NovelToon NovelToon
Dear Khadijah

Dear Khadijah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:246.2k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Di pertemukan oleh waktu, di persatukan oleh takdir.
Namun, di pisahkan oleh ketamakkan.

Aishleen Khadijah dan Albiru Adityawarman.

Dua insan berbeda karakter, awal pertemuannya begitu unik.
Diam-diam saling mengagumi dan melangitkan nama masing-masing dalam doa.
Hingga pada akhirnya dipersatukan oleh takdir.
Saat kebahagiaan tengah menyelimuti keduanya, mereka harus terpisah oleh ketamakkan.

Takdir buruk apa yang memaksa mereka harus berpisah?
Akankah takdir baik menyertai keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran kerjasama

...9. Tawaran kerjasama....

Khadijah.

Kha tertegun di tempatnya berdiri. Perempuan yang mungkin seusia Umminya, turun dari mobil sembari melambaikan tangan ke arahnya.

“Hai Kha, Assalamualaikum. Selamat sore....”

“Wa-waalaikumsalaam, Tan-te.”

“Lagi sibuk ya? Tante boleh ganggu waktunya sebentar?”

“Nggak kok, Tante. Silahkan.” Ia menarik kursi plastik untuk duduk Mama Barid.

Tante Senja duduk dengan anggun. Melihat betapa ramah dan manis, Ia hampir tak percaya perempuan secantik dia sudah memiliki anak sebesar Barid.

“Gimana tawaran Tante, kamu setuju kan?”

Kha mengernyit. Tawaran?

“Maaf Tante, tawaran apa?”

“Loh, Biru belum ngomong sama kamu?” Ia menggeleng, dan Tante Senja tampak terkejut. “Anak itu benar-benar!” sambungnya.

“Gini loh, Kha. Teman Tante punya usaha Wedding organizer. Dia mau kolaborasi sama fotografer juga florist. Tante merekomendasikan toko kamu sama studio Biru.” terang Tante Senja. “Gimana? Kamu bersedia nggak?”

Kolaborasi dengan wedding organizer? Tawaran yang menarik sekali.

Sebuah kesempatan baru baginya untuk melebarkan sayap didunia bisnis. Ini menjadi salah satu impiannya setelah resmi membuka toko bunga. Bukan hanya sekedar mengelola toko, menunggu pelanggan datang untuk membuat atau merangkai baik bunga segar maupun imitasi. Ia juga ingin mengambil tantangan, terlibat dalam proyek besar seperti mendekor di berbagai tempat pada acara-acara besar.

Tapi?? Kenapa Biru tidak bilang? Apa mungkin kemarin??

“Gimana, Kha?” tanya ulang Mama Barid.

“Saya masih newbie buka toko bunga. Saya tidak tahu apakah saya sanggup atau tidak.”

“Boleh dicoba dulu. Nanti meeting dulu sama Teman saya juga Biru kalau memang Kha setuju.”

Ia pun mengangguk. Sebenarnya terbesit ragu dalam benak. Tapi Ia juga tak ingin jalan ditempat. Harus berani mengambil tantangan jika ingin maju.

...🌼🌼🌼🌼🌼...

Kha menilik dari lantai atas di rukonya. Biru sudah berdiri disamping mobil menunggu dirinya. Setelah pertemuan dengan Tante Senja, mereka bertukar nomor ponsel, semalam tadi Tante Senja menghubunginya jika pagi ini akan diadakan meeting bersama pihak WO juga Biru selaku vendor Fotografer & Videografer.

Siangnya, Kha juga akan kembali melanjutkan pemotretan yang sempat tertunda kemarin.

“Dip. Aku tinggal dulu nggak apa, 'kan?” tanyanya pada Dipa.

Dipa mengangguk. Sekarang Dipa sudah jauh lebih bisa diandalkan.

“Nanti sepupuku, Adskhan. Bakal Dateng kesini, dia yang bakal bantu-bantu kita di toko. Tapi karena dia sambil kuliah, jadi nggak bisa bantuin full time.”

