Kembali dari perantauan dan berhasil meraih impiannya menjadi Dokter. Aldo begitu bahagia, dia akan segera melamar kekasih hatinya.
Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, justru sang kekasih telah menjadi istri kakak kandungnya.
Rasa tidak terima membuatnya berniat merebut kembali kekasihnya, namun siapa sangka ia justru bertemu masa lalu ketika berada diperantauan. Apa yang sebenarnya Takdir mainkan pada mereka?
Bagaimana kelanjutan kisah Mereka?
Ini karya pertamaku, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan membosankan.
Cover : By Instagram
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Erlangga
Aldian Putra Erlangga adalah anak pertama dari pasangan Hendra Erlangga dengan Anita Wulandari, sejak kecil dia hanya fokus untuk mengejar cita citanya untuk menjadi seorang dokter. Aldi memiliki sifat ramah, baik, perhatian dan tidak pernah memaksa. Putra pertama pasangan Hendra Dan anita ini selalu disiplin dan tidak manja. Bahkan dari kecil dia sudah memilih tinggal di asrama sekolahnya sejak Sekolah Dasar hingga SMA karena selain orang tuanya yang sangat sibuk, ia juga ingin menjadi pribadi yang mandiri. Berbeda dengan sang adik, Aldo Rasya Erlangga, kesibukan orang tuanya membuatnya lebih memilih untuk tinggal dengan sang nenek. Bersekolah disekolah favorit layaknya anak lain pada umumnya. Dia lebih suka merasakan kebebasan daripada harus tinggal di asrama seperti sang kakak. Bahkan banyak yang mengira bahwa Aldo tidak memiliki orang tua, karena segala keperluan Aldo akan diurus oleh sang nenek. Aldo juga memiliki cita cita yang sama dengan kakaknya yaitu menjadi dokter. Menuruni pekerjaan sangat ayah yang dulunya sebagai dokter, maka dua pria itu juga memiliki cita cita mulia untuk bisa menolong orang banyak sama seperti ayah mereka. Aldo memiliki Sifat yang hamble menjadikan dia banyak disukai oleh teman-temannya, dia juga memiliki sifat ramah, dan baik sama seperti Aldi, namun satu hal yang menjadi ciri khas Aldo, dia tidak suka apabila sesuatu yang dia miliki direbut oleh orang lain, apapun itu.
Hendra Erlangga, merupakan seorang pengusaha yang bergerak dibidang farmasi, baik obat-obatan maupun alat alat kesehatan. Dulu ia berprofesi sebagai dokter. Dia memulai usahanya dari nol, dengan dibantu oleh sang istri yang dulunya merupakan perawat di salah satu rumah sakit. Bahkan karena membantu sang suami ia harus melewatkan tumbuh kembang kedua anaknya. Ada banyak penyesalan yang ia rasakan, kini ketika anak anaknya sudah dewasa ia juga tak bisa dekat dengan sang anak, Aldi bekerja sebagai dokter spesialis jantung. sibuk di rumah sakit dan tak jarang juga tidak pulang karena banyaknya operasi. Sementara Aldo, sekarang dia sedang mengejar cita citanya menjadi seorang dokter anak, setelah lulus dari pendidikannya. Dia memilih untuk mengabdi di sebuah kota terpencil, selama 2 tahun, dan 6 bulan lagi ia sudah menyelesaikan pengabdiannya. Dan berencana untuk pindah kembali ke kota kelahirannya.
H Company, merupakan pemasok obat dan alat kesehatan ke berbagai rumah sakit, termasuk rumah sakit Medika, tempat kerja Aldi, jadi banyak yang sudah mengenal Aldi dirumah sakit. Bahkan pemilik rumah sakit merupakan teman kuliah Hendra, Arya Dimas. Bahkan Arya sangat akrab dengan Aldi.
Rumah Sakit Medika
Aldi berjalan melewati lorong rumah sakit, ia baru saja menyelesaikan operasi. Karena lelah dia memilih untuk duduk di taman yang berada di tengah rumah sakit.
"Sendirian saja Al?, sapa seorang perempuan cantik pada Aldi. Dia adalah Nina Syaqila Dimas. Putri pemilik rumah sakit, dia juga seorang dokter lebih tepatnya dokter kandungan. Mereka sudah lama mengenal, sudah dua tahun sejak Aldi bekerja dirumah sakit ini, terlebih lagi ayah mereka adalah teman jadi mereka tak sungkan untuk mengobrol bahkan makan siang bersama.
Aldi tersenyum sambil mengangguk pada Nina
"Baru selesai operasi ya?, tanya Nina lagi".
"Iya, jawab Aldi singkat.
Nina duduk disamping Aldi, mereka hanya diam. Aldi memang tak terlalu banyak bicara, tapi dia selalu care sebagai teman. Bahkan Aldi tahu jika Nina menyukainya, namun entah mengapa Aldi tak bisa menyukai Nina, mungkin karena hatinya sudah sepenuhnya milik Aira. Hingga cukup lama berdiam, Aldi pun undur diri pada Nina. Nina hanya memandang punggung Aldi hingga lelaki itu tak terlihat lagi.
Sampai kapan aku harus menunggumu membuka hati Al, apakah ada orang lain di hatimu hingga tak ada sisa untukku, bathin Nina.