NovelToon NovelToon
Marry Me, Please

Marry Me, Please

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:446.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Cinta pandangan pertama seorang Dokter tampan yang membuatnya begitu menggila untuk mengejar cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Bersama

Setelah apa yang terjadi tadi pagi, Sherin kini menjadi sasaran empuk untuk menerima tatapan sinis dan kesal. Sebenarnya dia ingin masa bodoh saja seolah tidak ada uang terjadi. Tapi tentulah tidak bisa. Pergi ke toilet pun selalu ditatap sinis, pergi ke kantin juga sama. Perawat yang membantunya juga sama saja. Hanya satu perawat yang tidak terlalu menunjukkan kemarahannya. Tapi tetap saja tidak nyaman berada di situasi seperti ini. Menjauhi si brengsek yang bergelar Dokter terbaik dirumah sakit juga tidak mudah. Dia sudah melakukan sebaik mungkin, tapi mau bagaimana lagi? pria itu seolah menjadi debu dan ada dimana-mana.

Sherin kini tengah menahan lapar karena tidak mau ke kantin. Bukan tanpa alasan, dia malas dan yah, takut juga tidak kuat menghadapi tatapan tajam para penggemar Kevin disana. Kalau makan di kafe sebelah gedung rumah sakit, dia juga memerlukan jalan kaki dan harus melalui banyak orang kan?

" Ah!!! " Sherin mengacak rambutnya karena frustasi harus menahan lapar. Padahal sebenarnya dia kan butuh banyak makan untuk menghadapi para gadis yang menatap tajam kepadanya.

" Ada apa Dok? " Tanya salah satu perawat yang memang bertugas membantu Sherin.

" Aku lapar, Ani. "

Perawat yang bernama Ani itu mengeryit bingung mendengar jawaban Sherin yang tentulah terdengar aneh di telinganya.

" Kalau lapar ya makan, Dok. Kalau haus, tinggal minum saja. Apa Dokter Sherin lupa caranya makan? apa Dokter Sherin lupa dimana letak mulut? "

Sherin menghela nafas kasarnya. Untung saja dia belum makanan, kalau saja dia kenyang, sudah pasti akan dengan semangat mengocehi Ani seenaknya. Tentulah dia tahu cara makan, apalagi dia tidak sebodoh itu harus lupa dimana letak mulut nya.

" Ani? "

" Iya Dok? "

" Aku membantah semua ucapan mu tadi. Tapi yang tidak bisa aku lakukan saat ini adalah membeli makan siang ku. "

" Mau saya pesankan saja, Dok? "

Sherin langsung tersenyum dan mengangguk.

" Akhirnya kau peka juga ya Ani? "

Ani tersenyum. Sherin memberikan sejumlah uang kepada Ani dan sekalian untuk Ani. Baru saja Ani hendak memegang handle pintu, ternyata ada orang dari luar ruangan yamg lebih dulu menggerakkan handle pintu. Seketika pintu itu terbuka dan nampak lah pria tampan dengan sekantong makanan di salah satu tangannya.

" Hai? " Sapa pria itu yang tak lain adalah Kevin. Bibirnya nampak manis saat tersenyum mengapa Ani yang tengah mematung menatapnya. Dia masih tidak percaya kalau akan melihat Dokter tampan itu datang keruang Dokter Sherin.

" Se selamat siang, Dokter Kevin. " Balas Ani.

Sherin yang tadinya fokus dengan ponsel, kini sontak menatap Ani karena dia dengan jelas mendengar Ani menyebut nama Dokter Kevin. Sekarang bukan hanya Ani yang bengong karena kaget. Sherin juga terperangah terkejut melihat pria itu berdiri tak jauh dari pintu ruangannya.

" Selamat siang. Kau mau pergi? " Tanya Kevin karena melihat Ani yang berada di dekat pintu juga.

" Iya, saya mau membeli makan siang, untuk Dokter Sherin. " Jawab Ani.

" Tidak perlu. Kau beli saja untuk dirimu sendiri. Aku sudah membawakan makan siang untuk Sherin. " Kevin kembali tersenyum dan itu sukses membuat Ani secepat kilat melangkahkan kaki karena merasa tidak kuat harus berlama-lama berada dihadapan Kevin.

Setelah kepergian Ani, Sherin kembali menguasai diri agar tak hanyut dengan Kevin yang akhir-akhir ini menjadi saat aneh.

" Selamat siang, Dokter Kevin. Ada yang bisa saya bantu? " Sherin berdiri untuk menyambut kedatangan Dokter Kevin yang sebenarnya sangat malas untuk melakukannya.

" Selamat siang, Sherin. Aku membawakan mu makan siang. Aku butuh partner untuk menghabiskan makan siang ini. Kau tahu? aku tiba-tiba teringat dengan mu. Jadi aku memutuskan untuk mengajakmu makan siang bersamamu di ruang kerjamu. " Kevin tersenyum manis di akhir kalimat.

" Itu, sepertinya tidak perlu, Dokter Kevin. " Sherin menelan salivanya karena tidak tahu lagi caranya jika Dokter mesum itu memaksa nya.