Setelah menitip beberapa pesan pada Dipa, Ia bergegas menghampiri Biru diparkiran. Tak lupa Ia menenteng paper bag berisi jaket Biru yang sudah Ia cuci bersih.

“Mas....” Biru yang asyik main ponsel mendongak mendengar dipanggil.

“Sudah siap?”

Ia mengangguk.

“Ayo!”

Kha melirik studio. Ada beberapa pelanggan yang sedang berada didalam.

Biru menurunkan kaca mobil. “Ayo!” teriak Biru.

“Mas Gentar?”

“Nggak lihat didalam banyak costumer?” tunjuk Biru. “Kita jalan berdua!” ucapnya sembari menutup kembali kaca mobil.

Berdua? Astaghfirullahaladzim. Nggak boleh! Jika ada dua orang berbeda jenis ke la min bersama dalam satu tempat, yang ketiganya adalah setan. Kalau Ummi sama Abi sampai tahu, mereka pasti tidak akan mengizinkan.

Biru kembali membuka kaca mobil. “Kenapa malah ngelamun! Mau jalan nggak?!”

“Ta-tapi, Mas. Kita nggak boleh hanya berduaan.”

Biru terdengar mendengus kesal dan keluar dari mobil. “Terus mau kamu gimana? Mau ajak Gentar? Nggak bisa! Nggak lihat di studio lagi banyak costumer?” ucapnya dengan nada kesal. “Apa mau ajak Dipa? Toko bunga kamu tutup!”

Ia menggigit bibir bawahnya. Tidak mungkin toko tutup, sudah ada beberapa pesanan buket bunga, boutonnieres dan Corsage yang akan diambil hari ini.

“Tempatnya jauh, Mas? Atau saya naik taksi saja.”

“Mamaku sudah bilang sama kamu lokasinya bukan? Restoran di daerah Bekasi. Kamu bisa pakai taksi, paling cuman satu jam lebih. Setelah itu kamu bakal langsung ke lokasi pemotretan 'kan? tempatnya juga beda arah.”

Kha kembali menimbang, jaraknya lumayan jauh, dan Ia belum hapal betul jalanan Jakarta. Apalagi lokasi tempat meeting dan pemotretan berbeda arah.

“Nanti dari restoran aku jemput teman buat bantuin pemotretan, jadi kita gak cuman berduaan!” tegas Biru

Mendengar ucapan Biru, akhirnya Kha menyetujui “Saya ikut Mas Biru. Tapi saya duduk dibelakang ya, Mas?”

Biru hanya melirik dan bergumam. “Memangnya aku sopir apa!” lalu kembali masuk kedalam mobil.

Ia pun dengan hati-hati membuka pintu belakang dan naik ke mobil.

...🌼🌼🌼🌼🌼...

Biru.

Bagaimana bisa perempuan begitu konsisten dengan sikapnya. Dari awal pertemuan mereka saat masih kecil, perempuan ini sudah sangat menyebalkan. Bahkan masih bertahan sama sampai se-dewasa ini.

Sepanjang perjalanan, baik dirinya maupun Kha diam seribu bahasa. Tidak ada sedikitpun niatan dirinya untuk membuka obrolan. Biru masih kesal dengan kejadian pagi itu, saat niatnya menolong Kha untuk berdiri, tangannya malah ditepis kasar. Tapi membiarkan Barid membantunya membersihkan teras ruko.

Ia memberikan kunci mobil pada petugas Valet. Mama dan Temannya sudah menunggu di Restoran hotel. Biru beberapa kali menoleh kebelakang sekedar memastikan Kha berjalan mengikuti dirinya.

Mama dan Temannya sudah tiba lebih dulu. Ia mencium tangan Mama kemudian Miss Risa, guru saat Ia Sekolah taman kanak-kanak.

