NovelToon NovelToon
Diary Kanaya

Diary Kanaya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:355k
Nilai: 5
Nama Author: Eneng Selly

Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.

Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri

Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Keesokan harinya,,

Pagi ini dengan bahagia aku sudah bangun dari tidurku, aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi kekantor.

Setelah selesai mandi aku segera menuju ruang makan, disana terlihat ayah dan ibu tapi tidak dengan kakakku seperti dia masih marah dan pergi ke kantor pagi-pagi sekali

" Pagi ayah.. pagi ibu..." sapaku

" Pagi nak " ucap mereka

" Kamu mau makan apa nak " ucap ibuku

" Sama Nasi goreng saja " jawabku

Tanpa ada kata kami langsung menyantap makanan dan mulai sarapan, suasana terasa canggung saat itu.

Setelah selesai sarapan barulah aku pamit pada ayah dan ibu untuk pergi kekantor

" Ayah.. ibu .. Kay pamit ke kantor dulu " ucapku mencium tangan kedua orangtuaku

" Kamu hati-hati ya nak " ucap sang ayah

" Iya nak jangan ngebut-ngebut " ucap sang ibu

" Iya Kay akan hati-hati " ucapku sambil tersenyum

Aku segera menuju mobil dan mengendarainya menuju kantor dengan kecepatan sedang. tiga puluh menit berlalu aku sudah sampai menuju kantor Ku, aku segera masuk kedalam ruangan ku.

Semua karyawan menyapaku dengan ramah, begitu pun aku membalasnya dengan ramah pula. tepat didepan pintu ruanganku Meli memberitahukan bawa Elfaro kakakku menungguku dari tadi.

" Pagi Nona.. " Sapa Meli

" Pagi juga " ucapku sambil tersenyum

" Maaf Nona didalam ada Tuan Elfaro menunggu anda dari tadi " ucap Meli

" Kaka ngapain ke kantorku " batinku

" Baik, terima kasih, tolong bikinkan kopi dua seperti biasanya sebelum kamu kembali bekerja " ucap ku

" Baik Nona " ucapnya

Aku segera masuk kedalam ruangan sedangkan Meli segera membuat minuman yang aku pesan

" Pagi Kaka " sapaku

" Pagi Kay " ucapnya sambil tersenyum

" Kaka ada apa kesini " tanyaku

" Ada hal yang ingin ku tanyakan " ucap Elfaro

" Ada apa memangnya ka " tanyaku kembali

" Apa kamu menyetujuinya perjodohan itu " tanya sang Kaka dengan wajah penasaran

" Aku mau menolaknya tapi aku tidak mau ayah kecewa " ucapku sambil tersenyum

" Kalau kamu menolaknya aku akan mendukungmu dan membelamu " ucap Elfaro

" Tidak usah Ka " jawabku

" Loh memangnya kenapa " tanya sang kaka

" Lagian dijodohkan sama pangeran impianku.. mana bisa aku menolak " ucapku sambil tersenyum bahagia

" Kay... apa kamu tidak bisa melihat ketulusan cinta yang aku punya " batin Elfaro

" Apa kamu akan bahagia dengan dia " tanya sang kaka

" Bahagia atau tidak ini sudah jadi keputusan ku dan pilihanku ka " ucapku

" Apa kurangnya aku padamu Kay " batin Elfaro

" Kamu yakin " tanya sang Kaka

" Iya ka, cinta akan datang dengan sendirinya " ucapku

" Apa aku bisa merusak kebahagiaan yang terpancar diwajahmu saat ini Kay " batin Elfaro

" Baiklah aku akan mendukung mu apapun keputusan mu.." ucap sang Kaka

" Terima kasih ya ka " ucap ku sambil memeluk Elfaro

" Aku akan berjanji padamu, aku akan menjagamu, dan menyanyangimu sepanjang hidupku " batin Elfaro

" Sama-sama " ucap sang kaka

" Akhirnya Kaka menyerah, aku yakin Kaka akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku dan bisa mencintai Kaka tulus " batinku

Aku pun melepaskan pelukannya dan sang Kaka pun segera pamit dari sana pergi kekantor ya

" Kay, Kaka pamit ya " ucapnya

" Iya ka, hati-hati dijalan " ucapku sambil tersenyum dan merasa lega

" Iya ka " ucap Elfaro melangkah pergi dengan perasaan kecewa dan sakit hati

Aku segera duduk dikursi ku dan mengerjakan beberapa pekerjaan ku, tiba-tiba Meli memberitahukan jika Defano ingin bertemu denganku dan menunggunya di depan ruanganku

Kring... Kring... Kring...

" Halo "

" Halo Nona, Ini saya Meli, saya mau memberitahukan jika ada Pa Defano ingin bertemu dengan anda " ucap Meli

" Mau apa dia kesini " ucapku heran

" Katanya ada yang ingin iya bicarakan dengan anda " ucap Meli

" Yasudah suruh dia masuk, tapi sebelumnya tawari dia minum " ucap ku

" Baik Nona " ucap Meli

Aku pun segera menutup teleponnya dan Defano pun segera masuk kedalam ruanganku, Dia menatapku dengan tajam dan sinis.

" Selamat siang Nona Kanaya " ucap Defano sinis

" Siang juga, duduk " ucapku menghampirinya dan kami sama-sama duduk disofa dan saling bertatapan

" Ada perlu apa Pa Defano kemari " ucapku pura-pura cuek

" Ada yang saya mau bicarakan dengan anda nona kanaya " ucap Defano dingin

" Cepat katakan saja, Saya sibuk pekerjaan saya banyak ... " ucapku dengan dingin

" Kenapa sekarang sikapnya berubah padaku, aku kira dia menyukaiku ternyata dia dingin padaku " batin Defano

" Baik, silahkan baca dan tanda tangani " ucap Defano memberikan selembar kertas padaku

" Apa ini " tanyaku heran

" Itu surat perjanjian " ucap Defano

" Perjanjian, maksudnya perjanjian apa " tanyaku semakin heran

" Aku tau kamu menyetujui perjodohan ini, maka tanda tangani lah " ucap Defano

" Saya memang menyetujui perjodohan ini tapi maksudnya ini apa " ucapku

" Itu surat perjanjian pernikahan kita " ucap Defano dengan sinis

" Perjanjian " ucapku bingung

" Iya perjanjian, dari awal dan sampai kapanpun aku tidak akan mencintaimu..." ucap Defano menatapku sinis

Bagaikan disambar petir disiang hari, hatiku benar-benar hancur mendengarnya, apakah aku egois jika aku bersamanya tapi aku tidak bisa jika bersama orang lain

" Saya akan baca dahulu surat perjanjian ini " ucapku dengan hati tersayat

" Apa aku memang tidak ada harapan bersamanya.. apakah dia akan mencintaiku seperti aku mencintainya " ucapku dalam hati

" Biar kamu lebih mengerti Aku akan bacakan dan jelaskan " ucap Defano

" Silahkan " ucapku

" Aku sudah punya kekasih... " ucap Defano

" Lalu kenapa kamu mau dijodohkan dengan saya " tanyaku

" Karena ayahku meminta itu " ucap Defano dingin

" Kamu bisa menolaknya jika kamu mau " jawabku

" Aku hanya meminta tiga permintaan padamu " ucap Defano

" katakan " ucapku

" Yang pertama jangan ikut campur masalah pribadi ku, mau aku pulang jam berapa, makan sama siapa dan kemana saja tidak usah bertanya " ucapnya Defano

" Aku setuju, Kamu pun harus bersikap begitu padaku " ucapku

" Tidak masalah karena selamanya aku tidak akan peduli padamu " ucap Defano

" Terserah " ucapku menatap wajah Defano sinis

" Yang kedua, aku mau kita tidur dengan kamar terpisah " ucap Defano

" Haruskah aku meneruskan pernikahan ini " batinku sakit

" Baik " ucapku dengan santai

" Dan untuk yang ketiga, Aku mau kita tinggal di apartemen ku " ucap Defano

" Dengan senang hati, tapi saya punya dua permintaan untukmu " ucapku

" Katakan " ucap Defano

" Aku mau didepan kedua orang tuaku dan keluargamu kita bersikap layaknya suami istri, aku tidak mau ayahku bersedih " ucapku menahan sakit hati ini

" Kamu benar, Papahku akan marah jika tau hal ini " ucap Defano dingin

" Untuk permintaan yang kedua, aku mau punya satu anak darimu " ucapku membuat Defano kaget

" Apa.. anak.. jangan mimpi kamu " ucap Defano

" Kenapa.. " ucapku

" Bagaimana kita bisa punya anak jika kita tidak saling mencintai " jawab Defano dengan tersenyum tipis

" Aku tidak mau tau caranya, yang penting aku mau punya anak darimu " ucapku

" Setidaknya aku bisa melahirkan darah dagingmu Defano sebagai tanda bukti cintaku padamu " batinku

" Aku tidak mau " ucap Defano menolak

" Terserah jika Kau menolak maka perjodohan ini kita batalkan, dan keluargaku tak mau membantu perusahaan keluarga mu " ucapku sini

" Sialan wanita ini benar-benar licik, aku harus hati-hati dengan dia " batin Defano kesal

" Aku tau kelemahanmu adalah Papahmu yang serakah itu, dan ini caraku agar Kau disampingku selama aku hidup " batinku

1
kanao-tyy
Luar biasa
LES TARI
mampir kak
shinta nofri
hay thor lanjutkn dong cerita ini...
Dessy Arisanti
cerita y bagus mn thour kelanjutan nya
shinta nofri
ini kpn up lg thor...lama banget keburu lupa alurnya
Sopi
knp kanaya nyuruh elfaro yg ngasuh anak nya...kan bapak ada defano....tpi gpp lah ...yg penting kelanjutanya mana thor🤭😁
Dilan Dilan
walaupun tulisannya bnyak taypo jujur sii bsa msuk dlm critanya smpe bsa nangissss 😭😭😭😭😭
shinta nofri
ini kpn up nya...
Dilan Dilan
cinta bkin buta yaaa 😔
Dilan Dilan
sadis bngettt defano...
menyesal memang belakangan...
Alisha Gunawan
lanjut
Dilan Dilan
duhhh sedihh bngettt kasian kanaya... 😭😭😭
Sha90
aq mampir
Dilan Dilan
waduh bsa abis tuch sii defano d hajar El
Dilan Dilan
smoga defano cpet cinta sma kay ya sblum smua nya terlmbat...
Feeza_MCI
kok kak El suka sama Kanaya? apa mereka bukan saudara kandung🤔🤔
Anggra
semoga kanaya bs sembuh cos Kay sdh menemukan kebahagiaanny bersama defano n calon baby ny
Dilan Dilan
kalimatnya bnyak yg typo...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
Dilan Dilan
ini maksudnya gmna yaa ko El suka kanaya ?
apa el bkn kk kndung kay ?
Dilan Dilan
smngattt trusss ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!