyol Raka yang sedang menggodanya itu.

“Sayang…” raka mempererat pelukannya, wajahnya mendekat kepada wajah Sarah, hampir tak berjarak.

 “Haish…jangan bercanda sayang, anakmu itu masih kecil mana dia kenal dengan urusan cinta-cintaan.” Sarah balas melotot pada Raka, tak terima dengan pernyataan sang suami.

“Untukmu, dia masih undur-undur lucu yang manja, tetapi sekarang dia sudah setinggi daddynya, sayang.” Raka terkekeh sambil meletakkan jari telunjuknya dengan nakal pada bibir Sarah yang terbuka seperti matanya yang tak berkedip menatap Raka.

“Tapi…”

“Dia sudah SMA sayang, wajarlah dia sudah mempunyai rasa tertarik dengan lawan jenisnya. Jangan terlalu protektif begitu.”

“Rae belum saatnya mengenal perempuan, dia seharusnya belajar dulu. Sekolah yang tinggi biar pinter.”Sarah menolak argument Raka.

“Memangnya kamu saat SMA tidak pernah menyukai seseorang?” Raka mengernyit dahinya.

“Tidak.” Jawab Sarah pendek.

“Kamu tidak pernah jatuh cinta saat SMA?”

“Never.”

“Syukurlah…” Raka mengelus dadanya, dengan salah satu tangannya sementara tangannya yang lain mengait erat di pinggang sang istri supaya tidak kabur.

“Apanya yang syukur?”

“Setidaknya aku tidak perlu cemburu memikirkan ada anak sok cakep mengajakmu kencan dengan modus nonton bioskop padahal cuma pengen berduaan denganmu.”Raka terkekeh dengan sikap lucu.

"Memangnya aku tidak boleh nonton bioskop?"

"Tidak boleh kalau tidak denganku."

"Kenapa harus denganmu?"

"Aku akan cemburu jika ada orang lain yang melakukan hal yang juga ingin ku lakukan denganmu di masa lalu. Karena aku maunya kamu hanya punya kenangan terbaik denganku saja di dunia ini."

"Eh, kumat lagi." Sarah mendorong tubuh Raka, melepaskan diri dari kungkungan suaminya itu. Berusaha tidak terlihat salah tingkah dengan rayuan pulau kelapa suaminya itu yang entah mengapa meskipun Raka mengulangnya berkali-kali, Sarah tetap saja suka.

“Dasar gombal!” Sarah mengeleng-gelengkan kepalanya, melihat Raka yang selalu bersikap kekanak-kanakan saat bersamanya. Entah menjadi setua apapun dia, sikap manjanya itu malah tak berkurang sama sekali.

"Eh, mau kemana?" Raka menarik lengan Sarah yang berusaha menjauh.

“Rae belum pantas mengenal cinta. Dia masih terlalu belia.”Sarah mengalihkan pembicaraan yang mulai ngelantur itu sambil tetap terlihat bersikukuh dengan pendapatnya.

“Akh, laki-laki sudah biasa lah, mereka jangan terlalu di kekang, tidak baik untuk mentalnya. Dia bisa belajar sambil mengenal perasaannya sendiri. Selama dia masih berada di jalur yang tepat, kenapa tidak boleh? Kamu mau dia nantinya lebih tertarik dengan sesama jenis?”

“Hei, bukan begitu konsepnya, sayang!”

“Sayang, jangan terlalu mencemaskannya…undur-undur sudah beranjak dewasa, tidak perlu berlebihan mencemaskannya, dia baik-baik saja.” Raka mendekatkan wajahnya perlahan sambil nyengir, matanya tertuju pada bibir sang istri, sedari tadi bibir basah itu menjadi incarannya.

“Tapi…” Sarah menahan bibir sang suami yang hampir menyentuh bibirnya dengan telapak tangannya, matanya sebesar kelereng.

“Tapi apalagi?” Raka menaikan alisnya tinggi-tinggi, wajahnya merengut mendapat penolakan pertemuan bibir itu.

“Sekarang pergaulan anak-anak semakin bebas saja, kita tak bisa mengendalikannya. Sekali kita memberi peluang, mereka akan kehilangan kontrol. Jika mereka kebabalasan bukankah itu bisa menjadi masalah?”

“Karena itulah, kita lah yang menjadi kontrolnya, sayang…”

“Kita? sayang, anak sekarang susah di atur, mereka tidak akan mengatakan apapun pada kita jika ingin melakukan sesuatu. Bagaimana kita bisa mengontrol mereka?”