“Ya ampun, Biru... Kamu sudah sebesar ini?” Miss Risa berdiri, memandang takjub dirinya. “Aku masih inget banget dulu pas kamu masih Paud, nggak pernah mau sekolah kalo nggak ada Senja. Anak cengeng itu sudah besar begini, cakep lagi.” tuturnya.

Kha mengangguk hormat lalu mencium kedua tangan Wanita didepannya.

“Assalamualaikum, Tante... Ibu....”

“Waalaikumsalaam Kha. Sini duduk,” ajak Mama. “Kalian berangkat bareng 'kan?”

mereka mengangguk bersamaan.

“Kalau Senja dipanggil Tante, Aku juga dipanggil Tante saja ya, jangan Ibu apalagi Miss!” seloroh Tante Risa.

Tante Risa mulai menjelaskan tentang usahanya dan Suami sebagai pemilik jasa wedding organizer. Dari penuturannya, Tante Risa sebenarnya sudah memiliki beberapa relasi vendor yang biasa berkolaborasi dengan WO-nya. Karena akhir-akhir ini peminatnya semakin bertambah, Tante Risa pun ingin menjalin kerja sama dengan vendor lain agar jadwalnya tidak bertabrakan.

“Setiap kalian harus memiliki Tim yang solid, siap bekerja kapanpun dan dimanapun. Karena pekerjaan kita membutuhkan kekompakan setiap Tim.” ujar Tante Risa. “Bagaimana? Kalian setuju?”

Biru mengangguk mantab. Sejak semalam Ia dan Gentar sudah menghubungi beberapa orang yang mau bekerja di studio photo miliknya. Beberapa orang yang akan bekerja di studio photo-nya adalah orang-orang yang dulu sering ikut kompetisi photography bersama dirinya.

Lain hal dengan Kha. Perempuan itu masih tampak menimbang.

“Boleh kasih saya waktu? Saya belum memiliki karyawan lebih.” tanya Kha.

Tante Risa pun menyetujui. Ia disarankan untuk menghubungi Tante Risa saat sudah siap.

Terima kasih sudah mampir dan baca. minta dukungan like dna komentar ya....

1
Siti Dede
Jahatnya Bariid
Ita Yuhana
nyesek q bacanya 😭😭😭😭
Ita Yuhana
pedes banget itu mulut barid
Ita Yuhana
kayaknya sama" ada rasa nich .... asyik lanjut kk
Najwa Najwa
😭😭😭😭😭
NUR NAZEERAH: Najwa-Najwa
total 1 replies
Qin one
lihat judulnya, penasaran
baca bab awal,mulai tertarik
baca bab 2,mulai suka
q lanjut baca ya kak author, makasih 🙏😉
Bunga Dwi Femina
kadang heran aku sama yg novelnya bagus yg baca cuman sedikit,yg tulisannya amburadul malah dapet milestone,semangat ya kak ditunggu novel2 berikutnya
Bunga Dwi Femina
barid lebih cocok JD anaknya Jihan,sama2 ambisius,kalo biru malah kek senja...santaiiiii
Firzanah Ghassani
sangat puas sama endingnya. alurnya pun gk begitu berat. trima kaaih thor
RosE
Bagus banget ceritanya... q sampai nangis bacanya 🥺 thanks ya Thor, sudah menyuguhkan cerita yg lain dari yang lain... sampai marathon bacanya, penasaran gimana cerita selanjutnya... semangat terus berkarya ya... 💪❤️
Eka Suryati
Kha wanita soliha
Eka Suryati
Awal kisahmu dimulai Kha
Eka Suryati
Wanita anggun nan soleha
Eka Suryati
Kha....senang sekali
Eka Suryati
Aamiin
Eka Suryati
absen, komen dan Next
Eka Suryati
Next
Eka Suryati
Keren kok Kha
Eka Suryati
Muslimah sesungguhnya
Eka Suryati
Tidak.mengenal pacaran👍🏻👌🏻💪🏻💪🏻
karena akan ada tahap yang namanya ta'aruf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!