kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang tahun
Setelah selesai mengadakan rapat orang tua siswa semua para wali siswa akhirnya pulang kerumah masing-masing bersama anak-anaknya karena mereka semua sudah tak ada lagi jamnya belajar.Anggara yang sedang menunggu anaknya dekat parkiran mobil tiba-tiba melihat Radit bersama anaknya tapi Angga tak bisa melihat wajah anaknya Radit karena dia membelakangi Anggara
"Itu Radit sama anaknya, oh jadi anaknya Radit laki-laki juga sama kaya saya kalau begitu mereka bisa berteman baik dong, Arsel kan anak baru aku berharap anaknya Radit bisa jadi temannya Arsel, Raditnya aja baik dan ramah anaknya juga pasti gak beda jauh, saya dekatin mereka ah!"Batin Anggara
Sementara itu Radit dan Arsya hendak masuk ke mobil
"Om gimana rapatnya? "tanya Arsya sambil membuka pintu mobil
"Ya semuanya lancar, nanti om jelasin dimobil membahas apa aja rapat tadi"jawab Radit
"Iya om"
Mereka lalu masuk kedalam mobil.ketika Angga akan memanggil Radit,Arsel datang dan menyapa papanya
"Pa, aku disini"
Anggara lalu menengok kebelakang dilihatnya ada Arsel yang sedang mendekatinya dengan setengah berlari. Arsel lalu berkata lagi "ayo kita pulang pa"
"Iya ayo, tapi tunggu dulu"kata Anggara sambil melihat lagi kearah Radit tadi berada
"Papa cari apaan sih?"Arsya penasaran karena papanya terus celingukan seperti mencari sesuatu
"Itu tadi papa waktu rapat kenalan sama walinya salah satu siswa orangnya ramah dan baik banget anaknya pasti gak jauh beda sama papanya dan kebetulan dia sekelas sama kamu, kamu kan anak baru papa mau nitipin kamu biar kamu ada temannya"
"Ya elah papa, kaya aku masih bayi aja pake dititipin segala"
"Ya maksud papa supaya kamu berteman sama anaknya kenalan papa"
"Emang siapa nama anak kenalan papa itu? aku udah kenal semua ko sama semua teman sekelasku"
"Papa lupa nanya nama anaknya siapa"jawab Angga tersenyum
"Ya udah deh kita pulang aja"ajak Arsel
Satu minggu kemudian, pagi itu Arsel datang kesekolah dengan membawa banyak makanan untuk dibagikan kesemua teman-teman sekelasnya karena hari ini Arsel ulang tahun tepat diumur 16 tahun.setelah memasuki kelasnya dia berdiri didepan kelas dan meminta perhatian semua teman-temannya yang sudah datang dengan bertepuk tangan
Prok,,prok,,prok
"Hai semuanya hari ini gue ulang tahun dan gue mau traktir kalian semua"ucap Arsel setengah berteriak
"Asyiiiikkk,,, horeeee"serempak seisi kelas berkata hanya Arsya yang terdiam
"Dan gue udah bawa box makanan yang udah disiapin untuk dibagikan ke kalian semua"sambung Arsel
Lalu dia dan teman-teman dekatnya membagikan makanan kesemua siswa siswi yang ada dikelas.Arsya yang terus ngelihatin kartu undangan yang dipegangnya lalu berkata dalam hati
"Kenapa hari ulang tahun aku dan Arsel bisa sama?"
