sebelum membaca season 2 ini, harap membaca season 1-nya dulu agar ceritanya nyambung dan dapat di mengerti dengan jelas!!!
Hans Nicholaus adalah anak tunggal dari Steve Nicholaus dan Gloria Jecksen...
di awal cerita..
Hans dan rekan-rekannya (street salvactucha) harus mengungkapkan misteri pembunuhan sadis yang di alami oleh Arandra...
tidak hanya itu sebagai anggota mafia, street salvactucha juga harus menghadapi musuh dimana-mana, yang siap menyerang mereka kapan saja...
lalu bagaimana cara Hans dalam mengejar cintanya, terhadap seorang wanita misterius??...
simak kisahnya di Terperangkap Cinta Mafia kejam dan Dingin season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhir yang buruk
Mereka bertiga juga cukup mudah untuk masuk melalui pintu rahasia yang terdapat di belakang gedung, karena Jevtrack lah yang saat ini mengambil kendali atas akses untuk masuk kedalam gedung, Jevtrack juga selalu memberikan informasi kepada Hans, Nick dan Caiden jika ada bodyguard yang dekat atau yang akan menghalangi mereka melalui Earpiece / penyuara telinga yang merupakan salah satu alat komunikasi rahasia yang menempel di telinga.
Itulah sebabnya mereka dengan sangat mudah masuk kedalam gedung tanpa suatu kendala apapun, karena mereka sudah merencanakan semuanya dari awal dengan cukup matang.
"Guys siap untuk memulai pertempuran ini!!". Kata Hans melalui earpice,
"Yes of course!!". Jawab Caiden.
"Sangat siap tuan". Jawab Jevtrack.
"Tentu saja!!! Jawab Nick dengan semangat, mereka bertiga menjawad secara bersamaan.
"Ok let's go!!". Jawab Hans dan mulai beraksi
"Let's go guyss!!". Jawab Nick dengan semangat.
"Bersiaplah lampu akan segera padam!!". Kata Jevtrack dari sebrang sana.
Setelah berkata demikian Jevtrack segera memadamkan lampu di ruangan rahasia tempat Stonbar Blacker berada bersama dengan beberapa bodyguard yang tersisa, karena seluruh bodyguard yang berjaga di luar telah mati di bunuh oleh Caiden, Nick, dan Hans menggunakan senjata kedap suara.
Mereka sangat menikmati pertempuran malam menjelang pagi ini karena waktu sudah menunjukkan pukul 01:40 subuh.
Saat lampu telah padam, dengan sigap Stonbar Blacker mengambil senjata yang selalu ia bawah kemana-mana dan ia letakkan di belakangnya, bodyguard yang menjaganya juga melakukan hal yang sama, dan dengan panik Stobar Blacker keluar dan berlari dari ruangan rahasia tersebut dan menuju pintu keluar rahasia yang terdapat di belakang, Karena lampu yang tidak padam hanya mengarah ke sana.
Sementara orang yang membeli bom nuklir yang diketahui bernama Carlos Edward itu pun melarikan diri bersama beberapa bodyguardnya, ke pintu utama, yang sudah terdapat Nick disana.
"Jevtrack close the door!!". Kata Nick saat bersembunyi di balik tembok dan sudah melihat targetnya akan melarikan diri.
"okay the door is closed!! Jawab Jevtrack dengan semangat.
Setelah pintu utama di blokir oleh Jevtrack, Nick segera melancarkan aksinya dengan cara menembakki setiap bodyguard yang bersama dengan Carlos..
hingga pada saat hanya Carlos yang tersisa dan dengan cepat pula Nick menembakki kepala Carlos hingga seketika itu juga Carlos meninggal di tempat, karena Carlos Tidak tahu menahu dari mana asal senjata kedap suara itu berasal.
Setelah Carlos meninggal, dengan cepat Nick berlari mengambil koper yang berisikan bom nuklir dibdalamnya, Nick cukup kaget saat membuka koper tersebut karena isinya bukan saja hanya satu bom tapi ternyata dua bom yang berada di dalam koper tersebut...
Flashback saat Stobar bersama beberapa bodyguardnya berlari ke arah pintu rahasia.....
"Akhirnya masuk juga kau ke dalam perangkapbku ular sialan". Gumam Hans saat sudah melihat Stonbar berlari ke arah pintu yang sudah di jaga oleh Caiden disana.
"Jevtrack close the door!!". Kata Caiden saat melihat Stonbar sudah semakin dekat ke arahnya.
"Okeee siap!!". Jawab Jevtrack dengan semangat.
