NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: VirentaNita

Aila. Seorang gadis muda yatim piatu ... Yang harus menghadapi dilema dengan dua pilihan sulit dalam hidupnya.

Aila di hadapkan dengan sebuah perjodohan dengan CEO muda kaya raya, Fakhri ... Putra sahabat karib Almarhumah Ibunya. Namun sebuah rintangan besar ada di depan Aila, jika Ia memilih Fakhri, lantaran sudah ada sosok Naira yang telah menempati lebih dulu ruang di hati Fakhri.

Sementara di sisi lain ada Ardan, seorang sahabat yang diam-diam menaruh rasa pada Aila.

Siapa kiranya yang akan dipilih Aila sebagai jodohnya?

Siapa yang akan dijadikan Aila sebagai pelabuhan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VirentaNita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Bekerja

Untuk kesekian kalinya Aila mematut diri di depan cermin. Memastikan jika tak ada yang kurang dengan penampilannya.

Kemeja putih dengan rok pendek hitam, dengan rambut yang dibiarkan tergerai begitu saja. Sempurna.

Hari ini adalah hari pertama kali bagi Aila untuk memulai pekerjaan barunya di persuhaan milik keluarga Fakhri.

Sebagai manager pemasaran!

"Aila,"

Erna memanggil nama Aila pelan, bibirnya tersenyum sekilas melihat tingkah Aila yang terlihat gugup.

"Kamu sudah cantik, jangan terlalu lama bercermin atau kamu akan terlambat," tutur Erna. Masih tetap berdiri di ambang pintu yang terbuka lebar.

"Tante sudah lama berdiri di sana?" tanya Aila. Malu.

Erna hanya tersenyum kemudian melangkah mendekat pada Aila.

"Kamu sudah sarapan?" tanya Erna.

"Belum Tante ... Tapi tadi Sumi sudah menyiapkannya di meja makan," jawab Aila.

"Begitu ya ...."

"Tapi hari ini kamu sarapan di rumah Tante ya,"

"Tapi Tante," sela Aila. Menatap ragu pada Erna.

"Tidak ada tapi-tapi an, sudah ayo ... Biarkan saja nanti sarapanmu untuk Sumi,"

Tanpa bertanya lagi Erna lantas menggandeng pergelangan tangan Aila. Sedikit menyeret langkah gadis itu memasuki rumahnya yang bersebelahan persis dengan tempat tinggal Aila.

Naira dan Fakhri yang baru saja duduk di kursi mereka, lantas terdiam sejenak melihat kedatangan Erna bersama Aila. Hingga sedetik kemudian kembali bersikap biasa.

"Selamat pagi Aila," sapa Danu sembari tersenyum ramah.

"Pagi juga Om." sahut Aila.

"Ayo duduk Aila,"

"Mama sengaja mengajak Aila sarapan pagi di sini ... Kasihan kan jika dia harus sarapan seorang diri di rumahnya,"

Terang Erna sembari menyendokkan nasi ke piring Aila lalu menawari gadis itu dengan berbagai macam lauk yang tersaji di atas meja.

"Oh ya Fakhri, ini adalah hari pertama Aila bekerja di perusahaan kita,"

"Nanti tolong kamu tunjukkan perusahaan kita padanya ya, bimbing Aila,"

"Ajari Aila semua yang harus dilakukannya,"

Gerakan tangan Aila yang hendak menyuap nasi terhenti. Merasa tak enak pada Naira mendengar ucapan Erna.

Diliriknya Naira sekilas yang terlihat kesal, bergantian menatap tajam dirinya juga Erna.

"Aila, ayo dimakan dong nasinya,"

"Kamu harus makan yang banyak agar kuat bekerjanya nanti,"

"Makan sayuran juga ya, untuk menjaga kesehatanmu."

Erna terus berbicara sembari menyendokkan sayuran ke atas piring Aila. Tak dihiraukannya tatapan tak suka Naira. Menantunya.

*-*-*

"Aila, kamu bawa mobil sendiri?" tanya Erna setelah melihat Aila mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi.

