Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Jika ada Seseorang yang membuatmu merasa bahwa jika bersamanya Surga lebih dekat.
Perjuangkan.....
..
Hari ini Hari terakhir biat Agits bersama dengan Mamah.
Agits sedang membereskan semua Pakainnya kepadalam koper besar.
"Sayang sudah siap ?" tanya Mamah di ambang pintu.
Agits berbalik menatap Mamah.
"Hehe...Udah mah."
"Yuk Mamah anter sampai depan."
"Makasih Mah."
Agits langsung melangkah bersama Mamahnya didepan. Sesekali Agits berbalik menatap Kamar kesayangannya.
Sementara Yudha gak membawa satupun pakaian yang sudah ada di Rumah ini.
Yudha mengambil Koper milik Agits dan melangkah menyusul Agits bersama mertuanya.
"Jaga diri Baik2 ya Sayang, Mamah bakaln Kangen sama Kamu. Kangen berat."
"Agits juga Mah, Sesekali Agits akan main kesini."
"Pintu selalu terbuka untukmu sayang."
Agits memeluk Mamah sebelum pergi dari Rumah ini.
"Jaga sikap Nak, Cobalah untuk menerima Yudha di hatimu."
"Mah Aku.gak bisa."
"Coba dulu. Nanti Kamu nyesel sendiri."
"Ok ok Mah. Agits Coba."
Agits langsung merenggangkan pelukannya dan melangkah masuk kedalam Mobil milik Yudha.
Yudha segera menghidupkan Mobilnya dan langsung melajukan Mobilnya.
Mamah menatap kepergian Mobil Yudha yang sudah mulai menjauh.
...
"Sayang.. Sini. Mereka sudah berangkat." teriak Mamah pada Seseorang.
"Sekarang Kita Bebas Sayang. Mau ngapain juga Bebas." kata Mamah.
"Kalo gitu yuk Kita masuk, Aku udah kangen banget sama Kamu."
"Ya udah yuk. Aku juga Kangen banget."
Mamah melangkah saling rangkul bersama Kekasih gelapnya.
Mereka masuk kedalam dengan begitu Mesra.
Mamah dengan Kekasihnya langsung masuk kedalam Kamar yang selalu jadi peraduan 2 Orang yang memadukan Hasrat.
....
Disisi Lain. Yudah sudah sampai di depan Apartemen hadiah dari kedua Orangtua Yudha.
Agits keluar terlebih dahulu. Sementara Yudha memasukan Mobilnya terlebih Dahulu kedalam Garasi.
"Wah.. Ini Apartemen apa istana. Gede dan mewah banget." gumam Agits sambil melihat sekeliling halaman.
Yudha datang dengan membawa Koper milik Agits.
"Yuk masuk." ajak Yudha sopan.
Agits gak menggubris sama sekali. Agits langsung melangkah duluan didepan Yudha.
"Kenapa malah berdiri ?" tanya Yudha.
"Pasword.." jawab Agits singkat.
Yudha merogoh kantung celananya dan memberikan card pada Agits.
Agits langsung menyambarnya dengan kasar.
"Kalo gak tau. Tanggal lahirku." jelas Yudha.
Agits menatap Yudha acuh." Mana Gue tahu tanggal Lahir lo." batin Agits.
"Kenapa gak tau ? Kamu cari dulu." kata Yudha dan menekan nomor2 yang terpangpang.
"Silahkan masuk."
Agits langsung masuk dan langsung merebahkan dirinya di sopa ruang tamu.
"Uh.. Lelah banget. Tapi cuman naik mobil doang. Ini Lelahnya kayak baru maraton." gumam Agits lebay.
Yudha menatap Agits sambil tersenyum.
"Aku bersyukur Dia gak jadi ninggalin Aku. Aku senang hanya Dia mau ikut denganku." batin Yudha.
Yudha langsung menyeret Koper milik Agits kelantai atas.
Sementara Agits malah Asyik merebahkan diri di sofa.
Yudah mulai mengeluarkan semua Pakaian yang Agits Bawa.
Yudha langsung menata didalam Lemari besar didalam Kamar.
"Semoga Agits mau sekamar disini." gumam Yudha sambil terus menata semua pakaian.
Agits mulai mengelilingi seisi Rumah.
Langkahnya terhenti kala melihat Poto besar diRuang tamu Sebelah.
Disana terdapat Poto pernikahannya seminggu yang lalu.
Agits melihat dengan Seksama Poto tersebut.
"Aku benar benar bisa berakting juga. Senyumku terlihat asli." gumam Agits.
Lalu agits beralih memperhatikan gambar Yudha.
"Andaiiii Kalo hati dan kelakuanmu seindah senyummu. Mungkin Aku akan berusaha mencintaimu." kata Agits sambil berjalan mendekat kearah Poto besar.
"Senyumnya sangat Manis." kata Agits memuji sang Suami.
Sementara Yudha hanya menatap Agits di ujung Tangga.
Sesekali Raut wajah Yudha Sedih kadan juga Tersenyum.
"Kalo Aku bisa meredam Emosi. Semuanya gak bakalan kayak gini." batin Yudha dan melangkah menuju Ruang tamu sebelah.
Kau Akan menemukan Hubungan Sejati dengan Orang lain Hanya jika Kau telah menemukan Kedamaian Dalam Dirimu Sendiri.
Goodluck...
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