NovelToon NovelToon
Penulis Terakhir Langit Yang Retak

Penulis Terakhir Langit Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur
Popularitas:196
Nilai: 5
Nama Author: Tubagus Abidin

Di Kekaisaran Xuan-Mo, realitas adalah tinta, dan kekuasaan adalah keindahan goresan. Mereka yang bisa menulis hukum alam dengan kuas emas diperlakukan sebagai dewa, sementara mereka yang gagal hanyalah noda yang harus dihapus.
Ren Zexian lahir dengan kutukan "Mata Void"—ia tidak bisa melihat keindahan ilusi dunia, hanya kerangka rapuh di baliknya. Dianggap sampah oleh klan kaligrafer elit, ia bekerja sebagai penghapus buku terlarang, hidup dalam diam hingga suatu hari ia menemukan sebuah halaman kosong yang berdarah.
Saat "The Fade" mulai menelan desa asalnya, mengubah manusia menjadi hampa tanpa ingatan, Ren menyadari bahwa kekacauan ini bukanlah bencana alam, melainkan suntingan yang disengaja oleh Dewan Langit. Dengan kuas patah dan teknik terlarang yang memungkinkan ia "menghapus" keberadaan musuh, Ren memulai perjalanan berbahaya mendaki 9 Provinsi Mengambang.
Ia bukan pahlawan yang akan melukis dunia baru. Ia adalah editor yang akan memotong bagian-bagian busuk dari cerita ini,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tubagus Abidin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan di Lorong Tujuh

Jam dinding pasir di lorong asrama berdetak lambat, setiap butir pasir yang jatuh terasa seperti palu kecil yang menghantam saraf Ren Zexian. Tengah malam. Saat di mana Klan Naga tidur, atau setidaknya, berpura-pura tidur.

Ren tidak tidur. Ia duduk di tepi kasur jeraminya, mata terpejam, mendengarkan. Asrama Rendah memiliki simfoni suaranya sendiri: dengkur kasar Long Wei dari kamar sebelah, tetesan air limbah yang konstan dari pipa bocor, dan desisan angin yang menyusup melalui celah-celah kayu lapuk. Di antara semua kebisingan itu, Ren mencari ketidakteraturan. Langkah kaki yang terlalu ringan. Napas yang ditahan.

Tidak ada. Sepi.

Ia bangkit, mengenakan jubah hitamnya yang paling lusuh—warna yang akan menyatu dengan kegelapan lorong. Di pinggangnya, kuas patah terselip aman. Di sakunya, secarik kertas dengan inisial "S" terasa panas, seolah-olah membakar kulitnya melalui kain.

Lorong 7.

Perpustakaan Cabang Klan Naga terletak di sayap barat kompleks asrama, sebuah bangunan batu tua yang jarang dikunjungi karena koleksi bukunya dianggap "usang" atau "terlalu teoritis" bagi para praktisi yang haus kekuatan instan. Lorong 7 adalah bagian paling dalam, tempat penyimpanan gulungan-gulungan sejarah kuno yang berdebu.

Ren meluncur keluar dari kamarnya seperti bayangan. Ia menghindari lampu minyak utama, bergerak di sepanjang dinding yang gelap. Instingnya waspada. Setiap sudut bisa menjadi tempat persembunyian Long Wei atau anak buahnya. Tapi ia harus mengambil risiko ini. Informasi tentang The Fade dan obat untuk Lin mungkin terkubur di antara debu-debu sejarah itu.

Saat ia mencapai pintu besar Perpustakaan Cabang, pintunya sedikit terbuka. Celah gelap itu seperti mulut yang mengundang. Ren mendorongnya pelan, engselnya berderit halus, suara yang terdengar memekakkan telinga dalam keheningan malam.

Di dalam, bau kertas tua dan tinta kering menyambutnya. Rak-rak tinggi menjulang ke atas, menghilang dalam kegelapan langit-langit. Hanya beberapa lentera qi redup yang menyala di ujung lorong, memberikan cahaya samar-samar berwarna kuning kecokelatan.

Ren melangkah masuk, matanya beradaptasi dengan cepat. Mata Void-nya aktif, mengubah dunia menjadi kerangka garis putih. Ia melihat jejak kaki debu di lantai—baru saja dibuat. Seseorang sudah di sini.

