NovelToon NovelToon
360 DAYS

360 DAYS

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:84.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Untukmu, dari yang Engkau anggap adik, dan selamanya begitu"

"Saya tidak pernah menganggap kamu adik, jika kamu ingin tahu"

Kisah mereka terus berlanjut. Bagaimana 360 hari yang mereka lewati?

Cerita ini murni imajinasi Author, HAPPY READING🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbingan

Terimakasih yang sudah mampir membaca🥰

Maaf ya kalau kisahnya nggak sat set sat set hehe, soalnya Aku mau bikin ini berjalan alami (tanpa ada embel- embel perjodohan, pemaksaan kehendak dll), apalagi posisi mereka kan Guru dan Murid, tentu harus memikirkan Etika hubungan diantara keduanya. Biar cinta mengalir dengan sendirinya. gitu. hehe. seperti pepatah jawa "Tresno jalaran soko kulino". Cinta datang karena terbiasa. Kurang lebih begitu artinya🤭.

Beberapa bagian memang ada di kehidupan nyata, tetapi selebihnya bener- bener khayalan ku tingkat dewi🤣.

.

.

Lanjuttt😘

"Ini kisi- kisi materi yang akan dilombakan, kurang lebih akan seperti ini.. untuk soal yang keluar, Bapak sudah rangkumkan buat kamu dari soal- soal tahun sebelumnya.. nah yang ini.. buat gambaran kamu aja". Aku menjelaskan pada murid di hadapanku, sambil menunjuk- nunjuk lembaran kertas di meja. Murid itu mengangguk tanda paham.

"Kamu bisa pelajari ini dulu, nanti Bapak pinjami Buku buat belajar, kalau ada yang bingung, bisa nanti kita diskusi".

"Iya Pak..".

Setelah diskusi mengenai siapa murid yang akan diikutsertakan dalam perlombaan dua minggu mendatang, Akhirnya dipilihlah beberapa siswa terbaik yang SMA miliki. Ada yang menggelitikku saat rapat penentuan beberapa hari yang lalu. Salah satu murid menjadi rebutan guru Biologi dan Fisika. Dua rekanku sama- sama menginginkan murid tersebut mewakili sekolah di lomba mata pelajaran yang mereka pegang. Aku yang sebenarnya juga menginginkan murid tersebut ikut di lomba mapel (mata pelajaran) yang ku pegang, tidak ikut berebut. Bagiku, semua murid yang kupilih mempunyai kesempatan yang sama, walaupun diantara murid- murid itu ada yang lebih menonjol. Sampai Akhirnya, Kepala Sekolah memutuskan, Murid yang tadi diperebutkan oleh Guru Biologi dan Fisika, diikutkan untuk mata pelajaran Matematika, yang ku ampu.

Aku tertawa dalam hati. Entah mengapa seperti merasa menang tanpa berjuang😁.

"Saya permisi dulu pak". Irene beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan ruangan guru. Yaa, murid yang dimaksud adalah Irene. Tidak dipungkiri, dia memang berprestasi, dia Pandai di semua mata pelajaran sulit. Dia pantas membuktikan kemampuannya di lomba ini.

***

Bimbingan untuk murid yang mengikuti lomba matematika kulakukan bersama murid les privat. Hari ini terakhir bimbingan, Karena dua hari lagi lomba akan diadakan. Dua hari itu bisa digunakan untuk berlatih sendiri di rumah. Murid les sudah pergi setengah jam yang lalu, tersisa Irene yang masih di rumah orangtuaku ini.

Ibu menahan Irene agar jangan pulang dahulu setelah selesai bimbingan tadi, Beliau sedang asyik mengobrol dengan Irene. Aku masuk ke kamar dan tidak ikut Ibu mengobrol. Aku membaringkan tubuhku di kasur, sebenarnya Aku penasaran dengan apa yang sedang Ibu bicarakan dengan Muridku itu, tetapi jika Aku ikut, malah nanti diabaikan seperti saat di pasar waktu itu😌. Waktu sudah beranjak menuju malam, Aku keluar kamar, Rumah Irene berbeda Kabupaten, Jika dia terlalu lama disini, bisa- bisa dia pulang sudah malam. Kulihat, Ibu dan anak itu masih duduk berdua dan mengobrol. Ya ampuuun tidak selesai- selesai🤦‍♀️.

"Irene masih di sini?". Tanyaku. Lebih kepada mengingatkan, karena hari sudah mulai petang.

"Hehe Iya pak". Irene nyengir sambil menatapku, dari matanya tampak meminta pertolongan, sepertinya dia memikirkan hal yang sama denganku, bahwa hari beranjak petang dan dia harus pulang. Ibu melihat ke arahku juga.

"Hari sudah petang Bu, Irene harus pulang, Rumahnya kan jauh dari sini Bu". Aku berkata pada Ibu.

"Saking asyiknya ngbrol sampe nggak tahu sudah petang yaa.. hehe". Ibu tertawa, tangannya menyentuh tangan Irene.

"Sebaiknya menginap di tempat Bibi mu, Nak.. Biar besok kamu berangkat dengan anak ibu..". Ibu memberikan saran, Aku setuju, namun kalimat terakhir Aku secara tegas tidak setuju. Berangkat bersama? oh tidaakkk🥴 Aku menggelengkan kepala, namun untungnya Ibu tidak melihatku, bisa- bisa Ibu mengungkit soal anak yatim piatu, seperti biasanya saat menitipkan makanan untuk Irene.

"Iya Bu, Ini niatnya Irene mau ke rumah Bibi". Jawab Anak itu. Aku menghembuskan nafas berat. Jadi besok pasti Ibu akan memaksaku memboncengkan muridku🥲. Sabaarrrr..

