NovelToon NovelToon
Take Me Back Please!

Take Me Back Please!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:624.6k
Nilai: 5
Nama Author: sweet berry

"Tuan, kau sudah dengar yang dia katakan kan? dia bilang siapa yang mau menikahi gadis buangan seperti ku? apakah aku terlihat separah itu dimatanya? aku benar-benar konyol, hehe ya tapi benar juga, tak akan ada yang mau menerimaku, siapa aku? orang lain semuanya tahu aku putri yang di buang keluarganya, ibuku di asingkan karena tuduhan perselingkuhan, sekarang di tambah aku jadi wanita simpanan, siapa lagi yang mau menikah denganku, hahaha"
*
*
Pria itu tersenyum melihat Ara. Ara memalingkan wajah cantikanya dari pria itu. Ia kembali menatap pena perekam itu di tangannya.
*
"Bagaimana jika aku mau menerimamu, apa kau mau menikah denganku?"

Aku adalah putri ke-5 keluarga terpandang di kota A, keluarga Romanof. Hidupku hampir hancur ketika ayahku memaksaku jatuh ke dalam sebuah masalah keluarga yang mengharuskan aku mencuri cincin turun temurun keluargaku dari tangan keluarga Wingsley.
*
Melihat Daniel, aku yang sakit hati dengan gila menerimanya dan akhirnya kami menikah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Gagal Ginjal

“Apa kau tak keterlaluan memperlakukan sekretarismu Van?"

“Tidak, itu termasuk tugasnya"

“Tidak ada sekretaris yang memiliki tugas memasak sarapan dan makan malam Van"

“Aku membayarnya untuk itu, kau jangan khawatir"

Kevan tersenyum menatap Ara, tangannya membelai lembut pipi Sisil, sisil membalas senyuman Kevan.

Di tengah heningnya malam, Ara terus melangkahkan kakinya menjauh dari rumah Kevan. “Rumah macam apa itu? begitu jauh dari fasilitas umum, mungkin seharusnya bukan perumahan elit, tapi perumahan untuk mengisolasi diri sendiri.”Ara benar-benar bingung dengan para borjuis, menanamkan kebahagiaan mereka menjauh dari dunia sosial, memiliki rumah pun jauh dari dunia sosial, tak ada yang menyenangkan hidup menyendiri dan terasing. Seperti dirinya 15 tahun lalu, itu bukan keputusannya, seumur hidup tidak akan memutuskan hidup terasing lagi, tapi setelah melihat Kevan, ia bahkan mengeluarkan uang untuk hidup jauh dari keramaian seperti sedang mengasingkan diri. Untuk apa? banyak hal yang Ara tak mengerti.

Setelah berjalan sekian lama akhirnya melihat sebuah halte, ia duduk dengan bersandar di sisi halte. Sesekali melirik jam di tangannya. Waktu menunjukan jam 20:34. Larut, tidak ada siapapun. Ara mulai merinding. Ia melihat tabel kedatangan Bis di samping kepalanya, seharusnya bis terakhir belum datang, disana si tuliskan kedatangan terakhir jam 21:00 hanya dirinya sendiri yang menunggu disana.

“Ah benar juga, perumahan seelit ini mana mungkin warganya pengguna transportasi umum sepertiku” masih 30 menit lagi, Ara menyandarkan kepalanya, tak sadar ia tertidur.

Beberapa lama tertidur, Ara tersentak kaget saat membuka mata, ia sudah berada di dalam mobil. Ara menoleh ke samping, ia mendapati Kevan sedang mengemudi.

“Gadis ceroboh!"

Ara masih tidak percaya ia sedang berada di dalam mobil Kevan. Kevan menoleh ke Ara yang kebingungan, telunjuknya mendorong kepala Ara dengan lembut.

“Hei, kenapa kau begitu ceroboh? bisa-bisanya tidur di halte"

Nada suara Kevan meyakinkan Ara bahwa seseorang di sampingnya benar-benar Kevan. Wajah Ara terlihat kesal.