“Terus kalau kita memasung mereka apakah itu sehat untuk mentalnya? Bagaimana kita bisa mengontrolnya jika kita tak tahu apa-apa tentang anak kita. Kita melarang merekapun, mereka bahkan lebih pintar dari kita, mereka akan melakukannya di belakang kita, karena bagi anak-anak sekarang larangan adalah perintah yang harus di lakukan. Jadi, kenapa tidak jika kita memberi mereka keleluasaan dengan sengetahuan kita, saat mereka mempunyai masalah maka mereka akan datang pada kita untuk mendiskusikannya.

Dengan begitu itu kita tetap bisa mengontrol mereka.”

Sarah tak berkedip menatap wajah suaminya yang sudah hampir tak berjarak lagi dengan wajahnya, bahkan hempasan nafas sang suami yang hangat itu sampai ke kulit pipinya.

“Sayang, apakah kamu yakin begitu?” Tanya Sarah sambil menelan ludahnya perlahan, wajah mereka terlalu dekat.

“Istriku sayang, mendidik remaja berbeda dengan mendidik anak-anak, kamu selama  ini terlalu menyayangi mereka sehingga lupa jika mereka sekarang sudah beranjak menjadi manusia dewasa. Biarkan mereka mengekspresikan perasaannya, dan kita yang mengingatkan.” Raka memegang pergelangan tangan sang istri yang masih membuat pembatas antara bibir mereka berdua.

“Aku hanya takut…”

Sebelum sarah menyelasaikan kalimatnya bibir Raka telah menempel sempurna di bibir istrinya itu. Sekarang ciuman itu lebih lama dan sedikit liar.

“Aku lebih takut, jika bibir ini terus bicara dan aku kehilangan momen untuk m3lum4tnya.” Canda Raka di sela ciumannya yang sedikit bersemangat itu.

“Ops…sayang, ini masih sore…bahkan kita belum turun untuk makan malam bersama anak-anak.” Sarah menarik wajahnya yang merona merah jambu.

“Aku rela melewatkan makan malam, jika kamu ijinkan kukuk ini bertamu sekarang…” Raka menyosor dengan jenaka.

“Astaga, sayang…lihatlah dirimu, tadi kamu mengatakan anak-anak kita sudah beranjak dewasa, seharusnya kamu sadar kita telah menjadi tua. Tapi, daddynya masih saja tak pernah bisa bersikap dewasa.” Sarah manyun, ketika ciuman Raka sudah naik kesana kemari.

“Kalau di dekatmu, aku tak pernah bisa merasa tua. Setiap melihatmu umurku selalu kembali lebih muda 20 tahun. Entah mengapa…” Bisik Raka sambil mengedipkan mata.

“Dasar gombal.” Sarah mencubit perut sang suami dengan gemas.

“Tapi, kamu suka ‘kan?” Raka tergelak, melihat wajah sang istri yang makin bersemu merah.

“Noraaaak…” Sarah melepaskan pelukan Raka dengan cemberut, sementara Raka masih tergelak karena berhasil menggoda sang istri.

“Bisa, kan?” Raka menyusupkan tangannya ke balik dress Sarah dengan nakal.

“Tapi…” Sarah merengut tetapi kemudian pasrah saja ketika Raka mendengus liar di bawah telinga, lidahnya yang sedikit panas menggelitik bawah lehernya.

“Mommy, Daddy!!!” Suara keras Ry terdengar dari balik pintu kamar.

Suara puterinya ini seperti Guntur yang membuat pelukan Sarah dan Raka terlepas mendadak, wajah mereka seketika semerah kepiting rebus, ketika di detik berikutnya gadis remaja cantik dengan baju piyama pink itu menerobos pintu kamar dan langsung memeluk daddynya.

“Daddy, Rey mencoret pe-erku!” Ry mengadu, suara manja yang meminta pembelaan itu membuat Raka dan Sarah saling pandang, sama-sama tersipu sambil mengatur nafas. Puterinya itu masuk pada saat yang sama sekali tidak tepat.

“Astaga anak durhaka, tidak saat bayi tidak saat besar, mereka selalu saja suka membuat mommy dan Daddynya ini susah. Kayaknya mereka alergi melihat orangtuanya ini bahagia.” Sungut Raka dalam hati karena tak berhasil bermesraan.

“Harusnya pintu itu ku gembok tadi.” Raka berbisik di twelinga Sarah sebelum tangannya di tarik oleh Ry untuk keluar dari kamar sambil berceloteh tentang kronologis pertengakarannya dengan adiknya itu.