"Irene pamit ya Bu, terimakasih ya Bu, malah Irene jadi merepotkan Ibu hehe". Irene menyalami tangan Ibu penuh hormat.

"Tidak apa- apa, Nak.. Ibu malah senang, Besok- besok main lagi ya.. jangan cuman karena ikut lomba". Pinta Ibu. Irene mengangguk.

Aku mengantar Irene hingga ke teras depan Rumah. Gadis itu terlihat malu- malu berjalan di sebelahku, Aku jadi teringat kebiasaannya dikelas, yang senang menatapku sambil tersenyum tak jelas.

"Mengapa kamu kalau di kelas senang sekali senyum sendiri sambil liatin saya?" Pertanyaan Itu meluncur begitu saja dari mulutku. Aku melihat Irene tersenyum canggung.

"Hehe, Sebenarnyaa....". Irene tampak malu- malu mau mengatakan sesuatu, dia memegangi jilbab warna maroon yang dia gunakan. Aku memperhatikan gerak geriknya. Aku menebak- nebak jawaban yang sekiranya akan dia keluarkan.

"Sebenarnya Bapak mirip sama Mendiang Ayah saya.. hehe".

Aku terdiam beberapa detik, mencerna maksud ucapan Irene. 'Aku?? Aku disamakan dengan Bapak- Bapak? Tidak masuk akal sekaliii'

"Maaf pak, Saya pamit dulu, terima kasih atas bimbingannya, Assalamu'alaikum". Aku tersadar setelah Irene berkata demikian.

Gadis itu segera meninggalkan teras rumah orangtuaku.

Sedangkan Aku masih berdiri, masih tidak percaya dengan yang dikatakan Irene.

"Apakah aku perlu berkaca?" Tanyaku pada diri sendiri. hmmm,

***

Aku masuk ke dalam rumah, Ibu sudah tidak terlihat di ruang tamu, tempat tadi Ibu mengobrol dengan Irene. Aku menutup pintu depan dan segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Adzan maghrib sudah berkumandang. Selesai menunaikan kewajibanku, Aku berbaring di kasur. Hari ini rasanya lelah sekali.

Aku mulai memejamkan mata, saat sebuah pesan masuk ke hapeku.

Drrt drttt

Irene:

Sya sdah berada di rmah Pak.. Jd bpk tidak perlu khawatir besok berangkat dg sya😬🙂

Aku:

Oh iya.. td diantar siapa?

Irene:

Dijemput Kakek, Pak

Aku:

Ok, selamat istirahat, bljrnya tdk usah terlalu diforsir, dua hari ini latihan soal sja.

Irene:

Siap Pak🙃

Aku meletakkan hapeku. Aku bisa bernafas lega, setidaknya ledekan dari rekan guru tidak akan menjalar kemana- mana. Saat Ibu menitipkan makanan, seperti awal Aku meminta Irene mengambil sendiri di motorku, dan tentu saja itu berhasil menghindarkan Aku dari ledekan rekan guru. Tetapi.. Aku masih teringat dengan ucapan Irene yang mengatakan Aku seperti mendiang Ayahnya. Aku jadi penasaran.

.

.

Apakah memang mirip?

.

.

.

Bersambung😘

(Wah Irene bener- bener yaa.. masa nyamain song jong ki sama bapak- bapak😅, jelas nggak terima donk.. Hehee)

1
Princess Ummi
Judul dengan cerita berbeda😉
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Aisyah Khumairah
Tetaplah semangat berkarya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Nur Hidayah
Aku mampir kak Authooor
Zahmaa: thanks kakk💋
total 1 replies
MEMEY
salam dari wanita simpanan 😁
MEMEY
mampir kak
MEMEY
yuk semangat
MEMEY
hadir lagi kak
Ais
aku mampir thor prolognya aja sdh bagus aku sngt suka dgn author yg bs menyajikan alur novel yg ringan tp berkesan😘smoga kedepannya akan bnyk yg suka baca novel author ini semangat berkarya ya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 3 replies
Suhaila Kapoor
sesuai janji,,, aku mampir niii...
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
tie
sudah aq masukkan ke daftar favorit,,, 😍😍
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Tini Laesabtini
Pak Rama lahir th 87, th segitu aku udh SMA kls 1 naek kls 2 thor.... Walaupun udh nenek2 tetep aku suka cerita ginian kays flashback ke masa lalu waktu msh unyu2
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Adfazha
Ehhh Ganti Cover nih mas Rama hmm pgn lanjut S2 yaa 😋
Zahmaa: diganti sama noveltoon nya mbaa hehee
total 1 replies
Ndhe Nii
kalah gercep sama Taqi...untung cintanya sama kamu Rama 🤣🤣🤣
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Assrie Prameyswari
mampir
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
MEMEY
hadir kak
Aqiyu
dihhh......
Author jahad bed sama Rama kalau sampai Irene dan babby out......
360 hari itu berakhirnya penderitaan Irene karena kehilangan
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Adfazha
Wahh Zahma nyasar dimari kyknya thor gamon 🤭🤭 Ahlan WA Sahlan Dedek Jagoan Rama 😘nambo Expart lg kak
Desilia Chisfia Lina
selamat y Rama iren anaknya semoga jadi anak yang SOLEH amin. tunggu part duanya thor 🥰🥰😍
Amellya Adjjah
typo ya kak,🤭 Irene kan harusnya kok jadi Zahma😁😅
Zahmaa: iyyaaaaaaaahh😭
total 4 replies
QQ
Yang namanya musibah bisa terjadi pada siapa saja Irene terus untuk apa kamu sampai merasa bersalah ???
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!