entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
AUTHOR POV
"Trig...Tring...Tring"
Alarm berbunyi, Andrianapun segera terbangun dari tidurnya dan menuju kekamar
mandi,
selesai mandi, andriana segera
membuka lemari pakaiannya, dia tampak kebingungan memilih pakaian yang akan
dikenakan kekantor mengingat perkaaan alexander kemarin
"huft aku mesti pakai baju apa
ni, pakaianku modelnya hampir sama semua" keluhya mencari pakaian
"mau bagaimana lagi, aku gak
ada pakaian model lain" andriana tampak mengambil baju kemeja biru dengan
lengan sampai siku, dengan celana panjang hitam casual.
setelah merasa penampilannya rapi,
andriana memutuskan untu berangkat ketempat kerjanya.
disisi lain dikediaman alexander,
alex tampak begitu tampan dengan memakai kemeja biru dibalut dengan jas
hitam. alex kembali memandang dirinya didepan cermin sebelum keluar dari
kamarnya.
para pelayan tampak menunduk melihat
tuannya keluar dari kamar tak ada satupun dari mereka yang berani menatap
tuannya itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDRIANA POV
Akhirnya aku sampai dikantor dengan
tepat waktu, aku segera menuju lift berhubung banyak karyawan yang hendak
menggunakan lift akhirnya aku ikut mengantri mengantri dibelakang.
"Apa yang sedang kamu lakukan
disitu? ikut denganku!!" tiba tiba pak alex muncul disampingku, menyuruhku
ikut dengannya.
akupun langsung mengikutinya,
ternyata dia mengajakku menggunakan lift VIP. aku merasa gak enak dengan
karyawan lainnya yang sedang menatapku dengan sinis.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ALEXANDER POV
Aku segera memasuki kantorku,
seperti biasa para karyawan akan menyapaku selamat pagi dengan
menundukkan kepalanya namun aku hanya melewati mereka begitu saja berjalan
menuju lift.
beberapa karyawan sedang antri untuk
memasukilift, aku melihat andriana juga tampak antri dibelakang.
"Apa yang sedang kamu lakukan
disitu? ikut denganku!!" tegurku padanya, aku mengajaknya untuk
menggunakan lift VIP aku tidak mau melihatnya memasuki lift itu berdesakan
dengan karyawan lain apalagi berdesakan dengan karyawan pria.
andrianapun mengikutiku memasuki
lift VIP, "Apa yang sedang kau lakukan tadi disana, apa kau lupa.. kau
tidak boleh dekat dekat dengan pria lain" tegasku padanya
"eh tadi saya cuma mengantri
pak untuk menggunakan lift, bukan untuk...."
"sudahlah aku tidak mau
mendengar alasanmu lagi, jangan pernah menggunakan lift itu lagi.. gunakan lift
VIP"
"tapi pak"
"aku tidak suka penolakan"
ucapku yang membuat dia akhirnya diam, aku dapat melihat wajahnya yang kesal
itu namun itu membuatnya tambah cantik dimataku.
“TING”
pintu liftpun terbuka
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDRIANA POV
Aku berjalan menunduk keluar lift
mengekori pak alex, hingga…
“BUGG” aku menabrak dada pak alex
yang tiba-tiba membalikkan badannya dan berhenti didepanku, aku dapat mencium
aroma tubuhnya yang menurutku sangat maskulin.
“kamu ingin mengambil kesempatan
untuk memelukku, hemm” bisiknya ditelingaku yang membuatku merinding. Akupun langsung
menjauhkan kepalaku dan memberikan jarak dengannya.
“maaf pak, saya gak tau kalau bapak
akan berhenti didepanku” jawabku gugup
Pak alex terus menatapku,
memperhatikan penampilanku yang membuatku rishi dibuatnya
“kenapa kau masih memeakai pakaian
murahan seperi itu hemm, apa kau tidak mendengarkan perkataanku kemarin?’
bentaknya padaku.
“maaf pak saya….”
“mana handphonemu,” lagi lagi dia
memotong ucapanku,akupun terpaksa menyerahkan handphoneku padanya hingga
membuatku melotot tidak percaya, pak alex membuang Hpku ditempat sampah.
“sepertinya kamu memang sengaja
ingin membuat mataku sakit, bukannya saya sudah menyuruhmu mengganti Handphone
jelekmu itu”
“maaf pak” hanya kata itu yang bisa
keluar dari mulutku sekaranng,karna apapun alasan yang kuberikan pasti akan
tetap salah baginya.
“sepertinya kamu benar-benar ingin
saya hukum” ucapnya didekat telingaku yang membuatku ketakutan.
Dia berjalan menekatiku, akupun
reflek berjalan mundur.. akupun terus mundur hngga bersender ditembok dan tidak
bisa mundur lagi. Pak alex terus berjalan kearahku, hingga Cuma beberapa senti didepanku.
Aku mencoba untuk kabur, namun dia menghalangiku dengan kedua tangannya. Aku tambah
panic dibuatnya, pak alex mendekatkan wajahnya padaku hingga hembusan nafsasnya
dapat kurasakan diwajahku. Akupun langsung memejamkan mataku.
Cukup lama memejamkan mata, namun
aku tidak merasakan apapun hingga tiba-tiba terdengar suara pak alex
“apa yang kau lakukan disitu, cepat
kemeja kerjamu”
Akupun langsung membuka mataku ,
ternyata pak alex sudah berada didepan ruangannya.
“sial, dia mengerjaiku” batinku, aku
bisa merasakan wajahku sekarang memerah karna malu.