Ya, beberapa hari yang lalu Aila memang meninggalkan mobilnya di rumah Erna, atas permintaan Tantenya itu.

"Iya Tante, kan mobil Aila ada di sini," jawab Aila.

"Ya ampun Aila ... Ini kan hari pertama kamu bekerja, memangnya kamu tahu dimana lokasi perusahaan?"

Aila menggeleng lemah. Ia memang belum tahu persis dimana letak perusahaan keluarga Erna.

"Ya sudah, kamu berangkat dengan Fakhri saja,"

"Fakhri ... Aila ikut mobil kamu ya?"

Fakhri yang baru keluar rumah beriringan dengan Naira, istrinya. Lantas terdiam bingung. Harus menjawab apa pada pertanyaan Ibunya itu.

"Kenapa?"

"Kamu takut Naira tak mengizinkan?"

"Aku izinin kok Ma," sela Naira. Cepat.

"Biar Aku mengikuti mobil Mas Fakhri di belakangnya dengan mobilku saja Ma," usul Aila. Merasa sungkan.

"Jangan aneh-aneh Aila, bagaimana kalau nanti kamu kehilangan jejak,"

"Sudahlah, kamu ikut mobil Fakhri saja ...."

Erna ngotot. Didorongnya pelan tubuh Aila masuk ke dalam mobil Fakhri.

"Ingat ya Nai, kamu jangan pernah menghalangi kedekatan Fakhri dan Aila!"

Erna menatap tajam menantunya. Memberinya peringatan. Namun Naira justru tersenyum sinis. Tak mengindahkan ancaman Ibu Mertuanya itu.

"Sudah ku bilang Ma, kita lihat saja nanti!"

"Siapa yang akan menguasai Fakhri!"

Naira berucap sinis kemudian melangkah pergi. Meninggalkan Erna yang sudah dibuatnya kesal setengah mati.

*-*-*

Aila sedikit mengambil jarak cukup jauh di belakang Fakhri ketika berjalan memasuki gedung perusahaan Fakhri.

Ia merasa tak enak hati jika harus terlalu berdekatan dengan Fakhri. Terlebih setelah semua karyawan yang berada di halaman kantor terlihat berbisik pelan melihat kedatangannya yang turun dari dalam mobil Fakhri.

"Aila?"

"Kamu kenapa?"

"Apa kamu sedang tidak enak badan?"

Fakhri menghentikan langkahnya. Menoleh pada Aila yang berjalan sangat pelan dengan jarak cukup jauh darinya.

"Ti ... Tidak Mas Fakhri ... Embh maksudku, Pak Fakhri, Aku baik-baik saja,"

Aila terbata-batab ketika menjawab pertanyaan Fakhri. Sejenak Ia bingung harus memanggil Fakhri dengan sebutan apa. Lantaran sekarang ini Fakhri adalah atasannya ketika bekerja di perusahaan.

"Tidak perlu memanggilku Pak, cukup panggil seperti biasanya saja," ucap Fakhri yang kini berdiri beriringan dengan Aila.

"Tidak bisa Mas, eh Pak Fakhri ... Kita harus profesional bukan?"

Fakhri terkekeh pelan menanggapi respon Aila yang berdiri canggung di sampinganya.

Detik kemudian mengajak gadis itu kembali melangkah sembari melarangnya menghiraukan ucapan karyawan yang bergosip tentang mereka.

"Jangan terlalu dipikirkan, hal seperti itu sudah biasa terjadi di tempat kerja,"

"Dan ini adalah ruanganmu,"

Fakhri membawa Aila ke ruangannya lalu menunjukkan para karyawan yang kini berada dalam pengawasannya dan memperkenalkan Aila sebagai manager pemasaran yang baru.

*-*-*

Aila melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Kemudian bernafas lega karena mampu melewati setengah harinya dengan cukup baik.

Tak ada hambatan atau rintangan yang berat dalam pekerjaannya.

Aila mampu dengan mudah menyelesaikan semua tugasnya dengan sangat baik.

Hingga Naira datang dan mengacaukan semua hari baiknya.

