NovelToon NovelToon
Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:310.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ria Diana Santi

Kisah dua insan yang saling mencintai, namun terhalang oleh restu orang tua. Seorang pemuda nan soleh jatuh cinta kepada seorang gadis yang biasa saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengalaman Pertama di Yokohama

Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan

...*****...

Sinar mentari pagi kini telah hadir kembali menyinari dunia ini. Kehangatannya mampu meredam kedinginan yang berkepanjangan.

Pagi selalu menjadi awal yang baru untuk memulai sebuah kisah hidup seseorang. Dengan sebuah impian dan harapan untuk semua orang yang memiliki ambisi dalam hidupnya.

Hal ini juga yang akan dihadapi oleh gadis muda yang penuh dengan harapan dan impian. Tapi sayang, ia malah melewatkan kicauan burung yang indah di pagi hari.

Sementara itu, Ryu dan keluarganya sudah bersiap untuk sarapan bersama di meja makan. Namun, Riri belum juga muncul batang hidungnya.

Dini mengusulkan pada Ryu untuk memanggil Riri, supaya bisa sarapan bersama.

"Ryu, sebaiknya kamu panggilkan, Riri. Agar bisa sarapan bersama kita, bilang padanya semua sudah menunggunya."

"Ya, Bu. Akan ku panggil dia."

Sementara itu, Aito terlihat kesal dibuatnya. Lalu Dini menyuruhnya untuk sarapan saja duluan.

"Kamu makan saja lebih dulu, jangan sampai kamu terlambat ke rumah sakit."

Dini mengambilkan nasi untuk Aito.

"Sudah cukup, jangan terlalu banyak." kata Aito pada Dini, Dini pun berhenti dan memberikan nasi itu pada Aito.

Saat menuju kamar Riri, Ryu terus berbicara dalam hatinya.

"Kenapa sudah sesiang ini, dia belum juga bangun? Apa dia terlalu lelah hingga kesiangan seperti ini? Ah, sudahlah tidak penting juga memikirkannya!"

Setibanya ia di depan pintu kamar Riri, Ryu mengetuk pintu kamar. Lalu memanggil Riri.

"Riri ... Riri ...! Apa kamu sudah bangun? Semua sudah menunggumu untuk sarapan bersama. Riri ... apa kamu dengar aku? Jika, ya jawablah." Namun, tak ada jawaban dari Riri. Ryu memutuskan untuk pergi saja.

"Sepertinya dia belum bangun, kalau gitu aku pergi saja."

Tak lama setelah itu, Riri terbangun dan matanya mencari-cari dimana keberadaan jam. Setelah ia menemukannya, mendapati jam yang menunjukkan pukul 07:15 pagi.

"Jam berapa itu, apa sekarang sudah jam 07:15? Itu berarti ini sudah siang dong. Apa ... ya, ampun aku kesiangan! Gawat, gawat, gawat!Kenapa bisa begini. Aduh, gimana, nih?! Sebaiknya, aku beres-beres ini dulu. Setelah itu baru aku keluar."

Ketika ia tengah asyik merapikan tempat tidur, terdengar ada suara yang memanggilnya. Ternyata orang itu adalah Dini.

"Riri ...! Apa kamu sudah bangun?"

"Ya, Tante aku sudah bangun, aku sedang merapikan tempat tidur,"

"Tante, sudah siapkan sarapan. Jika, kamu sudah selesai keluarlah untuk sarapan,"

"Ya, Tante,"

"Ya, sudah Tante duluan, ya."

"Ya, Tante."

Dini pergi meninggalkan Riri yang belum selesai dengan pekerjaannya. Saat, ia melihat Ryu, ia segera menghampirinya dan mereka saling berbincang-bincang.

"Ryu, sedang apa kamu disini? Dimana ayahmu?"

"Oh, Ibu. Tidak ada aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Kalau ayah, dia sudah pergi ke rumah sakit. Ada apa, Bu?"

"Tidak, ibu hanya mencemaskan mu saja. Ibu takut hubunganmu dengan ayahmu menjadi memburuk. Ibu, tidak menyalahkan mu tentang, Riri. Tapi, ibu juga mengerti bagaimana perasaan ayahmu. Ibu berharap semoga semuanya akan baik-baik saja."

"Ibu, ibu tenang dan jangan khawatir. Hubungan kami akan baik-baik saja, Bu."

Dari kejauhan ternyata, Riri sedang memperhatikan mereka. Serta bertanya-tanya dalam hatinya.

"Apa yang sedang mereka bahas? Apakah tentangku? Ah, nggak-nggak. Bisa ajakan bahas yang lain. Ya, itu benar aku nggak boleh berpikir yang bukan-bukan."

Tanpa sengaja, Ryu menoleh kebelakang dan tak disangka, ia melihat Riri yang sedang berdiri di kejauhan. Ia memutuskan untuk menghampirinya.

"Emmm, Bu. Aku permisi sebentar, ya!"

