NovelToon NovelToon
J King (This Is Side Of You)

J King (This Is Side Of You)

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Cinta beda status
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyaeva

Secara perlahan, setelah kepahitan bahkan kehancuran yang dialaminya karena J King. Juliet mulai mengerti dan memahami sisi lain kehidupan J yang membuatnya merasakan sesuatu untuk pria itu.

Diamnya seorang J King menunjukkan sisi lain J yang sebenarnya. Pria dengan masa lalu kelam yang tidak pernah terbayangkan oleh Juliet.

...


Romeo dan Juliet tidak pernah menemukan akhir yang bahagia. Kematian adalah akhir cerita cinta mereka.

Aku, J King tidak akan membiarkan Juliet kembali pada Romeo karena dia hanya milikku.

Bahkan jika nyawaku juga terancam, aku tidak peduli.

Aku tidak peduli jika Juliet menderita, selama bayangannya masih tertangkap dalam pandanganku, itu sudah cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Real Nightmare

'Mimpi buruk yang nyata'

Apakah kita pernah berpikir bahwa kitalah yang paling menderita di dunia? Percayalah, setiap orang punya masalah yang dianggap rumit, tetapi pasti akan selalu ada seseorang yang jauh lebih menderita.

Juliet bisa bernapas lega, setelah tiga hari merasa gelisah pada akhirnya dia melihat bercak merah pada pakaian dalamnya. Mungkin dia berpikir beban pikiran sudah mempengaruhi hormon siklus bulanannya.

'Syukurlah!'

Wanita muda itu merasa ketakutannya menguap, prasangkanya ternyata salah. Juliet merasa bahagia setidaknya dia tidak merasa cemas lagi. Wanita muda itu memutuskan untuk bangkit dan melupakan semua.

Juliet hanya perlu membuka lembaran baru yang lebih baik. Dia tidak akan membiarkan iblis seperti J memandangnya seperti wanita yang lemah. Juliet akan menghadapi J dan menunjukkan pada iblis itu bahwa dia bukan wanita yang lemah.

"Ah, aku senang sekali kau sudah sehat!" seru Molly saat Juliet berkunjung ke rumahnya.

"Ayo kita pergi ke taman hiburan?!" ajak Juliet dengan senyuman yang mengembang. Wajah Juliet sudah kembali seperti yang selama ini Molly kenal.

"Baiklah! Sudah lama kita tidak pergi bersama," jawab Molly. Kedua sahabat itu akhirnya bisaseperti dulu kembali bahagia dan gembira

Juliet dan Molly benar-benar menikmati waktu. Hampir semua wahana mereka naiki, makan es krim, gula-gula kapas, bahkan mereka masuk ke rumah horor yang paling populer di taman hiburan.

"Hei, Julie!! Bukankah itu Cherry dan J?" Molly berteriak sambil menunjuk pada suatu titik di salah satu sudut taman hiburan.

"Sedang apa mereka di sini?" ucap Molly dengan kesal 

'Deg ….'

Juliet merasakan jantungnya terasa sakit karena debarannya semakin menggila. Sungguh dia berharap apa yang dilihat Molly tidak benar. Juliet mengalihkan perhatian pada objek yang ditunjukkan Molly secara perlahan.

Juliet merasa benci, kenapa Tuhan tidak membiarkannya hidup tenang. Sungguh dia tidak ingin lagi melihat atau bertemu dengan iblis itu. J seperti bayangan yang membuatnya tidak bisa melarikan diri.

"J sangat keterlaluan. Dia benar-benar tidak menghargaimu. Kalian mungkin sudah putus, tetapi setidaknya dia tidak berkencan dulu dengan gadis lain." 

Ucapan Molly tidak bisa didengar Juliet  dengan baik, telinganya terasa berdenging. Juliet ingin pergi tetapi dia ingat pada tekadnya untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Bukankah dia akan menghadapi J dengan semua kebencian yang dia miliki?

"Hey, siapa ini?" Cherry tiba-tiba menghampiri dan menyapa dengan nada ejekan. "Dua gadis kampung," tambahnya.

Sungguh Juliet merasa benci melihat tingkah sepasang iblis yang ada di hadapannya. Bukan karena dia cemburu pada Cherry yang bergelayut manja di lengan J.

"Hey, apa katamu?" Molly melawan ucapan Cherry, gadis itu maju selangkah tetapi Juliet menghentikan gerakannya.

"Lihatlah siapa yang menang? Bukankah sudah kukatakan J akan mencampakkanmu setelah dia bosan. Sekarang dia kembali pada tempat dimana seharusnya dia berada." Cherry berucap panjang lebar.

Juliet mengepalkan tangan dan menggigit dinding pipi di dalam mulutnya. Dia menatap J dengan tatapan penuh kebencian. Sedangkan J tidak mengeluarkan sepatah katapun atau seperti biasa tidak ada ekspresi di wajahnya.

Juliet membenarkan ucapan Cherry. Setelah merenggut semua pria itu meninggalkannya begitu saja, meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya.

Juliet melangkah untuk lebih mendekat pada pasangan tersebut. "Kau benar, Cherry. Nikmati kemenanganmu dan tetaplah berada di tempat dimana seharusnya kalian berada. Racun seperti kalian tidak pantas untuk dihargai." Suara Juliet terdengar menusuk dan penuh kebencian.

"Apa, Kau!!" geram Cherry sambil mengangkat tangan untuk menampar Juliet, tetapi tangan J menghentikannya seperti tempo hari.

"Cukup!!" teriak J, mata pria muda memerah menahan amarah. "Berhenti membuat masalah atau aku akan membunuhmu!!" 

J pergi meninggalkan tiga perempuan yang masih saling melempar tatapan benci. "J!! Tunggu!!" teriak Cherry, gadis itu segera berlari untuk menyusul J. 

Molly dan Juliet hanya terdiam. "Apa aku baik-baik saja?" tanya Molly dengan khawatir.

"Bisakah kau membawaku dari sini?" Suara Juliet terdengar bergetar. Dia sudah berusaha kuat, tetapi kenapa tubuhnya tidak bisa diajak bekerja sama.

"Juliee!!" Molly berteriak setelah melihat Juliet jatuh terduduk di atas lantai beton taman hiburan 

"Bawa aku pulang, Molly! Kumohon!" pinta Juliet. Sungguh Molly tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi antara J dan Juliet. Kenapa  Juliet begitu anti pada kehadiran J?

Cherry merasa takut karena saat ini J mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. J seperti tidak terlihat  takut jika nyawanya bisa saja melayang saat mobilnya bertabrakan dengan kendaraan lain.

"J, hentikan!! Memangnya kau punya nyawa cadangan?" teriak Cherry walaupun dengan nada yang sangat ragu.

"Aku tidak peduli," jawab J dingin.

"Kalau kau ingin mati, pergilah sendiri," ucap Cherry di tengah rasa takutnya. "Semua karena gadis kampung itu, 'kan?" 

J tidak menjawab ucapan Cherry, amarahnya semakin memuncak untuk alasan yang tidak jelas. Cherry tidak bisa menebak apa yang dipikirkan J, sejak putus dengan Juliet, pria itu lebih arogan dari sebelumnya.

"Seharusnya kau tidak pernah bertemu dengan gadis itu," ketus Cherry dengan suara yang pelan.

Srettt … 

Cherry menjerit tertahan saat J menginjak rem sampai wajah gadis itu hampir membentur dashboard. Gerakan J yang mendadak hampir membuat keduanya celaka.

"Kau sudah gila?!!"

"Keluarlah!!" Suara J sarat dengan emosi yang tertahan. Cherry melepas sabuk pengaman dan segera keluar.

"Terima kasih, aku tidak ingin mati konyol denganmu." Cherry menutup pintu mobil J dengan kemarahan yang memuncak. Sementara itu J tidak terpengaruh oleh ucapan gadis tersebut. J segera melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan penuh.

"Dasar tidak waras!!!" Cherry berteriak walaupun itu percuma karena J tidak akan mendengarnya. Gadis itu bernapas lega lebih baik dia naik kendaraan umum atau menelpon supir daripada membahayakan nyawanya sendiri di tangan J.

Tadinya Cherry ingin pergi dengan J supaya dia bisa lebih dekat dengan pria itu. Cherry memaksa J untuk menemaninya, dia tidak peduli walaupun J sudah menolaknya. 

"Semua karena Si Juliet sialan itu!"

Setelah melewati semua musim panas

Namun kesedihan sedikitpun belum membaik

Mengemudikan mobil di jalanan yang tak ada ujungnya

Ada perasaan yang tertinggal dalam diriku

Belum selesai menyanyikan sebuah lagu

Kelelahan sampai-sampai meninggalkan lingkaran hitam di mata

Dunia percintaan melukai di tempat yang sulit dihindari

Tidak peduli seindah apapun senja, malam tetap akan berlanjut

Masih teringat kata selamat tinggal yang keluar dari mulutku dengan nada keras

Di tengah kegelapan ada khayalan yang terbakar oleh matahari

Cakrawala senja

Menggambarkan sebuah perpisahan

Cinta yang masuk kedalam keabadian malam

Masih teringat dari matamu menetes air mata keputusasaan

Dalam kekacauan ada khayalan yang melepuh oleh air mata

Cakrawala senja

Memisahkan suka cita kebahagiaan

Cinta pun kini sudah musnah

… 

Pantai Malubu-Los Angeles ...

J berjalan di atas dermaga kayu kecil, tatapannya tertuju pada arah matahari yang hampir tenggelam. Seekor burung camar hinggap di sisi dermaga. J melukiskan senyum yang hampir tidak terlihat. 

"Hai, apa kau juga sendirian?" J berkata sambil mendekati burung tersebut, tetapi burung itu terbang kembali menuju sebuah kawanan di sisi pantai bagian lain.

"Syukurlah kau punya banyak teman." J bermonolog seolah ada seseorang yang mendengarnya. Pria muda itu kembali menatap senja yang semakin menguning. Tidak ada yang bisa menggambarkan apa yang dia pikirkan selain Tuhan dan dirinya sendiri.

"Apa kau tenang di alam sana? Apa kau sudah puas melihatku seperti ini?" 

"Mama …."

J segera berbalik menjauhi arah matahari tenggelam. Dia berjalan cepat seperti ingin segera meninggalkan pantai indah yang justru memberikan rasa sakit bagi pria dengan raut wajah dingin tersebut.

Juliet merasa hidupnya tidak bisa lepas dari pria yang dia anggap seorang iblis. Tubuh Juliet jatuh terduduk di lantai kamar mandi. Setelah tiga hari menunggu, bercak merah itu tidak kunjung keluar kembali.

Baru saja dia merasa bahagia akan lepas selamanya dari J, tetapi Tuhan punya rencana lain. Selama tiga hari dia merasa mual saat pagi dengan kepala yang terasa berputar.

Guyuran air pada tubuhnya menyamarkan suara tangis dari mulut Juliet. Dia hanya mampu menatap benda putih berbentuk kotak dengan tanda positif merah di tengahnya.

Bayangan itu kembali muncul, wajah J terus terbayang dalam pikirannya sampai dadanya terasa begitu sesak. Bagaimana saat tubuh tegap itu mengungkungnya dengan kemarahan, Juliet tidak akan pernah lupa.

Perutnya terasa berdenyut dengan getaran-getaran kecil. Sungguh Juliet tidak bisa menerima itu semua. Juliet hanya bisa mencengkram perutnya dengan sangat kuat.

'Mamama ….'

'Papapa ….'

Juliet menggelengkan kepala, kenapa suara khas bayi memenuhi pendengarannya. Dia menghentikan gerakan tangan yang menyisakan memar di perutnya. Dia tidak tega untuk melenyapkan makhluk tidak berdosa itu.

"Tidak, Oh Tuhan, ampuni aku."

"Maafkan aku, maafkan aku!" Juliet memeluk perutnya sendiri. Hampir saja dia gelap mata dan sekelebat keinginan muncul untuk menyingkirkan beban hidupnya. "Maafkan aku, maafkan aku!" 

Pada akhirnya Juliet hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apapun lagi. Semuanya hancur karena pria itu sudah merenggut segalanya. Apa yang akan terjadi esok dia tidak tahu. Juliet masih dan selalu berharap mimpi buruknya akan segera lenyap padahal yang dia alami sekarang benar-benar nyata.

Siapa yang sedang dia bohongi? Bahkan kali ini dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri.

'Oh, J ....!'

Juliet memelas memanggil nama J, tetapi bukan karena dia rindu pada pria itu. Melainkan karena dia menuntut sebuah jawaban kenapa J tega menghacurkan hidupnya?

To be continue

Aku selalu berusaha up dengan cepat dan sulit sekali ternyata.

Maaf ya temen² telat up ...

Di chap ini aku ceritakan hanya sedikit tentang kehidupan J

Dan di chap² selanjutnya akan terungkap sedikit demi sedikit kebenaran tentang hidup J

See you next chap

I Love you all 💕💕💕

 

1
Anugrah Sanjaya
saya rasa, kasus yg menimpa Juliet itu sama dgn yg menimpa ibu J. bedanya, Juliet tetap menginginkan anaknya lahir sedang ibu J, tidak...
Anugrah Sanjaya
nyimak...
Nur Yanti
hihihihi...sukaaaa banget😍
Nur Yanti
ga bisa komen 😭😭😭😭😭
Nur Yanti
duh nasibmu sungguh miris Julliet.. 😔
Nur Yanti
siapa yg tidak ketakutan di perlakukan seperti itu. di perk***a terus di tinggalkan. ampun J kejam banget sih..
Ira Endang
keren bnget kak
Wan Er
baru chapter 1 aja udah keren✨
Oliefiya Snowly
aku hadir untukmu my partner 😊😊😊
Eve: 😘😘😘 makasih banyak Beb
total 1 replies
Aba Bidol
Neh bener2 karya yang keren bangets thor..., debesssssttttt 👍👍👍👍👍
Aba Bidol
Karya yang sangat keren thor. Nyesel baru nemu ceritanya di sini. Tetap semangat berkarya.....👍👍👍💪💪💪🎉🎉🎉
Aba Bidol
Karya yang sangat keren thor..., tetap semangat yah berkarya...💪💪🎉🎉🎉
Aba Bidol
Karya ke 2 othor yg tamat. Keren. Memang beda dari karya2 yang lain. Tetap semangat berkarya yah thor....👍👍🎉🎉🎉
gulaJawa🐏
rekomendasi novel pendek uuu ntuk di baca di waktu senggang
gulaJawa🐏
halo penulis
terimakasih atas karya yg luar biasa ini, saya merasa terhibur, ending yg cukup membuat saya tercengang, tapi saya memahami itu, di dunia ini yg namanya masalah tidak akan pernah berhenti datang kecuali tokoh itu mati, dan sifat manusia sulit di rubah, dan dendam tidak akan bisa dilupakan begitu saja, cerita ini hidup, biarkan berkembang bebas dengan sendirinya,
terimakasih karyamu disukai banyak orang
gulaJawa🐏: edit: semoga karyamu di sukai banyak orang
total 1 replies
Mardysains Mardysains
mantap skali.. ta terlalu bertele2 dan banyak bab.... keren kok....ayo mana lagi karyamu...
Saifa
semangat berkarya thor, ceritanya keren
Mahdaleni Leni
novel kereeeen knapa sedikit yg like y...salut Thor anda jenius sy suka sangat aluuuuurnya. bagus bila dipanjangin,,
Saifa
semangat author, ceritanya bagus bgt
Ra I
ceritanya bagus thor... 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!