Kevin tersenyum lalu berjalan, meraih kursi Yang ada diseberang meja Sherin, menariknya dan mendudukkan dirinya disana. Dia mendongak lalu menatap Sherin yang kini mengeryit bingung menatapnya.

" Semakin kau menolak, aku malah semakin berhasrat untuk memaksamu. Jadi, ayo kita makan sebelum aku mengumumkan kepada semua orang jika kau adalah Dokter yang sangat pemilih untuk berteman. "

Sialan! siapa juga yang mau berteman dengan mu, dasar brengsek!

Sherin menghela nafas tapi sebisa mungkin tidak terdengar kasar atau terkesan keberatan dengan adanya Dokter Kevin di ruangannya.

" Begini, Dokter Kevin. Sebenarnya aku tidak terlalu lapar kok. Bagaimana kalau anda mengajak yang lain saja untuk makan bersama anda? " Sherin memaksakan senyumnya agar terlihat tidak menunjukkan penolakan yang kasar.

Kevin tak mau mendengarkan apapun yang Sherin katakan. Pria itu justru terlihat sibuk dengan membuka makan yang ia bawa. Sebenarnya dia sudah meminta orang untuk melihat Sherin keluar atau belum dari ruangannya untuk makan siang. Karena tadi pagi saat sedang menuju ke ruang laboratorium, dia sempat mendengarkan beberapa perawat tengah membicarakan Sherin. Lumayan lama Kevin mendengar para perawat itu bergosip. Mulai mengatai kalau Sherin itu pencari perhatian, dan masih banyak lagi. Padahal, Kevin kan sudah memiliki kekasih.

Aku tahu kau tidak berani keluar dari ruangan mu kan? tapi kau bodoh karena takut hanya dengan tatapan mereka dan mulut mereka yang menggunjing mu. Sherin, aku akan membuat kondisi kita memungkinkan untuk bersama. Semua hal akan berubah penuh peluang untuk kita. Bersiaplah Nyonya Kevin Stevano.

Kevin kembali tersenyum menatap Sherin. Dia meraih tangan Sherin dan membuatnya duduk berhadapan dengannya. Entah seberapa banyak kali Sherin akan menolaknya, tapi yang pasti Kevin akan berusaha lebih banyak dari upaya Sherin untuk menolaknya. Setelah seharian Kevin menimang-nimang perasaannya, akhirnya dia lun sadar jika dia jatuh cinta kepada Sherin dari saat mereka pertama kali bertemu. Sadar jika Sherin tidak memiliki rasa yang sama, Kevin tentu akan mengusahakan yang terbaik agar gadis cantik itu mau membuka sedikit demi sedikit pintu hatinya.

" Makanlah, aku sebenarnya adalah tipe pemaksa loh. Aku bisa memaksa dengan cara yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh orang lain. " Kevin mengakhiri ucapannya dengan seulas senyum manis yang menghiasi wajah tampannya.

Sherin yang merasa ngeri mendengar ancaman Kevin, mau tidak mau dia mengambil posisi duduk dan mengikuti saja yang diinginkan oleh Kevin. Dari pada harus dipaksa dengan cara menjijikkan seperti yang dia lihat saat di kafe beberapa waktu lalu itu.

" Baiklah, mari makan. " Sherin mengambil semangkuk makanan yang disodorkan Kevin ke arahnya. Dan yang paling penting, dia tidak mau melihat Kevin sekalipun untuk menghindari hal-hal mengerikan lainya yang bisa saja terjadi disana.

TBC

1
Dysha♡💕
somplak emang dokter Kevin,, tapi kayaknya dokter Kevin Sangat ngeri kalau marah
Dysha♡💕
hahaha beryl²
Ran Aulia
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ran Aulia
reaksi Sherin selalu wow , di luar ekspektasi 🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
ceritanya bagus, sungguh menghibur , Sherin yg polos Kevin yg menyebalkan 🥰🥰🥰🥰🥰

terima kasih ya kak 😍😍😍❤️
Husna Farahdiba
sekarang serin gak punya mobil lagi kah,kok nunggu bis🙄,Thor tolong di revisi biarpun ini novel lama .. bnyk yg TDK sinkron...
Husna Farahdiba
serin kan gak punya mobil katanya lebih suka jln kaki dan naik umum...kok tiba-tiba kencan buta bawa mobil
sherly
Luar biasa
sherly
nyosor aja otakmu Kevin.. Ama Renata saja woiii
sherly
terlalu berlebihan sikap perawatnya ke dokter Sherin..
sherly
pede kalilah belum apa2 dah mengklaim kalo kamu itu berjodoh Ama sherin
sherly
maksudnya di Kevin nih suka teh celup juga
christina lilik
perbesar ukuran huruf 2x
martina melati
berhub dg mafia???
fa _azzahra
Luar biasa
Dessy Arisandy
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
aira aira
yey
Ernii Erni
bagus
Ririn Santi
benar2 tipe ibu durhaka. pantas utk ditinggalkan
Windarti08
anak tunggal kedua orang tuanya, dan anak kedua ayahnya setelah ibunya meninggal dunia, maksudnya?🤔🤔🤔
Dessy Arisandy: ayah ibunya cuma punya anak tunggal, sherin. trus ayahnya nikah lg punga anak. trus ibunga nikah lg punya anak juga🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!