NovelToon NovelToon
LOVE And LIFE

LOVE And LIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Mafia / Tamat
Popularitas:837.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Narendra Putra Aryan. CEO muda yang tampan, berkharisma, genius, dan, dingin.
Bertemu dengan seorang gadis yang cantik, ceria, dan pemberani.

Namanya Syeira, gadis yang berprofesi sebagai wartawan pemburu berita media onlin.

Zico saudara Narendra, tumbuh menjadi si pria pirang yang yang tampan. tabiatnya sedikit buruk jika berurusan dengan wanita. Ia selalu berurusan dengan mereka sebagai partner ranjang.

Hingga takdir mempertemukannya dengan Cellin, gadis berkerudung yang lembut dan penyayang.

Ikuti kisahnya dalam cerita Love and Life.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Lift yang rusak di kantor *N~A Cell* sedang dilakukan perbaikan. Setelah pintu lift yang waktu itu terbuka, tak lagi bisa di tutup juga tak bisa berjalan. Zico memanggil tukang yang ahli di bidangnya.

Semuanya sudah selesai sekarang. Namun kekacauan yang di akibatkan lift macet itu kini menjadi trending topik di semua saluran berita. Yang pasti akan lebih sulit untuk dilakukan perbaikan.

Bu Mela Ketua redaksi tempat Syeira bekerja merasa sangat kecewa dan marah, dia begitu kesal dengan Syeira saat ini. Ia merasa di bodohi, Tuan CEO Narendra yang di sebutnya G4y malah muncul beritanya yang tengah setengah telanjang memeluk seorang gadis dan berc1\_- ium4an. Syeira juga tidak bisa di hubungi. Kepala Bu Mela rasanya mau pecah. Channel medianya selalu kalah cepat dengan media lain.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Syeira keluar dari rumah sakit, ia berada di dalam mobil Arend. Mobil yang Arend kendarai melaju menuju kantornya.

Arend sendiri merasa bingung dengan semua berita yang beredar, dalam foto dan video itu wajahnya terlihat jelas saat menoleh. Dan satu foto dirinya yang bertautan bibir pada Syeira juga terlihat sempurna. Apalagi keadaan tubuhnya yang tak mengenakan baju atasan. *Sungguh Si\_- 1 al*.

Ayla mamahnya dan Aryan papahnya terus menghubunginya sejak tadi. Namun Arend belum juga mengangkatnya. Ia akan menjelaskan kejadian sebenarnya secara langsung saat bertemu saja.

"Aaaahhh." Arend berteriak kesal memukul setir mobil.

Syeira kaget dan menoleh spontan. Memegang dadanya yang berdetak tidak normal. Ia menatap wajah Arend yang begitu jelas ia tengah marah sekarang.

"Berhenti menatapku, atau kau akan jatuh cinta padaku."

Suara Arend terdengar berat seperti ombak menghantam pendengaran Syeira.

Syeira menggeleng lalu menatap depan. Ia mencari ponselnya. Tidak ada.

"Tuan? Kau tahu dimana tas ku?"

Arend hanya diam tak menjawab. Ia ingat benda itu tertinggal di lift. Mungkin seseorang menyimpannya sekarang, atau justru membuangnya, Arend tidak peduli.

"Tuan?."

"Aku tidak tahu, Diamlah."

Arend berteriak membentak Syeira. Syeira semakin takut dan menciut. '*Orang ini benar-benar menyeramkan saat mode marah*.'

Syeira berpikir. Pasti ibu panti saat ini mengkhawatirkannya. Dan bagaimana dengan Bu Mela yang pasti saat ini juga sudah mengetahui berita viral itu? '*Aaahh,,, kenapa bisa menjadi rumit seperti ini*?'

"Tuan.? Tolong hentikan mobilnya." Suara Syeira terdengar menantang.

Arend menginjak rem cepat dan mobil berhenti seperti seorang yang tersedak.

"Aaahhh." Tubuh Syeira yang tak siap mendoyong kedepan dan kembali terbanting ke belakang. Ia bernafas ter engah karna kaget. Matanya melebar dan mulutnya menganga. Kembali emosi menguasainya.

"Kau ingin membunuh ku? Tidak bisakah kau mengendarai mobilmu dengan benar?"

Syeira dengan keberaniannya berteriak pada Arend.

