Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eipsode 8
Disisi lain, Denna yg tengah menangis itu sangat terluka. Ia tak mau pulang ke rumah bibinya, karena sudah pasti dengan mudah Bende akan menemukannya
"Sedang apa kau disini?" ujar seorang pria
Denna mendongakkan wajahnya sembari menghapus air matanya "Siapa kau?" tanyanya
"Baiklah cantik, kita berkenalan. Namaku Andrean Axander. Panggil saja Andre" ujarnya
Denna hanya menjawab dengan anggukan
"Ada apa denganmu? Ini sudah malam kenapa tidak pulang?" tanya Andre
"Tidak apa-apa, hanya mencari angin" jawabnya singkat
"Kau ingin minum sesuatu? Disini ada taman tidak jauh, kita bisa mengobrol disana" ujarnya
Denna bepikir sejenak, setelah mempertimbangkan akhirnya dia menerima tawaran Andre.
Andre dengan rencana busuknya sudah memiliki taktik melawan Bende. Ia sudah mengetahui jika gadis didepannya ini adalah Denna, kekasih Bendefidh temannya. Ralat, sekarang sudah menjadi musuhnya
Andre mengambil ponselnya dan mengirim pesan dan sebuah foto kepada Bende "Lihat dude! Wanitamu sedang bersamaku, susul dia jika benar kau menginginkannya sebelum dia habis di tanganku" isi pesan dari Andre
"Keparat kau Andre!!"
Dava lajukan mobilnya dengan kencang dan menuju ke taman kota, jika kau tidak berhasil mencapai waktu dengan tepat aku akan menghabisimu jika terjadi sesuatu pada Denna!
"LAJUKAN MOBILNYA DENGAN KECEPATAN TINGGI!!" gertaknya, Bende mulai menggerutuki dirinya sendiri, seandainya dia tidak membentak Denna, mungkin gadisnya akan tetap aman berada di rumahnya, dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada wanita itu
Disisi lain, Andre telah mencampurkan sesuatu kedalam minuman yang akan di minum oleh Denna
"Terimakasih" ungkap Denna kepada Andre
Selang beberapa menit, Denna mulai merasa panas di sekujur tubuhnya, ia mulai gelisah. Andre yang melihatnya tersenyum, karena rencananya telah berhasil
"Ada apa? kau butuh bantuan, kenapa seperti sangat gelisah?" tanya Andre
Denna tak menjawab, ia bingung akan melakukan apa, tubuhnya semakin panas dan dia merasa tak nyaman
Tak berselang lama Bende menemukan mereka berdua dan langsung menghajar Andre hingga mulutnya berlumur darah
"Sudah ku peringatkan padamu jangan dekati gadisku! Setelah ini kau tidak akan bernafas dengan lega! CAMKAN ITU!!" Marah Bende
"Kalian semua habisi dia bila perlu bunuh saat ini juga" perintahnya menyuruh anak buahnya
Bende beralih menatap Denna yg mencoba ingin membuka pakaian yang dia kenakkan, tapi belum terlepas
"Apa yang kau lakukan Denna!" cegah Bende sembari memeluknya agar dia tidak bisa menggerakkan tangannya
"Lepaskan Bendefidhh.. Uhh ini sangat panasss" ujarnya hilang kendali, bahkan ia tak peduli situasi yang berada di tempat umum kerena pengaruh minuman yang di minumnya tadi
"Davvv! Siapkan mobil kita pulang sekarang!" perintahnya dan Dava langsung bergegas menuju arah mobil
"Apa yang terjadi, kau melakukan apa?" tanyanya dengan penuh amarah bercampur kepanikan
"Aku meminum minuman itu, dan tubuhku sangat panas. Lepaskan aku Bendefidh ini sangat panassss" ujar Denna terus berontak hingga dia merobek baju yang dia kenakan di bagian depan dan terlihatlah belahan dadanya
"Denna tenangkan dirimu!" dengan sekuat tenaga hingga akhirnya Bende berhasil menguci pergerakan tangan Denna
Bende kanget bukan main, ia mencium aroma minuman itu. Andre mencampurkan obat perangsang pada minuman Denna, dan dia juga melihat 2 botol Bir di bawah meja.
Bende mulai paham dan mengerti Andre ingin melakukan hal apa pada Denna, beruntunglah dia cepat datang jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada gadisnya
Kemudian Bende menggendong Denna menuju mobil, di dalam mobil gadis itu tak berhenti meracu minta di lepaskan
"Bendefidhh, tubuhku seakan terbakar. Ini sangat panasss lepaskan aku Bendefidhh" ujarnya melemah karena sedari tadi Bende menahan tangan Denna yang berusaha untuk membuka pakaian yang dikenakannya
"Dava cepatkan laju mobilnya!!" Dava melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi
Sedari tadi Denna mencoba melepaskan pakaian yg dia kenakkan namun tenaganya tak cukup kuat karena Bende mencegahnya sembari tetap memeluknya
"Jangan pernah melihat gadisku jika kau tidak mau buta Dava!!" marah Bende
Bende mengambil ponselnya dan menghubungi pelayan di rumah "Hallo! Bi Emma, siapkan air dingin sekarang juga, jika aku sampai rumah air itu belum kau siapkan, bersiaplah menjemput ajalmu!!" ujarnya dan langsung mematikan telepon
"Aku tidak tahan bendefidhhh.. Bantu akuu, ini sangat panasss, lepaskan aku bendefidhhh" racu Denna di setiap perjalanan
Hingga sampai di rumah Bende menggendong Denna dan membawanya ke kamar mandi miliknya lalu menceburkan Denna ke bath up.
Bende melihatnya agak sedikit tenang karena Denna tidak lagi meracu kepanasan, namun dia harus menahan diri melihat lekuk tubuh Denna yang tercetak jelas.
"Di.. Dingin" keluh Denna setelah beberapa menit ada di air
Bende terus mengontrol dirinya agar tetap sadar, dia tak mau hilang kendali lalu beranjak keluar dan memanggil Bi Emma
"Bi Emma! Tolong kau bantu gadisku di dalam, bantu dia mengganti pakaiannya jika selesai beritahu aku" perintahnya. Lalu Bi Emma bergegas ke kamar Bende
Bende juga membersihkan dirinya, setelahnya dia memerintahkan anak buahnya untuk terus berjaga di sekitar Mansion
"Nonna, Ya Tuhan apa yang terjadi" tanya bi Emma
"Dingin bii" balas Denna dengan lemah
"Mari bibi bantu, ayo.." ujar Bi Emma lagi lalu ia membantu Denna dengan telaten
Setelah selesai membantu Denna, bi Emma memanggil Bende dan megatakan bahwa Denna sudah tidur
Bende bernafas sangat lega dan bergegas masuk untuk menemui gadisnya bermaksud mengecek keadaannya