NovelToon NovelToon
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:600.5k
Nilai: 5
Nama Author: nasya kamila

Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka

Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih

Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.

***

Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.

Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.

Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?

Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?

Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Masa Lalu

Mahesa Septian Ceva pov

Aku bertemu pertama kali dengannya saat kami sama-sama SMP. Tidak sering hanya saja waktu itu sedang ujian semester aku kelas 3 dan dia kelas 1.Setiap kali ujian berlangsung sekolah kami memang melakukan pengacakan bangku siswa. Katanya untuk mengantisipasi kecurangan.

Di sekolahku, aku memang terkenal dengan sebutan cowok pendiam. Walaupun begitu tetap saja banyak gadis yang mengejar-ejarku karena tampang ku yang memang di atas rata-rata dan juga status ku yang jadi anak pengusaha ternama. Siapa coba perempuan yang tak mau denganku, mulai dari adik kelas ku hingga teman seangkatan ku semuanya seakan-akan berlomba-lomba memperebutkan perhatianku. Kecuali satu perempuan.

Perempuan dengan potongan rambut pendek dengan gaya tomboy yang duduk di belakangku itu, nampak cuek saja saat teman sekelasnya minta kenalan dengan ku dan saat teman wanita di kelasku yang melarang mereka minta kenalan sehingga terjadi pertengkaran diantara mereka. Sumpah ingin rasanya aku pergi saat itu tapi sebentar lagi bel masuk segera di mulai.Dan benar saja tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi.

Hari pertama ujian inilah aku mulai memperhatikan tingkah konyol nya. Bagaimana ributnya dia mencari jawaban pada teman-temannya bahkan kakak kelas yang duduk disampingnya pun ikut dia tanyain .

"Ayolah kak,ini jawabannya apaan sih,perasaan pak Ali gak pernah ngajarin kayak gini deh.Salah naskah ama kelas lain nih pasti"Gerutunya, sumpah aku beneran pengen ngakak dengerin tuh cewek gerutu sendiri. Bukannya jawab soal ujiannya malah ngedumel gak karuan. Baru kali ini aku nemu cewek yang gak jaga image dan ceplas-ceplos kayak dia,Apalagi didepannya ada aku, idola sekolah, benar-benar limited edition gak sih tuh cewek.

Selama hampir lima hari aku mendengar ocehan tidak jelasnya, selama itu pula aku menahan tawaku. Tapi yang pasti, dia selalu bisa menyelesaikan ujiannya tepat waktu dan saat aku melihat kebelakang kulihat kertas jawabannya penuh. Entah benar atau salah jawabannya aku tak tau.

Hari pun berlanjut.

Pagi itu, untuk pertama kalinya aku lihat dia datang lebih awal dari biasanya. Ku lihat dia membuat catatan-catatan kecil ditangannya.Seriusan dia mau nyontek, kok aku jadi ilfil ya. Ok kalau selama ini dia nanya sana nanya sini, walaupun sama-sama dalam arti curang tetap saja masih wajar di kalangan kami.Apalagi ku lihat tak ada orang yang menggubris nya dan aku pastikan semua jawabannya adalah hasilnya sendiri.

Tapi....

Kalau sampai nyontek dan bikin catatan kecil kayak gitu, aku gak suka. Lihat aja kalau sampai dia nyontek aku akan memberinya pelajaran.

Ujian hari ke enam pun dimulai. Awalnya aku dengar dia masih sibuk nanya sana sini tapi tak lama setelah itu aku tak mendengar celotehannya seperti biasa.

" Kamu nyontek ya"Tanya seorang yang kudengar adalah suara teman sekelasku.

"Udah kak ah, biar cepat kelar ini ujiannya. Repot kalau nanya sana sini tapi gak ada yang mau kasih tahu jawaban.Kali ini aku beneran gak tau jawabannya,susah banget "

Aku terdiam sebentar mendengar ucapannya. Jadi dia benar-benar nyontek. Gak bisa dibiarin ini, aku segera mengangkat tanganku.

"Ya Titan ada apa" Tanya guru penjaga

"Ada yang nyontek bu" Jawabku. Ku lihat guru itu mengernyit lalu mendatangiku.

"Siapa? " Tanya nya kemudian. Dengan segera aku membalik badanku dan menunjuk kearahnya. Itulah pertama kalinya aku melihat matanya. Mata yang begitu indah dan entah kenapa aku begitu menyukai menatap mata itu. Saat itulah aku merasa begitu bodoh. Harusnya aku tidak memberi tahu guru tadi? Sekarang hilang kesempatanku untuk mengenalnya. Apalagi aku pastikan dia akan sangat membenciku. Terbukti beberapa hari kemudian dia selalu mengerjai ku. Aku tidak merah tapi justru malah menyukainya, aku menyukai saat dia menggangguku.Apalagi aku tahu alasannya mencontek waktu itu.Sayangnya semua itu hanya berlaku sebentar karena setelah ujian selesai aku harus pindah sekolah.

Semoga kita bisa bertemu lagi, Nadya Syafina.

******

Sudah hampir sebulan ini aku menggantikan jabatan kakakku di salah satu perusahaan papa. Sebenarnya aku lebih nyaman bekerja di perusahaan sebelum nya namun keadaan yang mengharuskan ku pindah ke sini. Aku fikir aku tidak akan betah, nyatanya aku salah. Suasana disini sangat menyenangkan apalagi kata pegawai ku makanan di kantin sangat enak. Aku jadi penasaran maka ku putuskan datang ke kantin hari ini.

