Mereka memanggilku dengan dua nama.
Aku tidak memiliki kehidupan normal. Aku juga bukan manusia, aku hanyalah sebuah alat yang di gunakan untuk mencapai kekayaan dan menambah kekuasaan.
Alexa, begitu mereka memanggilku saat aku memakai wajah kebaikan.
Tapi, siapa yang menyangka? Ternyata aku tidak sebaik yang mereka pikirkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mr. haart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7 (WHO IS SHE?)
Hari ini adalah hari kelima, sejak kejadian mengerikan itu terjadi. Dan kami telah tiba di markas besar. Kami tidak melakukan apapun saat tiba disini sehingga Kay pun bisa memulihkan diri. Tapi pagi ini, seseorang mengirimkan sebuah video. Tidak di ketahui siapa pengirimnya, tapi dia mengirim video yang sama pada semua anggota.
Video itu berdurasi dua menit. Dengan seorang wanita di dalamnya. Wanita itu terlihat menyedihkan dengan mulut yang di perban, tangan dan kakinya di ikat. Wajahnya pun terlihat pucat, tapi video itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
"apa kau yakin dia benar-benar Emma?" tanyaku pada Zain.
Hanya ada kami berdua di ruangan itu, dan ketika video itu di terima, tidak semua orang langsung melihatnya. Aku, Clare dan Zain sudah berbicara tentang hal ini, sedangkan Kay dan Brian mungkin belum mengetahuinya. Karena itu, kami sedang menunggu mereka.
"aku yakin, walaupun dia terlihat berbeda di dalam video itu" jawab Zain, dia sedang memeriksa beberapa kasus di layar gadget miliknya.
"sejak kapan dia menghilang?" tanyaku
"delapan bulan yang lalu"
Kejadian itu terjadi delapan bulan yang lalu dan aku di temukan empat bulan yang lalu. Itu artinya, aku berada di suatu tempat saat kejadian itu terjadi. Apa hal ini ada hubungannya dengan ku? Tapi jarak waktu yang terjadi sangat berbeda jauh.
"kau tidak perlu memikirkan hal ini, dia tidak ada hubungannya denganmu" ucap Zain memecah lamunanku.
"bukankah aku sudah bergabung dengan kelompok ini? Jadi, dia juga menjadi tanggung jawabku. Lagi pula, ada apa denganmu? Kau seperti tidak suka dengan kehadiran ku disini"
"kau benar" ucapnya.
Aku langsung terdiam dengan jawabannya "Hah? Apa yang benar? Tanggung jawabku atau dia tidak suka padaku?" tapi pertanyaanku tertahan, karena Kay masuk ke dalam ruangan.
"apa yang terjadi?" tanya Kay, dia pun menghampiri Zain dan duduk di sebelahnya.
Zain memperlihatkan video itu kepadanya. Dan Kay terlihat sangat terkejut.
"kami sudah melacaknya, tidak ada apapun. Sepertinya mereka menggunakan sistem yang membuat kita tidak bisa mengetahui keberadaannya. Pengirimnya juga tidak diketahui" Zain menjelaskan, seolah dia sudah tau Kay akan bertanya.
"apa ini video baru?" tanya Kay.
"setelah di periksa, video ini di rekam sekitar lima jam yang lalu, tapi aku tidak yakin. Bisa saja mereka mengubah waktu pengambilan video" jawab Zain.
Tidak lama kemudian, Clare dan Brian pun ikut bergabung. Dan dari yang aku lihat, Brian sudah melihat video itu saat di perjalanan.
"kita harus menyelamatkannya" ungkap Brian saat telah masuk ke dalam ruangan, bergabung dengan kami.
"jangan bertindak gegabah. Kita harus berhati-hati. Mungkin mereka sedang mempersiapkan perangkap yang lain" Clare memberi saran.
"mereka tidak mengatakan apapun saat video ini di kirim, sehingga tidak ada petunjuk. Aku juga tidak tau, mereka itu terdiri dari sebuah kelompok atau hanya satu orang" ucap Zain.
"mungkin petunjuknya ada dalam video itu, bukankah aneh? Mereka mengirimkan video yang berdurasi lumayan lama, tapi hanya memperlihatkan wanita yang bahkan tidak melakukan apapun. Seharusnya, dia mengirim sebuah gambar saja" kataku, saat memikirkan hal yang janggal setelah melihat ulang video itu.
Mereka diam, tapi dari sorotan dan cara mereka melihatku, mereka setuju dengan pendapat ku.
Kami pun segera memeriksan video tersebut dengan melihatnya berulang kali.
"aku tidak melihat apapun" Brian mulai mengeluh.
Aku juga melihat video itu berulang kali. Dan hanya mendapatkan satu petunjuk, yaitu tempat pengambilan video. Tapi, aku masih bungkam dan tidak mengatakan apapun pada mereka, karena tempat itu adalah tempat yang berbahaya.
"Madam menghubungi kita" ucap Clare di tengah suasana.
Dia segera menekan tombol telepon yang terletak di meja. Clare adalah seorang dari kelompok kami yang dipilih untuk berhubungan dengan para ketua agensi, termasuk Greeta. Jadi, hanya dia yang tau jika ada panggilan dari mereka.
"aku tau kalian sedang melihat video itu" ungkap Greeta dari telepon. Kami hanya diam, menunggu kalimat selanjutnya.
