NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ustaz

Menikah Dengan Ustaz

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: _Ecyy_

Ke refleksannya memeluk tubuh pria berpeci pada malam itu membawa sebuah masalah besar dalam kehidupannya.

"Aku akan menikahimu!" ucap sang ustaz di hadapannya itu, yang baru beberapa hari ia kenal.

Napasnya tidak beraturan mendengar ucapan tiba-tiba dari pria di hadapannya itu. Rasanya darahnya ikut berhenti mengalir.

"What! Nikah?" tanyanya tidak percaya.

Bagaimana kisah percintaan ia dan sang Ustaz? Akankah pernikahan itu akan terjadi atau sebaliknya?


SELAMAT MEMBACA!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Ecyy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Niat yang Baik

"What! Nikah?" tanyanya tidak percaya.

"Hm, nggih," jawab Ustaz Hafid santai. Tidak peduli dengan ucapannya yang berhasil membuat gadis yang berdiri lumayan jauh darinya itu terkejut bukan main.

"Ih, Ustaz! Ustaz nggak lagi mimpi, kan? Salah makan?" tanya Cika bertubi-tubi. Cika masih tidak percaya. Gadis berjilbab army ini menghalau jalan Ustaz Hafid. Seenak jidatnya pria berpeci itu mengucapkan kata 'menikah' dengan dirinya.

Ustaz Andre yang berdiri di samping Ustadz Hafid hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perdebatan yang mulai terjadi.

"Apa, lagi? Kamu bersiap-siaplah. Ustaz akan menelepon orang tuamu segera!" Ustaz Hafid menyingkirkan tangan Cika dari lengannya. Pria berpeci itu berjalan cepat.

"Nggak, nggak! Aku nggak mau nikah sama, Ustaz! Aku peluk nggak sengaja juga, kok jadi nikah? Aku nggak sengaja, Ustaz. Jangan main-main, aku masih kecil. Masih kelas sebelas!" ucap Cika tidak mau menyerah.

Cika mengejar Ustaz Hafid, dan terus mencoba menyejajarkan langkahnya, ia ingin mencegah agar pria berpeci itu untuk tidak menelepon kedua orang tuanya. "Berhenti, Tadz!" Cika menarik sajadah di pundak Ustaz Hafid. Lagi-lagi kelereng berbeda warna itu bertubrukan beberapa detik, Ustaz Hafid segera memutuskannya. Sementara Cika sudah tertunduk malu, kenapa jantungnya jadi bertalu-talu tak karuan saat ini.

Ustaz Hafid mengembuskan napas panjang. "Pergi salat magrib sana! Belum salat, kan?" Ustaz Hafid mengambil sajadahnya di tangan Cika, setelah itu ia pergi begitu saja. Ustaz Hafid ingin membicarakan hal ini kepada abah dan umminya di ndalem.

Cika memandang punggung Ustaz Hafid yang kian menjauh dengan penuh kekesalan seraya berkata, "Aku nggak mau nikah sama seorang Ustaz, hidupku akan bagaimana?" batin Cika bertanya pada dirinya sendiri.

Memikirkan saja Cika sudah bergidik ngeri. Ia segera melangkahkan kakinya menuju asrama untuk melaksanakan salat magrib.

***

Sudah berbagai posisi tidur dilakukan oleh Cika, tetapi matanya masih enggan untuk terpejam. Ia masih memikirkan perkataan Ustaz Hafid yang mau menikahi dirinya, ia juga takut Ustaz Hafid benar-benar melakukan apa yang diucapkan.

"Din, Vi, aku tahu kalau kalian berdua belum tertidur. Jangan mencoba berpura-pura!" Cika memandang malas ke arah ranjang dua sahabatnya itu, ia beringsut duduk.

"Aku sudah ngantuk," jawab Novi menarik selimut menutupi tubuhnya.

"Huh, aku juga. Jangan lupa berdoa dulu, Vi. Kamu juga Cika jangan begadang terus besok banyak kegiatan!"

"Jahat kalian berdua." Cika berucap kesal, ujung selimut ia tarik-tarik meluapkan kekesalannya. Kenapa kedua sahabatnya itu tidak peka bahwa dirinya sedang dilanda masalah besar.

"Din, aku pengen tanya sesuatu."

