Amora Kia Immanuel. Harus mendapatkan siksaan di umurnya yang sangat muda ini, karena perbuatan yang dilakukannya terhadap pria tampan pada malam hari itu.
Samuel Adipati Arley. Pria tampan yang membalaskan dendamnya kepada orang yang membuat dirinya harus terbaring koma di rumah sakit.
Mau tau kisah selanjutnya?
Yuk simak ceritanya hanya di "Noveltoon" 😘
Fb: Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
# Bijaklah dalam membaca
# Budidayakan like and vote
# Gak suka SKIP jangan main REPORT karya orang sembarangan
# Tidak bermaksud menjelek-jelekkan tokoh
Happy Reading😘💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Happy Reading :)
^^^
a month later ....
Sudah sebulan mereka masih belum menemukan titik terang kesembuhan Samuel. Berbagai cara telah mereka lakukan untuk membuat pria tampan itu bangun dari tidur panjangnya.
Kinara selalu datang mengunjungi sepupunya itu dengan di temani dengan orang yang dicintainya dan sebulan ini juga Harry mulai mencoba berkomunikasi dengan Kinara agar pria itu bisa dekat dengan Kinara. Karna tak bisa di pungkiri bahwa pria tampan itu juga menyukai Kinara. Bukannya Harry menyukai Kristal?, Jawabannya Ya, tapi itu dulu sebelum dirinya bertemu dengan Kinara dan Kini hatinya berlabuh untuk gadis tomboy nan cantik itu.
Bagaimana dengan Amora?, Amora sudah bisa menerima semuanya, tak hanya itu Amora juga sudah dekat dengan Kristal dan Kristal juga sudah memaafkan semua kesalahan Amora di masa lalu. Amora juga mendukung kakaknya untuk berusaha mendapatkan hati Kinara, Karna sejak pertama kali mengenal Kinara Amora sudah sangat menyukai Kinara dan Amora juga sudah jujur dengan kakaknya itu bahwa dirinya menabrak seseorang pada malam hari itu.
Malam hari ini di Violita Hospital mereka di hebohkan dengan kabar yang di sampaikan Erlan dan juga Vernon yang tengah menjaga Samuel. Bahwa mereka melihat pergerakan tangan Samuel yang menandakan bahwa pria itu sebentar lagi akan bangun dari tidur panjangnya dan membuat semua orang langsung terburu-buru datang ke rumah sakit.
Dan disinilah mereka berada, di depan ruangan ICU. Menunggu dokter memeriksa keadaan Samuel lebih lanjut.
Ceklek ....
" Dok, bagaimana keadaan putra saya? " Ujar Mutiara setelah melihat dokter yang menangani putranya keluar dari ruangan ICU.
" Keadaan tuan muda Samuel kini sudah mulai membaik, kita tinggal menunggu beberapa jam lagi beliau akan sadar. " Ujar dokter wanita yang selama ini menangani kondisi Samuel dengan tersenyum.
Dokter itu tau berapa lama penantian mereka menunggu Samuel sadar dari komanya dan itu semua bukanlah waktu yang sebentar. Tapi mereka tak pernah berputus asa dalam membuat pasiennya itu sadar dari tidur panjangnya.
" Ya Tuhan terimakasih kau telah mengabulkan doa ku. " Batin Mutiara dengan sujud syukur di lantai putih rumah sakit yang dingin itu tanpa memerdulikan kehadiran yang lainnya.
Derel yang mendengarnya juga menangis haru, melihat putranya sudah membaik dari sebelumnya dan Derel membantu istrinya bangkit kembali dari sujud syukurnya.
Dia tau perjuangan istrinya yang tak kenal lelah berdoa untuk kesembuhan putranya. Walau Samuel bukan putra kandung mereka, tapi mereka sangat amat menyayanginya seperti putra mereka sendiri. Karna Mutiara sampai saat ini tak bisa memiliki keturunan dan Derel juga tak mempermasalahkan itu. Karna tujuan awal dia menikahi istrinya itu beralasan cinta bukan karna ingin memiliki keturunan.
" Hikss, mas putra kita hikss akhirnya sadar. " Ujar Mutiara dengan menangis di dalam dekapan sang suami.
" Iyaa sayang, ini karna kau yang tak pernah lelah mendoakan kesembuhannya. " Ujar Derel dengan mengelus surai panjang istrinya dan membalas pelukannya dengan sangat erat.
Semuanya yang turut hadir di sana juga ikut menangis haru merasakan kebahagiaan yang dialami kedua pasangan suami istri tersebut.
...------...