Arend lantas menoleh kearah Syeira dengan tatapan membunuh, Rahangnya menegas. Gigi-giginya beradu. Ia semakin mendekat ke arah Syeira.

Syeira menelan salivanya kasar, Mendoyongkon tubuhnya ke belakang menghindari jarak Arend yang semakin mendekat, tubuhnya sudah mentok di kaca pintu mobil. Dan..?

"*Brakkkk*."

Arend menekan sebuah tombol. Pintu terbuka lebar, Syeira jatuh keluar dari mobil.

"Aaahhhh..." Teriak Syeira kaget dan juga merasa sakit di bagian pinggangnya.

Dengan gerakan cepat Arend lantas menutup pintu mobil dan melajukan kendaraannya.

"Aaahhhhh,,, Si\_- 4ALLL."

Syeira berteriak kesal. Arend meninggalkannya di tengah jalan tanpa perasaan. Untung saja keadaan jalan cukup lengang.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Arend telah sampai di kantornya, semua pasang mata melihatnya takut, dan menunduk saat Arend lewat, tapi mereka berkasak kusuk setelah tubuhnya menghilang dari pandangan.

Arend masuk kedalam ruangannya. Ayla, Aryan, dan Zico sudah ada disana. Arend sudah menduga itu sebelumnya. Dia melangkah masuk, menutup pintu lalu duduk di sofa. Menyenderkan punggung dan mendongak memejamkan mata. "*Uuuuhhhh, benar-benar melelahkan*."

"Arend? Berita apa ini?Siapa wanita ini? Apa yang sudah kamu lakukan?"

Ayla langsung mencercanya dengan pertanyaan-pertanyaan. Suaranya berteriak keras. Dan dia menangis. Ia menghampiri Arend dan duduk di sampingnya. Menunjukkan layar ponsel nya pada putranya.

Arend masih terpejam dan terdiam.

"Arend, jelaskan.!. Ini benar-benar memalukan, Arend?"

Aryan pun ikut marah padanya. Dan Arend masih diam tanpa pergerakan.

"Mah,, Pah,, Biarkan Arend tenang dulu.? Dia juga pasti merasa tertekan.?

Zico mencoba membela saudaranya. *Sebandel-bandelnya dia, dia tetaplah saudara yang sangat baik pada Arend*.

Arend membuka mata. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya. Ia melihat Ayla mamahnya yang sudah menangis tersedu di sampingnya.

"Mahh,, maafin Arend."

Tidak ada kata lain yang lebih baik yang bisa Arend ucapkan selain meminta maaf. Ayla menatapnya dalam. Ia kembali teringat saat Arend masih SMP dulu, memiliki Video yang tidak pantas untuk di lihat. Ayla tak ingin memukul Arend lagi. Itu juga menyakiti hati dan perasaannya sendiri.

"Kau harus bertanggung jawab, Arend.?!"

Suara Ayla terdengar sangat tegas.

"Arend akan menyelesaikannya, Mah."

"Dengan cara apa? Memberikannya uang,? Mengancamnya? Lalu menyuruhnya pergi dan menghilang?" \[*Uuhhhh,, Ayla benar-benar korban novel-novel yang di bacanya*.\]

"Jangan jadi pengecut, Arend.!"

Ayla berdiri, dadanya terasa sangat sesak jika masih terus berada disini.

"Bukan begitu kejadian sesungguhnya, Mah.?!"

Arend berusaha membela diri. Namun Ayla sudah enggan mendengarkannya. Ia pun melangkah keluar, Aryan hanya menggelengkan kepala. Menepuk-nepuk bahu Arend. Lalu melangkah mengikuti gerak istrinya.

Kini Arend tinggal berdua dengan Zico. Zico mendekat. Tapi raut mukanya justru terlihat konyol. Otaknya di penuhi hal-hal kotor.

Zico berpikir jika Arend memang melakukannya dengan sengaja dan seperti yang biasa ia lakukan. *H4v\_- 1n9 \*3\_- \*\**.

"Hei, Tuan CEO. Bisakah kau ceritakan padaku bagaimana rasanya? Aaahh,, maksudku, bagaimana kejadiannya.?"

Tanya Zico dengan nada suaranya yang terdengar saru, ia justru menanyakan hal itu sambil tersenyum senang.

Arend jengah melihatnya lalu memukul kepalanya pelan.

"Hilangkan pikiran kotor-mu."