“Ini semua gAra-gAra kau!! kalau bukan karena kau memberiku tugas terlalu banyak, aku takan kelelahan dan tertidur di halte"

Mendengar apa yang di katakan Ara, Kevan hening sejenak, ia berpikir memang bukan sepenuhnya kesalahan Ara, ia juga merasa sedikit bersalah karena memberikan tugas terlalu banyak di hari pertama Ara bekerja.

“Baiklah, maafkan aku, ngomong-ngomong dimana rumah mu?"

Ara seketika memberikan alamat apartemennya, huh apartemen terlalu bagus, tempat tinggal Ara lebih tepatnya adalah rumah susun, sesampainya di lobby, Kevan melirik seksama ke Arah luar mobil.

“Kau serius tinggal di sini?"

“Hemm, kenapa?"

Melihat wajah bosnya heran, Ara tersenyum sinis.

“Oh ya, aku bukan bos sepertimu, dimana lagi aku bisa tinggal?"

Kevan mengabaikan pertanyaan Ara.

“Baiklah pak Kevan terimakasih tumpangannya, saya masuk dulu"

“Hemm, jangan lupa besok pagi jam 7"

“Hemm” jawab Ara singkat kemudian meninggalkan Kevan. Tak lama berselang Kevan pun pergi.

Sesampainya di dalam kamar, Ara meletakan tasnya di atas meja rias. Masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, masih berbalut baju handuk berwarna putih dan dengan rambutnya yang basah Ara merebahkan tubuhnya. Ia merasa setengah dari rasa lemahnya hilang tersapu air di kamar mandi tadi. Ia hampir terlelap, namun terdengar suara bell berbunyi. Ara bangun dari tempat tidurnya, duduk beberapa saat di pinggir ranjang.

“Siapa yang datang? ia merasa tak ada siapapun yang tahu ia tinggal di sini, satu-satunya orang yang tahu adalah Kevan, tapi ia tak mungkin kembali lagi, apakah perampok?”Batinya merinding.

Ia meraih sebuah sapu di dekat pintu, sambil membuka pintu perlahan, Ara mengangkat gagang sapu ke Arah pintu masuk. Kevan yang berdiri di depan pintu dengan cepat meraih sapu di tangan Ara. Ara dan Kevan sama kagetnya.

“Hei, awas!!"

“Kau, ke..kenapa kau tahu kamarku dan kenapa kembali?"

Mata Kevan tak bisa tak tergelitik melihat tubuh Ara yang hanya berbalut baju handuk, tetesan Air masih terjatuh dari helaian rambut Ara. Ara terlihat menggoda. Kevan menelan ludahnya dan membuang muka.

“Ini, tertinggal, besok harus sudah selesai"

Dengan canggung Kevan memberikan kertas file di tangannya, Ara mengambil file itu dari tangan Kevan.

“Ya, terimakasih Pak"

“Di luar kantor tidak perlu formal"

“Ya baikalah, aku takan sungkan kalau begitu"

Kevan tak bisa melepaskan tatapannya pada Ara.Hal itu membuat Ara canggung.

“Ada hal lain Pak?"

“Oh.. Hemm.. Tidak.."

“Oke, aku ingin tidur"

Kevan masih diam hingga suara ponselnya memecahkan lamunannya, ia meraih ponselnya, itu panggilan dari Sisil. Kevan menjawab panggilan itu di depan Ara. Samar-samar Ara mendengar suara Sisil di seberang telepon, sisil bertanya apakah Kevan sudah mengantarkan Ara? kenapa ia belum kembali. Ara pikir Kevan akan berbohong, tapi ia salah. Kevan jujur pada Sisil, mata Kevan melirik Ara dan mematikan panggilannya.

“Baiklah, selamat malam"

Kevan tersenyum dan melangkah pergi, Ara seketika menutup pintunya.

Kevan masuk ke dalam mobilnya dengan hati tak tenang. Bayangan Ara tertinggal di kaca depan Mobilnya.

“Aku tak boleh begini, sisil selalu menungguku, ia membutuhkanku, ia menyelamatkanku”Batinnya.