Arsya lalu berdiri dan mendekati Caca untuk memberikan kartu undangan ulang tahunnya pada Caca
"Caca,, "Panggil Arsya pada Caca
"Iya,ada apa sya?"jawab Caca
Saat Arsya hendak memberikan kartu undangan ulang tahun tiba-tiba Arsel memberikan kotak makanan pada Caca sambil berkata
"Ca, ini spesial buat kamu"
"Makasih ya sel"
"Eh iya ini kartu undangan ulang tahunku acaranya nanti malam kamu datang ya"kata Arsel sambil memberikan kartunya pada Caca
"Iya sel, nanti aku pasti datang"jawab Caca
Mendengar itu Arsya lalu mengurungkan niatnya memberikan kartu undangan ulang tahunnya pada Caca
"Eh, ada Arsya kamu belum kebagian kotak makanannya ya, bentar ya aku tanya anak-anak dulu masih ada atau udah abis"kata Arsel berlaga mau sungguh-sungguh memberikan pada Arsya
Arsya hanya diam. lalu Arsel pura-pura bertanya kotak makanannya masih ada atau tidak padahal sebenarnya dia tahu kalau kotak makanannya sudah habis karena dia sengaja mengurangi jumlah kotak makanananya karena dia tidak mau memberikan makanannya pada Arsya
"Sya, kata anak-anak kotak makanannya habis, sorry ya elo gak kebagian. tapi kalau elo mau makan enak dan gratis elo bisa datang ke pesta ulang tahun gue, tapi tunggu dulu kartu undangannya masih ada gak ya, soalnya gue ngadain pesta ulang tahun digedung mewah dan cuma orang yang layak aja yang gue undang jadi undangannya terbatas"kata Arsel pongah
Arsya masih diam mematung ditempatnya, sedikit pun dia tak berharap diberi makanan atau pun diundang ke pesta ulang tahunnya Arsel tapi Arsya agak kesal sama Arsel karena dia jelas-jelas dengan sengaja tak memberikan makanannya pada dirinya karena cuma dia dikelas ini yang gak kebagian makanannya
"Gaes, kartu undangannya masih ada gak buat ARSYA nih"ucap Arsel dengan penekanan suara di nama Arsya dan dengan menatap sinis pada Arsya
"Duh, kartunya juga udah abis nih sel"jawab salah satu teman Arsel
"Tuh denger kan lo sya, kartunya udah abis juga jadi lo gak bisa datang ke pesta ulang tahun gue, kalau lo tetep mu datang kepesta ulang tahun gue tunggu aja tahun depan nanti gue bikin kartunya yang banyak deh biar lo kebagian"kata Arsya masih tetap pongah
Lalu Arsya dan Arsel saling menatap dengan tatapan sinis, terlihat begitu jelas kemarahan dan kebencian dipancaran tatapan mata mereka. Caca yang merasa kasihan pada Arsya atas perlakuan Arsel lalu berkata
"Sya kalau kamu mau aku bisa berbagi makananku buat kamu"
"Gak usah aku gak lapar"
kemudian Arsya pergi keluar dari kelasnya Saat melewati sebuah tong sampah dia berhenti dan memandangi kartu ulang tahunya yang dari tadi dia sembunyikan disaku celananya lalu Arsya membuangnya ketempat sampah setelah itu dia pergi
Malam hari kemudian, Arsya duduk disofa sambil menonton tv chanelnya terus dia pindah-pindah tanpa dia tahu dia mau nonton film apa?.matanya memandangi tv tapi pikirannyanya terus melayang-layang. karena terus memikirkan kejadian hari ini.
Orang-orang selalu bahagia menyambut hari ulang tahunnya, tapi tidak bagiku. hari ulang tahun atau pun hari biasa itu sama saja bagiku.tak ada yang istimewa karena setiap aku ulang tahun aku selalu sendiri aku tak punya siapa pun bahkan momyku tak pernah merayakannya denganku dengan berbagai alasan.terkadang aku merasa hari ulang tahunku seperti kutukan yang tak pernah diinginkan oleh momy
Aku tak pernah mengerti momy sayang sama aku tapi dia seperti membenci hari kelahiranku ntah kenapa?.aku berusaha untuk tak menghiraukan tapi rasa sakit ini tak bisa membohongi hatiku. aku sakit hati setiap kali hari ulang tahunku tiba.
ketika Arsya sedang melamun tiba-tiba bel rumahnya berbunyi lalu dengan malas Arsya membuka pintu rumahnya
"Happy birth day to you,, happy brith day to you,, happy birth day to you"Radit menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue dengan lilin yang sudah menyala
Arsya lalu tersenyum sambil berkata"makasih om"
"tiup dong lilinnya dong sambil make a wish"kata Radit sambil tersenyum
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER