NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 8

HAPPY READING💛

.

.

..."Kenapa ya yang bang*at itu yang paling bisa bikin nyaman."...

...Ben David Arian....

.

.

.

"Bagaimana?" Tanya Leo to the point ke anak buahnya ketika sampai pada markasnya.

Salah satu anak buah Leo berjalan mendekat ke arah sang Leader "Zia Puspita Roberto mantan putri tunggal dari keluarga terkaya nomor 10 dan juga Leader DrakDevil-" Ucap anak buah Leo terpotong.

Nessa mengerutkan keningnya kala ada yang janggal disini. Gadis itu lantas memotong pembicaraan antara Kakaknya, dan anak buah Kakaknya "Tunggu! Apa maksud mu ini Kak? Kamu peduli dengan penembakan itu? Bukan! Bukan itu! Kamu peduli dengan Alana?" Tanya Nessa yang sedari tadi mendengarkan penjelasan tersebut membuat Leo langsung tersadar, apa yang dia lakukan?

Nessa tersenyum lebar melihat Leo terdiam "Tapi itu lebih bagus Kak, aku merestui hubungan kalian." Sambung Nessa senang karena jika Kakaknya ini berpacaran dengan sahabatnya maka Kakaknya ini akan dengan mudah melupakan gadis misterius yang selama ini Kakaknya tunggu, dan itu akan membuat Kakaknya kembali seperti semula.

"Tutup omong kosong mu itu Nessa, dan untuk lo silahkan pergi." Suruh Leo kepada Anak buahnya, dan langsung dituruti membuat Nessa menghela nafas panjang, ada apa dengan Kakaknya ini! Bukankah dia tadi menghawatirkan Alana? Kan?

Sementara Leo sedari tadi bergulat dengan pikirannya, kenapa dia bisa seperti ini? Tidak mungkinkan dia menghawatirkan gadis bad girl itu? Tidak! Tidak! Dia masih setia dengan bulannya (gelang bersimbol bulan yang ia berikan ke gadis yang telah berhasil membuatnya jatuh hati dalam sekejap, dan sekarang ia pergi. Entah sampai kapan dia kembali?)

🌟TAMBAHKAN FAVORIT🌙

Udara pagi hari kali ini terasa sejuk hingga membuat kawasan AIHS sepi karena sebagian anak murid memilih tuk berangkat agak siang. Mereka semua terlalu takut menyentuh air yang amat dingin layaknya es batu.

Namun beda lagi dengan sang siswi baru yang sudah mendapat gelar gadis Bad girl. Gadis itu bahkan datang lebih awal! Tak seperti hari-hari biasanya? Mungkin kah dia sudah tobat?

"Dijemput seperti biasakah Non?" Tanya supir pribadi Alana setelah sampai didepan pagar sekolah AIHS tentu saja pada jam lima pagi, sangat pagi bukan? Itu semua karena kembaran Alana yang mengancamnya membuat mood Alana buruk.

Alana menatap malas pagar didepannya lewat kaca mobil, tidur nyenyaknya terganggu tadi! "Kalau bisa nanti, boleh kok." Jawab Alana setelah keluar dari mobilnya, lalu menutup rapat pintu mobilnya.

"Tapi katanya Tuan muda, Nona tidak boleh pulang jam segitu."

"Kalau gitu ngapain tanya Pak!" Kesal Alana lalu mulai memasuki pagar sekolahannya dengan mulut yang sengaja ia monyong-monyongkan persis seperti ikan koi.

"Alana berhenti kamu!" Kesal Anis membuat langkah Alana terhenti, dan dengan malas Alana menatap Guru yang super cerewet itu.

Oh ayo lah! Moodnya sekarang sedang buruk! Tak bisakah mengerti sedikit? Sangat menjengkelkan.

"Ada apa sih Buk? Kan saya belum buat ulah, nanti kalau saya sudah buat ulah baru dimarahi Buk."

"Lepas kacamata mu itu Alana!"

"Ibuk mah kurang gaul, ini tuh Buk lagi viral Buk." Alana melepaskan kacamatanya yang tadinya bertengger manis dikedua matanya, dan mulai menatap Anis yang sudah tersulut emosi "Wih! Tadi liat Buk Anis kek item sekarang nambah item."

"Kalau kamu ke sekolah niatnya buat gaya-gayaan mending kamu pulang!"

"Nah itu Buk yang saya mau dari tadi, makasih Buk." Baru ingin melanjutkan langkahnya menuju rumahnya Anis sudah teriak lebih dahulu.

"Kamu ke kelas sekarang!"

"Santai Buk jangan marah-marah nanti cepat tua loh." Ejek Alana diiringi tawanya sambil melangkahkan kakinya menuju kelasnya membuat Anis ingin sekali memotong tubuh Alana hingga beberapa bagian lalu mulai membuat sup, itu ide yang bagus!

