Nyai sekar ayu hanindia dikenal sebagai dukun manten yang cerdas, cantik dan berhati suci di desa terpencil yang masih menganut budaya jawa kejawen yang kental.
Ilmu dukun manten merupakan ilmu ma'rifat yang turun temurun didapat sejak zaman kerajaan terdahulu. Tidak sembarang orang mampu mewarisi ilmu ma'rifat tersebut.
Dalam lingkungan masyarakat kerajaan terdahulu dukun manten memiliki tujuan membangun kerukunan sesama manusia melalui budaya, adat, wuku dan tahun.
Apa jadinya kalau keempat sahabat. Leo Radin Syah, Elang rahardika, intan champa dan Sundari harus mengalami hal supranatural sehingga melibatkan sang DUKUN MANTEN, Nyai sekar ayu hanindia harus turun tangan membantu konflik mereka??
Dapatkah mereka terbebas dari segala konflik BLACK MAGIC atau supranatural lainnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Hussein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geger (alur masa lalu)
"Kahanan donya ora langgeng, mula aja ngengungke kesugihan lan drajat ira, Awit somangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-ngisini.." (Keadaan dunia ini tidak abadi, oleh karena itu jangan mengagung-agungkan kekayaan dan derajat mu, sebab jika sewaktu-waktu terjadi perubahan keadaan tidak akan menderita aib..)
🐗🐗🐗🐗🐗
Elang Rahardika. Flashback ON
Saat itu, setelah sholat isya. Suasana desa sudah amat sepi, bahkan suara derik jangkrik pun terdengar nyaring ditelinga. Sesekali juga suara ***** terdengar.
TOKKKKEEEKK..
Kala itu, Elang masih berusia 18 tahun tengah setelah shalat isya menjadi imam dan berdzikir. Kemudian menderes Al-Qur'an di kamar khusus untuk kegiatan ibadah bersama sang ibu, Ratna Dewi.
Elang rahardika memang jago dan mahir membaca Alquran secara tartil dan Qiro.
Suaranya yang merdu bertalu-talu dalam mengumandangkan ayat-ayat Al-Qur'an, membuat hati ibunya tentram saat mendengarnya.
Ibu Ratna Dewi, merasa bangga dengan kemahiran anaknya dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Kehadiran Elang rahardika dalam keluarga kecilnya, menambah kebahagiaannya. Tak sadar ibu Ratna Dewi pun meneteskan air mata kebanggaan.
"Sodaqollahul adzim.." Elang selesai melantunkan kalimat terakhir penutup dalam melantunkan firman-firman ALLAH.
Elang menutup perlahan Al-Qur'an nul karim miliknya. Lalu ia menghadap ke arah ibunya serta mencium telapak tangan ibunya hormat.
Saat beralih kearah bola matanya, Elang mendapati ibunya berurai airmata seraya tersenyum.
"Jangan pernah menitikkan air mata,bu. Elang tidak bisa melihat ibu menangis.." tutur Elang sambil menyeka air mata ibunya yang membasahi pipi.
Ibunya tersenyum simpul sambil perlahan mengelus puncak kepala anaknya penuh kasih sayang.
"Ini air mata kebahagiaan, nak. Ibu bangga selama ini kau tumbuh menjadi anak yang baik. Selalu berusaha membahagiakan ibu dengan prestasi dunia yang kau miliki, bahkan kaupun tak lupa beribadah untuk urusan ukhrawi, nak.. Ibu bangga padamu.." terang ibunya tak terasa semakin berurai air mata kebahagiaan.
Elang bersujud di pangkuan ibunya yang masih mengenakan mukenah.
"Kau tahu bu, keinginan terbesar Elang adalah membahagiakan baba dan ibu. Elang ingin kebahagiaan tersebut bukan hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat kelak. Kita masih bisa bersama-sama.." Sahut Elang merasakan ketenangan jika sudah bersandar di pangkuan sang ibu.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doamu, nak.." tutur sang ibu seraya mengelus-elus puncak kepala anaknya lembut.
"Amien ya robbal alamin.." Elang menjawab harapan ibunya.
"Kita musti bebarit kalau begitu!!"
Teriak salah seorang warga tiba-tiba terdengar didalam keheningan malam.
Mendengar suara berisik dari arah luar rumah membuat Elang dan ibunya terkejut.