"Hmm, besok saja deh. Capek ujung-ujungnya nanti kamu tidak mau ngalah saat aku kasih opini dan juga tidak mengerti ketika aku sudah menjelaskannya susah payah."

"Ini penting, Din."

"Oke, to the point, Cika! Tapi, jangan lupa pelankan suaramu jangan sampai kita ketahuan belum tertidur."

Mendengar jawaban tersebut Cika sedikit gembira. "Menikah itu harus ada persetujuan kedua belah pihak, ya?"

"Eh, kenapa tiba-tiba menanyakan soal pernikahan?Aneh, aku curiga ...."

"Aku cuma nanya doang, curiga buat apa juga?"

"Siapa tahu kamu akan menikah."

"Itu tidak mungkin!!!" Cika refleks berteriak tidak terima.

"Duh, Cika. Ayo cepat tidur pasti ibu penjaga asrama akan segera ke sini."

Benar saja apa yang dikatakan oleh Dinda, selang beberapa menit saja pintu asrama terbuka. Cika langsung menarik selimut, dan berpura-pura tertidur.

...***...

Satu minggu kemudian. Hening sejenak, di ruang tengah keluarga besar Kyai Abdullah. Ustaz Hafid sudah membicarakan semuanya kepada Kyai Abdullah dan Nyai Hana. Baru malam ini ia membicarakan semua kepada keluarganya itu.

Kyai Abdullah merangkul pundak putranya yang duduk di sampingnya itu, tersenyum simpul. "Abah sangat mengerti dengan sikapmu, Fid. Bila ini lillah, karena kamu takut akan murkanya Allah. Abah menyetujui," tutur Kyai Abdullah lalu menyeruput teh hangat buatan putrinya. "Tapi, kamu sudah yakin dengan pilihanmu ini?"

"InsyaAllah, Bah."

Ustaz Hafid tersenyum lebar, memang Cika tidak sengaja memeluk dirinya. Namun, kejadian itu menghantui pikirannya selama satu minggu ini. Membuat dirinya tetap merasa bersalah sudah memeluk wanita yang bukan mahramnya.

Nyai Hana tidak dapat berkata apa-apa, wanita paruh baya berjilbab lebar itu selalu menuruti keinginan dan mendukung putranya bila demi kebaikan.

"InsyaAllah orang tua Cika akan tiba sebentar lagi, Bah, Ummi." Laili berucap sopan, mendudukkan tubuhnya di samping Nyai Hana.

Kyai Abdullah mengangguk kecil.

"Afwan, Kak Hafid. Bagaimana dengan Ning Aisyah? Bukankah Kak Hafid sudah ...." Ucapan Laili tergantung.

"Laili, jangan bahas yang lain,'' bisik pelan Nyai Hana kepada putrinya.

Ustaz Hafid terdiam memikirkan itu.

"Aku akan membicarakan baik-baik dengan keluarganya," sahut Ustaz Hafid penuh yakin.

1
Bang Ipul
🤣🤣🤣🤣
Bang Ipul
ah thor langsung hamil gak ada unboxingnya dulu apa wkwkkk
Bang Ipul
ah cika tidur takut khilaf nanti
Bang Ipul
biar impas tat km blm bisa lupain masa lalumu
Bang Ipul
lanjuut
Bang Ipul
ah kacian ya cika
Bang Ipul
kok lemott jadi cowok tat
Bang Ipul
ah udah gak sabar
Bang Ipul
🤣🤣🤣🤣
Bang Ipul
hahhhh mana ada orang marah bilang 🤣🤣🤣👊
Bang Ipul
tancap gas dong buruan
Bang Ipul
kapan akurnya ya
Bang Ipul
masyaallah
Zaskia Mecca
Thor sedih amat,kenapa sedikit thorrr masih kurang BS nambah lg engga
Dian Mardiana
aduhhh bikin baper deh jalan ceritanya keren thorr
Dian Mardiana
keren jalan ceritanya bagus, ringan,bahasanya mudah dimengerti ,bs dinikmati segala usia dr remaja sampai dewasa mantappppp
Bang Ipul
ih ada gangguan teknis
Bang Ipul
hahaaaaa dasaaar
Bang Ipul
😍😍😍😍
Ahsin
👍👍👍 lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!