Sementara disisi lain yaitu diperpustakan AIHS.

Nampaklah seorang gadis dengan rambut sebahu tengah menjinjitkan kakinya layaknya penari ballerina, berusaha sebisa mungkin mengambil buku yang letaknya terlalu tinggi.

Lalu tiba-tiba buku itu menghilang, bukan! Bukan menghilang. Calista langsung melihat sosok pria yang lebih tinggi darinya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok itu adalah....

"Inikan buku yang lo maksud?" Tanya pria itu sambil mengusap debu yang menempel dicover buku tersebut.

Calista menelan susah payah salivanya, Alan sosok itu adalah Alan! Astaga masa depan! Dimohon jantung harap tenang.

Alan langsung memberikan buku yang setebal kamus itu kepada Calista sementara Calista menerimanya dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Ma makasih." Balas Calista dengan pelan.

Alan tersenyum kecil sambil mengacak pelan rambut Calista, imut sekali gadis didepannya ini.

Sayang sekali gadis seimut dia menjadi hatersnya?

"Kalau misalnya nggak bisa, minta bantuan aja sama gue.... kan kalau jatuh kasihan lantainya." Ucap Alan tenang lalu berjalan melewati Calista yang masih setia menatap kepergiannya.

Bukan mimpi kan? Batin Calista senang, ingin sekali Calista berteriak sekarang juga namun ia sadar bahwa diperpustakaan dilarang bersuara.

Tahan Calista tahan! Nanti pulang sekolah kamu bisa berteriak sesuka mu dirumah.

🌟LIKE🌙

Halte bus, itu lah nama tempat yang sekarang jadi sasaran tempat duduk sang bad girlnya AIHS sambil mengotak atik ponsel barunya dengan malas.

Sudah berkali-kali Alana menelepon supirnya tapi hanya suara operator yang berbicara. Kalau saja kedua sahabatnya tidak bolos ia akan nebeng dengan mereka. Ya Nessa, dan Viola sudah bolos sedari tadi.

"Jam empat pas! Bagus sekali gue sendirian disini dengan hujan yang menemani gue." Gerutu Alana menunggu supirnya datang. Sudah hampir malam tapi supirnya itu tidak datang, dia harap supirnya tidak lupa.

Inilah alasannya Alana tak ingin diantar-jemput, selain tak bisa membolos Dia juga bakalan pulang lama mengingat supirnya itu sangat pelupa.

Bertanya tentang Mommnya, dan Daddynya? Mereka berdua tengah sibuk mengurus surut wasiat alias surat-surat perusahaan. Karena sebentar lagi berganti pemilik perusahaan.

Membayangkannya saja sudah membuat Alana ingin muntah saja rasanya. Nantinya dia yang akan mengurus semua surat-surat itu lalu mulai menjalankan hari-harinya dengan setumpuk kertas. Haisss! Jadi orang kaya ternyata ribet juga ya.

Byurrrr.

Tiba-tiba saja genangan air didepannya itu, membasahi seluruh tubuhnya.

Alana mengedarkan padangannya, dan nampaklah sosok pria yang tengah melaju kencang dengan motornya layaknya pembalap. Apa pria itu rabun? Jelas-jelas ada tanda begini 'Hati-hati banyak anak kecil' tulisan seperti itu tidak terlihat? Dasar buta!

"WOY SINI LO!" Teriak Alana kesal, sosok pria tersebut menghentikan motornya lalu menghampiri Alana.

"Hahaha, ngapain lo main air gak malu sama umur lo?" Ejek pria tersebut sambil melepaskan helmnya membuat rambutnya sedikit acak-acakan tapi masih terlihat tampan.

"Main air mata lo katarak! Jelas-jelas lo yang nyiram gue!"

Leo menyugar depan rambutnya lalu bergaya ala-ala anak cool "Susah ya jadi cogan kemana-mana selalu difitnah." Alana bergaya seakan-akan tengah memuntahkan semua isi perutnya "Lo ngapain belum pulang? Mau jadi hantunya AIHS lo? Kasihan gue sama lo cantik-cantik jadi hantu, tenang aja entar gue kasih sesajen."

"Terserah lo deh, gila gue lama-lama deket lo."

"Gue sebagai cowok yang baik hati, dan tidak sombong serta rajin mengutang sana sini. Sini gue anter sampai rumah lo."

"Lo modus kan?"

"Ngapain juga modusin lo gak ada untungnya tau gak! Mana badan cem lidi lagi! Buluk! Dekil! Idup lagi." Alana melotot mendengarkannya "Gue denger-denger disini berhantu apalagi sekarang mau jam lima, yaudah gue pergi." Leo langsung menstater motornya tiba-tiba jaketnya ditarik paksa oleh Alana.

