21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#8
"Ya Saya menyukai kamu Sinara." Tangan Sinara yang masih di dalam genggaman-
nya langsung menoleh ke arah lawan bicaranya.
Deg, jantung ku,, Apa dia bilang, apa kuping ku bermasalah, tapi aku tidak lupa mengoreknya setiap hari kok.
"Apa maksudnya,,!?" Sinara bertanya untuk memastikan apa yang barusan kupingnya dengar benar atau tidak.
"Saya menyukai kamu Sinara,," Dengan penekanan Pak Erik menyakinkan Sinara atas pengakuan sukanya.
Deg, jantung ku lagi dan lagi tidak tau permisi kali ya, main nyelonong saja lompatnya kagak pelan-pelan. Tukan bukan kuping aku yang bermasalah tapi ni orang yang sudah tidak beres, apa dia bilang menyukai aku. tapi kenapa secepat ini, baru juga kenal dan kenapa dia sepede ini mengucapkannya langsung. apa dia tidak mikir kalo seandainya aku menolaknya. Memang harus aku menolaknya kan atas pengakuan konyolnya ini? Tapi aku suka. Heeh pusing ahh.
"Iya saya tau, tapi apa maksudnya.!?"
Sinara masih bingung harus bagai mana menjawabnya. Dia menatap Pak Erik yang juga menatapnya, dengan salah tingkah Sinara yang masih di tatap Pak Erik.
"Memangnya selama ini kamu tidak pernah ada yang mengucapkan perasaannya ke kamu!? " Geramnya tidak habis pikir. "Sehingga tidak mengerti apa yang saya maksud., tapi bagus juga tidak ada laki-laki lain yang boleh menyukai kamu mulai hari ini dan seterusnya, apa lagi menyentuh kamu. mulai sekarang kamu hanya milik saya."
Bulu kuduk Sinara mengembang, mendengarkan apa yang baru saja di ucapakan Pak Erik untuknya, tiba-tiba membuatnya merinding sendiri.
"Bu bukan begitu, tapi kan- "
"Tidak ada tapi-tapian saya tidak peduli yang penting sekarang kamu sudah menjadi milik saya titik"
Apa sih maksudnya, belum juga menjawab, sudah main hakim sendiri saja. Seandainya boleh aku memilih, mungkin saat ini juga aku akan memilih kamu untuk menjadi suami aku. . tapi ini tidak mungkin Pak Erik. Kesalnya.
Sinara mengelengkan kepalanya berulang kali.
"Tidak saya tidak mau, saya mau pulang"
Sinara meronta minta di lepaskan
tangannya, tapi Pak Erik tidak mengubris masih mengenggam tangan Sinara dengan erat.
"Saya tidak peduli, saya akan tetap menganggap kamu wanita saya, milik saya, saat ini, jadi tidak ada bantahan. Kamu mengerti,,!? " Dengan penekanan Pak Erik mengucapkannya.
"Saya tidak mau, kamu sudah beristri, saya tidak mau merusak hubungan rumah tangga orang dengan adanya saya."
"Cup,. Jangan pedulikan yang lain, asal saya sudah menyukai kamu. "
Wajah Sinara jengah dengan perbuatan Pak Erik, yang tiba-tiba menciuminya.
Apa-apaan dia ni, apa dia pikir aku mau di duain, emangnya dia tidak memikirkan perasaan bininya, seenak jidadnya saja. Kesal Sinara
"Apa Pak Erik tidak memikirkan perasaan istri bapak, atau keluarga bapak mungkin. Dengan bapak mengucapkan suka dengan saya saja sudah menyakiti istri bapak walau dia tidk mendengar. "
"Cup, , Jangan peduli dengan perasaan orang lain, tapi peduli dengan perasaan saya dan kamu, "
Lagi dan lagi Sinara di cium., ketika Sinara menyebutkan yang Pak Erik tidak suka.
Haa,, apa maksudnya, memangnya istrinya orang lain baginya?? Tapi dengan dia begini sudah terlihat jelas, kalo dia menganggap istrinya orang lain. Perasaan aku?? Apa dia tau kalo aku sudah menyukainya.??
"Sudah pak lepaskan saya." Sinara tidak mau meladeni orang yang ada di hadapannya ini lagi, sebanyak apa pun dia menjawab pasti akan kalah juga.
Sinara yang tidak henti-hentinya meronta itu pun akhirnya bisa lolos juga dari genggaman Pak Erik, dia berlari menuju mobilnya tanpa menoleh, Sinara duduk di depan kemudi mobilnya, meremas kemudinya dengan geram.
Like😘😘