Ada banyak keluarga berpengaruh di kota ini, dan Sisil di besarkan di keluarga Lee, keluarganya berpengaruh ketiga setelah Wingsley dan Romanof. Pertunangan Kevan dan Sisil adalah pertunangan balas budi. Kevan mengenal Sisil saat mereka sama-sama menghadiri sebuah acara, saat itu Sisil berusia 18 tahun. Sisil jatuh cinta pada Kevan pada pandangan pertama. Setelah begitu lama menyukai Kevan dan diam-diam selalu memperhatikan Kevan. Kevan tak menyadari perasaan Sisil, bahkan ia baru mengenal Sisil ketika ia di diagnosa menderita kelainan Ginjal dan hampir mati karenanya.

Sisil mendengar Kevan menderita gagal Ginjal, ia tanpa pikir panjang mendonorkan ginjalnya untuk Kevan. Hal itu sempat di tentang oleh keluarga Lee saat itu. Tapi Sisil bersikeras menyelamatkan Kevan, itu untuk pertama kalinya keluarga Lee menyadari perasaan Sisil pada Kevan. Akhirnya, keluarga Lee menyetujui Sisil mendonorkan ginjalnya untuk Kevan dengan 1 syarat, Kevan harus mau menikahi Sisil. Untuk kerluarga Wingsley itu bukan perkAra rumit, apalagi melihat latar belakang keluarga Sisil, wingsley tak pikir panjang untuk menyetujuinya. Pada akhirnya Kevan selamat dan berhutang nyawa pada Sisil.

Saat Kevan melalui masa kritisnya dan ia tahu perjanjian keluarganya dan Sisil, Kevan sempat marah, tapi pada akhirnya ia mengerti, untuk keluarganya itu adalah satu-satunya kesempatan menyelamatkan nyawanya. Keluarganya selalu mengatakan Sisil berasal dari keluarga terhormat dan lagi ia cantik, mereka percaya cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kevan kalut tapi tak bisa berbuat apapun.

3 tahun berlalu Semenjak Sisil mendonorkan satu ginjalnya untuk Kevan, tubuhnya jadi begitu rentan. Ia tak di perbolehkan terlalu lelah, terlalu stress itu akan memperburuk kondisi tubuhnya. Seiring berjalannya waktu Kevan bisa menerima keberadaan Sisil yang lembut dan cantik, perlahan ia membuka hatinya untuk Sisil. Sisil akhirnya menerima perlakuan hangat Kevan. Kevan adalah semangat hidup Sisil. Berada di sampingnya membuatnya bahagia.

1
annethewie
makasih author sdh menghibur
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
masa iya direktur g bisa bhs inggris thor
Dewi Saputra
cerita yang menarik
winda
bagus
Purwati Ningsih
Aduuh thorr.. so sweet banget sihh Daniel.. hatiku ikut meleleh rasanya.. Tak bs di ungkapkan spt apa perasaan, andai aq yg jd Ara 😅😅❤❤❤😘😘😘
Yunitri
seru bikin penasaran terus
Selvi Wondal
Terima kasih Thor..,sukses sllu🙏👍
Wahyu Beceng
makin seru ja thor lope lope
Wahyu Beceng
cerita ya bagussss bgtttt5 q suka lope lope author
Shela Bahansubu
Bagus ceritanya,baca sampai endingyapun gk bosan aku😍😍 Kerennnn👍
TiraMishu™
Keinget adegan drakor pas bgian ini
TiraMishu™
Alergi udang nih
TiraMishu™
Mampus..emg enak maksa org buat nikahin elu yg jelas2 orang nya ga pnya prsaan cinta sdkitpun
TiraMishu™
Tapi elu tetap cwo pecundang ga punya pendirian
Erni Fitriana
yuk kit telusuri🙏
cloe
sampai ending, gak suka sm sikap daniel, selalu terkesan egois dan merasa hebat, krn slalu memutuskan sendiri tanpa bertanya pd ara, Seperti judul lagu kekasih tak dianggap
cloe
bukannya arti suami istri itu, brarti susah senang ditanggung dan dijalani bersama? sesuai ikrar yg diucapkan ketika menikah
cloe
Daniel gak ada tegasnya sikitpun sm windy..memuakkan

mending sm denis aja
Yossea Edytan
ng asyik aja cerita nya. ng sda peran istri waktu suami sakit.
ng ada peran suami ketika Ara hamill
Yossea Edytan
mbulett.. ntar abis ini Ara ilang lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!