"Inget gue terpaksa!" Tanpa aba-aba Alana langsung duduk dimotor Leo membuat Leo terkekeh, oke garis bawahi Alana hanya terpaksa! (mungkin)

"Pegangan gue mau ngebut."

"Modus lagi kan lo!"

"Hilangin dah PD lo, entar lo jatuh kasihan aspalnya ditindih gajah kek lo." Ejek Leo langsung menancapkan gasnya membuat Alana dengan terpaksa memeluk Leo.

Alana tak bisa munafik jika ini memang... sangat nyaman....

Dirinya bahkan melupakan ejekan Leo tadi, gadis itu malah menikmati semilar angin malam yang menerpah pipinya. Jalan raya sangat padat dengan orang-orang yang pulang dari kerjanya.

Sementara ditempat lain.

Terlihat sosok gadis mengadahkan kepalanya keatas langit dengan senyum riangnya, kedua tangannya ia gunakan sebagai penampung titik-titik air yang berjatuhan dari atas langit mendung itu.

Ingin rasanya ia terbang, dan menari diatas awan-awan gelap itu.

Hujan.

Satu kata yang membuat gadis itu tertawa senang bahkan ketika semua orang berlarian mencari tempat agar tidak terkena percikan hujan itu, tetapi gadis itu tidak! Ia bahkan sebisa mungkin terkena tetesan air hujan.

"Hai hujan aku Calista!" Sapa Calista masih dengan tawanya bahkan ia sekarang sudah berputar-putar, membuat roknya berkibar kecil.

"Aku si Calista yang ingin menari bersama hujan."

"Dan aku si Calista yang akan menyambutmu dengan baik ketika kau datang ke bumi.... Aku suka hujan.... Akhirnya kau datang yeyy!" Girang Calista dengan Tulus membuatnya tidak menyadari bahwa ada sosok pria yang menatapnya dengan jarak tidak terlalu jauh darinya.

Payung berada diatas pria itu, sosok itu langsung tersenyum menatap Calista yang tertawa senang sambil menari-nari tanpa melihat sekelilingnya. Seperti bocah saja.

"Calista... Gadis yang sekelas dengan gue." Gumam Alan ya sosok itu Alan, entah mengapa dia selalu bertemu dengan Calista.

Tadinya Alan sempat ingin pulang lalu menjemput Adiknya dihalte bus namun ada sesuatu barang yang tertinggal diruang osis alhasil lelaki itu kembali lagi ke sekolah dengan baju yang sedikit basah. Untung saja ada Ibu kantin yang berbaik hati memberinya satu payung saat dirinya tadi berteduh dikantin.

Calista tertawa, dan kembali berputar.

"AKU MENCINTAI- Alan?" Calista terhenti saat melihat Alan didepannya dengan payung digenggamannya.

Calista seketika mematung, dan bahkan menundukan kepalanya. Gadis itu terciduk seperti bocah! Mana tadi dirinya sempat berujar aku mencintai Alan? Apa Alan mendengarkannya? Semoga saja tidak! Tapi jika terdengar bagus juga.

"Main hujan?"

Calista sedikit demi sedikit menatap Alan, rona merah ada dikedua pipinya saat jantungnya berdetak kencang. SIAL! Mengapa harus berdetak? Jika tidak berdetak berarti mati dong Cali!

"Lo nggak malu dilihat banyak orang?" Sambung Alan.

"Untuk apa dengerin perkataan orang, mereka bahkan tidak mengaca bahwa dirinya lebih buruk dari kita." Ucapan Calista membuat Alan terteguh.

Calista tersenyum.

"Coba deh lepas payungnya, dan rasakan titik-titik hujannya pasti rasanya seperti kita berada disuatu tempat yang membuat kita nyaman....Cobain deh." Ajak Calista tanpa sadar menggenggam tangan Alan erat.

"Nggak.... Gue-"

"Coba deh Alan... Nggak bakal rugi." Bujuk Calista lembut.

Mendengar itu Alan langsung melempar kesembarang arah payungnya, dan mulai merasakan tetesan air hujan.

Lagi-lagi Calista tersenyum.

"Gimana?" Tanya Calista masih mempertahankan senyumannya.

Alan menatap Calista yang kembali bermain ria dengan hujan.

Ia merasakan dingin saat hujan itu bersentuan dengan kulitnya.

Namun semua itu sirnah saat menatap Calista yang bergembira dengan hujan.

Senyum itu.....

"Gue suka hujan."

****BATAS SUCI****

KEMBALI LAGI DI CAST BERIKUTNYA 😅

ALAN VEGAR ANINDITO

CALISTA JASMINE

BERSAMBUNG~

SUKAK CALISTANYA ATAU HUJANNYA NIH BANG ALAN😂

LIKE,KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAHKAN FAVORIT👈JANGAN LUPA😄

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!