Setelah Samuel di pindahkan ke ruang rawat inap. Mereka semua yang tengah tertidur tidak mengetahui bahwa Samuel kini telah sadar.
" Ughh, ma-mamih. " Ujar Samuel yang mencoba untuk membuka matanya secara sempurna dan langsung memerhatikan sudut ruangan yang ternyata semua keluarganya ada disana dan gadis yang di cintai juga ada tengah tertidur di sofa.
Kinara yang selalu terbangun tengah malam pun membuka matanya dan melihat Samuel yang kini tengah menatapnya.
" Sa-sam. " Kinara terkejut dan langsung berjalan menghampiri Samuel yang masih menatapnya.
" Sam kau sudah sadar? " Tanya Kinara dengan mematung di depan brankar Samuel.
Samuel hanya menanggapi dengan anggukan, dia tak bisa menyangkal bahwa dia merindukan gadis tomboy itu. Yang selalu bertengkar dengannya saat mereka bertemu dan sumber kekuatannya selama dia masih terbaring lemah, hanya Kinara dan orang tuanya yang membuat dirinya bisa melawan penyakitnya dan bisa melewati masa komanya yang cukup panjang.
" Hikss aku senang melihat mu sadar, Sam. " Kinara langsung memeluk Samuel dan menangis terisak.
" Ughh, berhentilah menangis Nar. " Ujar Samuel yang mencoba menyentuh punggung Kinara tapi tak mampu karna tangannya yang masih lemah untuk di gerakkan dengan sempurna.
" Hikss maafkan aku Sam, karna aku. kau seperti ini. " Ujar Kinara dengan melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
" Ini bukan salah mu. " Samuel mencoba tersenyum agar gadis yang di cintainya itu tidak merasa bersalah lagi.
" Aku panggilkan dokter. " Ujar Kinara yang ingin menekan tombol di sebelah brankar Samuel, tapi langsung di tahan oleh Samuel.
" Tidak perlu, aku baik baik saja. Rahasiakan dari semuanya kalau aku sudah sadar, karna aku ingin membuat kejutan untuk mereka. " Kinara mengangguk mengiyakan.
" Dia ada disini juga? " Tanya Samuel dengan melihat sekretaris Rio yang tertidur di lantai yang beralaskan karpet bersama para pria yang lainnya.
" Hmm, dia juga menjenguk mu selama kau koma. " Ujar Kinara dengan mengangguk.
" Ohh, bisakah aku minta tolong ambilkan air minum, aku haus. " Kinara yang mendengarnya langsung buru-buru memberikan gelas berisi air putih kepada Samuel tak lupa dengan sedotan agar memudahkan Samuel untuk meminumnya.
" Terimakasih. " Ujar Samuel dengan tersenyum.
" Ya, tidurlah Sam kau pasti lelah. " Ujar Kinara dengan meletakkan gelas tersebut kembali ke atas nakas.
" Aku tak mengantuk, aku rasa tidur ku sudah cukup. " Ujar Samuel.
" Baiklah, aku tinggal ke kamar mandi dulu. " Samuel mengangguk dan menatap punggung Kinara yang berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangannya.
...-----...
" Sam apa selama kau koma bisa mendengar apa yang kami bicarakan? " Tanya Kinara yang sudah kembali dari kamar mandi dan kini duduk di bangku sebelah brankar Samuel.
" Hmm, aku bisa mendengar semuanya. " Samuel ingat apa yang di katakan sekretaris Rio saat menjenguknya.
Sekretaris Rio pernah menyampaikan bahwa dia mencintai Kinara dan akan mendapatkan Kinara. Samuel yang mendengarnya langsung membuat dirinya bertekad untuk melawan penyakitnya agar dia bisa melewati masa komanya, karna dia ingin mendapati Kinara dari tangan sekretaris Rio.
Dia akan bersaing secara sehat dengan sekretaris Rio dan dia juga akan menerima semua keputusan Kinara kelak, siapa yang di pilihnya untuk menjadi pendampingnya.
" Berarti kau mendengar apa yang ku katakan? " Samuel menggeleng, padahal dia tau apa yang dikatakan Kinara.
" I-itu-" Belum sempat Kinara menyelesaikan katanya langsung di potong oleh Samuel.
" Kalau kau tidak mencintai ku tak apa, kita bisa jadi saudara. " Ujar Samuel mencoba untuk tersenyum.
" Maaf Sam. " Samuel yang melihat tersenyum miris, belum juga berjuang ehh udah di tolak. Sungguh sangat miris nasib cinta.
" Tak apa Nar, cinta tak bisa di paksakan. " Ujar Samuel mencoba tersenyum walau hatinya sangat sakit.
~Bersambung~