"Aauuwwh"

Arend berdiri. Ia akan pulang ke apartment. Perusahaan berjalan normal. Hanya saja berita itu begitu gempar membuat para wartawan datang meramaikan halaman kantor di depan.

Arend dan Zico sudah sampai di lantai bawah. Sopir kantor datang membawakan mobil Arend.

Para wartawan yang melihatnya langsung berlari berhambur mendekati Arend berusaha menggali informasi lebih dalam.

"Tuan Narendra? Bisakah anda katakan siapa wanita yang bersama anda itu?"

"Tuan? Apakah kalian berpacaran? Atau hanya bersenang-senang?"

"Tuan Narendra.? Tolong jelaskan kepada kami.!"

"Tuan? Apa kau akan menikahinya? Atau kau akan membuangnya?"

Teriakan-teriakan yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan saru itu cukup membuat pusing kepala Arend. Tapi ia bisa mengontrol emosinya dengan baik.

Ia masih diam dan berdiri dengan tenang. Tatapan matanya sangat tajam menghadap depan. Arend tak menjawab satupun pertanyaan para wartawan.

Sampai para Scurity akhirnya bisa menghalau dan memberi jalan untuk Arend dan Zico masuk kedalam mobil. Meninggalkan kekisruhan.

"Yaaahhh...!"

Para wartawan kecewa. Mereka mulai membubarkan diri. Bim yang juga ikut meliput meminta izin pada temannya untuk menunggu sebentar, ia menemui pak Satpam untuk bertanya mengenai Syeira temannya. Namun banyaknya karyawan dan OB membuat Satpam yang di tanyainnya hanya mengendikkan bahu tidak tahu menahu.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Syeira sampai di Panti saat sore hari. Keadaanya terlihat tidak baik-baik saja. Ia tidak mengenakan alas kaki. Tas punggung yang biasa menemaninya tidak ada. Dan, dia menggunakan jas Seorang pria. Rambutnya berantakan. Wajahnya terlihat menyedihkan.

Penghuni panti menyambutnya dengan haru, anak-anak, dan terlebih ibu panti yang begitu mengkhawatirkannya.

Ibu panti tidak menanyainya apa-apa, melihat anaknya yang di tunggu pulang saja dia sudah bahagia. Ibu panti lantas menyuruh Syeira untuk masuk kedalam kamar. Sebenarnya dalam pikiran ibu panti saat ini sudah di penuhi oleh hal yang bukan-bukan.

"*Apakah seseorang m3\_ -L3\_ -c3hk4nnya? Apakah dia korban p3m3r\_ -kos4\_ -an? Ataukah dia korban perampokan*?"

Ibu panti benar-benar khawatir. Ia akan menunggu sampai Syeira sendiri yang menceritakan masalah sebenar yang terjadi padanya nanti.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

Syeira diam mematung di pinggir jendela kayu setelah membersihkan tubuh. Ia kembali memandang ke arah pohon mangga tempat pertemuan dan perpisahan itu. Ia meraih bandul cincin di kalungnya. Kebiasaan nya saat tengah di Landa masalah.

"Kau dimana? Apa kau masih mengingatku? Aku selalu teringat dirimu. Andai kau ada dan memberikan ku kekuatan yang baru."

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

1
Abi Zar
mantab kak,lanjutkan...
Mainah Inah
kayaknya bagus itu
Mainah Inah
😜😜😜😜😜
Mainah Inah
lama lama gak jelas
Mainah Inah
janganlah menghakimi orang ,lihatlah diri kita sudah baik apa belum ,perbuatan kita yang menilai Tuhan
Mainah Inah
makanya jgn muna
Mainah Inah
nyuruh orang itu yang sabar
Mainah Inah
😜😜😜😜
Mainah Inah
kok ujung ujungnya kemafia sih
Mainah Inah
teman laknat
Mainah Inah
💖💖💖💖💖
Mainah Inah
gemesssss😬😬😬😬😬
Mainah Inah
😹😹😹😹😹
Mainah Inah
ngomong aja terus terang biar dia tau kl elu itu Meira
Mainah Inah
muna lohhhhh
Mainah Inah
terus aja begitu sama Zico,buat cemburu itu si aren
Mainah Inah
ih najong
Mainah Inah
dasar😹😹😹😹😹
Mainah Inah
norak lo
Abel_alone
cobaan yg bertubi tubi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!