Elara, gadis muda yang berhasil menjadi model terkenal dan baru memulai karir aktingnya. Dia di beritakan menjadi artis bayaran sampai kehilangan segalanya.
Aries, pria muda dingin dan tidak bisa di sentuh oleh wanita merasa penasaran dengan Elara yang menjadi satu-satunya wanita yang bisa bersentuhan dengannya setelah almarhum mantan pacarnya.
Side story tentang Lusia, gadis polos dan galak jika bertemu dengan Kenny, sutradara terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CibulXie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 - Kamera Tersembunyi
Elara masih tidur dengan nyenyak dan damai sampai suara dering ponsel mengganggu tidurnya, "Halo..." Jawabnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya, sebenarnya dia masih sangat malas untuk bangun, karena tidur adalah sesuatu kebahagian tersendiri untuk seorang Elara.
"Selamat pagi baby.." Sapa seseorang dan dia sangat kenal dengan suara itu.
"Evan..." Pekiknya bahagia karena dia memang sudah sangat rindu dengan pacarnya. Mata yang tadi masih tidak bisa dibuka sekarang membulat sempurna.
"Lagi apa? Aku sudah kangen sebulan tidak bertemu beb."
"Iya sama tapi syuting kali ini sangat padat, padahal kita di studio yang sama ya.."
"Jam berapa syuting hari ini?"
"Jam 10 pagi Van."
"Yah kalau begitu tidak bisa ketemu dong.. padahal hari ini aku syuting di sebelah studiomu loh. Tapi jam 10 juga."
"Yah gagal deh.. ya sudah nanti kita sempatkan ya.. ketemu bentar aja."
"Baiklah beb.. bye, i love you."
Setelah mematikan sambungan ponselnya Elara melihat jam dan ternyata sudah jam 9, sebenarnya dia mulai syuting jam 1 siang, hari ini dia akan memberikan kejutan untuk Evan dengan datang diam-diam. Dia segera mandi dan berganti pakaian, setelah itu keluar dari kamarnya.
"Loh.. Sia kok udah datang?" Tanya Elara melihat Sia sudah ada di dapur apartemennya.
"Aku pengen ajah karna kaya bakal terjadi sesuatu gitu, hatiku gak tenang." Ucap Lusia dan Elara menatapnya aneh.
"Hahahah aneh kamu, yuk ah, ikut gak? Mau ke studio sekalian ketemu Evan." Ajak Elara dan Lusia memang berencana akan mengikuti Elara kemanapun dia pergi. Mereka turun ke parkiran dan memilih menggunakan mobil pribadi Elara saja. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Saros studio, dan mereka bersama akan ke ruang tunggu Evan memberinya kejutan.
Elara perlahan berjalan di lorong itu, masih jam 10 kurang 15 menit berarti masih ada waktu 15 menit bersama Evan. Dia perlahan membuka pintu putih itu dan mengintip tetapi yang dilihatnya begitu membuatnya terkejut.
"Evan!" Bentak Elara begitu pintu terbuka sempurna. Lusia yang berada dibelakangnya juga ikut terkejut karena suara Elara yang cukup keras. Dia melihat Evan sedang mencium seorang wanita dan sewaktu wanita itu berbalik semakin membuatnya syok.
"Carina?" Elara sudah gemetar karena marah, pacarnya dan sepupunya tengah berciuman.
"Elara..." Panggil Evan lirih dan jalan mendekat ke Elara yang secara refleks mundur beberapa langkah.
"Elara.. tolong dengarkan aku ya.." Ujar Evan yang sudah memegang tangan Elara dan menariknya masuk ke ruangan, begitu juga Lusia yang segera masuk dan menutup pintu agar tidak diperhatikan orang lain.
"Kalian sejak kapan?" Tanya Elara yang terlihat tegar, tidak ada raut sedih diwajahnya yang ada adalah raut kemarahan.
"Tidak El, bukan seperti yang kamu pikirkan." Ujar Evan yang masih ingin memeluk Elara tetapi dia menolak di sentuh oleh Evan.
"Carina, jujurlah sejak kapan?" Tanyanya pada Carina yang terlihat biasa-biasa saja.
"Sudah 5 bulan lebih lah.." Jawab Carina dengan mudahnya dan tidak ada rasa bersalah.
"kenapa kau lakukan ini Evan?" Tanya Elara lagi menatap marah ke Evan.
"Karena kau terlalu munafik, tidak mau disentuh bahkan dicium." Carina yang menjawab, membuat Elara semakin kesal.
"Oh karena itu? Aku bukan wanita murahan yang bisa seenaknya disentuh laki-laki asal kalian tau!" Balas Elara dengan matanya tajam menatap Carina. Dia marah dan kecewa, pacar dan saudara sepupunya sendiri.