"tapi, kalian tidak akan mendapat petunjuk apapun. Aku dan para ketua disini telah mencari informasi mengenai hal itu dan tidak mendapatkan hasil yang di inginkan. Ini hanya dugaan, tapi kami yakin masalah ini ada hubungannya dengan GRAFEDI" lanjutnya.
"lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita tidak akan berdiam diri dengan keadaan ini, kan?" tanya Brian.
"aku punya satu tugas untuk kalian. Tugas ini bisa di katakan sulit. Tapi aku yakin, kalian bisa melakukannya" Suara Greeta terasa mengecil saat mengatakan "bisa" di kalimatnya.
Organisasi atau agensi ini, adalah tempat tertutup yang hanya di ketahui oleh para anggota. Orang luar atau siapapun tidak akan tau. Setiap anggota di ambil dari orang-orang berbakat dengan tujuan yang sama.
Greeta adalah anggota yang telah lama bergabung, karena itu dia termasuk dalam anggota teratas. Begitu juga dengan beberapa orang lainnya. Jika di ibaratkan, mereka adalah mentri dari sebuah negara dan pemilik tempat ini adalah presiden.
Dan kami (aku, Zain, Kay, Clare dan Brian) adalah anggota yang membentuk kelompok dengan satu pemimpin. Dan pemimpin dari kelompok itu di ibaratkan Kepala kotanya. Jadi, hal yang akan kami lakukan, harus mengikuti persetujuan mentri, dan para mentri harus melapor pada presiden.
Orang-orang yang masuk ke dalam organisasi ini, tidak harus melewati banyak tahapan. Cukup memperlihatkan kemampuan mereka dan identitas yang bisa di percaya. Tapi, syarat yang paling penting adalah kami harus bisa menggunakan lebih dari lima bahasa asing.
Aku adalah orang yang memalsukan identitas. Dan aku pikir mereka sangat bodoh, karena tidak mencurigaiku sama sekali. Aku memperlihatkan kemampuan ku pada Greeta saat menemuinya di suatu tempat. Dia percaya padaku, dan memasukkan ku dalam organisasi ini atas persetujuan presiden.
Awalnya aku tidak merasa khawatir dan berpikir bisa mengendalikan semuanya. Tapi aku rasa, aku berada dalam keadaan tersudut saat ini.
"Namanya Zoe" ucap Greeta.
Deg! Jantungku berdegup kencang. Aku bisa menebak arah pembicaraan ini, tapi aku tidak bisa melakukan apapun.
"dia adalah anak perempuan Fred satu-satunya, pemilik sekaligus pemimpin GRAFEDI yang sebenarnya" lanjut Greeta.
Aku merasa nafasku mulai tidak beraturan. Tapi, aku berusaha untuk menutupinya dan bersikap seolah menunggu kalimat lain yang akan di katakan Greeta.
"dia menghilang dua tahun yang lalu, dan mereka masih mencarinya" lanjutnya.
"apa hubungan semua ini dengannya? Apa anda ingin kita melakukan hal yang sama dengan mereka?" tanya Kay.
"kita mendapatkan sedikit informasi tentangnya. Fred pernah menerima telepon dari seseorang dan dia mengatakan jika dirinya adalah Zoe. Saat itu, Zoe menggunakan telepon umum, hal itu lah menjadi keuntungan bagi kita, karena secara tidak sengaja dia (Zoe) sudah memberi tahukan siapa orang di balik GRAFEDI" jawab Greeta.
"Si*l!!! Kenapa aku bertindak ceroboh?" pikirku. Aku hanya memikirkan cara menghubungi papa, tanpa memikirkan hal yang akan terjadi.
"lalu, orang yang berada di Casino saat itu bukanlah orang yang kita cari?" tanya Brian, dia terlihat sangat penasaran.
"bukan, orang itu hanya penyamaran, dia adalah salah satu orang yang bekerja di bawah Fred. Orang yang siap mati atas namanya" tutur Greeta
"dari kejadian itu, kami telah membuat kesimpulan, bahwa apa yang terjadi di dalam Casino adalah hal yang di rencanakan secara tiba-tiba. Mereka sengaja menghancurkan tempat itu untuk membunuh orang-orang yang mengetahui identitas aslinya. Termasuk lima belas para tetua yang tewas saat itu" lanjutnya.
"apa yang harus kami lakukan untuk mencarinya?" tanya Kay.
"Informasi terakhir tentangnya adalah, dia menelpon orang itu saat berada di Portugal, tepat sehari sebelum tragedi itu terjadi" jawab Greeta.
"bukankah kita juga ada disana hari itu? Kenapa baru memberitahukannya sekarang?" kali ini Clare bertanya, dan keningnya sedikit mengerut.
"kami harus memperhatikan dulu hal itu. Karena kita tidak bisa langsung mengambil tindakan. Tapi, setelah kejadian itu, kita mendapatkan petunjuk baru. Dia adalah gadis berusia dua puluh tahunan, berambut oren kecoklatan, bola mata yang berwarna hijau, dan memiliki warna kulit yang putih" Greeta menjelaskan.
"tunggu, bukankah wanita itu bernama Alexa?" ucap Brian.
Bukan hanya aku, mungkin semua orang tersentak mendengar kalimatnya.
...***...
apa akan ketemu zoe!
q tunggu yg baru thor
💪💪💪❤️❤️❤️👍👍👍
pasti blom kan thooor ?
msa ia ga ada cerita bahagianya Zain dan Alexa..key dan Clare,,dan yg lain nya,,soalnya kyanya mesterinya msih ada, Luke siapa jga blom ada penjelasan kan
💪💪💪