"Huu kalian sungguh keren guyss!!". Gumam Jevtrack dalam hati yang sangat bersorak-sorai.
"Caiden jangan bunuh Stonbar Blacker dengan cepat, aku ingin sekali menyiksanya terlebih dahulu, dan aku ingin mendengarkan dari bibirnya untuk meminta ampun dan meminta maaf atas apa yang sudah ia perbuat kepada Arandra!". Kata Hans saat sedang sibuk menembbakki bodyguard yang melindungi Stonbar Blacker dari belakang.
"Hmm.. kedengarannya menarik, aku juga ingin bersenang-senang untuk itu!!". Jawab Caiden dengan senyum liciknya.
Setelah bodyguard Stonbar Blacker sudah meninggal tinggallah Stonbar seorang diri yang sudah berada tepat di samping Caiden yang menurutnya itu juga adalah bodyguard yang akan melindunginya, tapi ternyata perkiraannya salah.
Setelah Memberikan aba-aba kepada Caiden untuk membukakan pintu untuknya, Caiden malah mengangkat senjata dan menembakki lampu agar lampu tersebut rusak, dan setelah itu Caiden segera memukul pundak Stonbar Blacker dan akhirnya Stonbar Blacker pingsan.
"Good job bung!!". Kata Hans yang baru saja datang menghampirinya, meskipun tidak terlalu terang namun Hans masih bisa melihat Caiden disana melalui lampu cadangan yang tidak terlalu terang di sepanjang dinding gedung.
"How did you guys catch it!! Tanya Nick yang baru saja datang sambil membawa koper di tangannya.
"Yes!, of course!! Jawab mereka berdua dengan begitu semangat.
"Tuan cepatlah keluar dari sana, sebelum polisi datang!" Kata Jevtrack mengingatkan mereka bertiga yang masih asik mengobrol di dalam gedung, karena waktu juga sudah menunjukan pukul 02:20 subuh dan sebentar lagi akan pagi.
"Ha-ha-ha siap bung!!". Jawab ketiganya dan segera membawa Stonbar Blacker untuk keluar dari sana.
Setelah berhasil membawa Stonbar keluar dan memasukkannya ke dalam mobil, mereka segera pergi dari sana untuk menuju bandara tempat mereka memarkirkan pesawat mereka, untuk berencana akan segera kembali ke California membawa Stonbar dalam keadaan hidup.
Sementara Jevtrack memilih untuk mengemudikan motor trail yang sudah dipersiapkannya sedari awal, dan memilih untuk mengikuti Hans, Caiden dan Nick dari belakang.
"Bung apa kau tahu, pemburuan kita saat ini benar-benar sangat menarik dan seru!!". Kata Caiden yang begitu antusias dan semangatnya saat sudah berada di dalam mobil dengan dia berada di kursi penumpang. sementara Nick yang mengemudikan mobil dan Hans duduk di samping Nick di depan.
"Of course, kita bukan saja mendapat bom nuklir itu tapi kita juga mendapatkan ular liarnya!!". Jawab Hans yang juga sangat gembira.
Mereka terus berbincang-bincang di dalam mobil, hingga akhirnya mereka tidak sadar bahwa ternyata ada beberapa mobil juga helikopter yang mengikuti mereka, dan langsung saja bodyguard Stonbar menembakki mobil yang sedang di kendarai oleh Nick, Hans dan Caiden dari atas helikopter sehingga Nick hilang kendali dan menambrak tiang pembatas jalan.
"Damn!!!". Gerutu Hans dan segera turun dari atas mobilnya.
Baru saja Hans membuka mobil dan ingin keluar dari dalam, semua anak buah Stonbar Blacke Sudah berkumpul dan mengepung mobil mereka Sambil menyondorkan senjata kepada mereka bertiga. Membuat ketiganya tidak dapat berkutik dan dengan terpaksa mengangkat kedua tangan mereka keatas berharap akan ada penyelamat yang bisa membebaskan mereka sekarang juga.
Sementara Jevtrack yang sudah sedari tadi bersembunyi di sebrang jalan karena melihat helikopter dan beberapa mobil mengikuti bos dan rekannya terus-terusan menghubungin Hans, Caiden dan Nick, namun suaranya tidak dapat di teruskan oleh Earpiece, karena ternyata semua alat komunikasi yang ada sudah di blokir oleh anak buah Stonbar Blacker sehingga pada saat Jevtrack menghubungin ketiganya tidak ada yang mendengarkan..
Lanjut.....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
next and semangat thor😊