"Ada apa ribut-ribut diluar??" Ujar Elang bermonolog.
"Lebih baik kita lihat bersama-sama keluar, nak.." sahut ibunya.
Elang keluar dengan terus menuntun dan menjaga ibunya. Sesampainya di luar mereka melihat banyak warga yang kebanyakan laki-laki, tumpah ruah sembari membawa senter dan obor. Suasana ramai dadakan itu benar-benar membuat desa itu geger.
"Maaf, pak. Sebenarnya ini ada apa. Kok pada beramai-ramai begini??" Tanya Elang sambil terus menggenggam tangan ibunya, menenangkan. Karena ibunya mencengkram erat tangan bima, dari situlah Elang yakin ibunya ketakutan.
"Kami semua, terutama laki-laki di desa ini, mau bebarit desa, den Elang. Karena akhir-akhir ini warga diresahkan dengan adanya siluman babi ngepet.." jawab salah satu warga yang berseragam hansip.
Ketika manusia sudah tak bisa mencari jalan benar, persekutuan menjadi satu cara yang terpikir untuk menyudahi kemiskinan. Yaitu dengan bersekutu dengan bangsa jin. Dan menjelma menjadi siluman babi ngepet untuk mencari kekayaan secara singkat.
"Astaghfirullah al adzim.." tutur Elang seraya mengelus dadanya kecewa karena kemusyikan jelas-jelas dosa yang tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.
"Jika den Elang bersedia ikut berbarit bersama kami keliling desa. Kami akan menunggu den Elang di pos ronda malam ini.." ujar salah satu warga.
"Aku ingin sekali membantu kalian bebarit keliling desa. Namun jika aku ikut bersama kalian. Ibuku sendirian di rumah. Baba masih merantau di desa pesisir pantai selatan.." terang Elang tak tega melihat ibunya ketakutan sendirian di rumah, jika Elang ikut bersama warga desa.
"Baiklah den elang, untuk malam ini temani saja ibumu di rumah. Lagipula acara bebarit desa diadakan setiap malam selama siluman babi masih meresahkan ketentraman warga desa. Jika den Elang sempat, bisa ikut berbarit di malam berikutnya, saat pak Bima ada di rumah.." ujar salah satu warga.
"Sekali lagi, aku minta maaf ya bapak-bapak. Insha Allah jika baba pulang. Aku bisa menemani bapak-bapak sekalian bebarit keliling desa.." tutur Elang merasa bersalah tidak ikut berpartisipasi bersama warga bebarit desa.
"Baiklah den. Kami juga mohon izin menuju pos ronda.." sahut warga desa izin dengan sopan.
Elang mengangguk seraya menunjukkan ibu jarinya sopan seperti adat kesopanan orang kejawen mempersilahkan sesuatu.
"Monggo, bapak-bapak. Sekali lagi aku minta maaf.." sahut Elang seraya tersenyum lalu memperhatikan semua warga desa yang sebagian laki-laki melangkah hendak menuju pos ronda untuk mempersiapkan bebarit desa malam ini hingga adzan subuh berkumandang.
"Ada ada saja, nak. Tabiat manungsa, mencari kenikmatan duniawi dengan menggadaikan iman. Astaghfirullah al adzim!!" Seru ibunya seraya mengelus dada prihatin.
"Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang menyekutukan Allah SWT ya, bu.." sahut Elang
"Amien ya robbal alamin.." jawab ibunya
"Sebaiknya kita kedalam,bu. Angin malam di luar tidak baik untuk kesehatan ibu.." tukas Elang seraya menuntun ibunya hormat menuju ke dalam rumah.
"Sebaiknya ibu istirahat. Jika ada apa-apa, Elang ada di ruang tamu, bu.."
"Baiklah, ibu istirahat duluan. Assalamualaikum.." seru ibunya pamit menuju kamar.
"Wa'alaikum Salam warahmatullahi wabarakatuh.." jawab Elang lengkap seraya mempersilahkan ibunya untuk istirahat.
kalau buah kutilayu mungkin d tempat ku namanya buah klayu x ya. jd penasaran gambarnya kekmana
kasian ibunya elang.
burung gagak petanda akan meninggalnya ibu elang.
kasian Ratnya jiwanya d bawa pergi sm s luman d jd kan ratunya.
mari saling dukung
Salken ya...
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER