NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Arnet

Sistem Kekayaan Arnet

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Bertemu Paman

"Baik Nona,sekalian saya ingin ucapkan terimakasih atas bantuannya, akhirnya saya bisa membawa adik saya berobat." Ucap Yuana yang begitu utang Budi dengan kebaikan Nonanya.

"Syukurlah,semoga adikmu cepat sembuh." Jawab Arnet yang memahami perasaan Yuana.

Akhirnya Arnet pergi di hari itu juga, barang-barang miliknya sudah ia masukkan kedalam mobil dan sebelum pergi ke tempat tujuan Arnet sengaja mampir membelikan sesuatu untuk keponakannya.

 Setelah selesai berbelanja, Arnet segera melanjutkan perjalanan yang memakan waktu

4 jam dari kampung Pamannya.

Beberapa jam kemudian

Akhirnya Arnet sampai di kampung Pamannya, situasi nampak begitu sepi hanya ada beberapa orang yang lewat.Arnet tak sabar ingin menemui Paman dan Bibinya,Posisi Arnet sudah ada didepan halaman rumah Pamannya.

Mobil Arnet nanti di depan rumah Pamannya, Arnet langsung berjalan menuju teras depan rumah Pamannya dan mengetuk pintu.

"Tok...tok..."

"Sebentar." Terdengar suara dari dalam rumah, setelah pintu terbuka ada sosok wanita paruh baya menyambut dirinya.

 "Siapa ya?" Tanya seorang wanita paruh baya yang berdiri didepan pintu.

 "Bibi." Arnet menyapa Bibinya.

 "Suara itu , seperti....."

 "Ini Arnet Bibi." Seketika Bibi Arnet terkejut dan tak percaya wanita cantik dihadapannya adalah keponakannya.

 "Arnet." Arnet pun membalasnya dengan anggukan kepala,keduanya saling berpelukan dan Bibinya menangis menjadi-jadi melihat keponakannya datang menghampirinya.

 "Ini benar-benar kamu Arnet?"

 "Ini Arnet Bik,keponakan Bibi." Keduanya saling berpelukan betapa rindunya Bibinya dengan keponakannya.

 "Kamu sangat cantik sekali Arnet, sampai-sampai Bibi tak mengenalmu." Arnet hanya membalasnya dengan senyuman.

"Arnet pulang mendengar kabar jika Paman kabarnya sakit." Mendengar jawab itu Bibinya hanya menganggukkan kepala.

"Itu memang benar,saat ini Pamanmu sedang sakit bahkan Bibi baru mengantarkan ke puskesmas dan dari pihak dari puskesmas menyuruh Bibi untuk segera memeriksakan di rumah sakit.Tapi Bibi...."

 "Bibi tak perlu khawatir, kebetulan ada sesuatu juga yang ingin Arnet berikan pada Paman sebuah obat tradisional yang benar-benar bisa mengobati sakit Paman." Mendengar perkataan itu,Bibinya hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh keponakannya itu.

"Ya sudah,ayo kita masuk." Bibinya menuntun Arnet untuk masuk kedalam rumah.

 "Sebentar Bik,Arnet mau ambil koper dulu." Arnet pergi mengambil koper didalam mobilnya.

"Arnet itu mobil siapa?" Tanya Bibinya yang terlihat bingung.

 "Ini mobil milik Arnet Bibi." Mendengar jawaban itu Bibinya kaget tak percaya keponakannya pulang dengan membawa mobil.

 "Kamu dapat mobil dari mana?" Tanya Bibinya yang tak langsung percaya.

 "Selama ini Arnet bekerja,dan dari hasil menabung itu Arnet memiliki beberapa usaha hingga Arnet memiliki mobil ini dari hasil kerja keras Arnet sendiri." Arnet pun menjelaskan walaupun sebenarnya dia berbohong untuk menutupi apa yang sebenarnya.

 "Jadi begitu, Bibi baru tahu diam-diam kamu sedang merintis usaha." Jawab Bibinya yang baru mengetahui jika keponakannya kini sudah menjadi orang sukses di kota.

 Mereka langsung masuk kedalam rumah dan langsung menemui Pamannya yang saat itu sedang sakit.

 Arnet segera masuk kedalam kamar Pamannya yang dalam posisi terlentang dengan kondisi lemah.

 "Paman." Ucap lirih Arnet pada Pamannya orang yang satu-satunya yang menyayangi Arnet.

 "Kamu..."

 "Bapak,dia Arnet keponakanmu Pak." Mendengar nama itu Pamannya menangis melihat kehadiran Arnet di tempat itu.

 "Arnet." Seketika Arnet menghampiri dan memeluk Pamannya.

 "Paman,Ini Arnet Paman." Keduanya saling berpelukan dengan tangisan bahagia.

 "Kamu benar-benar Arnet?" Tanya Pamannya yang masih tak percaya.

 "Iya paman, ini keponakanmu yang lucu itu." Jawab Arnet dengan senyuman,ia masih ingat candaan yang sering di lontarkan oleh Arnet pada Pamannya.

 "Arnet." Ucap lirih Pamannya yang tersenyum melihat keponakannya datang menjenguk beliau.

 Mereka asyik mengobrol sampai Arnet mengeluarkan sesuatu untuk Pamannya,"Nanti setelah Paman sudah makan tolong makan Pil ini.Pil ini sangat baik untuk kesehatan Paman,jadi jangan lupa Paman minum obat ini." Pesan Arnet pada Pamannya.

 "Iya Arnet,nanti Paman akan minum obat ini." setelah memberikan Pamannya Pil, Arnet menuju kamar yang sudah disiapkan oleh Bibinya.

 "Maaf ya Arnet,sementara kamu menempati kamar ini dulu.Bibi belum sempat memindahkan barang-barang yang ada dikamar yang kamu tempati." Permintaan Bibinya.

  "Tidak apa-apa Bik,biarkan saja barang itu disini.Yang Penting masih ada tempat untuk meletakkan barang-barang yang Arnet bawa." Ucap Arnet yang tak mempermasalahkan hal itu,baginya sudah ada tempat istirahat sudah cukup baginya.

 Setelah selesai membereskan barang-barangnya,Arnet pergi ke dapur melihat Bibinya sedang sibuk merebus air.

 "Bibi buat apa?" Tanya Arnet.

 "Bibi buat teh hangat untuk Pamanmu sekalian Bibi buatkan untukmu." Ucap Bibinya yang sedang sibuk membuat teh hangat.

 "Bibi tak perlu repot-repot,Arnet bisa buat sendiri." Jawab Arnet yang melirik kanan kiri seperti sedang mencari sesuatu.

 "Kamu kenapa?" Tanya Bibinya yang melihat aneh dari sikap Arnet.

 "Dimana Kak Jovan,tumben sewaktu Arnet datang tidak ada Mas Jovan."

 "Mungkin dia sama temannya lagi cari pekerjaan." Jawab Bibi yang langsung menyerahkan segelas teh hangat.

 "Lho bukannya Kak Jovan kerja di pabrik?" Tanya Arnet lagi.

 "Itu dulu, tiba-tiba saja Jovan diberhentikan di tempat kerjanya karena ada pengurangan karyawan. Sudah 2 bulan ini Jovan sering keluar mencari pekerjaan di luar." Jawab Bibinya yang menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi pada Jovan anak pertama dari Pamannya.

 "Oh begitu, pantas Kak Jovan tidak ada di rumah."jawab Arnet, yang sedari tadi tidak melihat kehadiran Kak Jovan di rumah itu.

 "Inginnya Bibi, Jovan itu kerja di sekitar daerah sini. Tapi sayangnya di sini sulit sekali untuk mencari pekerjaan."

 "Memangnya tidak ada keinginan untuk Kak Jovan membuka usaha sendiri?"tanya Arnet yang penasaran kenapa Kak Jovan lebih memilih bekerja dengan orang lain.

"Tidak semudah itu, untuk membuka usaha harus memiliki modal Arnet." Jawab Bibinya yang sadar betul untuk melakukan semua itu pun harus dengan perjuangan.

 "Kalau Bibi tahu,Kak Jovan ingin membuka usaha apa?" Tanya Arnet yang penasaran.

 "Dia ingin membuka usaha kelontong sekalian jualan suku cadang kendaraan sepeda motor.Tapi semuanya itu membutuhkan modal yang tidak sedikit." Mendengar keinginan itu, Arnet lagi mengerti.

"Sepertinya,aku bisa membantu." Batin Arnet yang diam-diam memiliki rencana untuk Kak Jovan.

  Siang hari

 Arnet duduk santai di ruang tamu bersama Bibinya,Arnet begitu merasa senang akhirnya ia bisa pulang dan berkumpul lagi bersama Bibi dan Pamannya walaupun kedatangan dia hanya untuk melihat keadaan Pamannya.

 Dari depan pintu terdengar suara langkah kaki berlari,"Ibu didepan ada mobilnya siapa?" Tanya seorang anak laki-laki pada ibunya.

1
Asmiaty
apalagi dng pihak bank knp bayarnya tunai hrsnya trf biar ada bukti pembay sekalian ambil sertifikat
Night Watcher
judulnya "titik kemarahan alex" , tapi tak ada secuilpun yg membahas kemarahan alex.😂😂😂
Dewiendahsetiowati
kok gak ada kabar dari Keluarga Arnet dikampung ya
Night Watcher
secara umum alurnya bagus, hny outhor kurang teliti dlm merangkai kata. byk yg kurang atw kelebihan kata. jg bertumpuk2.
mudah2an kedepan bisa lbh jeli & teliti lagi, shg cerita2 atw karya2 selanjutnya semakin menarik dan nyaman diikuti.
tetap semangat, lanjuuut... 💪🙏
Night Watcher
ultah tante Lita atau ultah "anak" tante Lita?
Night Watcher
sering kali kalimatmu membingungkan, karna kelebihan atau kurang satu kata.
fatalnya hal itu akan mengubah kalimat jd berlawanan arti.
Night Watcher
jadi basing2 aja... semua org bisa bekerjasama dgn alek..🤭🤭🤭
Night Watcher
tumben gak pernah ada cek status, biasanya di cerita sistem selalu cek status setelah misi selesai ..🤭🤭
Night Watcher
masa asisten sendiri masih selalu menyebutkan nama dulu saat nelpon, emang gak disimpen kontaknya?
atau masih hp ceng2po? 😂😂😇🤭
fatmawati (pipit)
laura pasti kaget ya bertemu arnet yg dulu pernah menolongnya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
menyerang atau menyuruh kak?
Night Watcher
lah, kirain si james udah dieksekusi oleh anak buah alex
Night Watcher
ya pasti arnet diam dan gak peduli, kan arnet gak menyadari kalo ada yg merhatiin..😂😂😂😇😇😇
Night Watcher
lah kan td udah bilang kalo dia arnet..?
piye too???😇
Night Watcher
sistem & mcnya terlalu boros,
mungkin ceritanya akan lbh terasa nyata kalo nilai/ jumlah uangnya dibuat 0-nya 6 saja, bkn 9.🙏
(itu seleraku lho gaesss..) 🤭🤭🤭
Night Watcher
maksudnya membelanjakan byk uang atau membeli byk barang. 🤭🤭
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Night Watcher
cek ombak,... sepertinya menarik & simple alurnya..
Agus Suciyadi
thor...kenapa bayar utang kok Ndak ada proses kayak bukti lunas atau pengembalian jaminan, kok terkesan lebay ini ceritanya
Night Watcher: ho'oh, terlalu singkat, padahal katanya org2 bank, pasti ada proses pelunasan dan pengembalian agunan.
seharusnya hal itu bisa menambah perbendaharaan kata utk mengejar target perbab.
total 1 replies
fatmawati (pipit)
double update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!