"Ya, Ibu juga ingin pergi belanja. Kamu temani Riri di rumah, ya! Atau ... kalian ingin pergi jalan-jalan? Silakan saja, tapi ingat kamu harus pulang tepat waktu!"

"Ya, Bu."

"Ibu pergi dulu, Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam!"

Perlahan tapi pasti, langkah Ryu semakin mendekati Riri. Hingga pada akhirnya ia sampai di hadapan Riri.

"Hai, apa yang sedang kamu lakukan disini? Oh, aku tahu. Kamu menguping, ya?"

"Enak, aja. Siapa juga yang nguping, aku tadi mau ke dapur tapi salah jalan,"

"Santai aja! Aku tadi cuma bercanda. Tapi, kenapa kamu malah marah-marah? Oh, ya ibuku sudah siapkan sarapan untukmu. Ayo, ikut aku ke dapur!"

Kini mereka sudah berada di dapur, Ryu menghidangkan makanan untuk Riri dan menyuruhnya untuk segera memakannya.

"Silahkan dimakan, semoga kamu suka."

"Ya, terima kasih." Riri mulai memakannya dan ia sangat menikmatinya. Ryu yang melihat Riri begitu lahap, dia akhirnya bertanya.

"Apa kamu suka?"

"Emmm, ini enak sekali dan aku sangat suka. Aku belum pernah makan, makanan seenak ini. Tapi, tetap saja masakan ibuku nomor satu di hatiku." ucapnya dengan mulut yang penuh dengan makanan.

Ryu hanya tersenyum melihat sikap Riri yang seperti itu. Setelah selesai menikmati sarapannya, Ryu berencana mengajak Riri berkeliling Yokohama. Lalu ia bertanya pada Riri, apakah dia mau atau tidak.

"Riri, karena kamu sudah selesai sarapan, bagaimana kalau kita hari ini berkeliling, Yokohama. Apa kamu mau?"

Mendengar ucapan Ryu, sejenak Riri terdiam. Ia tak menyangka bahwa Ryu akan mengajaknya pergi jalan-jalan. Karena terlalu lama menjawab, Ryu kembali bertanya.

"Hai ...! Gimana, kamu mau atau tidak?" Riri segera sadar dari lamunannya dan menjawab tawaran Ryu padanya.

"Oh, jalan-jalan, ya? Aku mau, tapi apa tidak apa-apa?

"Memangnya kenapa, kamu tidak suka jalan denganku?"

"Bukan, kamu kan tahu sendiri ayahmu itu tidak suka padaku. Jika, aku menghabiskan waktu bersamamu, dia nanti akan lebih tak suka padaku. Benarkan?"

"Emmm, aku rasa itu hanyalah dugaan mu saja. Kalau gitu, cepatlah bersiap-siap. Aku akan menunggumu.

"Oke, aku siap-siap dulu, nggak akan lama, kok." Riri segera berlari menuju kamarnya dan Ryu hanya tersenyum melihat tingkah laku Riri yang sedikit aneh itu.

Setelah cukup lama menanti akhirnya, Riri telah selesai berdandan dan tak disangka hasilnya cukup bagus untuk seseorang yang tidak bisa berdandan.

Hal itu membuat Ryu terperangah dan terpesona olehnya. Style berpakaian, Riri sebenarnya biasa saja. Ia hanya memakai kaos, celana jeans, dan jaket. Ia juga memakai topi dan juga rambut yang tergerai.

"Aku sudah siap, kamu kenapa menatapku seperti itu? Apa aku terlihat, aneh?"

"Ah, tidak!" Dalam hatinya Ryu sangat mengagumi Riri.

"Bagaimana mungkin kamu aneh? Justru, kamu sangat cantik, Riri. Ah, Astagfirullah. Apa yang aku pikirkan."

Meskipun begitu, Ryu tidak berkomentar apa-apa pada Riri tentang penampilannya itu.

" Apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Ryu.

"Oh, tentu."

Namun, dalam hati Riri berkata, "Jika, aku tidak aneh, mengapa ia menatapku, begitu? Ah, sudahlah untuk apa di pikirkan."

***

1
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Ria Diana Santi: Terimakasih banyak kak... 😊🙏🏻
total 1 replies
Your name
Aku suka sama sifatnya Ryu yang selalu optimis dalam segala hal, entah apapun itu.

Mungkin Ryu lebih condong ke sifat ibunya
Ria Diana Santi: Iya kak. Dia mirip ibunya. 😊
total 1 replies
Nindira
Siapa lagi ini si Sanjaya thor?

Sosoknya masih misterius, semoga dia juga orang baik
Ria Diana Santi: Siapa ya?🤭

Aamiin...
total 1 replies
Nindira
Harusnya Puri cari tahu dulu dong akan kedekatan Riri sama Vito biar Puri gak berburik sangka dulu sama Riri

Hey kaum adam! Awas aja ya kalau kalian berani bikin Puri patah hati maka kalian akan dihajar olehnya
Ria Diana Santi: Puri gak sempet mikir gitu kak.