"Lorong 7," bisiknya pada dirinya sendiri.

Ia menyusuri lorong-lorong sempit di antara rak-rak buku. Lorong 1... Lorong 2... Hingga akhirnya ia menemukan papan nama kayu yang hampir lapuk: Lorong 7: Sejarah Terlarang & Teori Kaligrafi Kuno.

Di ujung lorong, di bawah cahaya lentera yang berkedip-kedip, berdiri sesosok figur.

Bukan monster. Bukan preman. Seorang gadis.

Ia mengenakan jubah murid tingkat menengah berwarna biru muda, rambutnya diikat rapi dengan pita sutra putih. Wajahnya cantik namun dingin, seperti patung es yang dipahat dengan sempurna. Di tangannya, ia memegang sebuah buku tebal bersampul kulit hitam.

Ren berhenti sepuluh langkah darinya, tangannya siap meraih kuas. "Siapa 'S'?" tanyanya, suaranya rendah namun tegas.

Gadis itu menoleh perlahan. Matanya berwarna abu-abu, mirip dengan Ren, tapi tidak hampa. Mata itu penuh dengan kecerdasan yang tajam dan kesedihan yang tersembunyi.

"Aku Su Yan," jawabnya, suaranya lembut namun jelas. "Putri kedua Klan Su, dan... pengamat."

Ren mengerutkan kening. Klan Su? Salah satu klan saingan Klan Naga? Apa hubungannya dengan dia?

"Kenapa kau memanggilku?" tanya Ren, tetap waspada. "Apa ini jebakan?"

Su Yan tersenyum tipis, senyuman yang tidak mencapai matanya. "Jika ini jebakan, kau sudah ditangkap oleh penjaga perpustakaan sejak kau menginjakkan kaki di sini. Mereka tidur karena aku menggunakan teknik 'Hening' pada area ini selama satu jam."

Ren terkejut. Teknik 'Hening' adalah teknik tingkat lanjut yang membutuhkan kontrol Qi yang sangat halus. Gadis ini jauh lebih kuat daripada penampilannya.

"Aku melihat pertarunganmu hari ini," lanjut Su Yan, menutup bukunya. "Kau menulis karakter 'Kuat' dengan cara yang... aneh. Tidak ada aliran Qi eksternal. Kau memanipulasi struktur internal udara. Itu bukan teknik Klan Naga. Itu bahkan bukan teknik yang diajarkan di akademi manapun."

Ren menegang. "Aku hanya berbakat."

"Jangan bohong padaku, Ren Zexian," kata Su Yan, langkahnya mendekat. "Aku tahu apa itu Mata Void. Klanku memiliki catatan sejarah tentang itu. Itu adalah kutukan, atau anugerah, tergantung siapa yang memandangnya. Orang-orang dengan Mata Void tidak melihat keindahan dunia. Mereka melihat kerusakannya."

Jantung Ren berdegup kencang. Rahasianya terbongkar? Atau setidaknya, sebagian darinya.

"Apa yang kau inginkan?" tanya Ren, nadanya menjadi lebih keras.

"Aku ingin kebenaran," jawab Su Yan. "Dan aku pikir kau juga menginginkannya. Ayahku, Kepala Klan Su, percaya bahwa The Fade bukan bencana alam. Dia percaya itu adalah hasil dari eksperimen Klan Naga menggunakan Tinta Hitam Terlarang untuk menciptakan prajurit abadi. Eksperimen itu gagal, dan sekarang realitas sedang runtuh."

Ren merasakan darah mendidih di venanya. Konfirmasi. Dari sumber yang tampaknya netral.

"Bukti?" tantang Ren.

Su Yan membuka kembali bukunya. Halaman-halamannya berisi sketsa-sketsa anatomi manusia yang dicoret-coret dengan tinta merah, mirip dengan gulungan Master Wei. Tapi ada perbedaan. Di sini, ada diagram tentang "Penyuntikan Tinta Inti".

"Ini adalah catatan dari peneliti Klan Naga yang hilang sepuluh tahun lalu," kata Su Yan. "Mereka mencoba menyuntikkan Tinta Inti murni ke dalam tubuh anak-anak dari Provinsi Bawah untuk melihat apakah mereka bisa menahan beban Qi tingkat tinggi. Sebagian besar mati. Sisanya... mengalami mutasi. Meridian mereka terbalik. Jiwa mereka retak."

Ren menatap diagram itu. Gambar-gambar anak-anak kecil dengan tubuh yang dipenuhi garis-garis hitam pecah. Salah satu gambar itu memiliki tanda lahir di leher yang sama persis dengan Lin.

Dunia Ren seolah berhenti berputar. Lin bukan sakit karena penyakit biasa. Lin adalah korban eksperimen. Korban dari ambisi Klan Naga.

Rasa marah yang dingin, lebih dingin dari es kutub, mengalir di seluruh tubuhnya. Tangannya gemetar, bukan karena takut, tapi karena keinginan untuk menghancurkan segala sesuatu di depannya.

"Kenapa kau memberitahuku ini?" tanya Ren, suaranya serak.

"Karena aku benci Klan Naga," jawab Su Yan jujur. "Mereka arogan. Mereka merusak keseimbangan dunia demi kekuasaan. Dan karena... aku juga memiliki cacat. Aku tidak bisa menulis karakter yang stabil. Setiap goresanku selalu retak. Aku dibuang ke Klan Su sebagai alat politik, bukan sebagai ahli waris sejati."

Ia menatap Ren langsung ke matanya. "Kita sama, Ren. Kita adalah kesalahan dalam lukisan dunia mereka. Dan kesalahan... harus diperbaiki. Atau dihapus."

Ren menelan ludah. Gadis ini berbahaya. Cerdas, kuat, dan punya motif tersendiri. Tapi ia juga satu-satunya orang yang memberinya petunjuk nyata.

"Apa rencanamu?" tanya Ren.

"Aku butuh akses ke Arsip Rahasia di Paviliun Utama," kata Su Yan. "Di sana, ada daftar nama semua subjek eksperimen. Jika adikmu ada di sana, kita bisa menemukan obatnya. Atau setidaknya, menemukan siapa yang bertanggung jawab."

"Arsip Rahasia dijaga oleh Elder Tertinggi," kata Ren. "Mustahil ditembus."

"Tidak jika kita memiliki kunci," kata Su Yan, tersenyum misterius. "Dan kau, Ren Zexian, adalah kuncinya. Mata Void-mu bisa melihat celah keamanan yang tidak terlihat oleh orang lain. Kau bisa melihat pola penjagaan, titik buta kamera qi, dan retakan di dinding pertahanan."

Ren diam. Ini adalah gila. Masuk ke sarang singa bersama putri klan saingan? Tapi ia memikirkan Lin. Wajah pucatnya. Lupa namanya. Hilangnya ingatan.

"Aku akan melakukannya," kata Ren akhirnya. "Tapi dengan syarat. Jika kita menemukan obatnya, aku pergi. Aku tidak tertarik dengan perang klan kalian."

Su Yan mengangguk. "Setuju. Pertemuan berikutnya tiga hari lagi. Di atap Menara Lonceng. Bawa kuasmu. Kita akan mulai melatih koordinasi."

Sebelum Ren bisa bertanya lebih lanjut, Su Yan membalikkan badan dan berjalan menuju kegelapan lorong lain. Dalam sekejap, ia menghilang, meninggalkan Ren sendirian di tengah tumpukan buku-buku tua yang berbau dusta dan kebohongan.

Ren menatap diagram di tangan Su Yan yang tertinggal di meja. Ia menyentuh gambar anak kecil itu dengan jari gemetar.

"Tunggu aku, Lin," bisiknya, air mata tanpa warna menggenang di matanya yang hampa. "Kakak akan membawa pulang dunia untukmu. Bahkan jika aku harus merobek langit untuk melakukannya."

Ia melipat diagram itu, menyimpannya dekat dengan jantungnya. Lalu, ia berbalik dan melangkah keluar dari perpustakaan, menuju kegelapan malam yang kini terasa berbeda. Bukan lagi sekadar kegelapan, tapi medan perang.

Dan Ren Zexian baru saja menerima senjata pertamanya: kebenaran.

1
Anime aikō-kā
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!