Dengan menggunakan masker dan kaca mata aku keluar dari mobil ku. Tiba-tiba seorang perempuan menabrak ku. Ingin rasanya aku memarahinya namun sejurus kemudian aku melihat mata itu, mata yang selalu menghantuiku setiap malam.

Ya Tuhan,....

Saking semangatnya aku memandang nya, mungkin membuatnya merasa risih padaku. Kira-kira apa yang dia fikirkan tentang ku ya? Maka detik itu juga aku memberi isyarat dengan jariku menyuruhnya pergi. Sungguh aku masih ingin memandang mata itu.Setelah membungkuk minta maaf Nadin pun pergi.

Deg

Jantungku berdebar tak menentu, sekali lagi aku menoleh dan kulihat dia juga menoleh padaku. Mata kami bertemu, hingga akhirnya terputus saat kami saling menjauh.

Ya Tuhan...

Sekian lama berpisah kini aku bisa melihat mata itu lagi dan entah kapan aku bisa melihatnya lagi. Akupun melanjutkan menuju kantin perusahaan ku.

Aku sangat puas dengan hasil masakan koki itu dan aku berencana menemuinya sore harinya untuk meningkatkan kinerjanya dan memberikan bonus buatnya. Aku juga meminta nya menambahkan pegawai baru untuk membantu pekerjaan nya.

Tapi sungguh sial, karena aku terjebak dengan rekan bisnisku.

Aku benar-benar telat datang ke rumah pak Ridwan. Sialnya lagi kulihat seorang wanita berjalan di tengah jalan sempit itu. Jangan-jangan tuh perempuan, perempuan gak bener lagi.

Tin tin

Berulang kali ku klakson namun perempuan itu tak bergeming. Aku pun memutuskan turun dari mobil dan memegang pundaknya. Bukanya dapat sambutan yang baik tapi perempuan itu malah berteriak tak karuan. Bagaimana jika orang mengangap ku berbuat kurang ajar pada perempuan itu apalagi dengan penampakan nya jauh dari kata normal. Bisa habis aku digebukin masa nanti. Maka aku pun berkata lembut dengan memanggilnya mbak.

Sukses besar, perempuan itu pun akhirnya mau melihatku. Betapa kagetnya aku saat melihat siapa perempuan itu.

Nadin

Sedang apa perempuan itu disini? dan kenapa dia jadi seperti itu? Fikiran-fikiran buruk pun berseliweran di kepalaku dan keluarlah kata-kata pedas dari mulutku dan berakhir dengan pertengkaran kami.

Dengan perasaan dongkol aku pun meninggalkannya sendiri dan bergegas menuju rumah pak Ridwan. Kami berbincang lama hingga aku berpamitan ke kamar mandinya.

Kebetulan kamar mandi pak Ridwan ada diluar rumah. Tiba-tiba mataku menangkap dua sosok gadis yang sedang duduk disamping rumah. Cukup lama aku mendengar obrolan mereka. Hingga aku menyadari kesalahan ku.

Lagi-lagi aku berfikir buruk dengan gadis itu. Gadis pemilik mata indah yang kukagumi. Sejak malam ini aku memutuskan untuk mendapatkannya menjadi milikku.

Beruntungnya aku dengar kabar bahwa Nadin ku bekerja di perusahaan ku dan hari ini aku berhasil menjahili nya dan membuatnya selalu dekat denganku.

*

*

*

Maaf ya kalau bab ini agak bosenin soalnya ini flashback tentang perasaan Titan.

Episode selanjutnya adalah mode mesum Titan sama Nadin untuk mendapatkan hati gadis itu. Eh tapi jangan salah lo Ale juga bakal berjuang nanti.

Tunggu kelanjutannya Ya. Jangan lupa Like dong kak.

1
Herlini
suka benar, alur cerita dan bahasanya tdk membosankan,, ak beri 5 bintang deh
Dwi Laras Anggreni
good
Fitriyani
iiih,,,kesel bgt aq sm titan,,,be*o bener,,,baik boleh,tp jgn t*l*l...😠
Fitriyani
setuju aku sm kamu Ale...
Fitriyani
mf lg y thor,mgkn q slh 1 istri yg beda dr istri2 yg lain,klo q ada d posisi Nadin,suami yg kita cinta trnyta nyakitin hati n perasaan,bkn hanya lewat kata tp jg sikapnya,wlwpun sbnrnya itu adlh kebohongan,aq g bs dgn mudah maafin Dy,aplgi dsni mnrt aq Titan bkn nya lgsg mnjlaskn apa yg sbnrnya trjd,malah jd playing victim,klo aq jd Nadin g semudah itu aq mmafkn,,
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏
Fitriyani
mf y thor, sbnrnya q udh feeling sih,tp ttp aja kesel sm Titan 😠
Pipit Sopiah
puassss,,, sukurin mari jogged sama sama
Pipit Sopiah
mak lampir cabe cabean muncul
Pipit Sopiah
seru ceritanya menarik
Pipit Sopiah
mungkin devan anak kakaknya x
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
wah ngakak aku🤣🤣
Pipit Sopiah
aneh ya pelakor dimana mana otaknya ga waras,,
Pipit Sopiah
semangat kamu bisa nad
Pipit Sopiah
sabar nad nad🤭
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
Masih hadir langsung like
Kamila Azmi Rokhit: makasih kak semoga suka ya🤣
total 1 replies
Sriza Juniarti
hempaskan pelakor💪💪👍👍
Sriza Juniarti
aku mampir kk..seru kayaknya
Kamila Azmi Rokhit: Terima kasih banyak kak. Semoga suka
total 1 replies
Fitri Sagustine04
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!