Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 (revisi)
Pagi hari tiba. Kevin yang terbangun langsung mandi dan bersiap ke kantor. Selesai mandi Kevin mengambil handphonenya dan pergi ke dapur. Molly yang tau akan diberi makan hanya mengikuti Kevin dari belakang.
Sesampainya dia di dapur dia menyiapkan sarapannya dan sarapan Molly. Selesai masak Ia pun membawa makanannya ke meja makan dan punya Molly taruh di lantai dekat dengannya.
Kevin membuka handphonenya dan melihat ada 1 notif pesan di handphonenya. Ia membuka pesan itu dan betapa terkejutnya dia bahwa pesan tersebut dari Kimberly. Kimberly menyimpan nomornya. Tanpa pikir panjang Kevin langsung menyimpan nomor Kim.
Kimberly
Selamat malam Kev ini Kim. Kuharap kau belum tidur tapi ini nomor ku kau bisa menyimpannya jika kau mau.
^^^Tentu saja aku mau Kim. Baiklah aku akan save nomormu. selamat pagi Kim.
^^^
Selesai membalas pesan dari Kimberly, Kevin langsung menyelesaikan sarapannya dan dia melihat bahwa makanan Molly sudah habis dari tadi. Kevin menambah makanan kucingnya itu untuk siang dan sore hari. Kevin merasa moodnya akan sangat bagus hari ini.
Selesai mengurus Molly, Kevin langsung pergi ke kantornya. Ia tidak mau telat dan menjadikan contoh yang buruk bagi para pegawainya.
...***
...
Kimberly baru saja selesai mandi dan langsung bersiap-siap untuk pergi ke tempat latihannya. Ia mengambil handphonenya dan melihat bahwa Kevin sudah membaca dan membalas pesan yang tadi malam Ia kirimkan. Kevin sudah menyimpan nomornya. Entah kenapa hal ini membuat dada Kim berdebar.
Kimberly yang lagi ingin membawa mobilnya langsung mengambil kunci mobilnya di laci dan langsung keluar serta mengunci pintu apartemennya. Ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan langsung pergi.
Sesampainya di tempat latihan, Fiona langsung menghampirinya dan langsung menanyakan perihal tadi malam.
“Bagaimana semalam apa dia membalas pesan mu?”tanya Fiona dengan rasa penasaran.
“Dia sudah membacanya dan sudah menyimpan balik nomorku,”ucap Kimberly yang tanpa disadari rona merah muncul di pipinya.
“Sepertinya ada yang jatuh cinta. Kau tunggu saja aku yakin sebentar lagi dia akan mengajakmu berkencan,”ucap Fiona sambil tertawa. Kimberly yang mendengar hal tersebut hanya terdiam dengan wajahnya yang semakin merah.
“Kalau benar Ia akan mengajak ku berkencan apa yang harus lakukan?”tanya Kimberly yang langsung dibahas dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan oleh Fiona.
“Aku yakin kau pernah berkencan. Sudahlah tidak usah dibahas lagi sekarang kita harus fokus latihan. Bulan depan ada pertunjukan ballet,”ucap Fiona yang dibahas dengan anggukan Kimberly. Mereka pun langsung pergi ke ruang latihan mereka.
...***
...
Tanpa dirasa sekarang sudah waktunya untuk makan siang. Kevin tidak menyangka bahwa sekarang sudah siang. Entah kenapa waktu terasa sangat cepat. Ia yakin Michael akan datang sebentar lagi dan mengganggunya.
“KEVIN AKU DATANG,”ucap Michael sambil membuka pintu ruangan Kevin dengan lebar dan tentu saja tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
“Bagaimana semalam? Apakah berjalan lancar?”tanya Michael yang penasaran.
“Dia save nomorku dan sudah ku save balik,”ucap Kevin singkat padat dan jelas. Ia mengambil segelas kopi yang ada di mejanya dan meminumnya.
“Cepatlah ajak dia berkencan,”ucap Michael. Kevin yang mendengar itu pun langsung terbatuk dan hampir tersedak oleh kopinya.
“Ini terlalu cepat ok. Lagian kalau tiba-tiba aku mengajaknya berkencan aku akan seperti orang aneh. Kita baru saja bertukar nomor.”
“Ya, biarlah biar lebih cepat juga. Kan hubungan kalian akan mengalami peningkatan,”ucap Michael. Kevin pun hanya lanjut kerja dan tidak menganggap serius ucapan sahabatnya. Ini masih terlalu cepat.
Kevin pun langsung mengambil handphonenya dan langsung membuka percakapannya dengan Kim.
Kimberly
^^^Kau sudah makan? Kalau belum cepatlah makan.
^^^
Belum.Aku sedang pergi ke cafe untuk makan siang.
Kevin pun hanya tersenyum melihat balasan Kim. Michael yang melihat itupun langsung tersenyum karena sahabatnya itu yang sedang kasmaran.
“Baiklah aku tidak mau mengganggu kalian selamat tinggal,”ucap Michael seraya keluar dari ruangan Kevin.
Kevin yang melihat tingkah sahabatnya hanya diam.
...***
...
Kim yang melihat pesan dari Kevin hanya bisa diam. Wajahnya memerah. Walaupun Kevin hanya menanyakan apakah ia makan siang atau belum tetapi itu tetap berpengaruh pada dirinya.
“Ada apa?” Ucap Fiona yang bingun melihat Kim yang tiba-tiba tertunduk. Kim yang tidak bisa menjelaskan apapun hanya memberikan handphonenya kepada Fiona. Fiona yang membaca itu hanya tertawa.
“Lihatkan ku yakin sebentar lagi akan ada yang melepas status singlenya. Baiklah karena calon kekasihmu khawatir ayo kita makan siang,”ucap Fiona.
Kim pun hanya mengangguk. Ia pun membalas pesan Kevin. Ia dan Fiona pun langsung pergi ke cafe terdekat yang ada disekitar tempat latihan mereka untuk makan siang.