Lahir dalam keluarga yang memiliki pengetahuan agama yang cukup baik dengan hampir seluruh anggota keluarganya yang perempuan menggunakan nikab ataw cadar tak lantas membuat Khaula Nusaiba menjadi anak perempuan yang hanya bisa membaca Al Qur'an, mengerti kajian fikih,memasak dan mengurus rumah, tapi ia didik oleh kedua orang tuanya menjadi seorang perempun yang tangguh dengan kemampun luar biasa diluar dari kodratnya sebagi seorang perempuan bercadar pada umumnya.
Ayahnya yang notabane nya adalah seorang guru pencak silat yang lihai memainkan pedang dan lihai menunggang kuda serta memanah menurunkan segala kemampuannya untuk mengajarkan kepada putri semata wayangnya. Yang kemudian membawa Khaula Nusaiba menjadi seorang pengawal pribadi seorang istri pengusaha nomor satu sejagad raya negeri ini.
kisah percintaannya dimulai tatkala sang istri pengusaha kaya memperkenalkan khaula kepada sang anak yang bernama Arjuna Adhitama.Seorang pria tampan pujaan hati para hawa dan sering menghabiskan harta kekayaan orang tuanya dengan cara foya foya dan mabuk mabukan.
pada suatu saat khaula diminta sang istri pengusaha tersebut agar dapat menjadi pengawal sang anak yang hidupnya selalu dikelilingi gadis gadis cantik nan seksi. Tapi terkadang takdir tidak selalu baik padanya, si anak pengusaha kaya tersebut mendapatkan musibah dihari pernikahannya, sang calon istri pujaan hati lari meninggalkan sang pangeran disaat 10menit terakhir menjelang pernikahan.
Dianggap tak dapat menjalankan pekerjaan dengan baik Khaula Nusaiba menjadi tumbal sebagai pengganti pengantin perempuan yang hilang raib entah kemana.karena kepatuhan terhadap pekerjaan dan karena ada faktor lain yang membuat Khaula Nusaiba menyetujui keinginan sang majikan untuk menjadi pengantin pengganti.
Perbincangan pertama antara Arjuna Adhitama dan Khaula Nusaiba setelah acara pernikahn mengenai perjanjian dalam kehidupanpun dimulai......
Bagaimana lika liku kehidupan antra Arjuna dan Khaula dalam pernikahan silahkan read....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliati Manan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Baru
ini sosok Arjuna Adhitama ya kakak...silahkan berimajinasi.
Ini Khaula Nusaiba....
Aku tetap mematung didepan pintu kamar tempat Arjuna dirawat.Sesekali aku mencuri pandang pada pemandangan yang membuatku cemburu.
***********
Disaat yang lain Arjuna jugak mencuri pandang pada Khaula yang berdiri tegak didepan pintu masuk kamarnya.Arjuna melihat Khaula sedang menyeka air mata yang ada disudut matanya yang ditutupi kaca mata.Ada perasaan lain di hati Arjuna.terasa seperti ingin mengenal sosok Khaula.Kenapa ia bisa menyeka air mata.Apa Khaula terharu atau apa yang terjadi.
**********
Seminggu sudah Arjuna dirawat dirumah sakit akibat ia diserang oleh sekawanan orang tak dikenal.Khaula mengantarkan buk Silvi berkunjung kerumah sakit.Buk Silvi ingin menjemput Arjuna yang pada hari ini sudah bisa pulang.
Sesampainya kami dirumah sakit buk Silvi langsung turun menuju kamar tempat anaknya dirawat.Sementara Khaula harus memarkirkan mobil di tempat parkir yang tak jauh dari pintu masuk rumah sakit.Setelah memarkirkan mobil Khaula masuk menyusul buk Silvi.Pada saat Khaula tiba didepan pintu kamar ruangan Arjuna dirawat, mereka sudah siap siap untuk pulang.Khaula membawa tas berisi segala barang keperluan Arjuna dirumah sakit.Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir Khaula melihat Arjuna terus memeprhatikannya.Sebenarnya Khaula merasa risih dengan matanya.Tapi apa yang bisa di perbuat.Kalau Khaula menegurnya pasti dia punya seribu alasan untuk menyangkalnya.Lagi pula siapa Khaula, sampai Arjuna anak majikannya mau memperhtikannya.ah...itu hanya perasaanku kata Khaula dalam hati.
********
Aku mengendari mobil cukup handal karena memang aku berlatih untuk itu saat dinegeri paman sam dulu.Tak sengaja saat aku melihat spion belakang kulihat Arjuna sedang mencuri pandang denganku.Ya tepatnya dia sedang memperhatikan pergerakanku,itu membuatku gugup.hingga aku tak melihat lampu merah didepan.
Aku ingin cepat sampai rumah.Agar cepat bebas dari pandangan jahatnya.
Akhirnya kami sampai dirumah dengan selamat, dan akhirnya aku bisa terbebas dari pandangan jahat itu.Dengan cepat aku mengeluarkan tas yang tadi ku bawa yang berisi perlengkapan dari rumah sakit dan menyerahkannya pada pak didin asisten rumah tangga yang menangani masalah perkebunan.
Setelah itu aku bergegas memarkirkan mobil pada garasi dan masuk kedalam kamarku.Aku berdiri didepan cermin besar didalam kamar.Kuliat penampilanku dari atas sampai bawah sepertinya tidak ada yang aneh.Tetapi kenapa laki laki aneh itu memandangiku dengan tatapan begitu.
********
Khaula tak henti memikirkannya.Entah kenapa dia memikirkan hal yang tak harus dia pikirkan.Kenapa pandangan mata Arjuna membekas dihatinya sampai ia harus terus memikirkannya.
"Tok tok tok....."
Suara orang mengetuk pintu.
Khaula bangkit dan membuka pintu.
"Iya bik"kata Khaula sambil memandangi kesegala arah.
"Nyonya memanggil neng Lula ke ruang keluarga"bibik berlalu meninggalkannya.
Memikirkan seribu alasan klau klau buk Silvi memintanya lagi untuk menjadi pengawal pribadi anaknya karena kejadian kemaren.
Khaula melangkahkan kakinya mantab sampai keruang keluarga.Khaula melihat Arjuna si lelaki tampan dan gagah sedang bersender manja dalam pelukan si mami.Bak seekor anak kucing lucu yang menggemaskan.Pak Adhi juga ada bersama sedang duduk berbincang.Sepertinya masalah serius.
"Ibuk memanggil saya?"tanya Khaula sedikit ragu
Khaula tak melihat Arjuna menoleh kearanya.
"Iya Lula...duduk sini"buk Silvi menepuk tempat duduk disebelah kirinya.
Khaula datang dan duduk di sofa sebelah kiri buk Silvi.
"Ibuk mau kamu menjadi pengawal pribadi calon menantu ibuk"kata buk Silvi sedikit menekan.
Sementara pak Adhi hanya geleng geleng kepala.Entah apa tadi yang mereka bicarakan pikir Khaula.
"Maksud ibuk?"tanya Khaula lagi dengan sedikit pura pura tak mengerti.
"Arjuna diserang orang yang tak dikenal karena mereka ingin menggagalkan pernikahan Arjuna dan Tiara bulan depan"jelas buk Silvi.
**********
Benarkah?pikirku.Padahal selama 3 bulan aku bekerja disini tak pernah ada pembicaraan kalau lelaki yang terkenal hidung belang dan suka mempermainkan wanita ini ingin menikah.Tetapi kenapa tiba tiba buk Silvi bilang Arjuna akan menikah.
"Sebenarnya...."kata kataku terhenti saat buk Silvi dengan tegas membantah sebelum aku selesai bicara.
"No excus ok"titik tak ada kata kata keluar lagi dari bibirnya.Suaranya sedikit membentak.Jelas dan tegas.Aku hampir saja melompat karena terperanjat.Kutarik nafas dalam dalam dan pelan....agar aku lebih tenang.
"Baik buk.kapan saya memulainya.bagaimana saya memulainya"jawabku dengan suara lantang, tapi tanpa menoleh kearahnya.
Pak Adhi sepertinya mengerti kalau aku tak begitu suka dengan perintah istrinya.Pak Adhi pergi meninggalkan aku buk Silvi dan Arjuna.
"Kamu bisa ikut arjuna untuk menemui Tiara dan pindah kerumah mereka."kata buk Silvi kemudian bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkanku yang masih mematung ditemani Arjuna sang penakhluk.Aku masih belum mengerti dengan kata kata buk Silvi dengan rumah mereka.Apakah yang dimaksud bahwa si Arjuna ini sudah tinggal serumah dengan gadisnya..."Omg"....apakah aku harus terjerumus dalam lingkaran syaiton yang bernama zina...Nauzubillah...aku cepat cepat tersadar saat Arjuna memetikkan jemarinya di hadapanku.
"Hey...apa lo masih mau diam disini nona bodyguard?" Arjuna bangkit dan berjalan pelan kemudian berbalik"gue tunggu lo diparkiran naw" suaranya berkata tegas, kemudian dia pergi meninggalkanku yang masih dongkol.Haruskah aku mengikutinya?haruskah aku mentaati kontrak dengan tidak bisa melawan kata kata buk Silvi.Gumamku dengan perasaan kesal.
Aku bangkit.Kemudian mengemas barang barangku dan pamit pada buk Silvi dan pak Adhi.Kulihat wajah buk Silvi sedikit tersenyum saat ini.Mungkin karena buk Silvi sudah merasa sedikit lega karena aku menerima perintahnya.
"Ibuk akan menunggu sampai tugasmu selesai disana.Kamarmu akan menjadi kamarmu selama kamu bekerja disana.Kalau kamu libur datanglah kemari.ibuk akan selalu merinduknmu" buk Silvi memelukku sangat erat.Aku sangat nyaman.Aku tau buk Silvi khawatir dengan anak semata wayngnya,dan aku akan menjalankan tugasku dengan baik.Titahku dalam hati.
Kemudian masuk kedalan mobil yang sudah berada didepan pintu menungguku.Kumasukkan koper koperku kebagasi, kemudian berpikir keras karena aku harus duduk disebelah lelaki aneh itu.
Terpaksa karena tiba tiba pak Usman supir baru Arjuna membukakan pintu sebelah kiri mobil.Sementra disebrang kanan ada Arjuna yang sudah duduk dari tadi menunggu aku masuk.Tapi dengan sigap aku membuka pintu kiri depan mobil, dan segera duduk disamping pak Usman.
Mobil melaju menyusuri jalanan ibukota yang terik siang itu.Hingga akhirnya kami sampai pada suatu apartemen megah disuatu daerah elit diibukota.pak Usman menolongku mengeluarkan koper dari bagasi sementara si tuan muda sudah berjalan meninggalkan kami.Pak Usman sebagai penunjuk arah bagiku.
Bola mataku melalak saat melihat apartemen mewah dan megah.Sungguh kediaman yang luar biasa nyaman.Lobi apartemen dihiasi dengan taman berukuran mini yang indah dengan air mancur membuat mata ini segar melihatnya meski diluar sana cuaca sangat panas terik.ah....seandainya Allah menakdirkanku untuk memiliki apartemen ini sungguh luar biasa.... gumamku dalam hati.
happy reading kakak...terima kasih.mohon maap karena masih banyak kesalahan penulisan eyd dan typo.mohon krisannya😘
mampir ya Mbak