Aila yang baru keluar dari ruangannya dibuat terkejut dengan tangisan Naira di depan semua karyawan kantornya.

Sesaat Ia berdiri termangu. Melihat tatapan sinis dan aneh semua karyawan yang mengarah padanya. Entah hal buruk apa yang telah diceritakan Naira untuk menghasut mereka agar memusuhi Aila.

"Bagaimana Aila, apa kamu bisa menyelesaikan semua pekerjaanmu dengan baik?"

Naira melangkah maju. Mendekati Aila yang masih tetap berdiri diam.

"Tentu saja ... Kamu tidak akan mendapatkan kesulitan di sini, karena Mama Erna lah yang mengatur posisi untukmu,"

"Tapi apa semua itu belum cukup Aila?"

"Kamu sudah mendapatkan posisi dan kedudukan bagus di kantor ini,"

"Apa masih harus kamu rayu juga suamiku?"

"Kamu bahkan menghasut Mama Erna agar membenciku dan berubah mendukungmu,"

"Mengapa Aila?"

"Mengapa kamu begitu jahat dan tega padaku?"

"Aku memang bukanlah siapa-siapamu, bahkan kita tidak pernah saling kenal sebelumnya ... Tapi kamu juga seorang wanita kan Aila ...."

"Kamu pasti bisa mengerti bagaimana rasanya ketika suamimu didekati oleh wanita lain,"

"Tidak ... Benar juga, kamu belum menikah maka dari itu kamu tidak tahu bagaimana menyedihkannya berada di posisiku,"

"Ku mohon jauhi Fakhri, Aila ... Jauhi suamiku,"

"Masih banyak lelaki bujang diluar sana. Mengapa kamu harus mengejar lelaki yang telah beristri?"

" ... Atau mungkin yang kamu incar sebenarnya adalah harta kekayaan Fakhri!"

Aila diam dengan hati yang mulai memanas. Tak menyangka jika Naira akan mengatakan semua hal buruk yang sebenarnya tak pernah dilakukannya.

Ia paham maksud ucapan Erna sekarang. Percuma saja mencari jalur damai dengan Naira. Karena sampai kapanpun, wanita itu tak akan pernah bisa menerimanya.

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
😭😭😭😭😭😭
Nelli Susilawati
bahhh..lanjutannya mana thorr..gantung
Umy Daffa
saya kasih hadiah thor
Titah Novi
ceritanya gk seru,,,awalnya seru tentang poligami itu,,,eh terus diganti,,,bikin penasaran az,,,lg seru2nya malah diganti,,,
Irma Saja
masak ceritanya segitu aja.. gak seru..
seru pas diawal aja cerita dipologami, ini kan ganti cerita masak cuma dikit doank episodenya...
uda lama nggu akhirnya cm gini doank
Dina Purwasih
😲😲😲😲 end??????????????
Dina Purwasih
ah ada lanjutan ny tapi ak lupa alurnya cz udah lama banget mesti baca d bab awal
Lara Sartika: betul kk, udah lupa
awalnya bacanya enak, udak kelamaan ga up jadi gaenak deh🥴
total 1 replies
J. Marta
Sudah mendarat thor,,,,

Udh q boom like juga,

Jangan lupa mampir novelku yang lain

Love revenge, Obsesi

Tinggalin jejak juga 👍👍

Nuhun 🙏
Dina Purwasih
kapan lanjut lagi nya Thor
Berna Dheta
ini tamat ya koq lanjut
Tika Sartika
kpn up lg
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Halimatus Sadiah
lnjut
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Sasa Sun
aq mampir baca ka
mampir juga donk ke crt aku..

WHEN KAMA MEET SUTRA

aq tgg ya ka 🤗
Attin Nurhuda
author kemana gerangan dirimu
cegilnya_minyoongi
kapan up lg thorr??
ngk sabar nungguin kelanjutann kisah fahri dan aila
Dina Purwasih
kapan up lagi thor??
Nona Gladdys
"PERNIKAHAN LUAR BIASA" Recomend juga kak
Siti Mulyanah Ami Yusuf
lama juga up nya thor
Ira Sain
lanjut min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!