Sarah tak bisa menahan tawa, melihat tingkah sang suami.

mak author kasih Bonus foto keluarga undur-undur, nih😘🙏

Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....

Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

1
Ida Sriwidodo
Apapun ceritanya.. klo keyakinan dah beda wis ngga ada ujungnya
Ibarat sebuah kapal di dalamnya ada 2 nakhoda.. kemana kapal akan dibawa berlayar?
Dan yang paling kasian adalah penumpangnya.. bingung.. dengan arah tujuan.. 😭😭🤔🤔
Fera Susanti
Luna jgn lemah ya..Krn perbedaan keyakinan menurut aku dalam satu pernikahan itu sangat mustahil,.apalagi klo wanita nya muslim,.kita jg kan harus menurut ada suami sedangkan suami kita nya itu berbeda dalam hal keyakinan...aah pkknya jgn dech..kamu pasti dapat jodoh yg lebih lagi dari rae..
jgn cengeng Luna..
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Sepertinya sudah mendekati ujung cerita ini novel 🤔
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑: Tema apapun yg pastinya karya author akan selalu dinantikan 🤗
total 2 replies
Fera Susanti
up lagi thor
LANY SUSANA
semoga ya kl berjodoh pasti ada jln, dgn hub mereka
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Maraton bacanya thor , dan install lg apk Mangatoon nya😅
Suesant SW: 😄😄😄 reader kesayangan ini...nanti setelah tamat semua bulan dpn ada novel baru
total 1 replies
Fera Susanti
padahal Luna juga ga perlu nunggu keputusan dr rae menurut aku..coba aja telaah hati nya..
LANY SUSANA
lanjut... ga sabar dgn pilihan yg akan di ambil Rhea
kl dia keluarga sama2 kuat dgn keyakinan masing2, pasti jln unt bersama ga akan mudah salah satu hrs pindah keyakinan siap kah km. Rea Luna???
ke dlm dunia nyata temenku ada yg gini, setlh pindah keyakinan ada penyesalan yg paling dlm.....
LANY SUSANA
terserah author mau di bawa ke mana ni hub Rae Alluma, dua nya baik tp terhalang keyakinan yg mereka anut
kl salah satu mengalah apakah ortu merestui?
Fera Susanti
aaaah bingung nya??..
alluna baik
rae baik
keyakinan nya yg berbeda...bingung PKK nya
Fera Susanti
iya sech rae..tp menurut aku beda keyakinan untuk d persatukan itu susah..aaaah jgn lah mengorbankan keyakinan Kita..
alluna juga jgn pindah keyakinan yaaaa
🌼EmeLBy🌼
ommo ommo ommo🤭
🌼EmeLBy🌼
aku suka dengan busana Anin kesayanganku ini.
Makasih Thor
Suesant SW: 🤭🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Fera Susanti
binguuuung...
Fera Susanti
aku pun KLO jd Sarah bakalan sama..aku g mau anak ku msuk keyakinan pasangan nya..dr kecil udah aku didik mengaji, solat, lalu tiba2 datang seseorg atas nama cinta sehingga dia berubah haluan..aku sech ga mau..
makanya dr awal klo ada yg Deket sama dia trs beda keyakinan, mending d larang aja takutnya main2 akhirnya jd beneran...
maaf ya Thor..
LANY SUSANA: betul. aku juga sama
rasanya😭😭 kita yg udah didik dan besarin dari kecil kita yg bimbing lalu tiba 2 berubah keyakinan 😭😭😭
total 1 replies
Eka Burjo
nah nah rae gimana tuh
Eka Burjo
ya, dan suatu saat nanti dokter Aluna akan berjodoh dengan Dirut rumah sakit yg nyamar jadi OB 🤭, jadi ga sabar, dan apa kabar Mak othor EmelBy dah lama juga ga update , semoga beliau sehat selalu
Eka Burjo: eh ko OB sih, cleaning service maksudnya, ya Allah tolong sampe lupaaa saking lamanya 😁
🏃🏃🏃🏃🏃
total 4 replies
Jeniemi
💪💪💪💪
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰😅😅😅😅
total 1 replies
Fera Susanti
woow..up lagi
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Whatea Sala
Tega sekali dirimu thor...hari gini baru nongol😩😩
Suesant SW: akan lanjut mulai besok ya, dan menuntaskan semua novel yg lain. author back☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!