"Tak usah sok suci El.. kau juga bukan wanita yang baik kan..?" Carina menimpali dan Evan segera membentaknya.
"Carina! Jaga ucapanmu!" Bentaknya tetapi Carina malah balik menyerangnya "Gak usah munafik Evan, kau juga sering melakukannya dengan model-model disini."
"Kalian berdua sama saja! Evan, mulai sekarang jangan pernah menghubungiku lagi, kita putus. Silakan lanjutkan perbuatan hina kalian. Dan kau Carina, mulai saat ini aku tidak akan berbaik hati lagi." Elara kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan itu dengan Lusia yang sudah membukakan pintu.
"Haahhh..." Desah Elara kesal, dia menghembuskan napasnya kuat untuk menenangkan dirinya.
"Sabar El.. tapi aku senang kau tidak menangis." Lusia menepuk punggung Elara berusaha menengkannya karena dia tau Elara sangat marah.
"Gak tau Sia, aku bukannya sedih tapi marah dan kecewa." Ucap Elara lagi dan kini dia sudah lebih baik.
"Tunggu.. kau sudah tau ya?" Tanya Elara lagi dan Lusia tersenyum mengangguk.
"Huft... dasar, harusnya kau beritahu aku Siaaaa...." Kesal ELara dan menjewer Lusia hingga dia memekik kuat.
"Kau ini, selalu melakukan KDRT, aku gak mau kamu kepikiran, kan harus syuting." Jawab Lusia dan Elara menatapnya, "Terima kasih." Ucap Elara dan memeluk Lusia.
"Kalau gitu traktir aku makan siang.." Ujar Lusia.
"Siap bos, ayo." Elara melangkah mantap dan meninggalkan cintanya yang sudah berkhianat.
"Dan kau beritahukan ke Gian, aku akan kerjakan semua job yang aku dapat dan tidak akan memberikannya ke Carina lagi."
"Siap nona laksanakan!"
Hahahahahah mereka tertawa bersama.
"Ah.. si Evan terus menghubungiku." Elara menatap ponselnya dan menekan tombol merah, lalu segera memblokir nomornya.
"Selesai. Aku gak mau berurusan dengannya lagi." Ucap Elara dan Lusia tersenyum senang mendengarnya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Ada apa Jem?" Tanya Aries yang melihat Jem sejak tadi menatap pada ponselnya dengan serius.
"Tuan, sepertinya nona Elara telah tau kalau Evan berselingkuh dengan Carina." Lapor Jem pada Aries yang sejak tadi penasaran namun Aries tersenyum tipis mendengarnya.
"Bagus, kalau begitu mereka seharusnya sudah berpisah kan?" Tanya Aries masih tetap dengan senyum tipisnya.
"Benar tuan karena pengawal mendengar pembicaraan nona Elara dan Lusia, mereka sekarang sudah pergi makan siang dengan bahagia." Lanjut Jem.
"Baiklah, segera tuntaskan kerjaan kita disini, aku ingin segera pulang." Aries kembali serius melakukan pekerjaannya dan begitu juga Jem untuk dapat segera kembali. Dia tau Tuannya akan segera mendekati Elara untuk menjalankan rencananya.
Kembali di Saros, saat ini Arion sedang mengamuk karena mendapati kamera tersembunyi di dalam ruang ganti Freya. Dia tidak sengaja menemukannya pada saat menjatuhkan pot tanaman hias di meja rias kemudian terlepaslah kamera kecil itu. Segera Arion menyuruh pengawal yang bertugas saat itu untuk memeriksa seluruh ruangan apakah ada kamera lainnya. Ternyata di temukan 2 lagi di cermin rias dan bilik ganti pakaian kecil diujung ruangan. Sontak membuat semua aktris disana terkejut dan takut.
"Periksa semua ruang ganti, cepat!" Teriak Diandra marah melihat ini adalah kejahatan serius dan terjadi di saat syuting filmnya.
"Nona, ini ditemukan lagi di ruang nona Elara ada 4 kamera." Lapor seorang pengawal pada Diandra.
"Ada 4 di ruang Elara? Berati yang di targetkan adalah Elara kalau begitu." Ujar Diandra terkejut, Elara yang baru datang terlihat heran karena begitu ricuh di lokasi syuting.
"Ada apa mba Dian?" Tanya Elara begitu melihat Diandra disana.
"Emm... ini ada pemeriksaan ruang ganti. Ditemukan kamera tersembunyi tadi di ruang Freya ada 3 kamera dan di ruang gantimu ada 4 kamera. Sedang di selidiki siapa yang mengaturnya." Jelas Diandra yang membuat Elara syok mendengarnya.
"Ya ampun, sejak kapan kamera itu ada? Soalnya aku kemarin ganti baju disana loh.." Elara mulai panik begitu juga Lusia.