Setuju....
total 1 replies
Nindira
Asyik Riri banyak yang suka, tapi kasihan mereka pada ditolak sama Riri

Gibran kamu mau tahu siapa yang ada dihati Riri? Sini aku bisikin namanya itu Ryu
Ria Diana Santi: Lah iya kak. 🤭

Wah, makin sedih aku kak. 😔 by Gibran.
total 1 replies
Nindira
Riri, Ryu juga memikirkan kamu ko hanya saja kamu tidak tahu

Riko,Riri takut teman-teman sekolahnya digondol maling jadi dia agak ragu untuk ikut pergi sama kamu😂

Meski begitu tetap aja hati Rico hancur berkeping-keping
Ria Diana Santi: Lah iya bener kak. Kalo di di bawa maling kan repot nanti. 😅

Kasihan bat emang si Riko. 🤧
total 1 replies
Your name
Maksud ayahnya Ryu baik sih, cuma kasian tuh Riri jadi takut. Soalnya kesan pertamanya bikin ngga suka Riri.

Tapi syukurlah, Riri ada tempat tinggal.
Ria Diana Santi: Iya Kak. Alhamdulillah dia bisa tinggal di rumah Ryu. 🥰
total 1 replies
Nindira
Wah! Ryu mau buka cabang di Indonesia? Asyik! Bakal takdir bakal memepertemukan lagi dia dan Riri

Daesuke kamu harus move on dan cobalah membuka hatimu kembali untuk wanita lain
Ria Diana Santi: Hore...

Aku akan berusaha Kak 🥰 by Daisuke
total 1 replies
Nindira
Ryu gak ada orangnya ngomong sama fotonya pun jadi ya😂

Itu benar banget Gibran, kamu itu membuat Riri jadi gak fokus belajar tahu tapi Riri tak mau mengakuinya
Nindira: Haduuuh parah kamu Ryu
total 2 replies
Nindira
Wah! kek nya bakal ada yang CLBK nih!

Terus nanti Ryu gimana? Apa dia bukan jodohnya Riri?

Gibran sama Roni lucu banget sih kalian😂
Ria Diana Santi: 😅 iya Kak.

Jodoh gak ya?😅
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayokak kk pasti bisa
Ria Diana Santi: Iya. makasih dek. 🥰🙏🏻
total 1 replies
Your name
Ryu... bikin aku nambah suka aja deh. Sifatnya yang baik dan peka dalam situasi itu.

Cowok kayak kamu termasuk langkah Ryu
Ria Diana Santi: Makasih kak by Ryu. 🙏🏻😊
total 1 replies
Nindira
Akhirnya Riri kembali pulang juga keIndonesia

Riri ibumu nyembunyiin kunci dipot kalau aku sih nyembunyiin kunci rumah dibawah keset yang ada didepan pintu
Ria Diana Santi: Alhamdulillah 🥰🤲🏻
total 3 replies
Nindira
Ternyata Riri bisa membuat oranf lain berkesan padanya hingga saat Riri akan kembali pulang keIndonesia akan banyak yang merasa kehilangan Riri

Jadi Riri menolak tawaran orang itu dong kalau dia mau pulang keIndonesia? Kalau Karina gimana?
Nindira: Kamu juga buatku berkesan dek, soalnya dari kamu aku belajar ketulusan, harus kerja keras dan ada pengorbanan agar mencapai hasil yang lebih baik menuju sukses
😊😍😘
total 2 replies
Nindira
Olive, kalau aku jadi siswi trus ada guru yang ngajar dengan serius keknya aku bakal ngantuk tuh! 😅

Puri aku yakin Riri juga merasakan hal yang sama kaya kamu. jadi bersabarlah kalian pasti dipertemukan lagi sama Authornya ya😁
Ria Diana Santi: 😆 tidur aja ya kak di kelas.

😆 iya kak
total 1 replies
Nindira
Daisuke perhatian banget sama Ryu...
Ya ampun itu namanya ikatan batin ya Ryu, gak lihat orangnya tapi kamu bisa merasakan kehadirannya
Ria Diana Santi: Wah ... 😍 bener banget tuh Kak
total 1 replies
Nindira
Merasakan cemburu emang ngga enak jadi mending kamu ungkapkan saja perasaanmu itu Karina, kali aja takdir berpihak padamu
Ria Diana Santi: Iya bener tuh Karina. Dengerin kata Kak Nindira.
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayo²
{Annailla ♡♡}: sama²
total 4 replies
{Annailla ♡♡}
Semangat thor
Ria Diana Santi: Makasih, Naill...
total 1 replies
Your name
Baik banget Ryu, kadang-kadang sosoknya seperti seorang Kakak dan kadang-kadang seperti seorang kekasih yang merasa khawatir terhadap pasangannya.

The best deh Ryu, suka sama karakternya
Your name: Sama-sama Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!