"Tenang El, sedang kita selidiki. Tenang yaa..." Ujar Diandra.
"Mampus.. di Aries bisa ngamuk kalo tau." Batin Diandra yang mulai cemas dengan Aries bukan dengan hal lain. Soalnya film ini dibiayai olehnya.
"Ah dasar Anton bodoh, kenapa bisa ketauan sih?" Batin Carina melihat kekacauan yang dibuat oleh Anton dan rencana mereka gagal. "Ton, kameramu ketauan, foto kemarin posting saja nanti sore, aku tunggu viralnya." Pesan dikirimkan ke Anton dan dibalas "ok"
"Kita tunggu Elara, kau telah menghinaku tadi."
Setelah kehebohan tadi, kini mereka telah lanjut syuting yang tertunda sangat lama, kali ini Elara hanya ada 3 take dan dilakuakn dengan baik dalam sekali coba. Seperti biasa, pujian tertuju padanya, begitu juga Freya yang mulus dalam sekali take. Berbeda dengan Carina yang sedari tadi mengulang hal yang sama dan tidak ada kemajuan.
"Ayolah Carina, aku udah capek ulang terus." Ujar seorang figuran lawan mainnya yang sudah lelah.
"Carina, istirahat 10 menit dan tenangkan pikiran dan hatimu." Ujar Diandra agar Carina bisa lebih tenang, karena dia tau kalau yang membuat Carina salah terus adalah pikirannya yang tidak tenang.
"Baik mba Dian, maaf dan terima kasih." Ujarnya pelan kemudian keluar dari lokasi. "Ah.. sepertinya butuh pelampiasan nih.. Evan sedang marah, siapa yang bisa aku ajak?" Carina memikirkan seseorang tetapi dia ragu. Carina memang selalu melampiaskan rasa lelah dan stress nya dengan *** dan itu sudah terjadi sejak dia masih remaja sampai dengan saat ini. Carina masuk ke toilet dan membasuh wajahnya dan menenangkan pikirannya, setelah 10 menit dia kembali ke lokasi dan memulai syuting, setelah mengambil bebebapa adegan akhirnya dia berhasil.
"Bagus Carina, sebenarnya kamu bisa, tetapi terlalu banyak berpikir. Lakukan saja sesuai alurnya jangan dipikirkan." Ucap Diandra dan menepuk bahu Carina dan Carina tersenyum, "Terima kasih." Ucapnya pada Diandra. Mereka akhirnya menyelesaikan syuting hari ini dengan baik. Carina berjalan melalui lorong studio yang sangat sepi karena lokasi itu sedang tidak digunakan sama sekali. Dia menghubungi Anton dengan ponselnya.
"Anton, sebarkan foto tadi, jangan ditunda!" Perintah Carina dan Anton segera menyanggupinya. "Iya Rin.. ini lagi di upload." Carina lalu mematikan ponselnya dan tersenyum, dia berjalan santai untuk menuju parkiran mobil agar dapat segera pulang dan kali ini dia akan ke rumah untuk menemui ibunya.
Carina sampai dirumah mewah yang sebenarnya adalah rumah warisan dari ibunya Elara untuknya tetapi dia mengizinkan Helen untuk tinggal disini karena dialah yang akan mengatur segala aset Elara.
"Mami.." Panggil Carina yang melihat Helen sedang duduk di ruang makan.
"Mami ngapain duduk dimeja makan sendirian?" Tanya Carina yang heran karena ini sudah sangat malam.
"Itu, mami lagi tunggu mbok masak." jawab Helen dan mbok sudah menghampiri dan membawakan sepiring nasi goreng untuk Helen.
"Tumben mi makan malam-malam begini." Ujar Carina yang sedang memandang Helen menikmati nasi gorengnya dengan wajah bahagia.
"Mami sedang bahagia Na.. sebentar lagi rumah ini, Bellatrix dan apartemen mewah Elara akan jadi milik kita." Ujar Helen dan Carina langsung membulatkan matanya dan tertawa.
"Benar mi? Berati kita bisa jatuhin dia sekarang?" Tanya Carina memastikan.
"Terserah kamu saja mau kapan.." Balas Helen yang masih menikmati makanannya.
"Ok mi, tapi Rina butuh bantuan mami. Elara sedang marah padaku jadi mamilah yang harus menghubunginya. Dengarkan rencanaku mi.." Carina kemudian membisikkan rencana mereka ke Helen, mereka akan mengatur sesuatu agar menjebak Elara dan menjatuhkan nama baiknya.
~TBC~
THE BEST ON YOU..🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
BAGUSLH, KLO EVAN CIUM ELARA, PASTI ELARA TRBUAI DN AKHIRNYA EVAN BSA ENTOT ELARA, SYUKURLH SKRG MRK UDH PUTUS